
Keesokan paginya, Daisy sudah bersiap untuk menyiapkan jamuan makan, untuk perayaan ulang tahun Agam dan Anya, dengan mengundang ratusan anak yatim-piatu, mereka pun mulai bersibuk, termasuk Desy yang dibantu oleh koki menyiapkan menu makanan, dari mulai makanan pembuka dan penutup, juga menu utama Desy, ingin mereka semua yang hadir menikmati itu.
Saat Daisy tengah sibuk mengurus semua itu tiba-tiba Rayan, memanggil nya, pria itu seperti sedang mencari sesuatu di dalam kamar nya.
"Tuan panggil saya"ucap Daisy.
"Ya, tolong bantu aku siapkan pakaian kerja ku, aku harus segera meeting penting mungkin pulang nanti setelah semuanya siap"ucap Rayan.
"Baiklah tuan"ucap Daisy.
Daisy langsung masuk ke dalam walk-in closed, didalam sana dia melihat deretan jas dan kemeja dia mengambil jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih dan dasi yang senada dengan warna tuksedo yang akan Rayan gunung tidak hanya itu sepatu, kaos kaki,dan juga Jan tangan ia langsung siapkan semua di sana.
Setelah semua selesai Daisy berniat untuk keluar dari dalam kamar tersebut tapi kemudian Rayan kembali memanggil nya.
"Daisy"panggil Rayan.
"Ya"tuan jawab Daisy.
"Tuan"ulang Rayan.
"Ya tuan"ucap Daisy.
"Kamu, tidak dengar atau lupa semalam saya bilang apa? sama kamu"ucap Rayan.
"Dengar tuan, tapi tidak sopan jika saya memanggil tuan hanya dengan sebutan nama"ucap Daisy jujur.
"Aku tidak mau dengar alasan apapun Daisy, mulai saat ini kamu tidak boleh memanggil ku dengan sebutan tuan"ucap Rayan.
"Tapi tuan, saya"
"Cukup! jika kamu terus seperti itu, lebih baik kita tidak usah bertegur sapa lagi"ancam Rayan.
"B baik'lah Ray"ucap Daisy gugup.
"Apa? itu Ray"ucap Rayan.
Sungguh Daisy ingin sekali berteriak protes, tapi semua itu tidak mungkin untuk dia lakukan saat ini.
"Saya, masih ada pekerjaan tuan,eh Ray Rayan"ucap Daisy.
"Kamu tidak perlu melakukan pekerjaan apapun, cukup awasi dan perintahkan mereka saja"ucap pria itu tegas.
Tapi bukan Daisy namanya jika bisa sekali bicara langsung menurut jika itu mengenai urusan pekerjaan, dia tidak suka berpangku tangan saat orang lain sibuk dengan pekerjaan nya di rumah itu.
.
Gadis itu hanya berkata ia, saat dihadapan Rayan, tapi setelah pria itu pergi, gadis itu kembali bersibuk dengan segala pekerjaan nya.
Sementara Anya dan Agam sudah bersiap untuk pergi kuliah, mereka sudah siap dengan menggunakan barang branded yang mereka dapatkan sebagai kado ulang tahun tadi malam.
"Mom, lihat deh"ucap keduanya yang bergaya di hadapan Desy keduanya begitu kompak saling bersandar seperti model yang sedang melakukan sesi pemotretan, benar kata Rayan, mereka belum benar-benar dewasa seperti usia nya saat ini.
"Kalian kompak, berarti pilihan aku tidak gagal ya nona muda dan tuan muda"ucap Daisy.
"Tentu saja, Mom lain kali ikut kakak lagi belanja ya, agar mommy bisa belikan kami barang branded lagi" ucap Agam dan Anya .
Yang satu sibuk berkata-kata, dan yang satu sibuk dengan anggukan kepala nya, pantas saja mereka akan kompak, saat bersedih dan saat bahagia, karena mereka, benar-benar kembar identik.
