
Sampai Sherina selesai mandi dan berganti pakaian Agam masih berada di apartemen miliknya.
"Pulang lah istri mu menunggu kak, aku jadi akan datang ke rumah sakit untuk segera melakukan inseminasi, agar kakak bisa segera memiliki anak tapi tidak untuk menikah"ucap Sherina.
"Sherina apa? sulitnya untuk menikah"ujar Agam.
"Tidak sulit kak, yang sulit itu aku menghadapi kehidupan di dunia ini, aku tidak bisa merusak kebahagiaan diantara kalian berdua"ucap Sherina.
"Sherina,, sudah berapa kali aku katakan bahwa aku tidak pernah bahagia dengan semua yang aku miliki saat ini"ucap Agam.
"Maka itu bukan urusan ku"ucap Sherina.
"Owh oke itu memang bukan urusan mu Yank,,, bahkan kau tidak pernah mau peduli dengan ku"ucap Agam yang kini menatap nanar kearah Sherina.
"Akhiri semua ini"ucap seseorang yang berada di belakang Agam, dan Sherina bisa melihat dengan jelas, saat ini jika Novita datang.
"Novita sayang kamu disini"ucap Agam yang benar-benar sedang menetralkan ekspresi kekagetan nya.
"Mas, aku tau kamu tidak mencintai Sherina dan tentang bayi itu, aku sudah siap untuk kembali mengandung, maafkan aku jika selama ini aku sudah tidak memberikan mu kebahagiaan, semua karena masih merasa trauma berat dengan apa? yang terjadi sekarang ayo pulang kamu tidak perlu mengejar Sherina lagi."ucap Novita.
Seakan sudah mengetahui semua nya selama ini.
"Sayang kamu tau semua"ucap Agam.
"Tentu saja Abang, Novita istri Abang! dan Novita akan tau semua nya"ucap Novita.
"Cukup! jika kalian ingin mengobrol silahkan obrolkan semua itu di rumah kalian, karena disini bukan tempat kalian berdua"ucap gadis itu.
"Sherina apa? kamu lupa kamu bisa mendapatkan semuanya ini karena berkat bantuan dari suamiku"ucap Novita.
"Ya aku tidak lupa itu, dan jika kalian ingin silahkan ambil semua nya"ucap Sherina yang langsung pergi menuju kamar nya.
"Sherin!"teriak Agam.
"Sudah Abang ayo"ucap Novita.
"Baiklah"jawab Agam yang pergi meninggalkan apartemen milik Sherina bersama dengan Novita.
Agam langsung melajukan mobilnya masing-masing bersama dengan Novita yang kini berada di paling depan.
"Maafkan aku Yank... nanti akan aku jelaskan semuanya"ucap Agam.
Sementara yang kini berada di dalam sebuah kamar dia menangis sesenggukan, bukan karena dia takut kehilangan semuanya tapi dia merasa tertipu dengan pria yang selama ini ia kenal, saat ini harga diri nya sedang terluka.
Satu Minggu telah berlalu, sejak itu Sherina, selalu menghindari Agam, saat Agam ingin menemui Sherina entah itu di kantor ataupun di restaurant.
Dan seperti sekarang ini, dia tengah menghindari pria itu dengan pergi menuju villa miliknya, dia sedang ingin menyendiri, bahkan semua pekerjaan nya di handle oleh asisten pribadinya.
Sherina kini tengah berada di tengah-tengah pohon keabadian yang kini menjulang tinggi dan besar itu.
"Mom,,, aku masih tetap sendiri kenapa? mommy tidak membawa ku pergi saja bersama dengan mommy"ucap Sherina.
Gadis itu berurai air mata, saat terkenang kehangatan kasih sayang sang mommy yang begitu besar.
Sherina pun kembali dengan menggunakan sepeda, dia langsung berhenti ketika seseorang kini sudah berada di halaman villa tersebut dengan mobilnya.
Pria itu turun sambil menatap lekat wajah cantik Sherina yang terlihat sembab.
