Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Pernikahan#


__ADS_3

"Yang.... AA tidur dimana" ucap Riki, saat sampai di Mension, sesuai perintah Rayan, mereka semua harus tinggal di Mension.


"Di sini ada banyak kamar A... jadi AA pilih saja yang menurut AA, nyaman" ujar Anya.


"Heumm... kamu saja yang pilihkan" ucap Riki lagi.


" Baiklah ayo ikut aku A"ucap Anya.


"Kemana" ujar Riki.


"Ke surga mau" ujar Anya datar.


"Jangan dong yang... kita belum menikah" ujar Riki.


Sementara Anya, hanya menggelengkan kepalanya.


Anya berjalan menuju kamar utama yang ada di lantai bawah, kebetulan itu tidak pernah terpakai, meskipun semua fasilitas nya lengkap.


"Yang ini kamar kita" ucap Riki, yang lagi-lagi tengah bercanda.


"Kamar kita nanti di kampung, bukannya AA, mau boyong aku ke kampung" ucap Anya.


"Memangnya kamu mau tinggal di kampung yang, terus yang membantu Agam, siapa?" tanya Riki.


"Aku siap tinggal dimana pun bersama dengan suamiku, meskipun itu adalah rumah yang paling sederhana sekalipun asal AA, mau berusaha dan terutama perasaan AA, sama Anya tidak pernah berubah, itu sudah lebih dari cukup" ucap Anya.


"Terimakasih yang, AA juga tidak mungkin tega jika harus memberikan mu rumah yang teramat sederhana, AA akan bekerja keras untuk keluarga kita sekalipun AA, sudah tidak lagi bisa berjalan suatu hari nanti" ucap Riki.


"Terimakasih sebelumnya A, semoga kita selalu diberikan kemudahan" ucap Anya.


"Ya sayang... Amin"ucap Riki.


"Ya sudah sebentar lagi subuh, sayang sebaiknya segera istirahat" ucap Riki, yang kini mengusap kepala gadis itu.


"Good night" ucap Anya.


"Me too" ujar Riki.


Mereka pun berpisah Riki, langsung melepaskan sepatu yang dia kenakan mengganti nya dengan yang tersedia di sana lalu berjalan menuju kamar mandi dan memberikan diri terlebih dahulu setelah perjalanan jauh.


Begitu juga dengan Anya, gadis itu baru saja selesai mandi dan berganti pakaian.


Di, langsung tertidur pulas di sana.


Sampai pagi tiba, mereka berdua sudah bangun dan bersih untuk pergi ke kantor, Anya, mendatangi kamar Riki sambil membawa setelan jas lengkap dengan aksesoris nya yang baru.


"A, aku masuk ya" ujar Anya.


"Masuklah yang" ujar Riki.


Saat Anya masuk Riki baru selesai berpakaian dia menggunakan kemeja dan celana jeans.


Dia terlihat tampan dan rapi.


"A... ganti pakai ini ya, AA kan harus jadi wakil CEO" ucap Anya.


"Yang...AA hanya ingin bantu kamu saja itupun jika AA bisa" ucap Riki.


"Yang aku maunya kamu ikut meeting penting hari ini" ucap Anya.


"Tapi aku hanya akan membuat sayang malu karena AA, tidak tau apa? yang akan kalian bahas nanti" ucap Riki.


"AA, Anya tidak mungkin membiarkan AA... dipermalukan. Anya akan ada di samping AA, sampai rapat selesai." ujar Anya.


"Baiklah sayang ku" ucap Riki.


" Ya...itu baru calon CEO ku masadepan ku" ucap Anya.


"Sayang ada-ada saja" ucap Riki.


Riki langsung mengambil perlengkapan tersebut dan masuk kedalam walk-in closed.


Setelah menunggu beberapa saat Riki, berjalan keluar dari dalam walk-in closed, sampai di depan pintu keluar Anya, yang sedari tadi menunggu kini tengah mematung menatap seseorang yang terlihat sangat tampan dan gagah menurut Anya.


