Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Bersama Rayendra#


__ADS_3

Setelah kepergian Gibran, Daisy tengah memasak untuk makan malam bersama kedua laki-laki yang belum juga mau pergi dan tak pernah mau berdamai.


seperti saat ini mereka terus saling menyindir.


Sementara itu di kediaman Gibran, dia tengah duduk termenung seorang diri di dalam ruang kerja nya, dia tidak tahu lagi harus berkata apa pada, Daisy nanti jika Daisy tau apa yang terjadi saat ini.


Gibran, kamu tidak bisa seenaknya saja kamu sudah menikah dengan nya ayo keluar jika tidak mommy, lebih baik mati saja"ucap ibunya Gibran, yang kini tengah berdiri di depan pintu ruang kerja tersebut.


Gibran, mengacak rambut nya frustasi dia langsung membuka pintu dia tidak bisa membiarkan ibunya mati konyol dia tau ibunya adalah orang yang cukup nekad.


"Mommy, tidak bisakah mommy mengerti aku,aku sudah memiliki istri mah dan itu juga pilihan mommy"ucap


"Mommy melakukan itu demi kedua anak mu,mana ada yang suka dengan wanita mandul itu kalian sudah lama menikah tapi tidak juga memiliki anak, mommy, mau cucu Gibran, dan sekarang mereka ternyata juga bukan anak mu, mommy yakin kamu bisa memiliki nya, setelah menikah dengan Nina"ucap nyonya Dian.


"Istri ku belum hamil karena kami juga belum pernah melakukan malam pertama, semua itu karena bayang-bayang Almira"ucap Gibran.


"Itu lebih bagus, jadi sekarang kamu bisa langsung menceraikan nya"ucap nyonya Dian, yang ternyata sudah menyambung kan telpon nya sedari tadi dengan Daisy, yang kini hampir terjatuh saking syok nya.


beruntung vino datang dan akhirnya dia langsung menahan tubuh Daisy, yang kini mulai roboh sementara Rayendra langsung mengambil alih, Daisy dari tangan vino yang terpaksa mengalah vino pun mematikan kompor gas yang masih menyala itu.


Rayendra langsung membawa Daisy ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya, sementara itu dia langsung bertanya kepada vino apa yang terjadi


vino, terdiam sesaat setelah mendengar suara Gibran dan ibunya bertengkar hebat, karena dia sudah menjebak nya.


Rayendra, langsung kembali.


"Sayang aku tau ini sangat menyakitkan bagi mu, tapi kamu harus nya, bersyukur bahwa kamu belum sempat hamil atau disentuh nya, jika kamu butuh bantuan untuk mengurus perceraian nanti aku siap membantu mu"ucap Rayendra .


"Tidak.... Tante, jangan percaya dia"ucap vino.


"Keluar!!"teriak Daisy yang kini langsung menunjuk pintu..


"Baiklah sayang kamu pasti butuh waktu untuk menenangkan pikiran dulu kami pamit keluar dulu "ucap Rayendra.


Setelah kepergian Rayendra, Daisy langsung mengambil handphone nya dan menghubungi Gibran, beberapa menit kemudian barulah Gibran mengangkat telepon.


📱"Mi..."ucap Gibran lirih.


pria itu benar-benar takut kehilangan Daisy.


📱"Segera kirimkan surat cerai itu,aku menunggu nya hingga besok"ucap Daisy.


📱"Mi....!! kamu sadar dengan ucapan mu, sayang, jangan pernah berharap itu terjadi Mi karena sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi"ucap Gibran tegas.


📱"Aku tidak,mau dengar alasan apapun lagi,ada atau tidak nya surat itu aku tetap akan pergi dari hidup mu untuk selamanya"ucap Daisy.


📱"Mi... jangan coba-coba lakukan itu,atau kamu akan tau akibat nya"ucap Gibran mengancam.


