Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Rencana pernikahan#


__ADS_3

Sementara itu rumah Raya kedua sejoli yang baru saja selesai dengan percintaan mereka kini tengah terlelap hingga pagi menjelma keduanya tidak ada yang mau bangun lebih dulu karena rasa lelahnya.


Ray yang baru pertama kali merasakan indahnya surga dunia membuat pria itu enggan untuk menjauh dari Raya.


Begitu pun dengan Raya sendiri, wanita itu merasakan kasih sayang Ray yang begitu besar setelah ini dia tidak ingin lagi melabuhkan cintanya untuk pria lain.


Ray rencananya akan menikah dengan Raya sore ini dengan acara dadakan setelah memberitahu Daisy untuk semuanya itu nanti.


Ya Ray akan memberitahu sang mommy sebentar lagi setelah ia kembali ke Mension.


"Yank, bangun ini sudah sangat siang."ucap Raya.


"Aku masih mengantuk sayang biar saja sebentar lagi saja lagipula urusan kantor tidak ada yang terlalu penting."ucap gadis itu.


"Heumm,,, baik'lah aku duluan sekaligus mau menyiapkan sarapan pagi."ucap wanita itu.


"Tidak perlu Yank,,,, bukankah sudah ada bibi."ucap Ray.


Raya pun bangun dia hendak mengerjakan aktivitas paginya selain beres-beres rumah bantu asisten rumah yang ada di sana dia juga bersiap untuk berolahraga pagi setelah mandi.


Saat dia tengah berolahraga tiba-tiba seseorang datang mematikan alat yang kini wanita itu tengah gunakan untuk lari di tempat.


"Sayang kamu masih punya tenaga untuk olahraga."ucap Ray yang masih menggunakan bokser dan undersrt nya itu.


"Ray,,, kenapa? belum mandi."ucap Raya.


"Aku ingin mandi bareng, tapi kamu malah sibuk disini."ucap Ray.


"Jangan bercanda Ray, sudah sana mandi dan bersiap."ucap Raya.


"Baiklah honey tapi ingat sore ini jangan pergi kemanapun karena hari ini adalah hari pernikahan kita."ucap Ray.


"Heumm,, baiklah-baiklah sayang ku."ucap Raya.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat gym di rumah tersebut.


Raya menyiapkan pakaian untuk Ray, sementara Ray sendiri kini masih berada di dalam kamar mandi.


Rencananya Raya akan pergi ke makam ibunya dan ayahnya dia ingin meminta restu untuk meresmikan hubungan mereka yang sudah diluar batas itu.

__ADS_1


Sampai saat Rayan dan Daisy datang setelah Ray datang ke Mension dan memberitahukan bahwa Ray akan segera menikahi Raya saat itu juga.


Daisy yang peka dengan maksud dan tujuan Ray itu langsung menyetujui rencana mereka, sementara Rayan ikut dengan sang istri karena Daisy lebih tau apa? yang terbaik untuk anak-anaknya itu.


Ray pun pergi untuk menemui seorang teman yang merupakan wedding organizer dia ingin mereka mempersiapkan acara itu saat ini juga dia ingin sebelum sore hari semua sudah harus selesai.


Tepatnya di rumah Raya, tempat yang akan dia gunakan untuk acara pernikahan mereka nanti.


Tidak hanya itu, Ray juga meminta ketua RT untuk datang bersama warga untuk menyaksikan pernikahan mereka nantinya.


Agis yang diberitahu tentang itu, dia hanya meminta David yang datang, karena Agista tengah berhalangan hadir, tapi gadis itu sudah mengirimkan satu set kebaya pengantin modern untuk kedua mempelai.


Karena Agista ada pertemuan penting bersama dengan beberapa orang designer terkenal lainnya ia mengikuti seminar itu untuk menambah wawasan dan ini adalah kesempatan langka bagi Agista.


Bukan ia tidak mementingkan keluarga suaminya, tapi keduanya terlalu penting saat ini.


"Yank,,, tidak apa-apa kan jika aku tidak datang."ucap Agis bingung.


