
Novita, hanya menangis mendengar perkataan Haidar.
Dan itu, artinya untuk selamanya dia akan terikat dengan pria itu.
Novita, menggeleng pelan.
"Aku mohon mas, ceraikan saja aku! untuk apa? kamu menikah dengan wanita tak berguna seperti diriku! bukankah dengan dirinya kamu lebih bahagia"ucap Novita.
"Apapun yang kamu katakan aku tidak perduli yang jelas aku tidak akan pernah menceraikan mu, dan mulai sekarang jangan harap kamu bisa pergi kemanapun!."tegas pria itu.
"Kamu egois mas,,"ucap Novita.
"Aku hanya ingin kita bahagia tapi aku juga butuh penerus generasi."ucap Haidar.
"Maka teruslah bersama dengan dia kamu akan dapat kan semua yang kamu mau yang tidak pernah aku berikan bahkan dia bisa memuaskan dirimu."ucap Novita lirih.
Novita berjalan hendak meraih koper itu namun dirinya ditahan oleh Haidar.
"Lepaskan aku mas biarkan aku pergi!"ucap Novita.
"Tidak sayang aku bilang tidak, ya tidak! kamu dengar itu."ucap Haidar.
"Maafkan saya tuan diluar ada asisten nyonya, dia bilang bahwa nyonya harus segera datang ke perusahaan karena ada sesuatu yang harus diselesaikan saat ini juga"ucap pelayan tersebut.
"Suruh dia menghadap saya!"ujar pria itu tegas.
"Tidak biar aku saja yang turun, BI tolong bilang sama Dimas tunggu saya bersiap dulu."ucap Novita.
"Satu lagi tolong mandikan Agista, karena dia ikut saya bekerja."ucap Novita.
"Tidak dia akan dengan ku di sini sampai kamu kembali Yank."ucap pria itu.
"Kamu lupa jika Agista selalu bersama dengan ku kemanapun! kenapa? sekarang kamu jadi lebih perhatian dari kemarin heuhhhhh,, apa? karena perselingkuhan itu, atau karena"ucapan Novita terhenti saat anak berusia tiga tahun lebih itu menghampiri nya.
"Mommy aku ingin kerumah Daddy Agam dan Tante bidadari"ucap gadis kecil itu.
"Heumm,, sayang tunggu sebentar ya mommy siap-siap dulu"ucap Novita.
"Agista sayang Agista ikut daddy saja ya, daddy akan belikan boneka baru untuk Agista yang lebih gede."kata Haidar sambil berjongkok mensejajarkan diri nya meskipun masih lebih tinggi dari Agista.
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya perlahan sambil memegang boneka kesayangan nya saat ini, dan boneka itu adalah pemberian dari Agam.
"Dia tidak akan mau bertemu dengan wanita itu, dia masih suci dan tau orang mana yang tulus atau tidak."ucap Novita sambil tersenyum sinis.
"Yank,, kamu pikir aku tidak tulus"ucap pria itu.
"Aku tidak bilang begitu tapi syukurlah jika kamu sadar diri."ucap Novita yang kini hilir mudik menyiapkan keperluan nya untuk hari ini.
"Vita jangan keterlaluan!"bentak Haidar.
"Wow,, ternyata begini sifat mu yang sesungguhnya."ucap Novita tanpa rasa takut sedikitpun.
"Yank!"teriak pria itu lagi.
Huaaaaa
Tangis Agista pecah Haidar langsung meraih gadis kecil itu.
Dia langsung meminta maaf sambil menggendong gadis kecil itu.
"Agista sama bibi dulu ya mommy mau siap-siap."ucap Novita.
"Aku masih ingin bersama dia."ucap Haidar.
"Aku buru-buru."ucap Novita.
Setelah semua selesai wanita itu langsung bergegas menuju pintu kamar namun langkah nya dihentikan oleh Haidar "Ingat aku mengawasi mu, kamu tidak akan pernah bisa pergi dariku"ucap pria itu.
