
Sherina, akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya.
Dia, tidak ingin merepotkan siapapun meskipun Agam, adalah kekasihnya calon suaminya.
Tapi, saat ini Sherina juga sudah membatalkan pernikahan tersebut, karena Sherina merasa Agam belum siap untuk menjalani pernikahan yang kedua.
Sherina, lebih baik memberi jarak untuk sementara waktu agar Agam, bisa berpikir lebih jernih antara memutuskan hidup dengan nya atau kembali pada Novita.
Hari hari, berlalu begitu saja Sherina dan Agam, sudah jarang bertemu mereka memutuskan untuk memberi waktu padaku masing-masing agar bisa berpikir lebih jernih.
Dan, kedepannya harus bagaimana,
Sementara itu, Sherina kini terus melakukan terapi untuk berjalan, demi kesembuhannya dan Matteo, selalu ada di sampingnya calon istri Matteo juga senantiasa mendampingi Sherina.
Kedua, manusia baik hati itu tidak pernah jauh dari Sherina saat ini, meskipun Agam tidak berada di sampingnya.
Tapi, Sherina tahu Agam tetap memperhatikannya meskipun dari jauh seperti saat ini.
Saat, dia telah latihan berjalan dengan berpegangan tangan ke tempat yang tersedia Agam, berada di luar ruangan menatap ke arahnya. dan pandangan mereka bertemu begitu saja tapi kemudian Sherina malah memalingkan wajahnya.
Bukan, karena dia benci dengan Agam, tapi wanita itu tidak ingin Agam terus berharap padanya disaat seperti ini.
Sherina, sendiri hampir putus asa dengan keadaannya.
Berkali-kali ia jatuh bangun berkali-kali pula Matteo, terus menyemangatinya.
Meskipun, semua itu tidak mungkin bisa secepat itu, tapi setidaknya Sherina masih punya harapan untuk bisa kembali berjalan dan melanjutkan hidup dengan baik.
Meski, saat ini perusahaannya terus di jalankan oleh Matteo dengan baik.
Dan, pria baik hati itu selalu menganggap Sherina seperti adik kandungnya sendiri, dia bahkan tidak pernah menginginkan balasan meskipun Sherina, membagi bagian hartanya untuk pada Matteo, karena dirinya sudah tidak punya siapa-siapa kecuali sepupunya itu.
Karena keluarga besar yang ada di Italia saat ini tidaklah sebaik Matteo yang selalu mendampinginya dikala dia susah.
Agam, akan datang dan pergi setiap kali Sherina melakukan terapi.
Pria itu, diam-diam meminta dokter untuk melakukan yang terbaik untuk calon istrinya.
Ya,,, Agam, terus menganggap Sherina, adalah calon istrinya tidak peduli wanita itu akan menerimanya atau tidak yang jelas saat ini dia sudah melepaskan Novita demi kehidupan barunya.
Sementara, Agista sendiri kini telah ikut dengan ibunya, dia tumbuh dengan sehat dan baik-baik saja seperti janji Novita dia akan berubah jauh lebih baik dari yang dulu.
Dia, juga sudah memutuskan untuk berpisah dari pria brengsek yang selalu membuat pikirannya tak karuan, Novita mulai menata diri.
Setiap hari, dia akan membawa putrinya itu pergi bekerja, ke kantor dan menyiapkan ruangan khusus untuk putrinya itu, bersama pengasuh barunya.
Setiap, sore hari dia akan pergi menuju rumah lamanya rumah peninggalan almarhum sang papah, Novita akan menghela nafas berat setiap kali masuk ke rumah tersebut.
Karena, biar bagaimanapun ada kenangan dirinya bersama Agam saat dia masih bersama.
Novita sebenarnya menyayangi Agam, namun kehadiran Cinta pertamanya, membuat dia lupa diri seolah-olah dirinya masih single dan tidak punya ikatan apapun dengan Agam.
