Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Lemah#


__ADS_3

Satu bulan berlalu, dua Minggu sudah sejak saat itu, Daisy masih berada di kampung halamannya, dia merasa tidak pantas untuk mendampingi suaminya yang begitu sempurna,tak jarang Daisy, kadang dibuat minder saat ada pertemuan penting bersama dengan istri-istri pengusaha lain nya.


Dia,sering dipuji dengan kecantikan nya tapi tidak dengan cara berpakaian nya, yang terkadang tidak faham dengan trend fashion dikalangan mereka.


Daisy hanya akan duduk di pojokan, saat suaminya sibuk berbincang dengan para pebisnis lainnya.


Sementara Rayan, saat ini bukan membiarkan Daisy, dengan sengaja berada di kampung halamannya, dia sering berpergian ke luar kota, untuk perjalanan bisnis, sementara kedua adiknya sedang sibuk mengurus skripsi nya.


Keduanya juga sudah sering mengeluh karena akhir-akhir ini, mereka hanya bisa memakan junk food, tidak dengan olahan yang pelayan buat, Daisy tetap nomor satu, tapi sesekali Anya, akan menggoreng ayam dan ikan serta beberapa makanan lainnya yang sudah Daisy, sediakan sebelum pergi di freezer.


Setiap hari, bunyi Handpone milik Daisy, akan berbunyi, saat pagi dan malam hari, yang tentunya dari kedua adiknya.


Tapi tidak dengan Rayan, pria itu masih merasa kesal, meskipun rindu sangat menggebu-gebu disaat ini, setiap kali pulang kerja, istrinya itu belum juga pulang, padahal Daisy, pergi bersama dengan sopir pribadi nya, tapi istrinya belum mau kembali, dan dua Minggu itu bukan waktu yang sebentar bagi Rayan, dia bahkan harus, menyiapkan semua nya sendiri dan kembali melihat adiknya tidak bersemangat.


"Dy, mau sampai kapan kamu bersembunyi di sana, semua tidak akan merubah keadaan, bahwa kamu adalah istri ku, kamu, adalah istri dari Rayan Davidson"gumam Rayan lirih, sambil mengusap foto istri nya yang sangat ia rindukan.


Rayan pun bersiap untuk pergi malam itu juga menuju rumah istrinya di kampung, dia tidak perduli, saat ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda, yang pasti saat ini dia tidak bisa lagi menunda kerinduan nya.


Rayan, sudah berada di lantai bawah, saat dimana dia berpapasan dengan kedua adiknya yang baru kembali dari bioskop.


"Kakak mau kemana? bawa koper segala"ujar Agam.


"Kekamampung"jawab Rayan.


"Ikut!"teriak Agam dan Anya kegirangan.


"Buruan, atau aku tinggal"ucap Rayan.


"Asiappp!"teriak keduanya, sementara Rayan tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Keduanya, sudah sangat merindukan sosok mommy nya, yang ada pada istrinya itu.


"Lihat lah Dy, bahkan mereka pun, sudah sangat merindukan dirimu"ujar Rayan.


Tidak sampai satu jam, Rayan sudah berada di dalam mobil dengan kedua adiknya, mereka pun berangkat menggunakan mobil Ferrari milik Rayan, yang biasa mereka gunakan, disana juga ada mobil Alphard milik Daisy, yang Rayan belikan untuk istri tercinta nya itu.


Nanti mereka bisa pulang dengan kedua mobil tersebut.


Sementara itu Daisy tengah terlelap dalam tidur nya, akhir-akhir ini dia sering banget mengantuk, dan bahkan kadang malas untuk bangun, tapi disaat pagi hari, dia akan mengalami rasa mual yang sangat hebat, Daisy, bahkan akan mengalami muntah, hingga mengeluarkan isi perut nya.


Sampai kehadiran mereka bertiga pun tidak Daisy, sadari wanita itu, tetap terlelap, hingga Rayan, berulang kali mengecup seluruh wajah istrinya itu.


"Mas, apa? ini beneran kamu"ucap Daisy lirih.


