Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Luka dan cinta#


__ADS_3

Bagaimana pun masalah yang terjadi diantara suami harus dibicarakan secara diam-diam dan hanya berdua apalagi jika mereka punya anak, tidak baik bertengkar di hadapan anak.


Karena tanpa kita sadari anak akan menjadi korban pertengkaran itu.


Jika mereka tidak mengalami trauma dan menyimpan luka itu di hati terdalam nya hingga terus terngiang-ngiang di kepalanya dan bisa jadi fisiknya rusak. maka mereka akan meniru apa? yang pernah terjadi di antara kita.


Seperti yang dialami oleh gadis kecil itu.


Kini setelah Agis tenang Agam pun duduk di berhadapan dengan Haidar.


"Aku tidak akan melarang mu tuan Haidar tapi tanpa seizin Novita aku tidak bisa memberikan putri ku."ucap Agam.


"Aku datang karena Novita sedang sakit dia meminta Agista untuk dijemput oleh ku, lagipula aku ayahnya Agista saat ini."ucap pria itu berbohong.


Sebenarnya Novita sudah minggat empat hari yang lalu dari rumah nya, Haidar yang benar-benar tidak ingin kehilangan istrinya itu, dia akan memanfaatkan keberadaan putri sambungnya itu.


"Begini saja biar saya yakin tolong hubungi istri anda."ucap Agam .


"Tuan Agam, saya suami Novita masa kalian ragu dengan apa yang saya katakan."ucap Haidar.


Haidar menunggu jawaban dari Agam.


Secara hukum saya adalah ayah adalah ayah dari Agista, karena Novita hamil saat kami masih bersama sampai dia melahirkan pun nama saya yang terdaftar sebagai ayah biologis nya Agista, jadi saya lebih berhak untuk memutuskan putri saya akan tinggal dengan siapa? saat ini."ucap Agam.


"Dia akan tetap bersama dengan saya sampai kapanpun, tapi saya heran kenapa? Novita tidak bicara dengan saya terlebih dahulu begini saja suruh dia datang kemari untuk menjemput Agista setelah dia sembuh. karena jika dia dibawa sekarang dia akan kerepotan."ucap Agam.


Haidar tidak bisa berkata apa-apa lagi.


pria itu pergi saat itu juga setelah dia mendapatkan kekecewaan karena tidak bisa membawa Agista putri sambungnya itu.


Sementara itu di sebuah tempat tepatnya di sebuah gudang tua, seorang wanita tengah duduk dengan kondisi tidak sadarkan diri di dan terikat di atas kursi.


Dia adalah Novita, setelah dia berhasil menemui istri siri Haidar. di tengah jalan tiba-tiba beberapa orang berpenampilan preman itu mencegat mobil yang ia tumpangi.


Novita bahkan tidak bisa berkutik saat mereka menodongkan senjata api kearah dirinya hingga sebuah hantaman keras mengenai tengkuk nya.


Novita akhirnya tidak sadarkan diri selama beberapa hari, dan saat dia kini membuka mata tidak ada satupun orang yang ia jumpai hanya ada kesunyian dan juga suasana mencekam tempat tersebut.


Novita memilih menahan rasa sakit haus dan laparnya ketimbang dia berteriak di tengah malam yang kini ia yakini karena tempat itu terlihat gelap gulita.


Hingga pagi tiba, Novita melihat sinar matahari bersinar terang wanita itu mencoba untuk melepaskan tali meskipun tubuhnya terasa lemas setelah beberapa hari tidak sadarkan diri, yang dia ingat hari dimana saat kejadian dan saat ini selebihnya dia tidak ingat apa-apa.


Tiba-tiba terdengar suara beberapa orang masuk membawa anjing, seperti itu kira-kira yang ada di pikiran. Novita karena terdengar suara anjing menggonggong.


Tidak hanya itu terdapat suara ribut-ribut.