📱"Aku tidak peduli, mulai saat ini aku bukan"


📱"Stop Mi!!....aku akan pulang ke sana sekarang juga tunggu aku , ingat Mi aku sangat mencintaimu love you forever"ucap Gibran, yang langsung berdiri dia bahkan berani memberontak terhadap pengawal yang ibunya siapkan untuk menjaga nya agar tidak kabur.


sambungan telepon pun terputus Gibran berhasil keluar dari rumah ibunya dan pergi menggunakan mobil sport milik nya untuk menuju ke rumah pribadinya dan mengambil semua surat berharga yang sudah di alihkan atas nama Daisy, Gibran ingin memulai semuanya dari awal.


setelah selesai menyiapkan semuanya, Gibran, pergi menuju desa malam itu juga, perjalanan yang cukup panjang membuat dia berkali-kali berhenti di sebuah pom bensin untuk beristirahat, hingga pagi tiba, barulah ia kembali melajukan mobilnya, Gibran hampir tiba di desa, dia berpapasan dengan mobil Rayendra, yang saat itu hendak kembali ke ibukota bersama dengan vino di belakang nya, entah apa yang terjadi, tapi dia tidak melihat istrinya di dalam mobil keduanya.


Rayendra, tampak cemas begitu juga dengan vino saat ini, tapi Gibran, benar-benar malas untuk bertanya.


hingga Gibran, sampai di depan rumah Daisy dia buru-buru turun dan membawa barang bawaan nya, masuk kedalam rumah tersebut yang tidak di kunci kebetulan Bu Maryam ada di sana.

__ADS_1


Gibran langsung masuk, kedalam dia melihat istrinya tengah bersiap untuk pergi mengajar, Daisy, sudah menjadi guru di sekolah yang dibangun oleh warga.


"Sayang kamu sudah cantik"ucap Gibran yang langsung memeluk dan mencium bibir Daisy.


tanpa kesempatan untuk bicara Gibran, terus menciumi bibir dan area leher Daisy, yang kini berusaha melepaskan diri bahkan Daisy, sempat menangis karena Gibran, bersikap tak seperti biasanya.


"Mas lepas aku mohon hentikan"ucap Daisy karena Gibran, sudah membuka kancing kemeja Daisy, sambil terus mencumbu bibir Daisy hingga ke seluruh lekuk tubuh nya.


"Mas jangan lakukan ini aku mohon, kita sudah harus berpisah!"ucap Daisy.


tapi Gibran, tidak ingin mendengar nya, hingga ia lepas kendali, dan kini Gibran, sudah berhasil membuat Daisy, sepenuhnya menjadi milik nya, Daisy hanya bisa menangis saat ini dia tidak tahu dia harus bahagia atau tidak, karena Gibran, mengambil nya, dengan paksa, hingga dia tidak bisa pergi mengajar.


Gibran pun berbaring setelah puas bercocok tanam di ladang yang semula kering, dia merasa sangat beruntung, saat ini tapi tiba-tiba.


"Mas bangun lihat kami sudah mau tutup"ucap seorang bartender, Gibran tersentak kaget, saat mengetahui bahwa dirinya sedari tadi hanya bermimpi, karena bayang-bayang Daisy yang selalu menghantui bahkan Gibran, sudah lupa bahwa dia dan Daisy, sudah Remi bercerai dua bulan yang lalu, dan semenjak saat itu dia sering bermimpi menghabiskan malam panjang dengan mantan istri nya itu.


sementara Daisy, kini masih tetap berada di desa wanita itu, sudah melupakan permasalahan hidup nya, dengan berada di tengah-tengah para siswa anak didik nya.


sementara Gibran, yang baru kembali dari Hanny moon, pria itu tidak pernah absen mengunjungi club malam, untuk menghilangkan stress.