"Tentu saja Sayang, memang nya siapa? lagi"ujar Rayan.


"Aku sering mimpikan kamu"ucap Daisy.


Wanita itu bangkit dan menatap wajah suaminya yang kini tersenyum padanya, saat lampu menyala.


"Sayang, aku merindukan mu"ucap Rayan.


Daisy, sempat terdiam sesaat dia berpikir kemana suaminya selama ini, bahkan tidak kunjung menghubungi dirinya.


"Mas bilang rindu, setelah dua Minggu aku berada di sini, lalu selama ini kamu kemana?saja, aku setiap hari mengecek benda pipih itu, sepertinya, mulai sekarang aku harus membuangnya tidak ada gunanya juga"ucap Daisy, yang terlihat sangat kesal, tidak biasanya, istrinya bersikap seperti itu.


"Sayang-sayang beberapa hari dalam satu Minggu ini aku pergi ke luar kota, dan sangat sibuk, kamu ngerti kan cinta, aku tidak pernah menunda pekerjaan,baru saat besok saja karena aku sudah tidak bisa lagi menahan rindu pada istri cantik ku ini"ucap Rayan.


"Ya sudah jika bisa menahan rindu, selama itu, kenapa? tidak dilanjutkan saja sampai tahun depan"ucap Daisy, sambil mencebikkan bibir nya.


"Owh, cinta maafkan mas, mas tidak sengaja, lagian suruh siapa? ngambek, hanya karena gara-gara merasa minder, kamu itu istri ku, apapun yang ada pada dirimu, aku sangat menyukai nya, dan jadilah diri sendiri, tidak perlu jadi orang lain untuk tampil sempurna"ucap Rayan.


"Sebenarnya Rayan, merasa gemas pada istri nya , hanya karena dia merasa malu setelah pertemuan nya, saat itu, Daisy, memutuskan untuk pulang kampung, Rayan bukan tidak ingin mencegah tapi Rayan, hanya ingin istrinya menenangkan diri nya.


Akhirnya setelah perdebatan panjang itu, Daisy dan Rayan, mereka berdua pun melepas rindu, sampai pagi tiba, mereka pun baru terlelap, Daisy bahkan tidak tahu bahwa ada dua orang yang sedang menahan lapar di pagi ini, mereka tengah duduk menunggu keduanya bangun.


"Agam, ketuk pintu kamar mommy, aku laper, ini sudah pukul sepuluh" ucap Anya.

__ADS_1


"Iya, sabar bawel"ucap Agam, pada sang kakak yang hanya beda empat menit tersebut.


Agam, pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tersebut, setelah kakak nya, resmi menikah dengan Daisy mommy angkat nya, Rayan, melarang keduanya,masuk sembarangan kedalam kamar sang mommy.


"Dy, sepertinya mereka kelaparan"ucap Rayan.


"Mas, maksud mas, merek...?"tanya Daisy, menggantung katanya, dia masih mencerna ucapan Daisy, saat ini.


"Agam dan Anya, mereka pasti sudah kelaparan"ucap Rayan.


"Owh ya ampun"ucap Daisy, yang langsung meraih baju piyama nya, dan langsung menggunakan nya, hanya dalam beberapa detik, setelah itu dia Cepol asal rambut panjang nya.


"Sayang mandi dulu biarkan mereka menunggu"ucap Rayan.


"Mas lupa, disini hanya ada satu kamar mandi yang ada di sebelah dapur"ucap Daisy.


"Kamu sih ngeyel yang apa? sudah dibilang renovasi rumah nya , agar bisa lebih leluasa"ucap Rayan.


"Oke, tapi tidak merubah keseluruhan nya, barang-barang furniture nya, tetap yang lama"ucap Daisy.


"Tempat nya pun masih seperti yang lama, hanya saja bahan bangunan nya lebih kokoh, aku akan langsung meminta arsitek handal yang bekerja, agar rumah ini segera di renovasi, terutama kamar kita"ucap Rayan.


"Terserah mas saja, aku mau mandi dulu"ucap Daisy yang sudah pergi ke luar dan menyapa kedua anak nya, yang terlihat sangat kelaparan itu.


