
Daisy, sibuk mengurus David, yang kini masih ingin bermain dengan anak-anak lain di wahana permainan anak.
Sementara Sheng, pria itu kini tengah membelikan eskrim kesukaan David, satu hal yang tidak pernah mereka ketahui adalah tatapan mata kagum orang-orang yang melihat kearah mereka bertiga, mereka mengira bahwa Daisy, Sheng dan David adalah sebuah keluarga kecil yang teramat harmonis, melihat dari perlakuan Sheng, yang begitu lembut dan penuh perhatian terhadap keduanya.
"Sheng, bisa tolong bujuk putraku, aku sudah sangat laper kita, cari makan dulu"ujar Daisy.
"Tentu Nona muda"jawab Sheng.
"Tuan muda, kita bisa kembali main sepuasnya disini tapi sekarang kita akan makan dulu jika tidak makan dulu maka mainannya akan marah karena mereka akan disalahkan hanya karena permainan anak-anak jadi tidak mau makan, apa? tuan muda tau di surga semua hal bisa bicara"ujar Sheng, berusaha membujuk David.
David, mengangguk dia langsung menghambur memeluk leher Sheng, minta di gendong dan dengan senang hati pria itu langsung menggendong David.
"Apa? di surga semua mainan bisa bicara"tanya David.
"Tentu saja, di surga semua hal bisa bicara dan menjadi saksi dari apa? yang kita kerjakan saat berada di dunia" ujar Sheng.
"Jadi... itu artinya David, harus jadi anak yang baik menurut pada mommy, dan jangan membantah agar termasuk golongan orang yang Soleh"ucap Daisy, menimpali.
"Baik mommy"kata David.
"David, mau makan dimana? sekarang"tanya Daisy.
"Di restaurant Jepang mom"jawab nya sambil menunjuk restaurant tersebut.
"Baiklah sayang"ucap Daisy sambil berjalan diikuti oleh Sheng, yang kini masih setia menggendong David, di pangkuan nya.
Sementara itu Agam dan Anya, kini masih berada di dalam pesawat menuju negara tetangga, untuk menemui sang mommy.
Saat pesawat landing, Agam dan Anya langsung bergegas mengambil barang bawaan nya bersiap untuk turun.
Agam sendiri saat ini membawa dua koper milik dirinya dan juga Anya, dia tidak tega kakak nya kelelahan, saat akan keluar dari bandara tiba-tiba Anya, mendapatkan telpon dari Riki calon suaminya itu yang kini baru sampai di depan rumah Anya, tapi calon istri nya, dikabarkan sedang tidak ada di rumah.
"A... maaf aku tidak bilang dulu aku sedang buru-buru untuk menemui mommy, aku harap A Riki, mau menunggu di rumah, atau terserah Aa mau nyusul juga boleh"ucap Anya.
^^^"Baiklah sayang, terserah kamu saja, yang penting kamu baik-baik saja ingat Anya, tidak boleh lupa sholat lima waktu"ucap Riki mengingatkan calon istri nya itu.^^^
"Iya... A love you"Anya.
^^^"Love you too... Honey"Riki.^^^
Panggilan pun berakhir sekarang mereka sudah tiba di dalam taksi, menuju rumah kediaman Daisy.
Sementara Daisy, kini sudah memasak untuk makan malam mereka berempat Sheng, yang tinggal satu atap dengan mereka, selalu makan bersama, Daisy sendiri saat ini saat ini tengah menata makan di atas meja.
"Mommy!"teriak Agam dan Anya.
Daisy, sempat mematung di tempatnya, dia tidak berbalik karena dia pikir semua hanya ilusi belaka, karena itu sudah sering terjadi sejak Daisy pergi.
Hingga pelukan dari keduanya, menyadarkan Daisy, wanita itu pun menangis sesenggukan sambil memeluk keduanya, sudah beberapa bulan lamanya mereka tidak bertemu.
"Kalian, kesini tau dari mana heumm"ucap Daisy.