"Terserah kita juga tidak akan bisa seperti dulu meskipun aku kau tahan disini."ucap Novita pelan tapi penuh penekanan.
"Yank,, kamu tidak akan pernah menyangka apa? yang bisa aku lakukan jika kamu pergi."ucap pria itu, tidak kalah dengan Novita.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah takut sekalipun kau menghabisi nyawa ku mas, aku sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini yang akan merasa berduka atas kepergian ku nanti, jadi kamu tidak perlu repot untuk itu kau bahkan bisa menghabisi nyawa ku sekarang juga."ucap Novita.
Wanita itu pergi dengan tetes air mata saat ini ada hal yang lebih penting dari semua itu.
Novita akan pergi ke rumah Agam, meskipun semua itu tidak seharusnya ia lakukan karena Agam sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengan nya.
Dia, hanya ingin menitipkan putri semata wayangnya jika kelak terjadi sesuatu padanya karena Novita belum tau kasusnya akan seperti apa? nanti.
Setelah memastikan Agista siap diapun segera pergi bersama dengan Dimas, tapi bukan pergi ke kantornya melainkan menemui Agam yang kini berada di rumah nya setelah Novita menelpon Sherina.
Hubungan mereka saat ini sudah mulai membaik.
Sesampainya di kediaman Agam setelah itu Novita meminta Dimas untuk menunggu dia di mobil.
Novita melangkah gontai saat terlihat dari jauh Agam menyambut dirinya dan Agista.
Air mata Novita mengalir deras saat melihat pria tampan yang pernah ia sia-siakan itu kilas bayangan tatapan penuh luka terpendam dalam diri Agam.
"Novita,"lirih Agam.
Novita langsung menghambur memeluk Agam erat setelah mereka mendekat tidak perduli Sherina ada di sana bersama dengan Agista yang sudah lebih dulu turun karena tidak kuat ingin bertemu dengan aunty bidadari yang kini tengah hamil.
"Maafkan aku Bang hiks hiks hiks maafkan aku bang dulu aku tidak pernah sadar jika ternyata semua yang aku lakukan tanpa sadar bisa sesakit ini rasanya,hiks hiks hiks"ucap Novita yang kini menangis sesenggukan.
Agam, yang kini hanya mematung tanpa membalas pelukan itu, dia tidak berkata apa-apa.
"Aku sudah mendapatkan karmanya bang,, aku tau bagaimana sakitnya hati Abang dulu dan kini aku merasakan hal yang sama. aku tau ini semua adalah karma atas perbuatan ku hiks hiks hiks Aku benar-benar minta maaf"ucap Novita yang masih belum berhenti menangis sesenggukan.
Agam pun, menggerakkan tangan itu perlahan dia menepuk punggung Novita pelan untuk menyalurkan kekuatan.
"Sudah ayo kita bicara di dalam tidak baik jika dilihat oleh orang lain."ucap Agam sambil merangkul pinggang Sherina.
Agam, mendaratkan kecupan sayang di puncak kepala Sherina yang kini menuntun Agista.
Sesampainya di dalam rumah tepatnya di ruang keluarga.
Novita menceritakan semua yang kini terjadi pada rumah tangga nya, Agam mengepalkan tangannya biar bagaimanapun dia itu tidak terima Novita yang dibuat seperti itu.
Agam mungkin pernah dibuat kecewa dengan perbuatan Novita, tapi dengan itu justru dia sangat berterimakasih kepada Novita karena akhirnya dia mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari wanita itu.
"Tidak bang aku hanya ingin minta maaf saja dan jika tidak terlalu merepotkan aku titip putri ku untuk sementara di sini sampai proses itu selesai, Abang tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun karena kebutuhan putri ku, aku yang akan memberikan itu sepenuhnya bahkan untuk mengurus dia akan ada baby sitter yang akan mengurusnya."ucap Novita.