Hingga, akhirnya dia terjebak dalam kubangan dosa, yang tidak akan pernah IA lupakan seumur hidupnya. kesalahan fatal yang telah merubah dirinya menjadi sebatang kara saat ini.
Tapi beruntungnya Agam mengijinkan Agista kembali bersamanya, karena Agista, adalah satu-satunya harta yang paling berharga yang ia miliki saat ini.
Tak terasa, sudah 5 bulan sejak kebebasannya. selama ini Novita, menghabiskan waktu bersama putrinya.
Sambil, bekerja mengelola perusahaan yang ditinggalkan oleh sang papa, bukanlah hal yang mudah tapi dengan bantuan Agam dia bisa bangkit, dan bahkan saat ini sudah jauh lebih baik.
Agam, tidak pernah meninggalkannya meskipun dia selalu menyakiti pria itu.
__ADS_1
Hingga, saat ini Agam, selalu datang untuk menjenguk Agista, Putri kesayangannya itu.
Agam, selalu memberikan perhatian lebih untuk putrinya, dia tidak pernah membedakan Putri kandung atau Putri angkat, yang jelas Agista lebih dekat dengan Agam.
Jika saja, mereka masih tinggal bersama namun keadaan terpaksa harus memisahkan mereka berdua.
Namun, kali ini Novita tidak seintens dulu saat mereka masih bersama, karena Novita tahu jika Agam sudah benar-benar jatuh cinta kepada Sherina.
Sherina, sendiri terlihat menjauhi Agam, karena dirinya dan saat Novi tak tahu jika Sherina, menjauhkan dirinya dari Agam, dia sempat mendatangi gadis lumpuh itu. dan meminta maaf atas semua kesalahan dan dosanya.
Novita, juga minta Sherina, agar kembali bersama dengan Agam, meskipun saat ini Agam masih tetap berhubungan baik dengannya.
Karena, mereka sudah memutuskan untuk jadi keluarga, atau sebagai teman.
Dan seperti janji Agam, kepada almarhum sang ayah mertua dia akan tetap menjaga Novita meskipun dari jauh.
Janji, seorang pria sejati yang selalu Agam pegang teguh.
Pria itu, tidak pernah mundur meskipun rasa sakit yang Novita torehkan lebih besar, dari janjinya kepada almarhum.
Sampai, Rayan pun merasa heran dengan kebaikan sang adik, yang tidak pernah menyimpan dendam.
Meskipun, saat itu Novita berulangkali menyakiti dirinya.
Novita, yang kini sudah kembali ke jalan yang benar, dia mencoba mendekati Rayan dan keluarganya.
Novita, tidak ingin kehilangan keluarganya, yang dulu menyayanginya, meskipun mungkin akan ada jarak tercipta diantara mereka.
Karena perbuatannya sendiri, tapi Novita tidak pernah benci dengan Daisy ataupun Rayan juga Anya dan Ricky , dia masih sangat hormat terhadap kakak iparnya itu.
Bahkan, sekalipun Anya tidak pernah menyapanya, dia akan menyapanya Dengan hormat. di setiap pertemuan Karena perusahaan mereka masih bekerja sama.
Perusahaan, Agam dan Novita hingga kini terjalin kerjasama, Agam juga ingin terus memantau keadaan mereka, apakah Novita dan putrinya akan baik-baik saja selama ia tidak berkunjung, atau pun bertemu di kantor dia ingin memastikan keadaan finansial Novita.
Karena, perusahaan itu terus Agam bantu untuk mengelolanya, secara diam-diam dan demi kelangsungan hidup keduanya.
Orang-orang, yang pernah ada dalam hidupnya sampai akhir nanti.
Saat, Novita mendapatkan jodoh yang terbaik, yang bisa menyayangi keduanya Agam, akan melepaskan tanggung jawab atas mereka, dan hanya akan mulai memperhatikan mereka dari kejauhan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Pria itu, benar-benar seorang malaikat Tak bersayap, namun saat ini satu hal yang membuat Agam, merasa sedih.