"Agam mencari tahu tentang keberadaan mommy, kenapa? mommy membenci kami, sementara yang jahat sama mommy, adalah kakak, dan sekarang kakak, hilang ingatan dia bahkan sudah berbuat jahat pada kami gara-gara wanita itu.
"Kami sudah lama tinggal berdua, sejak kdakak, menghajar Agam, hingga babak belur." ujar Anya.
"Apa? dia berani menghajar Agam"ucap Daisy.
"Iya mom gara-gara wanita ular tersebut ingin membakar barang-barang mommy"kata Anya.
Daisy, terdiam dia merasa sangat marah tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, hingga saat Agam datang kembali berbicara.
"Semua sudah berakhir, kini kami memisahkan diri dari kakak, perusahaan yang Daddy, tinggalkan sudah kami ambil alih" wanita itu tidak akan bisa melakukan apapun, karena aset yang dimiliki kakak, semua masih atas nama mommy"ucap Agam.
"Sudah sekarang kita makan dulu"ujar Dion, yang baru saja datang dari luar.
"Iya... kita makan malam bersama"ujar Daisy.
Mereka sibuk menikmati makan malam itu hingga selesai, meskipun porsi nya tidak sebanyak orang nya, tapi mereka mampu berbagi.
Sementara itu di kediaman Rayan, pria itu berjalan menghampiri meja makan, tapi suasana begitu sepi entah kemana? para pelayan itu, tidak biasanya mereka tidak muncul untuk menghidangkan makanan untuk nya.
Rayan, berjalan untuk mengambil handphone nya, dia menelpon asisten pribadi nya, ingin bertanya pada pria itu dimana semua pelayan kini berada, pria itu hanya melupakan semua keluarga nya, tapi urusan pekerjaan otaknya masih baik-baik saja.
"Dimana? kalian"tanya Rayan.
"Kami sudah di pecat oleh nyonya Nora, tuan"ujar asisten pribadi rumah tersebut.
"Apa! tapi siapa? yang memberikan wanita itu ijin "kata Rayan.
"Mommy, Rayan, mereka sudah tidak bisa bekerja karena semua sudah dikuasai oleh wanita ****** itu"ujar gadis, yang tiba-tiba muncul di sana bersama dengan Nora.
__ADS_1
Seakan tak pernah habisnya, jika dulu ada Almira, dan saudaranya yang bersekutu dengan Gadis, sekarang ada Nora.
Daisy, sudah tersingkir pikir nya, padahal dibalik Daisy, ada kekuatan besar yang melindungi Daisy dan David, wanita itu.
David, adalah ancaman bagi gadis, karena dengan begitu anak cucunya yang lain tidak akan pernah dapat warisan dari Rayendra.
"Tapi mom, dirumah tidak ada yang"
"Ada, calon istri mu yang akan memasak untuk mu, dan untuk yang bersih-bersih rumah akan pegawai khusus"ujar gadis.
"Terserah kalian saja"kata Rayan.
Pria itu pun, duduk di meja makan sambil menunggu Nora, menyajikan makanan wanita itu sama sekali tidak memasak nya melainkan memesan dari restaurant, dan menyajikan itu di dapur, agar Rayan, mengira bahwa wanita itu yang memasak semua nya.
Rayan, tidak ingin ambil pusing dengan semua itu.
Nora, menghidangkan makanan tersebut, di hadapan Rayan, wanita itu bahkan mengaku tangannya terkena cipratan minyak panas, saat memasak padahal wanita itu tidak sedikit pun menyentuh wajan.
Rayan, langsung memeriksa tangan wanita itu, yang kini diolesi dengan salep, hingga Rayan, meniup-niup tangan Nora lalu kemudian wanita itu meminta Rayan, untuk segera makan.
Nora, tersenyum pada Gadis, wanita itu balas tersenyum pada Nora.
Keduanya, sama-sama wanita licik, mereka ingin menguasai Rayan.
Sementara di kediaman Daisy.
Agam dan Anya, tengah duduk santai sambil mengobrol bersama dengan Daisy dan Dion.
..........................
