Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Ngidam#


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu sejak hari dimana Ray menyatakan cinta terhadap Raya, keduanya tidak saling bertemu satu sama lainnya.


Ray kini sedang berada di luar kota sementara dirinya kini tengah sibuk dengan pekerjaan sebagai guru les.


Semakin kemari peserta les bahasa di rumah Raya semakin bertambah banyak bahkan saat Raya sibuk dengan peserta online sambil mengajar mereka yang ada di sana.


Kebanyakan dari mereka adalah tingkat SMP, SMA .


Sementara SD dan TK di jadwal dalam satu Minggu dua kali.


Sehingga Raya tidak bisa pergi kemanapun saat ini.


Sementara itu butik milik Agista, Bumil itu tengah merengek meminta sesuatu pada suaminya tapi David tidak kasih karena yang Agis mau dibeli di pinggir jalan raya yang bahkan banyak debu dan polusi udara.


Agista ingin membeli rujak buah yang dijual di pinggir jalan dimana tidak terlalu jauh dari kantor David tapi pria itu menolak untuk membeli itu, bukan takut pedagangnya jorok karena dia yakin setiap pedagang pasti suka menjaga kebersihan hanya saja tempat dimana pedagang rujak itu mangkal adalah tempat yang banyak polusi udaranya.


"Sayang kita bisa minta mommy buat rujak paling lezat oke, tapi jangan yang itu ya sayang."ucap David.


"Tidak mau... maunya yang itu saja."ucap Agista.


Agista yang selama ini sangat mandiri kini dirinya justru lebih manja dari saat dia kecil dulu.


David pun menghela nafas berat pada akhirnya dia mengalah demi anak dan kedua buah hatinya itu.


Pria itu bahkan pergi dengan menggunakan masker setelah beberapa waktu mengantri akhirnya pria itu pun mendapatkan apa? yang wanita itu inginkan.


David langsung bergegas menuju butik padahal saat itu dia juga harus meeting penting, tapi demi sang istri dan kedua janin yang kini tengah berkembang di dalam perut istrinya itu.


Sesampainya di butik, David langsung bergegas menuju ke ruangan dimana kini istrinya itu berada.


Sampai saat dia tiba di ruangan milik istrinya terlihat istrinya itu tengah mengurus pekerjaan bersama dengan Weni.


Agis tengah merancang sebuah gaun pengantin yang dipesan oleh seorang anak pejabat yang akan melangsungkan pernikahan itu satu bulan kedepan.


Gaun itu sudah berbentuk tapi Agi masih merancang detailnya dengan sangat apik agar saat jadi nanti klien pentingnya itu akan sangat puas dengan hasilnya.


David langsung mendekat dan mengecup kening istrinya lanjut di bibir tanpa menghiraukan Weni yang kini tengah memasang detail aksesoris gaun tersebut yang sudah Agista buat sehebat mungkin.


"Ini yang kamu mau Honey tapi ingat hanya satu kali ini saja tidak dengan yang lainnya."ucap David sambil memberikan satu buah kantung plastik.


"Terimakasih honey,,, maaf bikin repot."kata Agista.


"Ya sayang sama-sama."balas Rayan.


"Heumm,,, baik'lah sayang aku cicipi dulu."ucap Agista.


"Heumm,,, kamu suka cinta?."ucap David.


"Tentu saja Sayang.... thanks for watching."ucap Agista sambil tersenyum manis.


"Ya sayang sama-sama aku pulang terlambat malam ini jangan menunggu ku karena besok adalah saat kontrol kandungan jadi aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu untuk hari esok jadi aku bisa serahkan pada asisten ku sayang jadi kita bisa berangkat sama-sama untuk melihat keadaan buah cinta kita."ucap David.


"Ya sayang terserah kamu saja."balas Agis.


Agista pun tersenyum manis pada suaminya yang kini memeluk dan mengecup bibir istrinya itu.


Akhirnya David berlalu sambil melambaikan tangan kepada istrinya itu.