Dia, merasa Sherina semakin menjauh darinya setiap kali bertemu, wanita itu akan membuang muka atau membuang pandangan ke arah lain entah karena dia membenci Agam, atau karena dia putus asa dengan kondisinya yang sampai saat ini belum juga bisa berjalan dengan baik.
..................
Hari, ini dengan sengaja Agam, makan di restoran milik Sherina.
Pria itu, juga ingin memastikan keadaan gadis yang sangat ia cintai saat ini.
Agam, juga mendatangi ruangan Gadis itu secara langsung, tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Sesampainya di sana dia melihat Sherina, yang sedang termenung, sambil menatap kearah jendela yang menjulang tinggi tersebut.
Dan, masih di atas kursi roda, gadis itu entah sedang memikirkan apa? Agam sendiri sebenarnya tidak tega melihatnya.
Tapi, dia harus bicara secara langsung dengan Sherina, yang kini berbalik menetap ke arahnya.
"Ada,,, perlu apa? kamu ke mari, rasa-rasanya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, kita sudah berakhir dan aku tidak ingin bertemu denganmu lagi" ucap Sherina sambil menunduk.
Kedua tangannya terlihat saling bertautan ia terlihat sedang gelisah namun Agam tidak menyerah dia mendekat dan berjongkok di hadapan Sherina.
__ADS_1
"Sayang,,,, aku serius kita harus bicara! semua ini tidaklah benar,, aku sangat mencintaimu Aku juga ingin kita segera menikah, agar tidak ada lagi masalah yang bisa memisahkan kita Aku tidak ingin jauh darimu seberapa bencinya pun kau padaku, aku akan tetap menganggapmu sebagai calon istriku. calon teman hidupku, calon Ibu dari anak-anak ku, kamu adalah segalanya bagiku. sayang jangan pernah berpikir bahwa kita akan berpisah untuk selamanya Aku tidak akan bisa melakukan itu aku akan berjuang untuk mendapatkan cintamu seperti dulu"ujar Agam.
"Benarkah?... apa dulu aku pernah mengatakan bahwa aku mencintaimu." ucap Sherina, dingin.
"Sherina,,,sayang! Aku tahu kamu masih merasakan hal yang sama denganku, hanya saja,, kau sedang berputus asa apa? dengan berjalan kaki dunia akan berubah,, apa? dengan duduk di kursi roda kau tidak bisa menghadapi dunia jawab Serena! aku,, dan hanya aku yang akan menemanimu, menjalani hidup ini menjalani manis ataupun pahit kehidupan kita nanti aku tidak peduli kau cacat atau bagaimana yang jelas aku tetap akan mencintaimu sepenuh jiwaku seumur hidupku kamu adalah satu-satunya wanita yang kini ada di hatiku dan selamanya kan tetap begitu"Kata Agam lantang.
"Lalu, bagaimana dengan wanita yang pernah kau cintai, yang bahkan teramat kau sayang hingga saat ini, kau bahkan tidak pernah bisa melepaskan tanggung jawab padanya, Apa? dia sudah tidak ada lagi di hatimu, Apa? dia tidak pernah berarti untukmu. jangan lupa Agam rasa itu bisa hilang kapanpun jika kamu kembali melihat dunia lain dunia yang akan memberikanmu bahagia dan bahagia kedepannya bahkan mungkin aku yang cacat ini akan tergantikan dengan yang baru, yang akan membuatmu lebih bahagia,,, sudahlah pergi saja jangan pernah memberikan harapan yang tidak mungkin akan menjadi kenyataan.
"Kau, adalah pria yang sempurna kau tampan kebaikan hati dan juga penyayang, siapapun pasti akan dengan mudah kau dapatkan jadi jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk mencintaiku wanita cacat ini. wanita yang tidak akan pernah bisa membahagiakanmu meskipun sekalipun dunia ini bisa kubeli dengan uang , tapi tidak dengan kebahagiaan mau."