Daisy dan Dion, kini tengah duduk berhadapan dengan Anya dan Agam, mereka berbicara serius, terutama Dion, pria itu meminta Anya dan Agam untuk waspada, karena ada seseorang dibalik semua kejadian itu.
Dion, segera menyelamatkan putri dan cucunya, itu meskipun harus meninggalkan perusahaan yang ada di Indonesia, demi keamanan keduanya, dia juga sengaja mengadakan jumpa pers agar posisi cucunya aman, dengan menguasai 4D group.
Sampai akhirnya mereka semua mengerti bahwa Rayan, juga dalam keadaan bahaya.
Daisy, langsung bergegas menuju kamar nya, dia ingin menghubungi Riki, untuk bicara empat mata, dia ingin meminta Riki, memata-matai Nora, lewat Yanwar dan temannya yang ada di Mension.
Daisy, tidak tau jika mereka semua sudah disingkirkan oleh Nora, wanita itu begitu kejam, tanpa memikirkan bagaimana mereka mencari nafkah.
Daisy begitu murka, saat tau semua sudah terjadi dia bertekad untuk pulang tidak perduli apa yang akan terjadi, dia akan pergi sendiri menemui Rayan.
"Sampai mati aku, tidak akan pernah memaafkan dirinya, jika sampai mencelakai keluarga ku"ujar Daisy.
"Ada apa? sayang"tanya Dion.
"Nora, sudah menyingkirkan semua asisten di Mension, dan semua sudah kembali ke kampung"ucap Daisy.
"Apahhh!"teriak Anya dan Agam.
"Aku harus menyelamatkan mas Rayan, Pah Dy... titip David di sini setidaknya sampai semua aman."ujar Daisy.
"Baiklah sayang, tapi kamu harus pulang bersama dengan Sheng"ujar Dion.
"Baik Pah" jawab Daisy.
Mereka pun bubar untuk beristirahat, sementara itu Daisy, kini tengah memasukan pakaian tersebut kedalam koper Daisy, harus bekerja lebih keras untuk mengingatkan Rayan, kembali jika memang pria itu tengah hilang ingatan, sekalipun ia harus menjadi wanita nakal untuk suaminya sendiri.
Hingga pagi menjelang siang Daisy, sudah bersiap untuk pergi setelah berpamitan kepada putranya itu, dia ingin David, menuruti semua yang ia ajarkan untuk menjaga diri selama Daisy, tidak ada.
David, adalah anak yang baik, saat Daisy pamit pun David, hanya memberikan pelukan.
"David, mommy, pergi untuk menjemput Daddy, yang lagi sakit doakan agar semua nya lancar oke"ucap Daisy.
"Dy, sayang papah berpesan jangan gegabah"ucap Dion.
"Ya Pah"jawab Daisy.
Anya dan Agam berangkat bersama dengan Daisy, Agam, membawa koper milik Anya, sementara Sheng, membawa koper milik Daisy.
Mereka berangkat menuju rumah Anya, dan Agam.
Sesampainya di sana Daisy, menitikkan air mata dia melihat kebersamaan nya dengan Rayan, dulu kini seakan semua sudah berlalu.
"Mas aku tidak rela jika kamu jadi korban dari keserakahan mereka"ucap Daisy.
Daisy pun istirahat sejenak, sebelum dia pergi untuk menemui Rayan, secara langsung.
Daisy, langsung bergegas pergi menuju rumah Rayan, disana dia sempat ditahan agar tidak bisa masuk ke dalam, tapi kemudian Daisy, mengancam akan membawa masalah itu ke polisi, akhirnya mereka mengijinkan Daisy, masuk.
Sementara Rayan saat itu tengah duduk santai bersama dengan Nora, Daisy, yang kini berpenampilan seksi dia langsung duduk di pangkuan Rayan, pria itu menatap Daisy, tanpa kata.
__ADS_1
"Hi...kau wanita ******, apa? kau tidak punya malu heeuh!"teriak Nora.
Sementara Daisy, hanya menoleh sambil mendelik.
"Mas, aku ngantuk boleh kita tidur"ucap Daisy manja.
