
Haidar membawa Sherina masuk kedalam ruang istirahat nya pria itu terlihat benar-benar sangat kesal Agam pun langsung menggedor pintu tersebut karena takut jika pria itu menyakiti gadis itu.
Tidak ada yang merespon hingga tiba-tiba pintu terbuka.
Haidar keluar sambil menatap tajam kearah Agam.
"Kau sudah tidak dibutuhkan lagi disini jadi sebaiknya kau pergi"ucap Haidar.
"Aku hanya ingin bicara pada Novita sebelum pergi untuk menyelesaikan semuanya"ucap Agam.
Novita langsung menerobos keluar, terlihat matanya yang kini menatap sendu kearah Agam.
"Kita harus segera menyelesaikan semua, mulai besok aku akan mengakuisisi perusahaan ini."ucap Agam.
"Tidak bisa!, apa? sebenarnya yang terjadi sayang kenapa? harus seperti ini aku tidak akan mengijinkan hal itu."ucap Haidar.
Haidar langsung ikut bergabung dengan karena dia merasa tidak setuju.
"Ini perusahaan papah, aku tidak sanggup mempertahankan semua ini jika perusahaan ini terus berada di tangan ku mungkin akan hancur karena ternyata terlalu banyak musuh dalam selimut, lebih baik aku menjual perusahaan ini pada Abang."ucap Novita.
"Honey kenapa? tidak meminta bantuan dari ku! aku ini suamimu!" ucap Haidar.
"Hanya tinggal menghitung hari"ucap Novita.
"Tidak ada yang bisa mengakhiri pernikahan kita sampai kapanpun!." ucap Haidar.
"Pernikahan itu akan berakhir jika seseorang diantara kalian sudah berkhianat maka jika tidak mampu untuk membina hubungan lebih baik jangan lakukan itu, dan jika itu terjadi maka jalan satu-satunya adalah berpisah agar masalah tidak berkepanjangan."ucap Agam.
"Tidak sampai kapan pun aku tak akan pernah menceraikan istri ku"ucap Haidar.
"Isti mu hanya ada dua karena aku tidak pernah ada di hatimu."ucap Novita.
"Vita jangan berpikir yang macam-macam!"ucap Haidar.
"Itu kenyataan nya mas,,, kamu sudah berkhianat padaku, andaikan saja aku tahu semua akan menjadi seperti ini aku tidak akan pernah menerima lamaran mu"ucap Novita dengan tatapan yang begitu sedih.
Haidar, langsung meraih tangan Novita dia menggenggam tangan itu tapi tidak sampai beberapa detik Novita melepaskan nya.
"Vita jika kamu butuh bantuan jangan lupa datang ke rumah, aku pulang dulu Sherina sudah menunggu."ucap Agam.
"Iya Bang terimakasih, atas semua nya"ucap Novita.
Novita yang kini berniat untuk menjual seluruh saham perusahaan milik nya pada Agam. kini tekadnya sudah bulat.
Novita akan pergi jauh untuk memulai hidup baru bersama dengan Agista putri semata wayangnya itu.
Perdebatan semakin alot saat Haidar tau jika Novita sudah berniat untuk pergi jauh dari dirinya.
"Ayo pulang!"ucap Haidar yang kini menarik Novita begitu saja.
"Mas, aku akan pulang sendiri tapi tidak ke rumah itu lagi!"ucap Novita pada Haidar.
"Jangan macam-macam Yank,, kamu harus pulang ke rumah mu,, rumah kita"ucap Haidar.
"Itu rumah mu, sekalipun kita melanjutkan pernikahan kita bahkan rumah itu hanya akan menjadi milik dari wanita yang saat ini sangat penting untuk mu karena dia yang akan memberikan seorang pewaris padamu"ucap Novita.
"Vita, aku tidak peduli kamu memberikan itu atau tidak karena satu-satunya wanita yang sangat aku cintai sampai kapanpun hanya dirimu."ujar Haidar.
Novita hanya menggeleng pelan dibarengi dengan senyum kecut di bibir nya.