"Agis bagaimana? rasanya menjadi istri dari seorang David Davidson."ucap Weni sambil tersenyum.


"Menyenangkan."jawab Agis singkat.


"Itu sudah terlihat. "ucap Weni.


Agis kembali melanjutkan pekerjaannya yang lumayan rumit tersebut.


Sementara itu di Amerika Leon kini tengah mabuk berat, karena kekasihnya itu benar-benar pergi bersama dengan keluarga laki-laki yang merupakan tunangannya.


Gadis itu kembali tidak mendengarkan permintaan Leon.


Leon pun berbaring di atas ranjangnya, pria itu pun menitikkan air mata. menyesal tentu saja dia menyesal karena tidak pernah memberikan kepastian pada wanita itu hingga dia memilih untuk tidak lagi mengejar dirinya.


Leon sendiri terkena getahnya.


Keesokan harinya Leon sudah bersiap untuk pergi bekerja di tengah jalan dia pun melihat kekasihnya tengah berjalan sambil berpegangan tangan dengan pria itu tepat di samping trotoar jalan yang dia lewati.


David menghentikan mobilnya lalu bergegas turun dan menarik wanita itu kedalam dekapannya.


"Nety ikut aku."ucap Leon.


"Lepaskan tunangan ku bajingan."ucap pria yang kini menatap nyalang pada Leon.


"Dia adalah calon istriku berani-beraninya kau bersama dia disaat dia tengah mengandung putra kami."ucap Leon tegas.

__ADS_1


"Apa? kau bilang, anak mu, dia itu masih singgel."ucap pria itu.


"Owh kau tidak tahu rupanya apa? kau ingin melihat bukti percintaan kami."ucap Leon yang kini meraih handphone nya dari dalam saku celananya.


"Cukup Leon cukup! apa? maumu kita tidak bisa melanjutkan hubungan karena kamu hanya menginginkan tubuhku tapi tidak pernah mau berkomitmen."ucap Nety.


"Mari kita menikah."ucap Leon.


"Hahaha.... terlambat Leon, aku akan menikah dengan dia beberapa hari lagi."ucap Nety.


"Tidak Nety aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."ucap Leon.


"Kenapa? apa? kau menyesal."ucap gadis itu.


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk menikah dengan pria manapun."ucap Leon.


"Heumm benarkah."ucap gadis itu menantang.


"Nety sayang jangan dengarkan dia."ucap pria itu.


"Jangan panggil dia seperti itu, itu adalah panggilan kesayangan ku!."ucap pria itu.


"Tapi dia lebih menyayangi aku dan menghargai ku."ucap Nety yang bernama asli Natalina Aguilera.


Leon langsung membawa gadis cantik itu kedalam mobilnya.


Natalina adalah gadis berusia 21 tahun saat pertama kali bertemu dengan Leon dia tengah berada di club malam.


Gadis itu tengah tersesat dalam pencarian jati diri, dan saat pertama kali bertemu dengan Leon adalah disaat mereka melakukan one night stand, saat itu Natalina benar-benar masih virgin dan Leon dengan tanpa rasa bersalah telah merenggut satu-satunya yang Natalina jaga.


"Leon,,, jangan buat aku dalam masalah, kamu sudah memutuskan untuk meninggalkan ku kapan saja bukan.... lalu kenapa? setelah ada pria yang benar-benar serius malah kamu kembali membawaku kembali."ucap Natalina.


"Diam dan dengarkan aku Honey,,, oke aku akui aku terlambat menyadari bahwa aku sangat mencintaimu."ujar Leon tegas.


Sementara pria yang sedari tadi bersama dengan Nety kini tengah menggedor-gedor pintu mobil yang langsung pergi dengan kecepatan tinggi.


Leon berencana untuk membawa gadis itu pulang ke Indonesia, agar sang mommy mau menikahkan mereka .


"I love you so much."


..........................


Jika Leon tengah berbahagia disana berbeda dengan Kimberly yang saat ini melihat seseorang yang selama beberapa minggu ini singgah di hatinya ternyata sudah memiliki keluarga.