Desy, hanya bisa mengangguk sambil tersenyum manis, untuk menyenangkan mereka, sambil bergumam dalam hati " Oh, tuhan belum juga sempat menikah, aku sudah engkau anugrah kan dua anak kembar seusia ku, semoga saja aku kuat" gumam Daisy.
Daisy, pun mengangguk"Ayo sarapan dulu"ucap Daisy yang berjalan lebih dulu dari mereka saat ini di dapur yang besar itu tengah dipenuhi peralatan masak dan bahan yang sedang mereka olah.
"Mom, siapkan baju untuk acara nanti ya, aku ingin yang terbaik"ucap Anya.
"Aku juga"ucap Agam.
"Baiklah kalian tidak usah ribut ya, sekarang makan sarapan pagi nya, setelah itu kalian bisa berangkat dan hati-hati di jalan, ingat pulang cepat jangan keluyuran, karena ada do'a bersama"ucap Daisy.
"Baiklah, mom...bisa diatur"ujar Agam.
Daisy sudah seperti ibu bagi mereka padahal usia mereka tidak jauh beda, hanya saja wajah dan karakter Daisy sang mommy ada pada gadis itu.
__ADS_1
Hanya saja Daisy versi muda.
"Mom, kami pergi"teriak Agam.
"Ya hati-hati"ucap Daisy.
Semua orang pelayan rumah besar dan juga koki yang ada di sana, menatap kearah Daisy yang kini tersenyum, pada mereka .
"Nona, cepat sekali dapat pengakuan dari mereka, padahal penampilan nona dan mendiang Nyonya Daisy jauh berbeda, hanya wajah yang sama"ucap salah seorang wanita paruh baya, entah pujian atau malah sebaliknya yang pasti wanita itu kini terlihat Iri pada Daisy, karena Rayan memberikan kuasa sepenuhnya atas pengurusan rumah tersebut.
Hingga seseorang datang dengan penampilan nya yang elegan, dia berjalan menuju ke dalam rumah, seorang asisten yang tau dia siapa langsung membungkuk di hadapan nya.
"Nyonya besar"ucap wanita paruh baya itu.
"Apa? semua berjalan lancar, dimana putra ku"ucap wanita yang terlihat sudah berumur itu, tapi masih terlihat sangat cantik.
"Tuan muda Rayan, pergi bekerja dan tuan muda Agam dan nona muda Anya sudah berangkat kuliah"ucap pelayan senior tersebut.
"Apa? mereka tidak tau jika tidak boleh berpergian disaat hari spesial untuk mereka"ucap wanita cantik itu.
"Hey, kau pelayan baru bukan, tolong bikinkan kami saya minuman"ucap nyonya Gadis, pada Daisy.
"Baik nyonya"ucap Daisy.
Tidak lama langkah seorang wanita lain nya terdengar menggerutu, diikuti oleh seorang pria tampan yang sangat mirip dengan Rayan, meminta wanita muda itu untuk diam.
"Mommy, sudah dibilangin juga gaun nya ketinggalan masih saja bilang semua ada di mobil, bagaimana bisa ada di mobil tadi aku lihat ada di atas ranjang mommy, terpaksa kan aku pakai gaun yang ini"ucap wanita muda yang baru saja datang.
"Sudah-sudah lagipula ini bukan acara party, sekarang ini hanya acara do'a bersama dengan, anak-anak yatim, jadi jangan bertingkah"ucap pria tampan itu.
Tanpa sadar saat ini pria tampan berumur itu menghentikan langkahnya, tubuhnya yang kokoh terlihat seakan menegang melihat sosok wanita yang sangat ia cintai,kini ada di hadapannya.
"Daisy"ucap Rayendra .
"Ya tuan"jawab Daisy, yang memang merasa dipanggil oleh pria itu.
"Ahhhhhh,,, Daddy kalau mau berjalan itu ya hati-hati minimal beritahu putri mu ini"ucap wanita bernama Gea.
"Daddy!" teriak Gea, gadis yang memiliki suara cempreng itu, sungguh sangat menggangu pendengaran siapapun yang ada di sana, termasuk Gadis, yang tengah sibuk dengan handphone nya, saat ini.
