Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Pantai#


__ADS_3

"Aku tidak siap kak, lain kali saja kita kesana biar menjadi kejutan"ucap Sherina, menolak halus.


Jujur hati Sherina belumlah siap jika ternyata Agam, meminta dirinya untuk secepatnya menikah dengan nya, dia merasa tidak berguna jika dia menikah dalam keadaan seperti saat ini.


Agam sendiri saat ini tengah menatap lekat pada Sherina, entah apa? yang dipikirkan oleh Agam saat ini.


Hingga satu pertanyaan lolos dari mulut pria itu.


"Yank,,, apa? kau sedang berusaha untuk mengulur waktu lagi"ucap Agam.


"Tidak,, kak hanya saja, aku tidak tau apa? yang harus aku lakukan saat tiba di sana, aku bahkan tidak bisa ngapa-ngapain"ucap Sherina.


"Aku tidak meminta mu untuk bekerja, aku hanya ingin kita pulang dan beristirahat di sana"ucap Agam.


"Heumm,, baik'lah"ucap Sherina yang akhirnya mengalah.


Agam tersenyum senang, karena akhirnya Sherina, akan melihat rumah yang Agam beli dan dia rancang ulang beberapa untuk menyesuaikan dengan kondisi Sherina saat ini.


"Yang,, sepertinya sudah tidak ada pekerjaan apapun lagi, sekarang kita bisa langsung pergi"ucap Agam.


"Heumm,, Baiklah"balas Sherina.


Mereka, pun pulang bersama menuju rumah yang Agam sebutkan tadi Sherina sepanjang perjalanan melihat pemandangan yang cukup indah, di sana ada sebuah bukit tidak jauh dari tengah kota, dia melihat sebuah bangunan yang terlihat sangat bagus dan megah itu rumah yang Agam maksud, terlihat begitu nyaman.


Sampai Agam, memarkirkan mobilnya di depan halaman rumah besar tersebut dia langsung turun dari mobil, setelah mematikan mesin terlebih dahulu dan berjalan mengitari mobil, untuk membukakan pintu agar Sherina tidak menunggu lebih lama, dia mengambil kursi roda dan menggendong gadis itu membawanya ke atas kursi roda yang kini digunakan Sherina untuk beraktivitas sehari-hari.


"Yank,, bagaimana Apa? kamu suka di rumah ini untuk kita tinggal nanti dan saat ini kita akan menginap di sini aku merancang ini khusus untuk kita berdua Dan anak-anak Kita kamu juga kan bagaimana?" tanya agama lagi yang tidak sabar menunggu jawaban dari Sherina.


"Dari luar sangat bagus dan indah serta nyaman, Tapi! kan aku belum melihat dalamnya bagaimana tapi terserah sih mau bagaimana juga kan ini rumahmu lagi pula aku juga tidak bisa melakukan apapun di sini mau sebagus apapun rumah ini"ucap Sherina.


"Sayang jangan putus asa begitu bentar lagi aku yakin kamu bisa berjalan dan kita bisa menikmati semuanya berdua Dan nanti saat anak kita lahir kamu juga akan menjadi Ibu yang terbaik yang bisa menjaga anak kita"ujar Agam memberi semangat.


Agam langsung membuka pintu, dan tampak lah sebuah ruangan yang cukup besar dan di sana ada beberapa set sofa yang yang hampir mengitari ruangan tersebut.


Agam, membawa Sherina berkeliling rumah tersebut, setelah selesai di lantai pertama dia membawa Serena masuk ke dalam lift yang di desain khusus agar Sherina tidak kesulitan untuk naik ke lantai 2.


Setelah tiba di lantai 2, di mana kamar mereka berada nanti Agam memasuki kamar utama dia menunjukkan semua fasilitas yang sudah lengkap, dengan semua perlengkapan wanita dan juga pria itu untuk mereka berdua dan kini Agam, membawa Sherina naik ke atas ranjang, dia, mendudukkan Sherina di sana.