Sherina hendak berbalik pergi tapi perkataan Agam langsung menghentikan langkahnya.
"Silahkan hindari aku sesuka hati mu tapi kamu harus tau bahwa sampai kapan pun, aku tak akan pernah menyerah hingga kamu lelah untuk terus mehgindari ku lagi"ucap Agam.
Sherina pun tidak jadi pergi dia langsung masuk kedalam garasi dan memarkirkan sepeda nya di dalam garasi Ter.
Agam pun ikut masuk kedalam villa tersebut, dia mengikuti langkah Sherina, dan akhirnya pria itu duduk di ruang keluarga.
"Den Agam disini"ucap bibi.
"Ya saya baru datang bi tolong bersihkan kamar sebelah"ucap pria itu.
Sementara Sherina kini hanya diam tanpa kata di hadapan Agam.
"Yank"panggil Agam lembut.
"Jangan panggil aku seperti itu lagi, aku bukan siapa-siapa mu, munafik tau gak!"teriak Sherina.
"Yank,,, kamu kenapa?"tanya Agam.
"Tanyakan pada hati mu, kenapa? semua ini bisa terjadi"ucap Sherina yang beranjak dari duduknya hendak pergi namun dengan sigap Agam langsung bangkit meriah tangan gadis itu.
"Yank! kita bisa bicara baik-baik,,,oke aku mengerti bahwa kamu tengah marah saat ini"ucap Agam.
__ADS_1
"Untuk apa? aku marah pada mu yang bukan siapa-siapa ku, jika kamu ingin mengambil semua yang sudah kamu dapat kan silahkan, dan setelah itu juga akhiri semua nya jangan pernah temui aku lagi"ucap Sherina.
"Sherin,,, apa? yang kamu ucapkan, segampang itu kah mengingkari janji mu!"teriak Agam yang sudah mulai tersulut emosi, karena Sherina sudah tidak ingin lagi mendengar kan ucapan nya, dan malah menuduh yang tidak-tidak.
Sherina tengah berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Agam dari kedua bahunya yang terasa sakit, karena Agam sedang emosi.
"Lepas"ucap Sherina lirih.
Agam yang baru sadar sudah menyakiti Sherina dia melepaskan kedua tangan nya dari bahu Sherina.
"Maafkan aku yang,,, aku khilaf"ucap Agam.
"Sudah lah lupakan semua"ucap Sherina sambil berlalu pergi menuju kamar nya.
"Sherina,,, Yank... tunggu!"ucap Agam berteriak memanggil Sherina yang kini menaiki tangga dengan sangat terburu-buru.
Sherina langsung masuk kedalam kamar nya dia menutup pintu kamar nya dan bersandar di pintu tersebut sambil menangis dalam diam.
Isak tangis yang sangat lirih membuat siapapun akan merasa miris saat mendengar nya.
"Sherin sayang please buka pintunya"ucap Agam.
pria itu terus mengetuk pintu tersebut.
"Yang kita akan menikah besok, kak Rayan sudah mempersiapkan semuanya"ucap Agam.
Tiba-tiba pintu terbuka"Tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita"ucap gadis itu tegas.
Sherina hendak pergi lagi namun Agam langsung meraih dan memeluk nya meskipun Sherina berontak.
"Yank please jangan seperti ini, aku sangat mencintaimu kamu dengar itu,,, aku sangat mencintaimu"ujar Agam berulangkali.
"Tapi semua ini benar-benar salah kak, istri mu sudah siap untuk mengandung anak mu"ucap Sherina.
"Aku tidak mau,,, aku hanya ingin kamu yang mengandung benih ku" ucap Agam.
"Kenapa? bukan kah kalian berdua saling mencintai"ucap Sherina.
"Sherina sayang, itu dulu saat dia belum berkhianat padaku, sekarang aku hanya merasa kasihan kepada istri ku,,, aku tidak tega membiarkan Novita sendirian di dunia ini"ucap Agam.
