
Setelah kejadian itu, Haidar sudah tidak lagi menemui atau mencari tahu keberadaan Natali.
Dia lebih sibuk bekerja dan sesekali akan menengok Agista putri sambungnya itu.
Namun berbeda dengan Natali sejak kepindahan Natali ke rumah barunya dia selalu mengingat pria itu, bahkan bisa dibilang sangat merindukan Haidar.
Namun akhirnya wanita itu pun hanya bisa menatap foto kebersamaan mereka sebelum mereka seperti sekarang ini.
Natali semakin merindukan Haidar saat malam tiba karena di rumah yang besar itu tidak ada orang lain lagi selain dirinya dan juga Leon karena Natali memisahkan rumah tempat tinggal nya dengan rumah pelayan yang ada di belakang seperti permintaan nya .
Natalia kini tengah berbaring menyamping sambil memeluk bantal guling, dia selalu teringat wajah penuh kecewa saat terakhir kali mereka bertemu.
Hingga ia bisa tidur tepat pukul tujuh pagi. Natali sudah bersiap untuk pergi dan mengurus Leon terlebih dahulu.
Leon pun saat ini akan sarapan pagi bersama dan akan pergi sekolah diantar oleh ibunya.
Natali bahkan menyiapkan bekal untuk putranya itu meskipun di sekolah internasional itu sudah tersedia segala macam jenis makan siang di sana namun Natali lebih suka Leon makan-makan yang ia buat sendiri.
Natali pun sering bertanya kepada Leon bagaimana keseharian nya di sekolah, dia tidak ingin putranya merasa tak nyaman.
Natali pun sudah menghidupkan mesin mobilnya dia memanaskan mesin mobil beberapa menit sambil membantu putranya memasukkan tas sekolah dan juga tas bekal nya.
Sampai saat mereka pun pergi bersama menuju sekolah Leon.
Sesampainya di sana Natali pun mengantar putra semata wayangnya hingga tiba di depan kelas disambut hangat oleh wali kelas.
Natali selalu menitipkan Leon pada gurunya setelah itu dia pun berangkat ke kantor.
Hingga sampai di kantor Natali kembali sibuk dengan pekerjaan nya yang selalu menyita waktu nya.
Dia akan menjemput Leon, setelah Leon bubar sekolah lebih tepatnya menunggu bubar sekolah.
Dia sebenarnya ingin meminta asisten pribadinya untuk menjemput Leon namun melihat asisten pribadi nya juga sama sibuknya dengan nya jadi dia tidak tega untuk. memerintah pria itu.
Terpaksa Natali pergi sendiri.
Rayan sempat meminta si berondong untuk menjadi asisten pribadi Natali di rumah untuk membantu mengurus keperluan mereka berdua menjadi kepala pelayan rumah Natali sekaligus sopir pribadi nya.
Namun Natali tidak mau, terus merepotkan Rayan dengan mengambil asisten pribadi Rayan.
Natali menjemput Leon setelah itu dia akan langsung bertemu dengan klien di sebuah cafe.
Natalia akan mengajak serta putra semata wayangnya itu ke tempat yang sudah di reservasi.
Setelah beberapa waktu menunggu putra kesayangannya itu akhirnya Leon bubar sekolah, dan Natali langsung menjemput putranya itu tepat di depan gerbang sekolah nya.
__ADS_1
Natalia langsung menggendong putra nya yang sebenarnya protes bila di gendong oleh nya karena Rayan merasa sudah besar.
Hingga tiba di mobil Leon langsung duduk di samping jok kemudi di samping asisten pribadi Natali.
Sementara Natali sendiri hingga saat ini, dia tetap sibuk dengan laptop nya, hingga tiba di parkiran Cafe akhirnya ia menyudahi pekerjaan nya itu.
Wanita itu langsung membantu putranya turun.
"Sayang ikut Mommy meeting sebentar ya, setelah itu kita jalan-jalan."ujar Natali.
"Terserah Mommy saja."ujar Leon.