"Bagaimana,, apa? semuanya sudah pas, atau masih ada yang kurang kamu bisa merubahnya sendiri sayang karena kamu ratu di rumah ini, jadi kamu bisa melakukan apapun untuk rumah ini membuat dirimu lebih nyaman." ucap ragam.


"Aku suka semua nya, dan tidak perlu ada yang di rubah, kak Agam bisa tolong dekatkan kursi roda nya, aku harus mandi"ucap Sherina.


"Baiklah sayang tunggu sebentar aku siapkan semua nya"ucap Agam.


"Kak,, tidak usah aku bisa sendiri"ucap Sherina.


"Tidak sayang, biarkan aku melayani mu, saat ini"ucap Agam.


"Heumm baik'lah"ujar Sherina.


Tiba-tiba handphone milik Sherina berbunyi, gadis itu melirik ke arah Agam, dan Agam pun mengerti apa? yang di inginkan oleh Sherina.


Pria itu mengambil tas milik Sherina, dan ia langsung memberikan nya.


"Matteo"ucap Sherina lirih, saat melihat layar handphone nya itu.


"Ada apa?"tanya Sherina.


"Kamu dimana? aku mencari mu di restaurant"ucap Matteo.


"Di rumah kak Agam, aku menginap di sini"jawab Sherina.


"Rumah yang mana, kirim alamat nya, agar besok aku jemput kamu, besok saatnya terapi"ucap Matteo.


"Aku akan pergi dari sini kamu tunggu di rumah sakit" kata Sherina padahal Matteo.

__ADS_1


"Heumm baik'lah tapi jika ada apa-apa segera hubungi aku"ujar Matteo.


"Ya"balas Sherina.


Sementara Agam sedari tadi dia mendengarkan percakapan mereka hingga selesai.


Pria itu lalu berkata"Mulai sekarang aku yang akan gantikan Matteo"ucap Agam.


"Tidak Yank,, kamu sibuk"ucap Sherina.


"Aku bisa mengatur ulang jadwal ku"ujar Agam.


"Tidak,, aku tidak ingin terus merepotkan mu"ucap Sherina.


"Yank,, apa? itu aku ini calon suamimu, sudah sewajarnya bukan aku membantumu."ucap Agam yang tidak terima dengan perkataan Sherina.


"Aku tau, tapi aku tidak ingin membuat mu mengabaikan pekerjaan mu"ucap Sherina.


"Heumm,,, terimakasih atas perhatian mu sayang tapi aku bisa menangani semua nya, kamu tidak perlu khawatir."ucap Agam.


Obrolan, mereka berakhir saat Agam menyiapkan semua kebutuhan Sherina, saat ini sebelum dia mengantarkan Sherina, masuk ke dalam kamar mandi.


Semuanya, sudah siap dan Sherina, pun dibawa masuk ke dalam kamar mandi dengan kursi rodanya.


Saat, Agam akan keluar, dia langsung berbalik lalu berkata "Yank,,, jika butuh bantuan kamu panggil saja aku ada di luar."ucap Agam. sambil berjalan menutup pintu kamar mandi tersebut.


Sementara, Sherina sendiri yang sudah terbiasa dengan keadaannya saat ini dia langsung merendam seluruh tubuhnya sambil sesekali melirik, ke sekeliling kamar mandi yang ternyata begitu nyaman.


meskipun, berjam-jam lamanya berada di sana karena di sana juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang bisa membantu Sherina naik turun turun kursi roda.


Ada beberapa pegangan yang muncul dari lantai samping bathtub-e jika sherina memencet tombol tersebut, semua dirancang khusus untuk Sherina saat ini.


Sementara Agam duduk di sebuah sofa singgel sambil menunggu Sherina, dia duduk di sambil memangku laptop nya.


"Yank,, kamu bisa melakukan itu semua sendiri"ujar Agam.