Saat, Novita hendak berteriak seseorang duluan berteriak memanggil kawanannya.


"Disini Dan."suara seseorang yang ternyata adalah anggota polisi entah darimana mereka tahu jika saat ini Novita berada di sana.


"Oh ya ampun Vita!."teriak Agam kaget saat melihat luka bekas sayatan di bagian punggung wanita yang kini hanya menggunakan tank top tersebut.


Entah dimana kardigan yang Novita kenakan saat itu.


Anggota polisi langsung melepaskan ikatan Novita dan ada Tim medis yang membantu membantu menolong Nobita yang kini sangat lemah dan dibawa ke rumah sakit.


Agam sempat menitikkan air mata, ada rasa yang tidak bisa ia jabarkan saat melihat wanita yang dulu pernah sangat ia cintai dalam keadaan mengenaskan seperti saat ini, dan rasa bersalah nya karena telah lalai dalam menjaga mantan istri nya itu.


"Flashback on"


Sore itu setelah kepergian Haidar dari restaurant milik Sherina, sebuah tayangan berita yang melintas di tv yang ada di ruangan tersebut menayangkan bahwa telah ditemukan sebuah mobil yang masuk jurang oleh warga yang melintas di tempat kejadian perkara, dan Agam sempat melihat plat nomor mobil tersebut dan mobil yang ringsek itu dia sangat mengenal mobil itu.


Setelah di kroscek tentang kebenaran berita tersebut Agam langsung menemui pihak kepolisian, karena terdapat seorang mayat wanita yang ditemukan di dalam mobil tersebut yang disebut sebagai Novita Karena identitas Novita ada di dalam mobil tersebut.


Agam yang benar-benar kaget dan merasa terpukul dia meminta ijin pada Sherina untuk mencari tahu kebenaran tentang semua berita itu, sekaligus memastikan apa? benar semua itu.

__ADS_1


Sherina yang sama-sama terkejut pun mengijinkan Agam untuk pergi saat itu juga, dan bahkan dia bilang Sherina akan pulang ke Mension Rayan dan Daisy agar Agam bisa tenang karena disana mereka berdua akan aman.


Hingga akhirnya Sherina dijemput oleh sopir pribadi Daisy.


Agam berangkat menuju kantor polisi, dan dia meminta untuk ditemani ke lokasi kejadian tersebut untuk memastikan apa? benar itu jenazah Novita, ataukah itu wanita lain karena Agam tau setiap inci tubuh mantan istri nya itu.


Agam akan dengan mudah untuk mengenali ciri fisik Novita jika memang itu benar mayat dari mantan istrinya itu.


Sesampainya di sana, Kate polisi juga sedang menyisir lokasi kejadian yang menurut polisi sedikit janggal.


Agam pun memperlihatkan foto Novita lalu dia berkata.


"Jika kamu bisa menemukan dia aku akan memberikan hadiah yang mahal untuk kalian semua."ucap Agam yang juga memberikan sebuah kardigan untuk dicium oleh anjing itu.


Dia tau itu adalah kardigan milik Novita.


Hingga akhirnya anjing pelacak itu mengendus dan pihak kepolisian menemukan sebuah gudang tua yang tak jauh dari lokasi kejadian meskipun tempat tersebut berada di atas bukit yang tak jauh dari lokasi mereka berada saat ini.


Hingga sampai di sana mereka benar-benar menemukan orang yang mereka cari.


Flashback off.


Agam masih menunggu hingga Novita selesai ditangani dan di pindah ke ruang rawat inap.


Agam meminta pihak polisi untuk sementara berjaga di depan ruang rawat Novita.


Pria itu dengan telaten menyuapi Novita dengan bubur yang khusus ia pesan untuk wanita itu.


"Abang,, terimakasih."ucap Novita lirih disela-sela suapan yang Agam lakukan.


Pria itu hanya mengangguk sambil tersenyum teduh pada Novita.


......................