"Yang....sayang.... kamu kenapa? kok bengong sih"tanya Riki.


"Yang" panggil Riki lagi tapi, Anya belum merespon juga. hingga saat.


Cuph...


Satu kecupan mendarat di bibir Anya.

__ADS_1


Gadis itu baru tersadar.


"Ah...eum AA...." ucap Anya tersipu malu.


"Habis ayang kok ngelamun gitu?" ujar Riki.


" A....Anya sekarang menyesal kenapa? harus kasih jas ini ke AA, nanti kalau AA diambil oleh wanita lain bagaimana" ucap Anya.


Cuph...


Lagi-lagi kecupan itu mendarat di bibir Anya.


"A" ujar Anya yang kini menatap lekat wajah tampan itu.


"Sayang kamu mikirin apa? sih kok mikirnya kemana-mana gitu, apa? ada yang salah dengan penampilan AA" ucap Riki, sambil membalas tatapan mata sayu itu.


"AA... sangat tampan saat ini, Anya takut AA dilirik oleh wanita lain" ucap Anya.


"Hi...sayang AA hanya milik kamu dan orang tua AA, jadi insyaallah AA gak akan tergoda dengan siapapun" ucap Riki.


"Ah, sudah lah aku mungkin terlalu lebay... lagipula jika AA kecantol wanita lain, Anya tidak akan menahan AA, AA bebas memilih siapapun calon pendamping AA" ucap Anya yang langsung berbalik pergi.


Tapi pelukan hangat Riki, menghentikan langkahnya.


"Sayang... kamu jangan berpikiran negatif, AA sangat mencintaimu, meskipun AA tau jika kita terlalu jauh berbeda, tapi AA, akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk mu" ucap Riki.


"Aku hanya takut, A tapi jika itu terjadi aku juga pasrahkan semua pada yang maha kuasa, dan mengenai perbedaan, Anya tidak pernah membedakan manusia dari seberapa kaya orang itu, karena materi bisa dicari oleh siapa saja tapi tidak dengan cinta tulus." ucap Anya.


"Terimakasih Yang... AA tidak bisa berjanji akan menjadi yang sempurna bagi mu, tapi AA akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa buat sayang bahagia dengan cara AA"ucap Riki.


" Ya A... Anya percaya, dan untuk saat ini Anya begitu bahagia bisa bersama dengan AA" ucap Anya.


" jika begitu senyum dong, sayang ayo bukannya sekarang ada meeting penting" ucap Riki.


" Tidak mau AA, cukup stay di ruangan Anya, Anya gak mau siapapun melirik AA" ucap Anya, sambil menggelengkan kepalanya dihadapan wajah Riki, pria itu langsung mendekat dan mencium bibir Anya.


"A"ucap Anya lirih.


Gadis yang kini sudah bersiap itu, langsung meraih lengan Riki dan bergelayut manja hingga didepan meja makan, Anya langsung melepaskan tangannya dia langsung meraih piring dan diisi dengan nasi goreng seafood buatan pelayan untuk Riki.


Setelah mengisi nya Anya pun menyuguhkan itu di hadapan Riki, dan Riki menyambut nya dengan senyuman termanis, dia merasa bahagia karena Anya, mau belajar untuk menjadi istri yang baik.


"Tidak ada yang aneh yang, hanya saja aku merasa sangat bahagia karena sudah bisa merasakan pengabdian seorang istri"ucap Riki, sambil tersenyum manis.


"Owh, i itu Anya belajar dari mommy" ucap Anya.


"AA, yakin sayang bisa"ucap Riki.


"Heumm" jawab Anya, sambil meletakkan roti yang sudah dia oles dengan selai coklat kacang, yang menggugah selera bagi Anya.


"Yang mau makan ini"tawar Riki.


"Tidak Yang makasih" ucap Anya.


"Heumm... nanti kalau AA yang masak mau makan gak" ucap Riki.


"Anya coba ya, tapi gak janji bisa"jawab Anya.