Sementara Rayan, meraih tangan Daisy, menarik nya dengan sangat kasar.
Hingga Nora, tersenyum puas Rayan, menyeret Daisy, hingga keluar rumah.
"Daisy, jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ku lagi, kau adalah penghianat"ucap Rayan.
"Mas, aku merindukan mu"ucap Daisy.
"Pergi"ujar Rayan.
"Aku mohon please, setidaknya ijinkan aku disini"ucap Daisy.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan pengkhianat ada di rumah ku"ujar Rayan, sambil menarik tangan Daisy.
"Mas, aku bunuh diri saja, jika kamu terus seperti ini"ujar Daisy.
"Daisy pergi!"ucap Rayan.
"Mas kamu tega"ucap Daisy.
"Pergi!"teriak Rayan.
"Dy, sayang kamu sedang apa? disini"ucap Sheng.
"Sheng kamu disini"ucap Daisy.
Sheng langsung bergegas meraih Daisy membawa dia pergi ala bridal style, sementara itu tangan Rayan, terkepal erat.
Sementara Nora, dia tersenyum penuh kemenangan.
Daisy, kini tengah menangis sesenggukan di dalam mobil, sementara Sheng, berkali-kali meminta maaf Daisy, membalas nya dengan anggukan.
"Mom" panggil Anya.
"Rayan, sudah sangat berubah, hiks hiks hiks"Daisy menangis sesenggukan, hingga dia tertidur pulas.
"Agam, tolong bawa mommy ke kamar kakak"ujar Anya.
Sampai malam tiba, seseorang datang, secara diam-diam dia masuk kedalam kamar yang kini ditempati oleh Daisy.
Daisy, sendiri masih terlelap dalam tidur nya, terlihat genangan air mata di sudut mata nya.
"Sayang, maafkan aku.....untuk sementara kamu harus terluka seperti ini, aku, sangat mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkan mu sampai kapan pun, tapi misteri ini belum terungkap semua aku, akan tetap menjauh dari mu"ujarnya sambil berbaring dan memeluk istrinya dari samping.
Sementara Daisy, yang merasakan pelukan itu,dia menelusup kan wajah nya di dada bidang Rayan, bahkan dia menangis dalam diam.
Rayan, terbangun sebelum pukul empat pagi, karena takut orang rumah menyadari nya, saat itu Rayan menghapus rekaman Cctv di rumah tersebut.
Daisy, sendiri pura-pura tidak melihat itu.
Rayan mengecup puncak kepala dan bibir nya.
Daisy, sempat menitikkan air mata dan melihat punggung pria yang sangat ia cintai.
"Aku tau kamu setia mas"ucap Daisy.
Daisy, pun bangun dia langsung masuk kedalam kamar mandi dia berendam di dalam bathtub, sambil memejamkan mata nya.
Wanita itu kini dia berencana untuk datang ke kantor Rayan, dia akan menjadi wanita penggoda pada suaminya itu, tidak perduli Rayan akan menganggap nya aneh.
Daisy ingin selalu dekat dengan Rayan, apalagi saat ini dia menyembunyikan sesuatu dari semua yaitu kehamilan nya.
"Rumah ku adalah dirimu, sampai kapan pun aku akan kembali padamu"ucap Daisy.
Sementara itu Anya, kini sudah bersiap untuk kekantor, dia sudah berada meja makan bersama dengan Agam, mereka sedang menunggu Daisy, menghidangkan sarapan pagi nya.
Sampai saat mereka berangkat ke kantor, Daisy, diam-diam berangkat menuju kantor Rayan wanita itu ingin menemui suaminya lagi.
Sesampainya di sana Daisy, masih disambut dengan baik oleh karyawan di sana.
Daisy kini langsung masuk kedalam ruangan, yang ternyata suaminya, tengah sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja nya.
"Mas, aku bawakan sarapan pagi"ujar Daisy.
"Kamu masih tidak menyerah"ujar Rayan.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah sampai mas mau menerima ku"ucap Daisy.