Hanya vino yang masih setia menemani Daisy di desa setiap kali weekend tiba, dia akan buru-buru kembali ke desa.


sementara Rayendra, juga sudah menikah dengan tunangan nya, dan mulai menata hidupnya yang kacau dia pun tidak mau menerima pernikahan tersebut karena Daisy, masih menjadi ratu di hatinya, tapi karena tekanan keluarga akhirnya Rayendra, pun mengalah pada takdir hidupnya.


🌹💖💖💖🌹


"Tan lihat aku bawa apa?..."Ucap vino.


"Vin... tolong pergi dari hidupku,aku tidak pantas berteman dengan mu"ucap Daisy yang kini membereskan barang-barang nya setelah selesai mengajar.


"Aku tidak peduli kata orang Tante, yang pasti aku sangat mencintaimu dan aku ingin menjaga mu"ucap vino.


"Tan, aku tau Tante baru saja kecewa dengan orang itu, tapi tidak semua orang seperti itu Tan,aku tulus"ucap vino.


"Vino... kamu itu masih muda masadepan mu masih panjang,di luaran sana masih banyak orang yang pantas untuk mu, bukan aku, yang bahkan usia kita berbeda jauh,satu lagi aku tak sepadan dengan mu, kamu tau bukan setiap kegagalan hubungan ku, semua karena aku adalah orang tak punya"ucap Daisy.


"Aku tidak butuh harta mu Tan, aku hanya butuh cinta mu, kita akan mencari kebahagiaan bersama-sama"ucap vino.


"Sudah ya Vin, mulai sekarang sebaiknya kita tidak lagi berhubungan, dan kamu tidak usah lagi peduli padaku, aku minta maaf jika aku selalu berbuat kesalahan"ucap Daisy yang sengaja ingin menjauh dari vino.


"Tan aku bersumpah tidak akan pernah meninggalkan mu, dalam kondisi apapun, jadi please, jangan minta aku untuk menjauh dari mu, aku tidak akan melakukan itu"ucap vino.


"Vin aku cape,aku lelah tolong mengertilah"ucap Daisy.


vino hanya menggeleng Daisy langsung pergi meninggalkan vino yang kini terus mengikuti langkah nya, Daisy pun tiba di rumah nya, dia langsung masuk kedalam kamar, bahkan tidak menyapa bu Maryam yang kini tengah membersihkan rumah.


"Tan!"ucap vino yang hendak mengikuti nya masuk tapi Daisy, langsung menutup pintu kamar nya Al hasil, pria berusia 24tahun itu hampir kepentok pintu.


"Tan tidak perduli sampai kapan aku akan menunggu Tante, hingga Tante,siap untuk menikah"ucap vino.


tiga bulan berlalu, Daisy kini benar-benar sendirian sudah tiga bulan ini vino tidak lagi mengganggu nya atau sekedar mengirimkan kabar entah kemana pemuda itu.


hingga dua tahun lamanya.


seorang wanita cantik,baru mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta, wanita cantik itu baru kembali dari Hongkong, setelah selama dua tahun ini dia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti, wanita itu kembali menjalani peruntungan nya, selama dua tahun ini di negeri orang berkat bantuan Rio, yang selalu membantu nya.


dia kembali ke tanah air bukan tanpa alasan, gadis itu kini ingin mengawasi pembangunan hotel dan dan wahana bermain di desanya, dia berhenti mengajar setelah Rio, mempekerjakan orang untuk menggantikan posisi Daisy, bahkan saat ini sudah berdiri sekolah yang dibangun oleh Rio, dan Rayendra, meski pun di awal Daisy menolak untuk bekerja sama dengan mantan kekasih nya itu.


tapi kini Daisy, sudah mulai berdamai dengan keadaan, dia sudah memaafkan Rayendra maupun Gibran, saat ini dia hanya ingin hidup damai.

__ADS_1


Daisy bahkan sudah membangun ulang rumah nya menjadi rumah yang cukup megah dan nyaman untuk ditempati, tapi ada satu hal yang kurang saat dia kembali ke desa, Daisy tidak pernah melihat vino datang lagi.