"Tidak kak,,, sebaiknya kakak renungkan lagi, atau lebih baik kamu coba punya anak dari nya, aku yakin dia sudah"ucapan Sherina terhenti saat Agam membungkam bibir nya dengan bibir Agam.
........................
"Kita akan segera menikah setelah pagi tiba"ucap nya.
Tidak terasa sejak kedatangan Agam hingga perdebatan tersebut, siang pun telah berganti malam.
"Tuan Agam Nona muda,,, makan malam telah siap"ucap mang Ujang.
"Baiklah tunggu sebentar"ucap Agam.
Pria itu mengusap wajah cantik Sherina, yang kini menatap lekat kearah nya setelah itu mereka lagi-lagi saling bercumbu mesra, Sherina terbawa perasaan yang terasa menyakitkan tapi dia sudah terlanjur sayang pada pria yang ada di hadapannya itu, berulang kali dia meminta Agam, untuk berpikir ulang, tapi pria itu tetap kembali padanya.
"Sayang aku laper ayo turun"ucap Agam.
"Baiklah"ucap Sherina.
Keduanya pergi menuju ruang makan sambil menautkan jemari keduanya, sampai tiba di depan meja makan, Agam menarik kursi untuk Sherina, dan dia memastikan Sherina, duduk di samping nya, setelah itu dia pun duduk, tapi kemudian Sherina kembali bangkit dan mengambil piring milik Agam dari tangan pria itu.
"Tunggu jangan makan dulu, aku akan buat yang baru"ucap Sherina.
"Sayang kamu tidak perlu repot-repot sepertinya fobia ku sudah berkurang"ujar Agam.
"Tidak tunggu sebentar lagi kak"ucap Sherina.
Gadis itu sudah melangkah pergi menuju dapur dia membuat nasi goreng seafood untuk Agam, dengan takaran yang pas seperti yang biasa Daisy buat juga dirinya, tidak sampai sepuluh menit nasi goreng yang dipenuhi berbagai jenis bahan itu sudah tersaji dengan sangat cantik di piring milik Agam dengan telur dan udang yang ada di atasnya.
"Terimakasih Yank...ini pasti sangat lezat, aku akan sangat beruntung setelah kita menikah nanti"ucap Agam sambil tersenyum manis.
"Ah sudahlah lupakan"ucap Sherina.
"Apa? yang dilupakan heeuh, ciuman kita atau "ucapan Agam menggantung ucap Agam.
Agam langsung menyantap nasi goreng seafood tersebut dengan sangat lahap karena sudah beberapa hari ini tidak makan.
Pria itu hanya makan salad buah dan sayur itupun jika sudah sangat laper dia akan membuat itu sendiri.
Sementara Sherina, masih masih menatap Agam, yang kini tengah menikmati nasi goreng seafood yang ia buat.
"Sayang mau sampai kapan lihat aku seperti itu, suamimu ini memang sangat tampan jadi tidak perlu lagi diragukan"ucap Agam.
__ADS_1
"Ya kamu memang tampan tapi sayang milik orang"ucap Sherina yang langsung membuat Agam menghentikan makan nya.
"Kamu bicara apa? sih Yank!"ucap Agam.
"Itu kenyataan nya"ucap Sherina.
Prang....
Piring milik Agam pecah, akibat ulah tangan kokoh itu.
"Kak"ucap Sherina sambil menatap pria yang kini langsung pergi.
"Kak, aku tidak salah bicara itu semua kenyataan"ucap gadis itu.
Agam terus berjalan menuju kamar nya dia tidak menghiraukan ucapan Sherina, pria itu benar-benar marah saat ini.
Sementara Sherina dia juga masuk kedalam kamar nya, disaat belum sempat menyentuh makanan itu sedikit pun.
Sherina duduk di samping ranjang miliknya.
Gadis itu merasa sedih hingga ia tertidur di atas ranjang gadis itu tersadar saat seseorang memeluk nya.