"Iya sayang tidak apa-apa, AA tidak akan memaksa hal itu" ucap Riki.


Mereka pun akhirnya sarapan pagi bersama setelah itu langsung berangkat ke kantor.


...................


Sampai akhirnya mereka tiba di depan gedung perkantoran milik Anya, hingga tiba di depan lobby. Anya, langsung disambut oleh beberapa karyawan yang ada di sana.


Riki, begitu kagum ternyata calon istri nya adalah seorang pemimpin perusahaan besar yang bergerak di bidang properti.


"Sayang ayo" ucap Anya, yang sempat melihat Riki mematung di tempatnya.


"Ah...ya sayang" ucap Riki.


Sampai saat mereka tiba di depan pintu lift khusus Presdir.


Mereka berpapasan dengan Agam, yang juga berpenampilan gagah dengan balutan jas mahalnya diikuti oleh kedua asisten pribadi nya.


"Kakak dikira masih betah di kampung ayo cepat sudah terlambat untuk pergi meeting" ucap Agam.


"Masih terlalu pagi Agam, aku juga belum menyiapkan semua nya, dan ini ada AA, aku mau mengantar dia ke ruangan ku dulu" ucap Anya.


"Semua, sudah aku siapkan, asisten kakak sebentar lagi turun, aku sengaja datang kesini dulu untuk mengecek semua nya, apa sudah siap" ucap Agam.

__ADS_1


" Ya terimakasih" ujar Anya.


"Ya sudah antar A Riki dulu nanti buruan nyusul ke kantor" ucap Agam.


"Iya" ucap Anya.


Anya pun memasuki lift khusus Presdir, dan diikuti oleh Riki sampai gadis itu memencet nomor lantai yang ia tuju yaitu lantai teratas.


"Sayang kantor mana yang Agam, maksud? tanya Riki.


"Kantor pusat yang dia pegang A, ini adalah kantor cabang, dan Anya hanya memegang satu bidang saja sementara Agam masih banyak lainnya." ucap Anya.


"Riki, semakin merasa rendah di hadapan calon istri nya, tapi dia heran Anya bisa sangat mencintai nya. yang bahkan tidak punya apa-apa jika dibandingkan dengan Anya.


"Yang dah sampai, kenapa? Anya perhatikan AA banyak melamun sedari tadi" ucap Anya, yang langsung menggenggam jemari Riki, yang kini bertautan dengan nya.


"Yang, AA hanya merasa tidak pantas untuk mu, AA hanya "ucapan Riki tergantung karena Anya, langsung membungkam bibir Riki, dengan menempelkan jari telunjuk nya di bibir Riki.


"AA lihat Anya...Anya mencintai AA bukan karena materi, tapi karena Allah yang menciptakan rasa ini untuk ku dan kita" ucap Anya.


Riki memeluk Anya.


"Terimakasih sayang" ucap Riki.


"Sama-sama A" ucap Anya.


"Ya sudah sekarang AA, bisa tolong bantu Anya, ini semua adalah laporan yang harus di cek ulang, dan AA Bisa periksa apa? laporan ini sudah benar atau belum dan AA bisa mulai dari sekarang nanti setelah Anya pulang Anya tanda tangan"ucap nya menjelaskan.


"Iya sayang, beres AA akan menebus waktu mu yang terbuang sia-sia gara-gara AA" ujarnya.


"A, aku tidak merasa semua itu sia-sia aa jangan bilang seperti itu, Anya sedih AA terus-menerus menyalahkan diri sendiri, sudah sewajarnya Anya, datang menemui calon mertua Anya" ucap Anya yang lagi-lagi memeluk Riki.


"Ya, sayang tapi AA tidak bisa menyambut mu dengan baik" ucap Riki, yang kini merangkul pinggang ramping itu.


"Aku bahagia A, sudah lebih dari cukup bahkan Anya bahagia punya calon mertua yang sangat baik hati, saat pernikahan itu datang, Anya ingin membuat yang terbaik untuk kedua orang tua yang telah melahirkan pria tampan dan baik hati calon suami ku ini"ucap Anya yang kini mendekat kan wajah nya dengan wajah Riki, dan ciuman itu kembali terjadi sedikit lebih lama.