"Ayo pulang bersama,, putri kita pasti sudah menunggu sedari tadi."ucap Haidar.
Namun, Novita tidak mau mengikuti pria itu. dia bergegas pergi menuju mobilnya, meskipun Haidar terus mengikutinya dari belakang.
Saat, dia akan masuk kedalam mobil nya itu, Haidar menarik lengan Novita. saat itu juga dia menggendong wanita itu membawanya ke dalam mobil milik Haidar.
Haidar, tidak ingin kehilangan istrinya meskipun dia sudah melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal.
Kehidupan rumah tangganya saat ini tengah dipertaruhkan, maka dari itu Haidar akan mati-matian mempertahankannya sekuat mungkin. secara seharusnya titik darah penghabisan.
Sepanjang perjalanan, Novita tidak berbicara sepatah kata pun.
Wanita itu, masih merasakan sakit yang teramat meskipun dia tidak melihat secara langsung pengkhianatan itu. yang dia lihat saat itu adalah sisa percintaan mereka.
"Besok ajak dia kerumah aku ingin bicara padanya."ujar Novita yang kini tidak bisa mengalihkan fokus pada kejadian itu.
"Yank,, aku akan menceraikan dia, jika kamu tidak mendukung semua itu."ucap pria itu.
__ADS_1
"Dukung,,, apa? seorang Haidar masih butuh dukungan saat ini, lalu kenapa? tidak meminta itu saat semuanya akan dimulai, aku rasa sekarang semu sudah tidak berguna lagi.
"Sebaiknya ceraikan aku secepatnya, karena semua sudah tidak ada gunanya lagi"ucap Novita.
Cekhit,,,,
Tiba-tiba Haidar mengerem mendadak saat itu juga.
"Jangan harap itu akan terjadi!."ucap wanita itu.
Sampai mereka tiba di rumah milik mereka, saat itu juga Haidar membawa Novita masuk ke dalam rumah nya.
Pria itu bahkan melarang siapapun untuk membuka gerbang Mension tersebut tanpa sepengetahuan dirinya.
"Mas, lepaskan aku"ucap Novita.
Sampai akhirnya wanita itu tiba di bawa ke dalam kamar nya Haidar langsung mengunci pintu tersebut.
"Mas kamu jangan egois! kamu bahkan sudah menikah tanpa seijin ku, dan sekarang kamu tidak ingin menceraikan aku,,, apa? kamu ingin aku mati secara perlahan karena ulah mu iya?"ucap Novita.
Novita menatap lekat wajah tampan yang sudah membagi cinta nya itu.
"Terserah kamu mau bicara apapun, yang jelas saat ini aku tidak akan pernah melepaskan dirimu."ucap pria itu.
Novita langsung pergi menuju kamar mandi daripada terus berdebat dia lebih memilih untuk membersihkan diri.
Malam semakin larut, kini Novita masih duduk di balkon kamar tersebut.
Dia tengah berdiri sambil memandang langit yang kini terlihat gelap bahkan tidak ada satu bintang pun yang terlihat di sana.
"Tuhan,, aku merindukan mereka."ucap Novita.
Suara pintu balkon terbuka sedikit kasar.
"Dimana putri kita berada?."tanya Haidar.
"Tidak penting,, dimana? dia berada yang terpenting saat ini dia bisa tidur nyenyak meskipun tanpa diriku disisinya."jawab Novita.
"Novita! jangan pernah menguji kesabaran ku! dimana? Agista."tanya Haidar dengan nada tinggi.
"Novita,, sekali lagi aku tanya dimana putri kita"ujar Haidar yang mulai berbicara dengan lembut.
"Aku bilang dia berada di tempat yang dia mau! apa? kamu tidak mengerti."ucap Novita.
"Segera hubungi pria itu untuk mengantarkan putri kita kemari jika tidak aku bahkan tidak akan pernah mengampuni mu."ucap nya tegas.
"Putri ku sudah tidak ingin tinggal disini lagi, maka dari itu aku mengantarkan dia, setelah ini akupun akan pergi dari istana mu ini."ucap Novita.