"Gea!"
..................................
Setelah melayani tamu dari tuan rumah yang sangat menjengkelkan menurut Daisy, wanita itu pun terduduk lemas di pantry.
Sementara yang lain saat ini tengah sibuk menghidangkan printilan menu, dengan berbagai macam jenis dan berbagai kudapan lezat, yang Daisy resep kan.
Menatanya di meja panjang, dan melingkar di di ruangan tersebut dan dihalaman rumah yang luas itu, sudah dirias dengan bunga-bunga dan ada panggung mini juga deretan kursi berbalut kain putih d meja-meja kecil yang diperuntukkan bagi teman-teman Anya dan Agam juga kolega bisnis Rayan yang pastinya akan hadir di sana, juga para tetangga yang akan ikut mendoakan mereka dan almarhum kedua orang tua mereka.
Tidak lupa juga bingkisan, untuk para tamu dan santunan untuk anak yatim, semua Daisy yang memberikan ide, untuk semua itu dan diterima dengan baik oleh Rayan, setelah memastikan semua nya aman Desy langsung menyiapkan gaun syar'i dan baju Koko juga peci dan celana bahan untuk Agam.
Daisy tidak tahu apa? kedua remaja itu akan suka atau tidak, itu adalah baju yang dia pesan dari butik, dan tagihan nya, masuk ke Rayan, begitu juga untuk Rayan, sendiri.
Hingga kedatangan seorang wanita cantik yang, tampil elegan namun sayangnya salah kostum, seakan-akan pergi ke pesta dansa.
Desy yang super sibuk sedari tadi dengan segala sesuatu yang ia pastikan sempurna tanpa sengaja menabrak wanita itu, beruntung Rayan, langsung menangkap wanita yang sudah dipastikan akan mencium lantai tersebut.
"Hati hat"ucap Rayan yang langsung menolong wanita itu hingga tidak jadi jatuh, Daisy sendiri dia terlihat membungkuk bukan untuk memberi hormat melainkan menahan sakit karena bagian paha atas nya kepentok meja.
"Daisy kamu tidak apa-apa kan"ucap Daisy.
"Tidak apa-apa tuan"ucap nya sambil berusaha berjalan senormal mungkin.
"Rayan, dia pelayan baru ya kerjanya ceroboh banget sih"ucap gadis bernama Moza itu.
"Dia ibu Anya dan Agam"ucap Rayan tidak terima jika Daisy dianggap pelayan di rumah ini, karena bagi ketiganya Daisy adalah wanita terhebat yang berwajah sama seperti ibu mereka.
Sementara itu Rayendra, sedari tadi terus memperhatikan Daisy kemanapun gadis itu melangkah.
"Sayang apa? itu kamu yang hadir kembali dengan wujud mu, saat pertama kali kita bertemu, aku sangat mencintaimu, dan aku merindukan mu cinta"lirih Rayendra.
__ADS_1
Andaikan saja saat itu, dia tidak bertindak gegabah, mungkin Daisy tidak akan pernah pergi darinya bahkan meminta cerai dari nya, andaikan saja saat itu Rayendra tidak egois mungkin sampai saat ini Daisy masih hidup bersama dengan nya, bersama Rayan dan mungkin akan memiliki banyak anak.
Pria terus menyesali apa? yang terjadi di masalalu, dia tidak pernah bisa menerima kepergian Daisy dari hidup nya.
Rayan yang baru pulang dari kantor, dia berjalan menapaki tangga hingga ke lantai atas, pria itu melihat Daddy nya tengah duduk termenung, sambil melihat foto mendiang mommy nya, terlihat sudut mata nya yang basah Rayan pun mengusap punggung sang ayah dan menepuk pelan pundak kokoh di usia nya yang sudah tidak muda lagi.
"Berdoalah kalian bisa bersama di surga nanti"ucap Rayan.
"Amiinn yrbl alamin "ujar Rayendra.