Saat ini Kimberly tengah berada di luar kota dia dia tengah meninjau pembangunan hotel milik perusahaan yang bekerja sama dengan pria bernama Azka itu.


Saat mereka pergi bersama dari ibukota pria itu tidak membawa siapapun, dan mereka berdua pun tampak akrab hingga Kimberly semakin yakin jika pria itu adalah calon teman hidupnya nanti tapi setelah dia melihat itu dia tidak lagi punya harapan, bahkan harapan itu hancur seketika.


Saat ini Kimberly hendak makan malam di restoran hotel tempat mereka menginap tapi saat dia menoleh kesamping dengan dia melihat Azka tengah bercanda tawa sambil menyantap makanan tersebut dengan seorang wanita dan juga seorang gadis kecil disampingnya yang kini tengah Azka suapi.


Betapa hancurnya perasaan yang selama beberapa minggu ini terbentuk dari kedekatan mereka saat sedang bekerja sama selama ini.


Kimberly bingung antara melanjutkan niatnya untuk makan atau kembali ke kamar saat itu juga, tapi dia berfikir ulang dia tidak ingin merugikan dirinya sendiri hanya karena rasa cinta yang tak pernah terbalas itu.


Pada akhirnya Kimberly melanjutkan makan malam, sambil sesekali menatap kearah ponsel yang ada di tangannya itu.


Sementara dirinya tidak sadar jika Azka kini sudah berada di hadapannya terus menatap lekat wanita cantik tanpa polesan make up tersebut.


"Kenapa? tidak menyapa ku."ucap Azka.


"Ah,,, anda disini."ucap gadis itu pura-pura tidak tahu.


"Ada apa? heumm."ucap pria itu.


Kimberly langsung meraih tissue hendak mengusap tangannya yang kini terkena cipratan saus steak yang kini dia tengah makan.


"Tidak ada,,, Tuan Azka sudah lama disini. anak dan istrinya sangat cantik."ucap Kimberly.


"Terimakasih ."ujar Azka.


"Kamu juga cantik."ucap Azka.


"Turunan."ucap Kimberly santai seolah tidak terjadi apa-apa.


"Aku serius."ucap Azka.


"Terimakasih, tapi apa? tidak sebaiknya anda bersama dengan istrinya, takut timbul fitnah."ucap Kimberly.


"Aku seorang pebisnis, dan kamu juga lalu siapa? yang akan curiga dengan kita saat ini."ucap pria itu.


"Entahlah tapi kurasa."


"Mas,,, ini siapa?."ucap seorang wanita yang tadi terlihat bersama dengan Azka.

__ADS_1


"Dia partner bisnis mas, namanya nona Kimberly Davidson.


"Owh,,, hai kenalan saya Nabila ini putri saya Ana."ucap wanita cantik yang kini berdiri di samping Azka.


"Owh,,, saya Kim."ucap Kimberly yang tidak ingin menyebutkan nama panjangnya karena mereka sudah tau.


"Silahkan duduk jika ingin bergabung, saya lanjut makan dulu."ucap Kimberly santai.


"Owh tidak usah sebentar lagi kami mau pulang."ucap wanita itu.


"Ya... silahkan hati-hati di jalan."ucap gadis itu yang kembali fokus pada makanan yang tengah iya makan.


Sementara Azka menangkap keanehan yang berusaha Kimberly tutupi saat ini.


"Nona bisa bawakan wine kemari saya pesan satu ."ucap Kimberly.


"Terimakasih saya sedang tidak ingin minum."ujar Azka yang kini menatap lekat wajah gadis yang tengah menyibukkan diri dengan ponsel di tangannya.


"Sepertinya anda salah faham, saya memesan itu untuk dibawa pulang."ucap gadis itu.


"Kim kita masih punya banyak pekerjaan, kenapa? harus pulang secepat itu."ucap Azka.


"Maksud saya ke kamar tuan."ucap gadis itu.


