Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 170


__ADS_3

Berd dan Sasha masih sibuk dengan kertas dan tablet, sedang menyusun beberapa model baju untuk Aishe sesuai dengan keinginan Mirey. Sedangkan Mirey justru terlihat memegang ponsel, hendak menghubungi seseorang.


"Carl, kosongkan tempatmu dalam satu jam. Aku ingin mengajak putra dan menantuku berbelanja," ucap Mirey berbicara di telepon dengan seseorang.


"Menantu? Kapan Diego menikah?" Suara samar seorang pria terdengar dari balik telepon.


"Jangan banyak bicara! Kau juga akan segera mendapatkan undangannya," ketus Mirey lalu mengakhiri panggilan.


Mirey menghela napas kasar usai menghubungi rekannya, Carl. Hela napas itu bahkan membuat Berd dan Sasha menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Apa ada yang ingin anda sampaikan lagi, Nyonya?" tanya Berd.


"Tidak. Kalian bisa pergi jika sudah selesai," ucap Mirey sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pening.


"Kirim desainnya pada Diego dan Aishe. Biarkan mereka sendiri yang memilih," lanjutnya.


Berd dan Sasha pun akhirnya pergi dengan beberapa catatan tebal di tangan mereka. Kali ini, Guzel lah yang mengantar mereka hingga ke depan pintu. Sedangkan Mirey berbicara pada Bibi Banu tentang pekerjaannya.


Mobil yang dinaiki Berd dan Sasha baru saja meninggalkan pekarangan rumah, saat sepasang suami istri itu turun ke bawah menggunakan lift.


"Kamu yakin tidak mau pakai kursi roda?" tanya Aishe saat mereka baru saja keluar dari Lift.

__ADS_1


"Aku bisa, Sayang," jawab Diego lalu mengecup ubun ubun kepala sang istri.


Tepat pada saat itu, Mirey yang sedang berbicara dengan Bibi Banu, tidak sengaja melihatnya dan langsung berdecak. Suara decakan itu akhirnya membuat Aishe tersadar akan tatapan Mirey yang tertuju padanya. Malu? Ya, itu mungkin, dan pada akhirnya lengan Diego menjadi sasaran pukulannya.


"Ah! Sayang!" teriak Diego kaget langsung mengusap lengannya."


"Ibu melihat kita!" lirih Aishe mencoba memberitahu sang suami, jika kedua mata sang ibu masih menatap mereka.


Diego yang sejak tadi memandangi kecantikan sang istri, langsung menoleh melihat Mirey menggeleng kepala dengan tatapan heran. Sedangkan Bibi Banu justru tertawa sambil menutup mulutnya.


Melihat ibunya merespon demikian, Diego bukannya malu. Ia malah mengangsurkan tangannya merangkul Aishe.


"Kita sudah dewasa dan aku sudah menikah!" ucapnya sedikit lantang, agar mereka semua mendengarnya. Diego berjalan dengan bangga, namun Aishe justru tertunduk malu.


VinLand Shopping Mall. Salah satu mall di Istanbul yang sangat unik, lantaran adanya kereta mainan yang berjalan di tengah gerai gerai yang berjejer. Selain itu, mall ini dikelola dan dikembangkan oleh salah satu rekan Deniz, serta menjadi tempat andalan untuk Mirey berbelanja.



Aishe dengan balutan dress biru, terlihat keluar setelah Diego membantunya membuka pintu. Riasan wajah gadis itu terlihat sederhana, hanya polesan lipstik dan bedak tipis. Namun kecantikan itu sudah mendapat sanjungan dari sang suami.


Kali ini Diego tidak membawa banyak pengawal. Hanya dua pengawal dan satu asisten perempuan juga Guzel, yang nantinya akan membantu Aishe serta Mirey.

__ADS_1


Dari depan pintu, ada setidaknya empat orang yang menyapa kedatangan mereka. Keempat orang itu sangat ramah, dengan senyum manis menunjukkan arah menuju kereta yang akan membawa mereka berbelanja.



"Kamu belum ada baju hamil kan?" tanya Mirey tiba-tiba saat mereka baru saja duduk di kereta.


"Be-lum, Bu."


"Kamu harus punya baju yang nyaman setelah ini. Pastikan tubuhmu hangat di musim dingin, dan sejuk di musim panas. Ibu hamil mudah sekali gerah."


Dua sudut bibir Aishe terangkat saat mendengar perkataan Mirey. Nyatanya wanita berumur 55 tahun itu sangat baik dan pengertian. Berbeda dengan mimik wajahnya yang terlihat tegas berwibawa.


"Kalau begitu, Ishe akan merepotkan Ibu untuk memilihkannya," jawab Aishe dengan senyum ramah.


Ya, perkataan itu akhirnya mampu membuat dua sudut bibir Mirey terangkat dengan tulus. Sorot mata dan wajahnya begitu teduh saat melihat menantunya.


"Tentu, aku akan memilih banyak untukmu. Biarkan Diego yang membayar!"


...☆TBC☆...


__ADS_1


Lagi agak puyeng, maapin kalau agak berantakan ya.


Jangan lupa Vote dan Giftnya 💕


__ADS_2