"Abang pulang lah,, kasihan Sherina dia pasti sedang menunggu Abang, titip Agista aku tidak tahu masalah ini kapan akan berakhir, tapi jika sesuatu terjadi padaku dan aku sudah tidak ada lagi di dunia"ucapan Novita terhenti saat Agam menempelkan telunjuk nya di bibir Novita.


"Jangan berpikiran hal buruk mulai saat ini Abang janji tidak akan pernah ada lagi orang yang akan menyakiti mu."ucap Agam.


"Terimakasih, maafkan aku hiks hiks hiks aku sudah melakukan kesalahan besar padamu dulu, andaikan saja aku tidak gelap mata mungkin aku tidak akan pernah menyakiti hati Abang."ucap Novita yang kembali teringat akan penghianatan yang ia lakukan.


"Sudah Vita, Abang sudah memaafkan kamu bahkan sedikitpun Abang tidak pernah bisa membenci mu. Abang mungkin pernah merasakan sakit bahkan meskipun bukan penghianatan rasa sakit itu kini kembali Abang rasakan. melihat kamu terluka seperti saat ini pun hati Abang sakit, karena bagi Abang kamu sudah seperti bagian diri Abang kamu sudah seperti kak Anya untuk Abang dan itu artinya kamu sudah seperti saudara perempuan Abang. itu hubungan antara kita saat ini dan satu lagi kita masih harus membesarkan putri kita hingga dia dewasa dan menikah nanti."ucap Agam lembut.


Novita pun mengangguk pelan.


"Abang akan membantumu bercerai dari Haidar jika kamu benar-benar sudah tidak mencintai dia lagi, tapi jika kamu masih ingin bersama dengan nya. Abang akan buat surat perjanjian hitam diatas putih agar kamu tidak tersakiti lagi."ucap Agam.


"Aku akan memilih hidup sendiri bang, aku ingin fokus pada Agista, aku akan bekerja lebih keras untuk putri ku itu jika perlu aku akan mencari pekerjaan."ucap Novita.


"Untuk apa? mencari pekerjaan perusahaan itu masih milik papah, aku hanya mengakuisisi untuk melindungi nya, dan kamu CEO perusahaan itu."ucap Agam.


"Terimakasih Bang, aku sudah banyak berhutang budi padamu entah dengan apa? aku bisa membayarnya."ujar Novita.


"Cukup buktikan bahwa kamu baik-baik saja, aku sudah senang karena itu adalah janjiku pada almarhum papah. apalagi jika kamu berbahagia."ucap Agam lagi.


"Aku akan mencobanya bang, terimakasih pulanglah aku akan istirahat hati-hati dijalan sampaikan rasa terimakasih ku pada Sherina dan peluk hangat untuk putri tercinta ku, terimakasih Abang sudah benar-benar menjaga kami dengan sangat baik semoga tuhan membalas dengan limpahan kebahagiaan untuk Abang dan keluarga."ucap Novita lembut.


"Sama-sama Abang pulang dulu kamu hati-hati disini jika ada apa-apa segera hubungi Abang ini handphone Abang kamu bisa gunakan pin nya ulang tahun Abang."ucap Agam.


Pria itu mengusap lembut kepala Novita yang kini memejamkan mata, dia merasa nyaman dengan perlakuan Agam yang kini menganggap dia sebagai saudara.


"Hati-hati di jalan."ucap Novita yang kini melihat punggung pria itu.


Air mata Novita kini menetes tapi dia langsung merubah posisi nya menyamping perlahan matanya terpejam mungkin karena efek obat yang tadi ia minum.


Bahkan Novita tidak menyadari bahwa Haidar yang baru pulang dari luar kota dia baru mengetahui itu karena ada urusan penting.

__ADS_1


Ternyata Novita tidak menghindarinya tapi dia diculik oleh orang suruhan istri keduanya.


"Sayang maafkan aku."ucap nya lirih.