"Tidak apa-apa sayang yang penting kamu hati-hati disana dan ingat jangan terlalu memaksakan diri jika kamu lelah."ucap David.


"Iya sayang."ucap Agista.


"Nakal... tadi bilang aku tidak boleh kelelahan sekarang apa?."ucap Agis sambil menggigit pelan bibir bawah milik suaminya yang sangat menggoda itu.


"Itu hanya bercanda sayang, tapi ini towernya sudah on."ucap David sambil terkekeh.


"Maaf tuan terowongan kasa blangka sudah tutup di jam ini."balas Agista bercanda.


"Seperti Three in one saja."ucap David lagi.


"Lalu kapan perginya Yank... siapa? tahu ada yang harus kamu bantu."ucap Agista.


"Sayang acaranya masih nanti sore atau petang kan gak mungkin langsung sekarang juga."ucap David.


Ya sudah jika aku sempat aku akan datang tapi jika duluan acara akadnya aku tidak akan bisa datang."ucap Agista.


"Tidak perlu sayang kamu akan kelelahan jika harus bolak-balik lebih nanti malam menginap di hotel itu, aku nyusul."ucap David.


"Ya,,, terserah kamu saja Yank,,, lagi pula aku pun harus memastikan bahwa nanti akan ada acara tambahan atau tidak."ucap Agis.

__ADS_1


Sementara itu Raya kini tengah dibawa untuk melakukan perawatan di salon kecantikan tempat biasa Daisy melakukan perawatan saat akan ada acara seperti saat ini.


Sementara Rayan, saat ini tengah duduk bersama putra putrinya menikmati secangkir kopi hangat di siang hari.


Pria itu menolak untuk melakukan perawatan seperti yang kini dilakukan oleh Ray yang tengah di pijat relaksasi dan perawatan kulit wajah.


Kimberly sendiri kini sibuk mengurus pekerjaannya meskipun saat ini mereka sudah berada di dalam salon kecantikan.


Beruntung ruangan itu kosong hingga Kimberly bisa tetap fokus pada pekerjaannya dan sang daddy memberitahu apa-apa saja yang harus putrinya itu lakukan saat ini.


Kimberly suka saat Daddynya memberitahu semua ilmu dalam berbisnis.


Gadis itu tidak mempelajari bisnis saat kuliah dulu, justru yang dia pelajari adalah bagaimana? caranya membangun gedung atau rumah.


Karena dia adalah seorang arsitektur.


Setelah beberapa jam berada di salon kini Raya dan Daisy keduanya tampak lebih fresh dan sangat cantik.


"Sudah selesai, dimana? Ray."ucap Daisy.


"Mungkin dia ketiduran sayang,,,, coba kamu lihat."ucap Rayan pada Raya.


"Baik Daddy."ucap Raya.


"Lihatlah Kim, dia sekarang yang akan menjadi kakak ipar mu."ucap Daisy.


"Mommy,,, tetap sayang dia."ucap Kimberly.


"Tentu saja Sayang,,, dia masih sama seperti dirimu di hati mommy, kamu putri mommy dan dia juga putri mommy."ucap Daisy.


"Sayang sepertinya mereka akan lama, apa? tidak sebaiknya kita pulang lebih dulu."ucap Rayan.


"Kami disini daddy maafkan Ray, tadi Ray ketiduran."ucap pria itu.


"Tentu, karena putra mommy makanya mommy maafkan."ucap Daisy dan mereka pun langsung bergegas menuju mobil Alphard terbaru milik Daisy.


Agis pun langsung bergegas pergi meninggalkan David yang sudah bersiap dengan segala perlengkapannya itu sudah berangkat lebih dulu dari Agista.


Sementara itu Agista sendiri kini dibantu oleh Weni untuk menyiapkan gaun hasil rancangannya itu untuk di pamerkan pada acara tersebut.

__ADS_1


Agis sendiri ingin semuanya saling berbagi ilmu termasuk juga dirinya nanti terhadap juniornya yang ada di sana.


__ADS_2