Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Pertengkaran#


__ADS_3

"Maafkan Vivi neng ibu akan menasehati dia nanti"ucap ibu Ricky yang merasa tak enak hati.


"Ibu,,, ibu maafkan Anya ya,, Anya tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, Anya hanya mengingatkan saja jika disini tidak ada peraturan yang mengharuskan siapapun untuk menunda waktu makan."ucap Anya lembut sambil mengusap bahu ibu mertua nya.


"Iya sayang ibu tau kok,, neng tidak pernah bersikap kasar pada orang lain jika orang itu tidak pernah memulainya"ucap ibu Ricky.


"Dasar penjilat"ucap Vivian.


Prang.....


Piring itu tiba-tiba berhamburan di lantai, bagaimana? tidak Ricky benar-benar murka saat Vivi menghina istrinya.


"Satu kali lagi kau berkata begitu, aku akan menghancurkan mulutmu itu tidak punya akhlak Vivian. harusnya kau bersyukur Kakak ipar mu itu baik padamu, dan juga keluarga kita. tapi kau bukanya betterterima kasih kau menghina dia apa? mau di mana urut malu jika saja istriku tidak menerima aku apa adanya di mana Kau dapatkan hidup yang layak! kehidupan mewah yang belum tentu bisa kuberikan padamu! kau memang keras kepala bahkan keluarga kita saja tidak ada yang mau mengurus mu pantas saja bibi dan paman pergi meninggalkan mu karena siapapun tidak akan tahan dengan anak seperti mu!"teriak Ricky.


"Sayang jangan diteruskan! sudah biarkan saja ayo bu Kita pindah biar kita makan lesehan saja seperti di kampung biar nikmat Jangan hiraukan mereka berdua mengucapkannya yang menuntun ibu dan bapak mertuanya itu menunjukkan bed dan mengisyaratkan pelayanan untuk menata makanan di meja yang ada di sana.


Hingga semua orang berkumpul tapi tidak dengan Vivian Gadis itu pergi langsung menuju kamarnya dan membanting pintu hal itu membuat Anya menggelengkan kepala dia benar-benar tidak kuat dengan tingkah Gadis itu yang bagaikan orang kesurupan namun kedua orang mertuanya dia harus bersabar dan menahan emosinya dia tidak ingin kedua orang tuanya tersinggung jika hanya benar-benar murka saat ini.


Sampai pada saat mereka selesai makan malam. Vivian yang tiba-tiba keluar dengan membawa kopernya wanita itu ingin pergi dari rumah tersebut.


Dia bilang, dia tidak suka tinggal di rumahnya lebih baik dia pulang kampung dan hidup sendiri daripada hidup menumpang dengan wanita yang benar-benar ia benci saat ini.


Ucapan Gadis itu benar-benar membuatmu dia bahkan mengusir Vivian saat itu juga.


Vivian pun pergi dengan sopir yang berada di sana seakan dia adalah seorang majikan dia bahkan memerintah sopir itu untuk pergi mengantarkan dia ke kampung halamannya.


Dan itu, disetujui oleh Anya. karena dengan begitu dia tidak akan terganggu lagi dengan kehadiran gadis itu.


Meskipun, dia harus menyewa orang untuk mengawasi gadis itu. karena Vivian sudah bukan Vivian yang dulu lagi.


Jika, Vivian yang dulu suka berbuat onar masih bisa di nasehati meskipun cara bicaranya masih tetap tidak terkontrol. tapi saat ini semua orang dibuat geram olehnya.


Entahlah apa dia salah makan atau sedang mabuk yang jelas semuanya tidak ada yang membenarkan. Ricky pun terpaksa menelpon beberapa beberapa saudaranya untuk merawat Vivian sementara waktu.


Ricky, akan membayar semua biaya hidup yang dikeluarkan untuk merawat Vivian.


Karena Ricky tidak akan terima siapapun yang menghina istrinya karena Anya adalah wanita baik-baik wanita terhormat yang sangat baik hati hingga bisa menerima dirinya dan keluarganya apa adanya.


Bahkan Anya masih bisa bersabar untuk menghadapi Vivian yang semakin kurang ajar pada dirinya.


Sementara Anya sendiri tidak menghiraukan hal itu Dia pamit pada kedua mertuanya untuk pergi ke kamar karena rasanya dia ingin kembali istirahat setelah menghabiskan makan malamnya itu.