Kimberly pun meminum air putih setelah itu baru jus yang ia pesan tadi.


"Kim,,, sepertinya kamu sedang ada masalah dari nada bicaramu sedikit berbeda. boleh tau ada masalah apa? tapi sorry sebelumnya."ucap pria itu.


"Tidak ada masalah mungkin hanya sedikit kurang nyaman saat melihat semua yang hadir disini sepasang keluarga yang harmoni, sementara aku disini sendirian."ucap gadis itu.


Ada benarnya juga apa? yang dikatakan oleh Gadis itu.


"Sekarang kamu tidak sendiri aku disini."ucap pria itu setelah wanita yang tadi bersama dengannya itu pergi.


"Suami orang duduk disini setelah istrinya pergi apa? kata orang-orang itu."ucap Kimberly.


"Tidak akan ada yang berani bergosip."ucap Azka.


"Ah sudah selesai Nona jika bisa kirimkan satu botol lagi ke kamar ya."ucap Kimberly sambil berlalu tanpa pamit.


"Kim,,, jangan seperti ini jika kamu ada masalah cerita saja aku bisa mendengarkan."ucap Azka yang merebut botol wine itu.


"Tuan,,, tolong jangan ikuti saya, saya tidak ingin ada orang yang salah faham."ucap Kimberly yang hendak meraih wine tersebut.


"Kamu lihat bukan istriku bahkan sudah pergi... bohong pria itu, padahal dia benar-benar belum punya istri.


"Terserah itu untuk anda saja."ucap gadis itu yang kini langsung pergi.


"Kim..."panggil Azka sambil tersenyum.


Pria itu tau saat ini Kimberly tengah merasa cemburu, tapi Azka hanya menganggap dia sebagai rekan bisnis saja karena pria itu memang sudah bertunangan dengan wanita tadi hanya saja mereka bersama karena perjodohan.


Nabila memiliki anak diluar nikah saat akan meresmikan hubungan mereka, tiba-tiba saja kabar buruk itu datang bahwa pesawat yang ditumpangi oleh calon suami Nabila tiba-tiba hilang tanpa jejak.


Pria itu dinyatakan telah tiada bersama dengan penumpang lainnya dan Azka adalah sahabat dari calon suami Nabila.


Akhirnya keluarga Nabila memohon agar Azka mau menjadi suami Nabila untuk memberikan sebuah keluarga bagi gadis kecil itu.


Maka tidak salah jika Kimberly mengira mereka adalah adalah sebuah keluarga karena gadis kecil itu memanggil Azka dengan sebutan papah dan Azka sendiri pun begitu telaten dalam menyuapi gadis kecil bernama ana itu.


Dua hari telah berlalu kini Kimberly sudah bersiap untuk kembali ke rumah, setelah dua hari ini interaksi Kimberly hanya untuk urusan pekerjaan, selebihnya Kimberly menghindari obrolan yang dilontarkan.


"Kim tunggu!."seru Azka saat melihat Kimberly hendak naik mobilnya.


Gadis itu mematung tanpa menoleh sedikit pun.


"Kim,,,ini untuk mu."ucap pria itu menyodorkan sebuah paper bag.


"Terimakasih tuan Azka."ucap gadis itu yang kini masuk kedalam mobilnya.


"Sama-sama Kim."ucap pria itu.


Mereka sama-sama berpisah, setelah tidak terjadi pembahasan penting itu.


Gadis itu awalnya mengabaikan pemberian dari Azka tersebut, sampai saat setengah perjalanan dia meraih paper bag tersebut.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah kotak perhiasan.


Didalamnya ada sebuah kalung berlian yang sangat indah.


Ada secarik kertas di sana dengan tulisan tangan dari pria itu.


"Aku tidak sengaja melihat itu saat aku jalan-jalan kemarin, dan aku teringat yang terindah dari yang indah itu cocok untuk wanita seindah dirimu senang bekerja sama dengan mu."Azka.

__ADS_1


__ADS_2