........................


"Tunggu, sebentar mommy, mandi dulu, lagian suruh siapa? kesini tidak bilang-bilang dulu"ujar Daisy.


"Iya mom, ucap keduanya lemas, seperti ponsel yang belum diisi baterai.


Daisy, pun buru-buru pergi ke kamar mandi yang ada di dekat dapur tersebut, hingga akhirnya membersihkan diri, sebelum memulai aktifitas nya, setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan cepat, bahkan belum menggunakan skincare wanita itu, langsung memasak dalam porsi besar beruntung masih ada banyak bahan makanan di kulkas dan juga di halaman rumah yang selalu dia rawat ada banyak sayuran dan juga hewan ternak, yang bisa di masak kapan saja kecuali sapi, karena, Daisy mempekerjakan dua orang tua untuk menjaga semua yang ada di sana.


"Sayang, handuk aku mana!"teriak Rayan dari dalam kamar mandi, pria itu tidak membawa handuk kedalam kamar mandi, mungkin karena terbiasa di Mension, semua stok perhandukkan selalu tersedia di sana.


"Sebentar mas, tanggung tunggu dulu ya"jawab Daisy, sambil menuangkan masakan yang sudah matang tadi kedalam wadah berukuran besar.


Daisy, pun berlari menuju kamar nya, karena saat ini juga masih masak, dia langsung mengambil dan menyiapkan baju milik suaminya, setelah itu ia membawa nya ke dalam kamar mandi dan memberikan semua itu pada Rayan, yang tengah menunggu dirinya.


Wanita itu kembali bersibuk di dapur hingga selesai, dan menghidangkan makanan tersebut di atas meja, ada gulai ikan nila, ada ayam goreng, dan tumis sayuran juga tahu dan tempe, serta lalapan ikan asin dan sambal, yang selalu Rayan, minta saat Daisy, memakan itu.


Tidak lama jam, sarapan pagi yang sudah terlewat pun, dimulai mereka berempat pun, mulai menyantap hidangan lezat tersebut, Daisy seperti biasa, dia hanya makan dengan tumis sayuran tempe dan tahu goreng juga sambal dan lalapan pun, menggoda lidah Rayan.


"Yang suapi...mau yang itu"ucap Rayan.


"Gak mau ini punya ku"ucap Daisy, yang tidak biasanya dia menjadi sangat pelit.


"Yang, aku mau itu"ucap Rayan merengek seperti anak kecil, hingga kedua adiknya heran melihat keduanya.


"Mas, aku masih laper, mas bisa ambil sendiri, itu masih banyak, dan aku sengaja masak banyak karena sebentar lagi aku pasti laper"ucap Daisy.


Sejenak Rayan, terdiam, saat sadar istrinya terlihat sedikit cuby dan semakin terlihat seksi.


"Yang, apa? laparnya sering"tanya Rayan.


"Iya mas, bahkan tengah malam aku juga suka kelaparan, meskipun paginya terkena mual yang sangat hebat, tapi pagi ini kok tidak ya"ucap Daisy bingung.


"Lanjut dulu makan nya"ucap Rayan.


"Iya..."ujar Daisy, tapi saat wanita itu hendak menyuapkan makanan tersebut, Rayan langsung menyambar nya, dan memasukkan comot tangan Daisy, ke mulutnya.


Kedua kakak, beradik itu hanya saling lirik, sambil terus menambah makanan tersebut, dan n akhirnya ludes tak bersisa, gulai ikan nila yang Daisy, buat ludes tak bersisa.


Sementara Rayan, terus minta di suapi oleh istrinya itu.


Daisy, duduk di kursi, setelah selesai makan dan mencuci piring bekas makan mereka.


"Yang, apa? kamu terlambat datang bulan"ucap Rayan.

__ADS_1


"Kenapa? mas tanya begitu"ucap Daisy.


"Teman ku bilang, jika selera makan istri bertambah banyak dan sering mual di pagi hari, atau berat badan sedikit bertambah itu artinya istri nya sedang hamil"ucap Rayan.


"Benarkah itu"ucap Daisy kaget.