"Ya tentu saja, lalu kakak kira aku selama ini diurus siapa? tidak ada suster atau siapapun yang membantu aku di apartemen ku"ucap Sherina.


...................


kini waktu makan malam pun tiba keduanya tengah duduk di kursi depan meja makan mereka berbincang setelah beberapa saat Agam membuat makanan bersama si Rina ternyata rumah itu juga sudah dilengkapi dengan kebutuhan pangan dapur yang megah dan canggih.


Agam juga mau makan masakannya sendiri karena semua bumbu Sherina yang menyiapkan Gadis itu dengan cekatan menyiapkan bumbu meskipun dia sambil duduk di atas kursi depan meja bundar tempat untuk meracik sayur dan bumbu sementara Agam mengambilkan semua bahannya dibutuhkan dan Sherina memberitahu Agam tata cara memasak makanan tersebut hingga akhirnya makanan itu jadi keduanya tampak tersenyum bahagia dan kini mereka tengah saling berhadapan menatap ke arah makanan tersebut yang terlihat lezat meskipun yang memasaknya tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya itu.


"Yank,, Apa? kamu yakin masakan ini enak, coba deh di cicipi dulu jika tidak enak aku buang saja,,, aku takut kamu keracunan"ucap Agam.


"Dosa, loh buang-buang makanan lebih baik dimakan enak nggak enak buatan sendiri coba deh Kakak coba duluan pasti rasanya enak itu kan resepnya dari aku yang buat apa bedanya aku yang masak dan tidak semuanya dan."u ucap Sherina.


"Ya Kamu benar Yank,, aku makan saja enak nggak enak ini pasti enak deh, aku percaya semua ini sangat lezat,, tadi aku hanya bercanda! Kamu tahu sendiri kan aku tidak pernah menolak makanan buatanmu sejak pertama kali kita bertemu. karena itu adalah makanan terlezat hampir mirip dengan yang mommy membuat."ucap Agam.


"Ya,, sudah ayo kita mulai makan."ujar Sherina.


"iya Ayah sayang aku juga sudah lapar nanti setelah kita makan aku mau ngajak kamu nonton di bioskop mini di rumah kita ini" ucap Agam sambil tersenyum manis.


Sampai, akhirnya selesai makan, keduanya pergi menuju sebuah ruangan di mana di situ terdapat bioskop mini, yang sengaja Agam sediakan untuk hiburan di sela waktu libur bersama istrinya Sherina.


Karena, besok setelah terapi usai, Agam akan langsung mempersunting Sherina, dan semua itu ia rahasiakan dari gadis cantik itu karena Agam takut Sherina akan mundur lagi.


Kini, Agam akan menjadikan Sherina sebagai istrinya karena dia ingin mereka bisa bahagia bersama seperti harapannya harapan mereka berdua, karena saat ini sudah tidak ada lagi halangan apapun.


"Sayang,, kamu pilih sendiri film apa? yang kamu mau! aku akan dengan senang hati menemanimu menonton dan kamu juga bisa mencari cemilan yang kamu inginkan semua ada di bawah meja." ucapan Agam.


Pria, itu dengan sengaja membiarkan Sherina mengitari seluruh ruangan bioskop tersebut, bahkan dia juga meminta Sherina, yang memutarkan filmnya secara langsung.


Karena, dia ingin Sherina terbiasa dengan semua fasilitas yang ada di sana, agar disaat Agam bekerja dia bisa menghibur dirinya dengan menonton ataupun bersantai ditemani oleh fasilitas khusus yang Agam sediakan.

__ADS_1


Agam sendiri saat ini hanya duduk manis di samping Sherina.


"Apa? kamu suka Yank"ucap Agam.


"Heumm ya"jawab gadis itu.


Agam sendiri mengelus puncak kepala Sherina dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, mulai besok kita sudah bisa tinggal di sini untuk selamanya"ucap Agam.


"Tapi Yank,, kita belum halal"ucap Sherina.


