
Diego memijat kepala yang terasa berdenyut cukup kuat. Bahkan denyutnya hampir sama dengan degup jantung yang diburu amarah. Bagaimana tidak, hal yang tidak pernah dia sangka justru perbuatan ibunya sendiri.
Namun dari semua hal yang dia pikiran tentang Mirey, ada hal lain yang mengganjal, tiba-tiba terlintas dalam pikiran pria itu. Dia mengenal ibunya adalah orang yang baik sebelum kehilangan Deniz, hanya saja kebaikan itu telah dimanfaatkan oleh seseorang.
"Bereskan semua kekacauan ini, rawat Guzel dengan baik, dan siapkan pemakaman yang layak untuk bibi Nie." Diego berbicara tanpa memandang siapapun yang ada disana. Dia hanya menutup mata, sambil memijat kepala yang masih berdenyut.
"Tuan, apa mungkin Max yang …." Ashan seakan enggan untuk meneruskan kalimatnya. Kata-kata yang ingin ia ucapkan, pada akhirnya harus ditelan bulat-bulat lantaran hal yang akan dia bahas adalah ibu kandung dari tuannya sendiri.
Diego sendiri tidak merespon ucapan Ashan. Dia sekonyong-konyong menoleh, menatap kantong darah yang sudah berkurang. Lalu, ia menatap seorang perawat yang sejak tadi mengobati lukanya.
"Hei kamu!" panggi Diego kasar, membuat pria bertubuh kecil itu menoleh.
"Butuh berapa lama lagi?" Sorot mata Diego sedikit memincing tajam, seolah ingin meluapkan seluruh amarahnya pada pria yang tidak bersalah itu.
"Se-setengah jam lagi, Tuan," jawabnya dengan nada bergetar.
__ADS_1
Takut, tentu saja. Siapa yang tidak mengenal keluarga Gulbar? Jika bukan karena mereka yang patuh dengan hukum, mungkin mereka dengan mudahnya menghilangkan nyawa seseorang hanya karena kesalahan kecil.
"Kau bisa mempercepat ini?" Diego menunjuk kantong darah yang mengalir ke selang dan terhubung langsung dengan pembuluh vena, langsung mengalir menjadi satu dengan darahnya.
Petugas itu hanya terdiam, menatap kantong darah yang terus mengalir. Pria itu jelas bingung harus bagaimana menghadapi Diego. Namun, permintaan itu sendiri bukannya tidak mungkin. Hanya saja, Diego tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk menerima transfusi darah dengan cepat.
"Lepaskan saja ini," pinta Diego dengan santai, yang langsung membuat petugas itu menoleh memandangnya. "Kenapa bengong! Cepat lepaskan!"
Bentakan Diego berhasil membuat pria kecil itu gugup dan langsung melepas selang transfusi meski darah yang ada di kantong masih tersisa cukup banyak. Usai melepas selang, Diego sekonyong-konyong bangkit. Dia sempat meregangkan otot-otot leher, sebelum akhirnya dia turun dari mobil paramedis.
"Anda mau kemana, Tuan?" Ashan sejak tadi berdiri di depan mobil paramedis yang menangani Guzel, langsung berjalan mendekati Diego.
Eraz tampaknya tahu dengan baik, jika tuannya sedang menyimpan semua emosinya dalam hati. Bukan hanya Eraz bahkan semua yang ada disana tampaknya juga tahu ketika melihat wajah Diego.
"Berikan kunci mobil!" Diego menyodorkan tangannya, berharap tangan itu segera menerima sebuah kunci mobil.
__ADS_1
Namun sayang, tidak ada dari mereka yang memenuhi harapan Diego. Tidak ada yang bersuara, semua menutup mulut rapat-rapat. Sampai, Rehan dengan berani berjalan mendekat, lalu menawarkan dirinya.
"Saya akan mengantar Anda, Tuan."
Diego menoleh sesaat menatap Rehan dengan sorot mata tajam. Entah, apa yang membuat Diego menatap Rehan dengan sinis. Mungkin, dia masih sedikit kesal lantaran pria itu meninggalkan adik angkat yang tidak lain adalah istrinya.
"Ayo, pergi ke mansion Gulbar!"
Beberapa orang mencoba menghentikan Diego, setidaknya, pria itu harus mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan kirinya lebih dulu. Namun, siapa yang berani menghalangi tekad Diego? Mungkin hanya Aishe yang bisa, tetapi wanita itu tidak berada di sana untuk mencegah Diego.
Jarak mansion Gulbar dan rumah Diego hanya 30 kilometer, butuh setidaknya 90 menit untuk sampai disana. Namun dengan kecepatan di atas 100 kilometer/jam, Rehan berhasil memangkas waktu menjadi 45 menit saja.
Diego terlihat buru-buru turun dari mobil. Raut wajahnya terlihat sudah tidak sabar ingin memakan seseorang. Melihat lampu di lantai pertama masih menyala, membuat Diego yakin jika Mirey belum tidur. Padahal, jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
__ADS_1
Yuhuuuu ....
Othor membawa kabar ... cek di selanjutnya ya 💕