.................
Samentara di rumah Agam.
Kini Sherina tengah terlelap sambil memeluk pria yang sangat ia cintai.
Setelah Agam menjemput Sherina, dari Mension milik Daisy, Bumil itu bahkan sangat manja dia tidak ingin jauh dari suaminya yang kini semakin tampan itu.
Agam semakin terlihat berkarisma saat ini saat dia akan memiliki anak.
Dia yang selama ini, berpenampilan seperti remaja laki-laki pada umumnya, kini Agam mengganti tatanan rambut nya dan juga gaya berpakaian nya, yang benar-benar terlihat maskulin dan karismatik.
Agam pun masih tidur dengan posisi miring saat ini karena dia juga merasa sangat nyaman saat tidur dengan posisi memeluk istrinya itu.
Sementara Agista, gadis itu tidur di kamar tamu bersama suster yang mengasuh gadis kecil itu.
Gadis kecil berusia tiga tahun lebih itu tidur dengan nyenyak setelah Agam menggendong anak itu menuju kamar nya.
Agam, sendiri tidak pernah bisa tega memutuskan hubungan dengan gadis kecil itu, yang sudah seperti anak kandung nya sendiri meskipun dia terlahir dari pengkhianatan.
Pria itu bahkan sangat memperhatikan tumbuh kembang anak gadis nya itu yang begitu mirip dengan Novita ibunya.
Dulu Agam sempat berharap bahwa gadis kecil itu adalah darah dagingnya, namun setelah berulang kali memastikan hasil tes DNA itu mengatakan bahwa Agista tidak punya hubungan darah dengan nya hati Agam sungguh sangat terluka saat itu.
Mungkin karena rasa cinta yang begitu besar pada Novita, dan juga keinginan nya untuk memiliki anak pada saat itu membuat Agam bisa menerima semua kenyataan pahit itu.
Namun seiring berjalannya waktu, setelah kehadiran Sherina didalam hidup nya Agam, akhirnya bisa sedikit terobati.
Sherina adalah obat dari luka tak berdarah yang saat itu Agam alami.
__ADS_1
Maka dari itu perjuangan Agam untuk mendapatkan Sherina lebih keras dari perjuangan dia saat mengejar cinta Novita.
Sekeras apapun Sherina menolak dirinya, tapi Agam tidak pernah melepaskan Gadis itu hingga dia akhirnya mau menerima Agam dan saat ini Sherina. semakin mencintai dirinya.
Pagi hari telah tiba, kini Sherina membuka mata nya, bumil itu tersenyum saat melihat pria yang sangat ia cintai kini sudah terduduk di atas ranjang setelah mandi dan berganti pakaian.
Kini Agam selalu berusaha menyiapkan semua keperluan dirinya sendiri, semua itu untuk meringankan pekerjaan Sherina.
Sherina saat ini bahkan dilarang untuk terlalu banyak beraktivitas.
Istrinya itu hanya boleh melakukan senam ibu hamil, dan juga jalan-jalan di pagi hari.
Urusan kantor kini Agam yang menghandle semua itu, meskipun dirinya akan sangat dibuat sibuk dengan itu semua tapi setidaknya dia masih bisa memantau istrinya itu.
Seperti biasa Agam akan membawa Sherina menuju kantor tapi dia disana hanya untuk membantu Agam sesekali jika sedang sangat sibuk, itupun sudah terjadwal.
pria itu tidak ingin istrinya kelelahan dan jika Sherina mengeluh barulah Agam meminta Bumil untuk membantu dirinya dalam bekerja.
Keseharian Sherina saat ini hanya bersama dengan Agista.
Agam merasa senang dengan adanya putri angkat nya itu, Sherina menjadi memiliki teman di rumah dan tidak kesepian lagi bahkan dia selalu merasa terhibur oleh celotehan Gadis kecil itu.
Agista selalu tersenyum manis dan kadang tertawa terbahak-bahak jika Sherina menceritakan hal yang lucu' atau dongeng sebelum tidur.