"Kamu lihat saja besok ok, sekarang tidak perlu berpikir yang macam-macam, karena setelah ini aku ingin kita bahagia bersama,"ucap Agam.


"Amiinn yrbl alamin"balas Sherina.


Keesokan paginya, di pagi yang cerah dan dipenuhi dengan kicauan burung yang ada di halaman belakang, membuat suasana yang sejuk itu.


Agam dan Sherina sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit dimana Sherina melakukan terapi berjalannya.


"Yang apa? sudah siap,,, kita akan segera berangkat nanti kita mampir di cafe yang tidak jauh dari sini untuk sarapan, kamu pasti suka deh"ucap Agam.


"Benarkah,,, apa? tempat itu sangat nyaman"tanya Sherina.


"Tentu saja Yank"jawab Agam.


Agam mendorong kursi roda milik Sherina menuju pintu lift, setelah itu ia kembali memegang kursi roda tersebut.


Agam, mendorong kursi roda Sherina, kembali setelah keluar dari dalam dalam lift.


Kini, keduanya menuju ke garasi mobil, yang luas tersebut dan terdapat beberapa jenis mobil yang Agam miliki, semua itu bisa digunakan oleh Sherina.


Agam, meminta Sherina untuk menunggu sebentar saat dia akan mengeluarkan mobil dari dalam garasi mobil tersebut.


Setelah, mobil siap dia membuka pintu penumpang untuk membawa Sherina masuk ke dalam mobil tersebut, Sherina duduk di samping jok kemudi, tepatnya di jok penumpang bagian kiri.


Agam pun memasangkan sabuk pengaman pada tubuh Sherina setelah itu dia melipat kursi roda tersebut dan memasukkannya ke dalam mobil,di jok belakang.


Kursi roda dengan fitur canggih itu bisa dilipat atau dibiarkan seperti kursi biasa.


Mereka pun pergi dengan mobil tersebut menuju sebuah kafe yang ada di pinggir jalan yang akan mereka lewati setiap kali bolak-balik untuk pulang pergi ke rumah tersebut.


Agam terus melajukan mobilnya hingga sampai di sebuah cafe yang terlihat sangat menarik dari interior cafe tersebut.


Setelah, mobil terparkir dengan rapi, Agam pun mematikan mesin, Ia turun terlebih dahulu dan membuka pintu pintu samping mobil untuk mengambil kursi roda milik Sherina.


Setelah kursi roda siap ya pun membuka pintu mobilnya dan langsung membuka sabuk pengaman.


Sherina, langsung mengalungkan tangannya ke leher Agam, saat pria itu akan mengangkat tubuhnya dan membawanya ke atas kursi roda.


Agam tersenyum manis saat melihat ekspresi Sherina yang terlihat menahan malu, saat wajah mereka hampir menempel.


"Kenapa wajahmu merah sayang apa kamu ingin aku cium"canda Agam sambil terkekeh.


"Yank,,, kamu jahat deh apaan,,, sih ekspresinya gitu amat, seneng lihat orang terintimidasi"ucap Sherina sambil mencubit perut Agam wanita itu gema saat melihat durasi wajah agama yang seakan mengejek dirinya.


Gadis itu mencabikan bibirnya dia merasa kesal dengan kelakuan agama yang sedari pagi selalu mengusili dirinya saat ini agan pun mendorong kursi roda milik Sherina sambil tertawa pelan.


"Bukan begitu Yank,,habis kamu lucu sih kayak orang baru kenal saja! padahal dulu saja kita sangat deket lagian kan sekarang kita calon suami istri, kenapa? malu-malu begitu"ucap Agam.


"Heumm,,puas!"ucap Sherina yang semakin terlihat menggemaskan saat dia ngambek.


"maaf Yang maaf habis kamu bikin gemes deh aku kan jadi semakin bersemangat"ucap Agam sambil mengelus tangan gadis itu.


Kini mereka sudah duduk di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2