"Sayang, katanya sudah terlambat" ucap Riki.


"Ah...aku lupa" ucap Anya yang kini melihat ke arah cermin dan merapihkan penampilan nya.


Setelah dirasa cukup dia langsung berbalik menghadap Riki.


Cuph...


Satu kecupan kecil mendarat di bibir seksi itu, keduanya tersenyum manis, Anya meraih punggung tangan Riki dan untuk pertama kalinya nya dia pamit sambil mencium punggung tangan calon suami nya itu.


*Aku pergi dulu yang kamu hati-hati disini, ingat jika ada cewek cantik yang datang jangan di lirik"ujar Anya sambil tersenyum.


Gadis dewasa itu terus menggoda calon suaminya itu dengan canda nya, sampai dia berlalu pergi.


Sementara Riki, dia hanya tersenyum melihat tingkah calon istri nya yang sangat cantik baginya itu.


Bagi Riki, Anya cantik luar dan dalam karena tidak hanya cantik dari parasnya tapi juga sangat baik hati.


Anya sendiri kini pergi ke kantor pusat, dimana Agam yang kini menjadi pemimpin perusahaan tersebut setelah Rayan, beralih menangani perusahaan pribadi nya dan juga perusahaan warisan dari Daddy nya yang malah jauh lebih besar dari perusahaan milik mereka.


Sesampainya di sana, dia datang sedikit terlambat karena terus berbincang dengan Riki.


Mereka bahkan sudah memulai rapat tersebut hampir sejak lima belas menit lalu, akhirnya Anya hanya duduk menjadi pendengar dan setelah Agam, meminta pendapatnya barulah gadis itu bicara dengan tegas dan lugas, seperti bagaimana harusnya seorang pemimpin, saat ini mereka sedang membahas pembangunan cabang perusahaan baru yang akan di mulai di dirikan di luar kota, dan untuk itu semua orang akan sangat bekerja keras untuk mewujudkan nya.


Setelah selesai rapat dia langsung kembali ke perusahaan nya, Anya buru-buru masuk sambil menenteng beberapa paper bag berisi kotak makan siang, yang dia beli saat di jalan, sementara untuk dirinya ada sup jamur yang akan dipadukan dengan roti kering.


Untuk Riki sendiri dia belikan beberapa menu agar calon suaminya itu, bisa memilih yang mana yang akan dia makan.


"Sayang... aku bawakan makanan nih" ucap Anya.


"Heumm sayang ku sudah datang"ucap Riki yang kini langsung menyambut Anya, dengan senyum yang mengembang.


"Bagaimana, apa? tidak ada masalah" ucap Anya.


"Sedikit sayang ada beberapa laporan yang janggal, dan aku sudah mengecek nya beberapa kali dan meminta sekertaris mu mengambil kan hasil laporan keuangan bulan lalu, tapi yang sebelah sana semua sudah sesuai. tinggal sayang tanda tangan.


"Heumm...aku kira hanya aku saja yang mengira adanya masalah beberapa Minggu ini ternyata AA juga"ujar Anya.


Lalu kenapa? tidak diselesaikan segera sayang" ujar Riki, sambil mengelus pipi mulus itu dengan jemarinya.


"Ada sesuatu yang harus diselidiki A, dan aku sedang menunggu kakak, santai karena setelah kakak tidak mengawasi perusahaan ini setelah kecelakaan itu terjadi, ada banyak kejanggalan yang terjadi, Anya hanya nunggu waktu yang tepat untuk mengungkap semua nya"jawab Anya.


"Jika AA bisa bantu, AA akan bantu sayang untuk mengurus semua nya, mulai sekarang ujar Riki.


"Ya sudah kita bahas itu di rumah, sekarang kita bisa makan dulu" ucap Anya.

__ADS_1


__ADS_2