"Kau, berhak bahagia kau bahkan bisa memilih wanita yang jauh lebih baik dariku! atau mungkin bisa kembali dengan Novita, yang kini bersama dengan putrimu, hidupmu masih panjang tidak sepertiku yang hanya bisa merenungi nasib buruk ini, sudah tidak perlu lagi ada pembahasan apapun."
"Aku,, sangat berterima kasih, atas semua yang kau lakukan selama ini padaku, atas kebaikanmu dan juga atas segala kemurahan hatimu yang telah menolongku dulu, hingga saat ini semua sudah berakhir pergilah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan" ucap Sherina.
Yang, kini kembali menatap ke arah jendela kaca yang menjulang tinggi itu.
Agam, masih berdiri menetap wanita yang kini sesekali mengusap air matanya, yang jatuh di matanya.
Perlahan, Agam,, merentangkan tangannya hendak meraih bahu gadis itu, namun Sherina kembali berkata "pergilah jangan membuat dirimu menyesal karena telah memilihku."ujarnya.
Tapi pria itu bukan nya pergi dia langsung berhambur memeluk Sherina, yang kini tengah menangis dalam diam.
Agam sendiri kini menangis sesenggukan sambil memeluk Sherina, dan mengusap puncak kepala nya dengan sayang.
Kecupan hangat penuh kasih dan sayang kini mendarat di puncak kepala Sherina.
Gadis, itu semakin terisak, mendapat perlakuan sayang dari pria yang begitu mencintainya.
Tapi, Sherina takut untuk menghadapi masa depan, dia tidak berani mengatakan cinta, ataupun bersedia menikah dengan pria itu.
Karena, dia tahu dia tidak akan mampu untuk membahagiakan Agam, dia juga tidak akan mampu untuk memberikan keturunan jika keadaannya terus seperti itu.
Agam, sendiri masih menangis, setelah itu dia bahkan mengajak Sherina untuk pulang bersamanya.
Namun, Gadis itu masih ada banyak pekerjaan, yang harus dia kerjakan dan Agam, pun dia tetap berada di sana membantu Sherina mengerjakan semuanya.
Pria, itu sesekali menatap, wanita cantik yang kini masih terlihat kesulitan dengan keadaan yang sulit bagi siapapun untuk menerima semua itu.
Tapi Sherina tidak pernah berputus asa meskipun sampai saat ini dia belum bisa berjalan.
Sherina, berpegang pada harapan bahwa suatu hari ia akan kembali berjalan, dan saat itu tiba dia akan berkeliling dunia dengan Matteo dan juga istrinya.
Seperti, itulah setiap hari Matteo yang menemani Sherina melakukan terapi berjalan.
Pria itu dengan sabarnya memberikan semangat pada Sherina, seperti menyemangati gadis kecil yang sedang belajar berjalan.
Hingga, dia mengatakan jika Sherina,, bisa berjalan kembali Matteo yang berjanji akan membawa dia untuk keliling dunia.
Dengan itu Sherina mempunyai harapan, meski kecil dan sekarang Agam hadir untuk menemaninya di saat dia kembali menyerah kemudian dia akan selalu ada untuk selalu disampingnya apapun keadaan Sherina nanti.
"Sayang,, hari ini kita pulang ke rumah kita ya"ucap Agam.
"Kita belum menikah, jadi tidak ada rumah kita,,, meskipun aku percaya kak Agam, punya banyak rumah mewah"ucap Sherina.
"Sayang apa? kamu tidak mau melihat rumah baru untuk kita nanti"ucap Agam.
"Sebagus apapun itu, tetap tidak berguna untuk orang cacat seperti ku kak, mungkin hanya akan merusak suasana nya"ucap Sherina.
"Shut...Sayang jangan pernah berpikir seperti itu, rumah itu aku rancang khusus untuk kita dan anak kita kelak, kamu juga pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama"ucap Agam.
"Heumm benarkah? tapi aku kira"ucapan Sherina terhenti saat pria itu membungkam bibir masih itu dengan bibirnya.
__ADS_1
"Pokoknya malam ini kita pulang ke rumah kita"ucap Agam tegas.