Sampai saat pagi datang pria itu tidak beranjak dari tempat nya, dia tertidur sambil menggenggam tangan Novita dengan posisi duduk dan kepala di atas bed pasien.


Novita kaget saat dia membuka mata, namun dia tidak bisa mengusir pria itu karena biar bagaimanapun juga ada rasa cinta yang masih melekat di relung hati terdalam nya meskipun rasa sakit itu lebih dominan.


Ingin sekali Novita menjerit menangis dengan keadaan itu tapi sekalipun dia mencaci maki suaminya, itu tidak akan merubah keadaan.


Novita melepaskan tangan nya itu secara perlahan hingga Haidar terjaga dari tidurnya yang baru beberapa menit.


"Yank,, kamu sudah bangun mana yang sakit."ucap Haidar.


"Pulanglah aku tidak apa-apa?"ucap Novita dingin.


"Sayang aku minta maaf, aku jadi akan memperbaiki semua nya."ucap gadis itu.


Tiba-tiba Agam datang bersama dengan Sherina dan juga Agista.


Mereka sudah bersiap sedari pagi buta karena Sherina ingin menjenguk Novita, sebelum dia berangkat ke kantor.


"Mommy!"teriak Agista.


"Sayang mommy,,, mommy merindukan mu."ucap ucap Novita yang kini berlinang air mata.


Saat Agam memberikan Agista pada Novita dengan sangat hati-hati. tiba-tiba


"Ah,, Novita menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit sekaligus rasa perih yang kini ia rasakan dari jahitan di dekat tulang belikat nya.


"Novita,, mana yang sakit?."tanya Sherina yang refleks mendekat bersama dengan Haidar .


"Abang punggung ku sakit."ucap Novita.


"Yang,, kamu tunggu disini ya aku mau panggil dokter dulu luka nya pasti kembali terbuka."ucap Agam.


"Pergilah yang aku disini bersama Agista"ucap Sherina lembut yang kini memeluk Agista yang posisinya berada di atas bed pasien.


"Sayang,, sabar ya sebentar lagi dokter datang."ucap Haidar yang kini mengelus rambut Novita.


Novita kini tengah hanya bisa menitikkan air mata saking perihnya luka sayat itu.


Entah siapa? pelaku nya yang jelas saat ini orang tersebut tengah menjadi DPO.


Agam dan Sherina mencoba memberikan dukungan kepada Novita agar dia bisa lebih kuat, karena saat ini luka itu tengah dijahit kembali.


Agista pun menangis histeris saat melihat ibunya kesakitan, namun Agam bisa memenangkan gadis kecil itu.


Dia bilang pada Agista mommy nya terjatuh hingga terluka, dan setelah itu ia harus dirawat di rumah sakit.


Gadis kecil itu pun mengerti dengan apa? yang ibunya alami saat ini hingga dia bisa berhenti menangis dan kini berada di samping Novita gadis kecil itu memeluk ibunya.


Sementara Haidar tidak sedikit pun beranjak dari hadapan Novita yang kini ia kecup puncak kepala nya.


"Vita kita akan pergi bekerja dulu, kamu baik-baik disini jangan pikirkan apapun Agista akan selalu baik-baik saja dia aku bawa ke restaurant."ucap Sherina lembut sambil mengusap lembut punggung tangan Novita.


Agam pun juga pamit dia pun menitipkan Novita pada suster yang ia tugaskan untuk menjaga Novita.


Sekarang Novita pun memejamkan mata dan Haidar tetap menjaga istrinya itu.


"Sayang kamu mau makan apa? biar mas pesankan."ucap Haidar lembut.


"Aku tidak selera makan, rasanya sangat sakit hiks hiks."Novita rupanya masih menangis dalam diam.


"Maafkan aku yang akan membuat mereka lebih menderita darimu."ucap Haidar jiwa iblis nya mulai terlihat sangat menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2