"Kamu kok, kaget gitu sayang?"tanya Rayan.


"Tidak apa-apa? mas tapi sepertinya yang kamu bilang juga sama seperti yang dibilang Bu RT, saat aku bertemu dengan nya."ucap Daisy.


"Sayang kita bisa periksa"ucap Rayan.


"Ya nanti saja mas, saat di kota"ucap Daisy.


Anya dan Agam pun ikut duduk di sebelah mereka.


"Jadi kita akan dapat adik"ucap mereka berdua.


"Heumm, keponakan"ucap Rayan.


"Gak mau, maunya adik"ucap keduanya.


"Terserah kalian berdua"ucap Rayan, yang tidak ingin berdebat untuk itu, yang penting mereka menyayangi anak nya kelak.


Daisy pun tersenyum, apa? iya dirinya sedang hamil atau hanya pikiran semata.


Sampai saat Daisy, berkata"Mommy, mau beli seblakk apa? kalian mau"tanya Daisy.


"Sepertinya boleh juga teman ku pernah berkata bahwa itu adalah makanan terenak meskipun isinya kerupuk dan ceker ayam iibbb "ucap Anya, yang memang tidak suka ceker ayam membayangkan nya saja sudah jijik.


"Jangan dipaksakan, jika tidak suka"ucap Daisy.


"Dia memang seperti kakak mom, suka pilih-pilih makanan"ucap Agam.


"Alah, kaya kamu enggak saja, kamu juga tidak suka sayap ayam, katanya ketiak ayam pasti bau"ujar Anya, sontak semua orang tertawa terbahak-bahak.


"Kalian ini, ada-ada saja, semua itu tidak benar, kaki ayam juga di kupas kulit luar nya jadi dalam nya bersih dan kukunya juga di buang jadi semuanya bersih tidak ada yang jijik, termasuk usus ayam"ucap Daisy, tapi mereka merinding bersamaan, dasar mereka seumur-umur tidak pernah memasak atau mencuci semua itu hanya tau makan.


"Sayang, sebaiknya urungkan niat mu, untuk membeli makanan tersebut, nanti kita bisa buat makanan semacam itu dengan bahan yang berbeda"ujar Rayan.


"Sudah kuduga"ujar Daisy, yang langsung bangkit dari duduknya, dan berjalan keluar rumah dengan uang di sakunya.


"My, jauh gak aku mau ikut kalo jauh kita gunakan mobil kakak saja biar cepat"ujar Anya, yang mengikuti dia dari belakang, disusul oleh Rayan dan Agam.


"Mommy, hanya ingin pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan"ucap Daisy.


"Baiklah kita pergi bersama ucap Rayan.


"Heumm, tidak boleh bawa mobil bagus, disana tidak aman"ucap Daisy, yang sengaja ingin menyembunyikan identitas suaminya dari orang banyak.


"Tidak masalah, mobil nya tidak akan bisa dicuri mom"ucap Anya.


"Kok, bisa"ujar Daisy.


"Siapa? yang bisa mencuri mobil dengan pengamanan ketat, seperti milik kakak, tidak akan ada yang bisa bawa mobil itu, kecuali dia dan kami berdua karena sudah ada sidik jari kami yang terpasang di sana, jadi mobil nya tidak akan hidup selain kami bertiga"ucap Anya.


"Ya baik'lah, sebaiknya mommy saja yang pergi oke, kasihan pencuri nya, tidak akan dapat mobil bagus"ujar Daisy, sambil terkekeh geli.


"Sayang, biar kita berdua saja"ucap Rayan.


"Kami juga ikut, mobil kakak, tidak akan bisa bawa belanjaan, banyak, punya ku bisa"ujar Anya.


"Kalian mau pergi atau tidak"ujar Daisy.


"Kita pergi, dengan mobil Agam"ujar Rayan.


Mereka pun akhirnya pergi bersama, menggunakan mobil Alphard, milik Daisy.

__ADS_1


Sesampainya di pasar, mereka pun turun.


"Owh, ada kupu-kupu malam rupanya"


__ADS_2