Wanita itu pun langsung membawa Leon masuk kedalam Cafe sambil merangkul bahu putra kesayangannya itu.
Natali tidak menyadari jika saat ini Haidar juga ada di sana.
Pria itu sedang meeting bersama dengan klien wanita, dan kedua asisten pribadi mereka masing-masing.
"Uncle."panggil Leon.
Haidar dan Natali melirik secara bersamaan, hingga mereka beradu tatap saat itu juga pandangan mereka terkunci.
Natali dan Haidar menunjukkan tatapan penuh rindu hingga saat seseorang membuyarkan tatapan mata penuh rindu itu.
"Nona,,, semua sudah siap."ujar asisten pribadi nya itu.
Mereka pun masuk kedalam ruang VIP yang sudah di reservasi sebelumnya.
Sampai akhirnya mereka duduk die meja yang panjang itu dan kini mereka langsung mulai meeting penting itu.
Karena klien penting nya itu sudah berada di sana.
Sementara Haidar yang sudah selesai meeting dia langsung lanjut makan siang bersama dengan klien penting nya itu.
Haidar langsung keluar dari Cafe tersebut dan bergegas menuju mobilnya karena harus menjemput Agista dia janji akan segera mengajak putri nya itu jalan-jalan.
Agista, ingin jalan di mall siang ini.
Sementara Natali yang baru selesai meeting penting pun kini sudah berada di mall.
Mereka ingin jalan-jalan berdua, karena asisten pribadi nya sudah pergi ke kantor lebih dulu.
"Leon,,, apa? Leon mau beli sesuatu."tanya Natali.
"Aku mau beli sepatu bola Mom, disekolah aku ikut kelas bola."ujar Leon.
__ADS_1
"Heumm,,, putra Mommy memang pintar. baiklah kita akan segera membeli itu honey."ujar Natali yang langsung mengajak putranya masuk ke toko sepatu.
Sampai di sana dia langsung mencari-cari sepatu bola yang selama ini diinginkan oleh Leon.
Leon terus fokus mencari hingga ia menunjuk sepatu dengan warna yang ia inginkan.
"Mom, itu."ujar Leon.
"Ya lebih bagus sayang kamu memang sangat pintar."ujar Natali.
"Anak Mommy."ujar Leon.
"Ya anak Mommy yang sangat tampan dan hanya ada satu-satunya."ujar Natali sambil mengecup Leon.
Leon,,, langsung duduk saat pelayan membawakan sepatu bola dengan ukuran Leon, ibunya berjongkok memakai kan sepatu tersebut.
Wanita itu langsung mencari bola yang memiliki kualitas terbaik saat ini.
"Agista."panggil Leon.
Lagi-lagi Natali kembali beradu pandang dengan Haidar yang sedang menuntun Agista.
"Kak Leon disini."ujar gadis kecil itu.
"Ya,,, kamu sendiri sedang apa?"tanya Leon.
"Aku akan jalan-jalan bersama dengan Daddy."ujar Agista yang kini membuat Haidar mengalihkan pandangannya.
"Bagaimana jika kita masuk wahana permainan."ujar Leon.
"Oke siapa? takut."ujar Agista.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke wahana permainan anak.
Natali duduk di kursi yang tersedia di sana.
Begitu juga dengan Haidar, keduanya duduk saling berhadapan, namun tidak saling bicara, keduanya fokus pada handphone mereka masing-masing.
Hingga beberapa saat kemudian, Natali hendak beranjak dari duduknya saat itu juga namun tiba-tiba Haidar berkata.
"Apa? sebegitu menjijikkan nya aku hingga kamu pun sudah tidak lagi mau duduk dengan ku."ucap Haidar datar.
Natalia langsung memejamkan mata nya, kata-kata itu terasa begitu membuat dia sakit hati.
"Aku tidak ingin duduk bersama dengan orang yang bahkan tidak pernah mau memaafkan kesalahan orang lain, kamu egois."ujar Natali.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu."ucapnya.