Rayan pun meneruskan langkah nya menuju kamar nya, disana sudah menggantung baju Koko dan celana jeans panjang berwarna putih dengan Koko modern berwarna putih dengan corak hitam.
Rayan langsung menyimpan tas kerja nya setelah itu duduk di sofa sambil melepaskan sepatu tidak lama Daisy masuk, gadis itu terlihat membawa secangkir kopi yang masih mengepul.
"Minum lah tuan anda pasti sudah sangat lelah"ucap Daisy.
Tapi Rayan tidak merespon namun Daisy meraih sepatu itu, dan membawa nya ke arah rak sepatu bekas pakai, sebelum dibersihkan.
Daisy pun pergi begitu saja, dia tau bahwa Rayan, tidak akan menyapa nya lagi, tapi itu lebih baik daripada mereka semakin akrab, Daisy, tidak ingin orang-orang menganggap nya diistimewakan tentunya membuat wanita itu tidak nyaman, satu lagi dia tidak ingin keluarga Rayan cemburu padanya atas perlakuan Rayan.
Rayan juga memiliki kekasih, dia tidak ingin disalahkan atas kedekatan mereka.
Daisy pun mandi dia menggunakan pakaian yang sopan meskipun bukan baju baru tapi dia menggunakan kerudung, dan kecantikan Daisy semakin terpancar.
Sementara itu di kamar Anya, gadis itu awalnya tidak suka dengan model baju tersebut tapi saat digunakan ternyata semakin menambah aura kecantikan nya.
"Mommy!... mommy dimana bantu aku dandan"ucap Anya.
"Owh ya Allah, kamu cantik sekali nona"ucap Daisy, sambil mengelus pipi Anya .
"mommy bantu aku dandan ok, oh iya makasih bajunya my...ini nyaman dan sangat bagus, aku suka, meskipun diawal sedikit ragu sih"ucap Anya.
"Kenapa? itu sangat cocok dan kamu cantik banget mau pakai kerudung gak"ucap Daisy.
"Bentar-bentar deh ini benar-benar mommy"ucap Anya, sedikit tak percaya.
"Tentu saja, ini aku kenapa? ada yang aneh ya"ucap Daisy.
"Bukan aneh mih tapi cantik"ucap Anya.
"Heumm benarkah"ujar Daisy sambil melirik ke arah lain mencari keberadaan kerudung yang tadi dia sempat beli.
Daisy pun membantu Anya, menggunakan kerudung, dan setelah selesai Anya mematut dirinya di cermin.
"Mom, Carikan jam tangan ku"ujar Agam.
Pria muda itu masuk begitu saja dari pintu yang tembus dari kamar Agam ke kamar Anya.
"Tunggu sebentar"ucap Daisy.
"Wow, ini mommy atau bidadari yang baru turun dari kahyangan"ucap Agam.
"Ah tuan muda berlebihan"ucap Daisy.
"De buruan dandan"ucap Anya.
"Bentar jam tangan aku lupa nyimpen"ucap Agam.
Setelah selesai berdandan, semua orang kini berkumpul di ruang keluarga, sambil menunggu para tamu yang hadir, saat itu juga, Gadis menyala kan lilin diatas cake yang dia bawa tadi, dan asisten nya membawa cake itu masuk.
"Happy birthday to you..... happy birthday to you.... happy birthday... happy birthday... happy birthday to you......."nyanyian itu menggema di seluruh ruangan keduanya kini meniup lilin, dan setelah selesai, seperti biasanya keduanya menyuapi Rayendra, dan gadis.
Rayendra pun mengucapkan selamat dan dia pun memberikan satu buah mobil sport terbaru untuk Anya dan Agam.
"Selamat ulang tahun untuk putra-putri Daddy yang tampan dan cantik, semoga kalian selalu bahagia dan sehat selalu"ucap Rayendra.
"Hadiahnya Daddy"ujar Anya.
"Satu mobil sport untuk kalian berdua"ucap Rayendra yang memberikan sebuah kunci.
"Terimakasih Daddy"ucap keduanya.
__ADS_1