Rio, bahkan tidak pernah memberitahukan dimana pemuda yang kini sudah berusia 26 tahun itu.


Daisy hanya bisa berdoa semoga vino baik-baik saja.


"Daisy, kamu sudah makan, lihat aku bawa apa?..."ucap Rayendra yang kini sudah bersikap layaknya tidak pernah terjadi apa-apa, meskipun keduanya sama-sama memendam rasa yang sama.


"Aku sudah makan Abang makan saja, Bu Maryam ada di warung jadi Abang minta peralatan makan pada nya"ucap Daisy.


warung itu tetap Daisy pertahanan malah semakin besar bisa disebut super market yang memang bangunan nya sebesar dan sudah menjadi super market.


"Aku bisa ambil sendiri kamu tenang saja"ucap Rayendra, yang berjalan ke dapur, rumah besar berlantai tiga itu, nampak rumah yang paling megah di sana, karena kini hampir semua orang memiliki rumah yang bagus, setelah Rayendra dan Rio menyediakan toko bahan bangunan di desa itu.


"Mi"


tiba-tiba Daisy menoleh ke arah suara tapi tidak ada siapapun di sana.


"Mi"


lagi-lagi Daisy menengok tapi tempat itu benar-benar tidak ada orang sama sekali.


"Mas, maafkan aku.... jika aku tidak pernah menjadi istri yang baik selama ini"gumam nya lirih.


sudah dua tahun terakhir setelah kabar menghilang nya, pesawat Boeing yang ditumpangi oleh Gibran dan sang istri hilang di perjalanan menuju London Inggris, sejak saat itu pula Daisy, sering merasakan kehadiran Gibran di sisi nya.


Daisy, tidak tau Gibran, masih hidup atau sudah tiada, tapi yang pasti hingga saat ini pesawat dan penumpang tidak juga ditemukan.


Daisy, sempat syok, karena bagaimanapun juga, Gibran adalah pria yang sangat baik, selama ini, mereka dipisahkan oleh restu orang tua, Daisy terkadang tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan siapapun karena hubungan nya bersama Gibran, telah meninggalkan trauma yang begitu dalam.


"Daisy"ucap Rayendra, yang kini tengah mengibaskan tangannya di depan wajah Daisy, yang saat ini tengah melamun.


"Ah ...maaf"ucap Daisy.


"Untuk??..."ucap Rayendra.


"Aku tadi sedang melamun"ucap Daisy.


"Boleh tau melamun kan apa?..."ucap Rayendra.


"Tidak"ucap Daisy yang langsung beranjak pergi.


"Sayang apa pernah kamu mikirin aku"ucap Rayendra sambil menatap kearah Daisy yang langsung mematung.


Daisy pun berbalik dan menjawab"Semuanya hanyalah masalalu bang jadi tidak perlu lagi menatap ke belakang,tatap lah masadepan bersama istri dan calon anak mu"ucap Daisy yang menimbulkan denyut yang menyakitkan bagi keduanya.


"Vino sudah menikah dua tahun lalu , apa ?... kamu masih berharap dia akan kembali"ucap Rayendra.


Deg.....


rasa sakit itu kembali menghampiri hati nya yang selama ini hampa.


sekarang dia sadar tidak ada cinta yang suci seperti yang orang lain katakan.


"Apa?... kamu masih mengharapkan nya"ucap Rayendra lagi.


"Aku tidak mengharapkan siapapun, tuhan sudah kasih yang terbaik untuk ku, dan ini adalah yang terbaik menurut tuhan,aku sendiri"ucap Daisy, sambil meneruskan langkah nya.


"itu hanya menurut mu, bukan menurut tuhan, Daisy, apa?...hati mu benar-benar keras hingga tak lagi merasa bahwa kamu butuh pendamping"ucap Rayendra.

__ADS_1


"Aku tidak ingin lagi berurusan dengan semua itu"


__ADS_2