Seakan seperti telah menjadi ibu seutuhnya bahkan Sherina lebih banyak menggantikan peran baby sitter yang mengasuh gadis kecil itu.
Agam ikut tersenyum saat melihat pemandangan itu, Sherina dan Agista kini tengah terlelap saling berhadapan. bahkan posisi Sherina memeluk gadis kecil itu.
"Bahagianya hati ini jika saja dia benar-benar akan tinggal selamanya dengan kami disini. gadis malang maafkan daddy yang selama ini tidak bisa menjagamu dengan baik, tapi sampai kapan pun daddy janji akan menjadi ayah yang baik untuk mu."ucap Agam lirih
Pria itu mengecup kedua wanita yang sangat ia cintai saat ini.
Sherina yang merasakan pergerakan dan kecupan hangat itu kini terlihat membuka mata nya.
"Yank,, kamu sudah pulang kenapa? tidak membangunkan aku."ucap Sherina.
"Tidak apa-apa sayang lanjutkan istirahat nya, aku akan mandi dulu setelah itu menyusul kalian." ujar Agam.
"Sayang aku siapkan air untuk mandi ya."ucap Sherina.
"Tidak usah yang,, lagipula aku tidak sedang ingin berendam kok, aku ingin mandi dengan cepat agar bisa cepat-cepat bergabung dengan kalian berdua."ujar Agam
"Heumm baik'lah sayang."ucap Sherina.
Sementara itu Agista yang sudah membuka mata saat mendengar obrolan mereka, dia langsung memanggil Agam.
Daddy,, teriak gadis kecil itu sambil bangkit dan memeluk Agam, pria itupun membalas pelukan Agista dengan kecupan hangat mendarat di puncak kepalanya.
"Putri Daddy, sudah bangun... sekarang tunggu di sini ya,, jadi mau bersih-bersih dulu nanti setelah itu kita bobo bareng"ucap Agam.
Pria itu pun, tersenyum tulus kepada gadis kecil itu yang kini mengganggu pria itu langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah melepas jas dan juga dasinya dia pun segera menuntaskan mandinya, agar bisa cepat-cepat bergabung dengan Sherina dan Agista.
Setelah itu, dia langsung keluar dari dalam kamar mandi menggunakan kimono mandinya dan langsung pergi menuju walk-in closed dimana istrinya mengambilkan baju santai untuknya.
Hari ini masih sore jadi mereka bisa bersantai bersama menikmati waktu sebelum makan malam tiba.
Agam, merasa sangat bahagia karena bisa bersama dengan anak angkat dan juga istrinya.
Yang kini tengah mengandung, dengan usia kandungan 6 bulan.
Kehamilan nya membuat tubuh dari Sherina yang kini bertambah bohay itu, membuat Agam semakin gemes terhadap istrinya.
Semakin cantik bumil itu bahkan tidak pernah merawat dirinya secara berlebihan hanya sewajarnya saja tapi kecantikannya melebihi batas orang yang suka melakukan perawatan Karena kecantikan alami yang dimiliki Sherina.
Saat ini, Ageng semakin mencintainya bahkan kehamilannya pun tidak merubah kecantikannya itu malah semakin bertambah Agam semakin posesif
Hari ini dia akan membawakan sesuatu dalam paper bag yang dia bawa untuk Sherina dan juga Agista putrinya Agam pun memberikan itu setelah ketiganya duduk santai di sofa dalam kamarnya.
Agam tersenyum saat Sherina monyongkan bibirnya karena ternyata itu bukan benda yang dia inginkan melainkan sebuah pita yang seharusnya digunakan oleh anak kecil.
Padahal Agam sengaja menukar hadiahnya, dengan hadiah untuk Agista. sementara putri nya mematungkan tidak tahu cara untuk membuka kado tersebut.
Sherina mengambil alih kado itu dan membukanya, Sherina sengaja menjauhkannya agar Agista semakin penasaran.
"Aunty bidadari boleh Agis lihat itu"ujarnya
__ADS_1