"please jangan katakan itu lagi, aku tidak suka mendengar nya"ucap Agam.
"Itu kenyataan nya"ucap Sherina yang langsung di bungkam dengan ciuman penuh amarah oleh Agam, berulang kali pria itu menggigit kasar bibir Sherina.
"Aku bilang jangan katakan itu lagi"ujar Agam kini tidak memberikan kesempatan untuk bicara pada gadis itu.
"Lepas"ucap Sherina sambil mendorong dada bidang Agam.
"Tidak akan, sebelum kamu berjanji tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Agam.
"Apa? itu salah"tanya Sherina.
"Yank!" bentak Agam.
Pria itu bahkan langsung meraih pakaian Sherina yang kini gadis itu kenakan hingga kancing piyama tidur milik Sherina putus semua saking kasar nya perbuatan Agam .
"Hentikan!" teriak gadis itu yang kini menjerit dan meronta minta Agam untuk melepas dirinya, dia tidak ingin hal buruk itu terjadi.
"Yank...aku janji akan segera"
"Tidak aku mohon jangan lakukan ini"ucap Sherina.
Agam langsung bangkit dia tidak tega saat mendengar Sherina memohon, pria itu pergi meninggalkan kamar Sherina, meskipun dia sudah tidak kuat menahan nafsu nya.
Dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
Sementara Sherina kini tengah meringkuk menangis sesenggukan di balik selimut, dia baru saja terhindar dari kesalahan yang sangat fatal.
Sherina sedang mengulur waktu agar Novita segera hamil anak Agam dan dia tidak perlu menjadi pelakor.
Sampai itu terjadi nanti Sherina akan pergi dari kehidupan Agam untuk selamanya.
Saat waktu menjelang pagi hari, Sherina bangun dia sudah dandan rapi setelah itu dia pergi ke dapur, untuk memasak sarapan pagi nya sendiri, setelah itu dia akan pergi mengecek lokasi pembangunan cabang restaurant yang tak jauh dari area villa miliknya.
Disana dekat dengan wahana permainan dan mall, dan tempat nya cukup strategis dari arah manapun, untuk saat ini dia akan membangun resto tersebut lebih baik lagi dari yang sebenarnya.
Setelah selesai memasak hidangan yang Agam suka, Sherina pun menatanya di meja makan, dia meminta bibi untuk memanggil Agam untuk sarapan pagi, namun dirinya sudah menyantap makanan tersebut lebih dulu karena sudah sangat laper, suapan demi suapan begitu terasa nikmat hingga suara seseorang membuat dia menghentikan sarapan pagi nya.
"Kamu sudah dandan sepagi ini untuk siapa? dan akan buat janji dimana"ucap Agam yang terdengar begitu posesif.
"Aku dandan rapi untuk diriku sendiri kak, lagipula setiap hari aku seperti ini jika kakak lupa"ucap Agam.
"Balik kamar jangan keluar sebelum kamu menghapus makeup dan juga berganti pakaian dengan yang lebih tertutup"ucap Agam.
"Ada apa? sih kak, baju aku sudah sangat sopan, dan ini juga aku pakai makeup tipis doang ucap gadis itu.
"Ikuti kata-kata ku, aku tidak ingin orang lain memandangi semua tentang mu karena semua hanya milikku"ucap Agam.
"Kak,,, Kakak tidak sedang demam kan, apa ada yang salah denganmu"ucap Sherina.
"Jangan membantah karena aku tidak suka dibantah"ucap Agam tegas.
"Tapi aku"
"Cukup!" bentak Agam.
Lagi-lagi pertengkaran itu terjadi.
"Mulai sekarang kamu tidak perlu pergi bekerja lagi, aku yang akan mengurus semuanya, cukup duduk manis di rumah menunggu ku untuk pulang"ucap Agam.
__ADS_1
"Kak jangan konyol, kamu itu"
"Cukup Sherina aku bilang cukup! jangan membantah"ucap Agam.