"Aku hanya menitipkan dia sampai saat aku selesai mengurus semua nya"ucap Novita.
"Kamu tenang saja Novita, Agista aman di sini."ucap Sherina.
"Terimakasih Sherina,,, maafkan aku atas sikap ku dulu."ujar Novita.
"Tidak apa-apa semua sudah berlalu yang paling penting saat ini adalah bagaimana kamu bisa melewati semua itu"ucap Sherina.
"Terimakasih maafkan aku harus segera mengurus semuanya saat ini, Agista Mommy pergi dulu baik-baik disini jangan merepotkan daddy dan Aunty ya sebentar lagi Om Dimas akan kembali mengantar suster kesini"ucap Novita.
"Iya Mommy"ucap gadis kecil itu.
"Anak baik sini peluk mommy dulu."ucap Novita yang kini merentangkan tangan nya.
"Abang titip Agista ya maaf jika selalu merepotkan mu."ucap gadis itu.
"Heumm,, ya tidak masalah dia juga putri ku, yang penting saat ini kalian semua baik-baik saja"ucap Agam.
Novita pun mengangguk lalu dia pun pergi setelah mengecup puncak kepala putri nya itu.
Novita, pergi menuju kantor bersama dengan asisten pribadi nya, sepanjang perjalanan wanita itu hanya bisa menitikkan air mata.
Agam pun berbicara dengan Sherina, dia tidak ingin istrinya salah paham tapi Agam bisa tersenyum lega karena Sherina sudah bisa mengerti dan menerima semua nya, apalagi dia sempat memergoki mereka jalan bersama.
Namun Sherina tidak pernah berpikir sampai ke arah situ karena setahu Sherina wanita itu adalah staf kantor Haidar.
Sampai akhirnya Novita bicara tentang semua fakta yang terjadi.
Akhirnya Sherina bisa mengiyakan kecurigaan nya waktu itu.
__ADS_1
Sementara itu di kantor Haidar tampak tidak bersahabat saat dia memimpin rapat kali ini, karena dia sedang memiliki masalah yang begitu pelik.
Sampai saat istri siri nya datang ke ruangan nya, wanita itu sedang ingin menggoda suami siri nya itu.
"Apa? yang kamu lakukan."ujar Haidar saat wanita itu tiba-tiba datang dan langsung duduk di pangkuan nya.
"Sayang tidak boleh kah aku datang ke ruangan suamiku sendiri."ucap nya.
"Lancang!."teriak Haidar sambil mendorong wanita itu hingga hampir terjatuh.
"T tapi mas,"
"Cukup! setelah ini aku tidak ingin lagi melihat wajah mu disini, setelah aku mendapatkan hasil nya. kau baru bisa kembali, untuk memberikan anakku."ucap pria itu tegas.
"B baik lah t tuan"ucap Tina.
Sementara itu, Novita di kantor nya tengah mengalami masalah seseorang sudah membuat perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar dengan menggelapkan uang perusahaan.
Wanita itu seakan tak pernah jauh dari pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, tapi beruntung masalah itu diketahui oleh Agam, karena asisten pribadinya memberitahu bahwa saat ini Novita sedang dalam masalah.
Dan lagi-lagi Agam datang untuk membantu Novita, dia tiba di ruangan tersebut saat Novita tengah menatap jendela kaca yang menjulang tinggi itu.
"Apa? yang terjadi"ucap Agam yang tadi buru-buru datang.
Novita tidak berkata apa-apa dia hanya berusaha menahan air mata nya.
"Tolong ambil alih perusahaan ini agar tidak hancur, aku tidak tega melihat perusahaan milik papah lenyap setidaknya Abang bisa menjalankan semua ini aku tidak akan meminta apapun lagi aku akan pergi jauh"ucap Novita yang terlihat sangat putus asa.
"Kita bisa menyelesaikan masalah ini Vita, jangan pernah katakan itu! masalah ini masih bisa diatasi dan kamu masih bisa mengurus perusahaan jadi tidak perlu pergi."ucap Agam.
"Tapi karena kecerobohan ku sudah dua kali perusahaan ini hampir musnah, aku merasa sangat bersalah pada papah."ucap Novita.
"Lantas kamu mau pergi ke mana?."tanya Agam.
"Aku tidak tahu yang pasti aku sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani semua ini, tolong akuisisi perusahaan ini, setidaknya untuk mereka yang masih bekerja dengan jujur yang menggantungkan hidupnya dari perusahaan ini."ucap Novita yang kini terduduk lemas di lantai tepat di hadapan Agam.
"Vita,, aku tidak mau melihat mu seperti ini, hidup masih terus berjalan meskipun cobaan datang bertubi-tubi, semua itu tidak akan pernah berhenti dimana Novita yang aku kenal begitu kuat dan gigih bahkan dalam keadaan sulit sekali pun."ujar Agam.
"Keadaan nya benar-benar berbeda dulu ada papah bersama ku, sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi."ucap wanita itu.
Agam langsung menarik Novita untuk segera berdiri.
"Bangun! kau bilang kau tidak punya siapa-siapa lagi heeuh,,, kau bilang kau tidak punya siapa-siapa, lalu apa? artinya aku dan Agista,, ya aku tau kita tidak punya ikatan apapun lagi tapi sampai kapan pun aku akan tetap bersamamu seperti janjiku pada almarhum papah."ucap Agam.
"Tidak bang sekarang kamu sudah punya tanggung jawab yang lebih lain yang lebih besar, aku tidak ingin merepotkan Abang lagi."ucap Novita.
"Aku akan berusaha untuk menyelesaikan semua nya, tunggu sampai saat semua ini selesai aku tidak ingin mendengar mu menyerah lagi."ucap Agam.
Pria itu langsung memanggil Dimas, dia duduk di kursi kebesaran milik Novita dan dihadapan nya ada Novita dan juga Dimas.
Mereka pun bekerja sampai larut malam kebetulan Sherina sudah di titipkan ke Mension bersama dengan Agista.
Sampai saat seseorang datang ke ruangan dimana tiga orang tengah bekerja dengan serius.
"Ada apa? ini,, kenapa? tuan Agam ada disini"ucap pria yang tak lain adalah Haidar.
"Aku disini untuk membantu adikku menyelesaikan masalahnya"ucap Agam.
"Sejak kapan? mantan suami istri menjadi kakak beradik."ujar pria itu sambil menatap sinis.
"Tuan Haidar yang terhormat, apapun hubungan antara kami di masalalu itu tidak penting lagi, karena yang terpenting sekarang adalah kepedulian terhadap seseorang yang pernah hadir dalam hidup ku,"
"Ingat, sebelum kamu menemukan bahagia mu saat saat ini, ada dia yang pernah mengisi hari-hari ku, meskipun mungkin tidaklah seindah atau sesuai harapan karena itu adalah urusan Tuhan."
"Tapi, jika pun akhirnya perpisahan itu terjadi. itu bukan sebuah alasan untuk tidak pernah berhubungan baik meskipun dalam kondisi yang berbeda."
"Dan kami melakukan itu aku sudah berjanji pada almarhum papah untuk menjaga Novita dalam keadaan baik atau pun buruk meskipun tidak lagi menjadi suami istri dan itu sudah aku lakukan selama ini."
"Dan saat ini dia sedang mengalami masalah Tetu semua itu sudah menjadi kewajiban ku untuk menolong nya."ucap Agam seakan mempertanyakan keberadaan Haidar sebagai seorang suami.
"Honey,,, apa? kau lupa untuk meminta bantuan kepada ku, sebelum pada orang lain,,"ucap pria itu.
__ADS_1
"Heumm,, mungkin dia tidak ingin mengganggu kesenangan mu"ucap Agam dengan sengaja menyindir Haidar.
"Jangan pernah ikut campur urusan kami!"