Sementara itu, di tempat lain Agam dan Sherina. kini tengah beraktifitas di atas ranjangnya mereka seakan lupa waktu bahkan benar-benar melupakan waktu makan malamnya karena hanya dalam buayan cinta dan kasih sayang mereka.


Mereka berdua bahkan tidak ingin mengakhiri itu sebelum Sherina sendiri yang memintanya.


Pria itu, benar-benar jago juga berurusan dengan hal seperti itu meskipun sebenarnya siapapun akan melakukan hal yang sama.


Hingga, keesokan harinya mereka berdua bangun dan kembali mandi bersama lalu bersiap untuk beraktivitas seperti biasanya.


Mereka berdua, akan pergi ke kantor masing-masing. namun kali ini Agam tidak membiarkan istrinya pergi dengan membawa mobil sendiri. dia pun mengantar Sherina meskipun mereka tak searah, tapi demi istri tercintanya dia rela melakukan apa saja.


Agam, si pria tampan dan gagah juga penyayang itu adalah calon Daddy dari kedua anak kembarnya. yang kini sudah bisa dipastikan berusia dua bulan lebih semakin saat ini dia semakin bersemangat dalam bekerja atau lebih tepatnya tidak ada kata lelah dalam bekerja.


Agam bahkan akan lupa waktu jika saja dia tidak ingat istrinya juga sedang mengurus perusahaan milik nya.


Agam, sudah melarang istrinya Beker tapi berhubung gadis itu tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya. Agam pun meminta istrinya agar sering-sering beristirahat di sela-sela kegiatannya dalam bekerja.


Memiliki istri yang juga merupakan pewaris perusahaan tertentu, membuat Agam dilema.


pasalnya dia juga tidak bisa selamanya membantu Sherina setiap waktu untuk menghandle perusahaan tersebut.


Agam, hanya akan sesekali mewakili perusahaan milik Sherina jika ada meeting yang mengharuskan istrinya itu pergi ke luar kota. barulah dia yang akan menggantikan Sherina.

__ADS_1


Sementara, Matteo pria itu kembali ke Italia. setelah memastikan Sherina baik-baik saja,


karena kini keluarganya sudah memberikan restu atas pernikahan Matteo dengan gadis itu yang dilakukan secara diam-diam tersebut.


Sherina pun kembali mengurus perusahaan milik nya sendiri karena Matteo juga mengembalikan tanggung jawab tersebut.


Kini, Agam tengah berniat untuk makan siang di restoran milik Sherina. meskipun tempat itu cukup jauh dari kantor milik nya tapi pria itu tidak menyurutkan langkah nya karena istrinya kini sudah berada di sana.


Sherina, menggunakan taksi untuk tiba di sana. bukan tanpa alasan dia pergi meskipun dia masih memiliki setumpuk pekerjaan, tapi karyawan nya meminta dia untuk datang karena seseorang membuat kekacauan di sana.


Tepatnya seseorang yang membuat onar.


Sesampainya di sana, Sherina disuguhi pemandangan yang cukup membuat dia syok bagaimana tidak bahkan seorang karyawan nya terluka akibat ulah dari wanita yang baru saja ia jumpai beberapa Minggu lalu.


Ya,, dia adalah Vivian, gadis yang kini tengah berdiri dengan sugar Daddy nya dan seorang wanita cantik lainnya yang sudah seumuran dengan Daisy istri Rayan. mereka marah hanya karena pelayan itu tidak sengaja menumpahkan kuah dari makanan tersebut hingga mengenai jas mahal milik pria itu.


Dan yang marah itu bukan pria yang datang bersama dengan nya tapi Vivian si wanita menyebalkan itu.


.........................


"Hentikan semuanya!"teriak Sherina.


"Owh ternyata bos di tempat ini adalah kamu, pantas saja karyawan disini tidak ada yang benar"ucap Vivian.


"Kamu tidak punya hak untuk bicara seperti itu pada orang ku, jika ada kesalahan seharusnya di bicarakan secara baik-baik."ucap Sherina.


"Baik-baik bagaimana,,, apa? kamu tidak lihat kerusakan yang diakibatkan oleh anak buah mu kemeja dan jas mahal calon suamiku kotor dan apa? kamu tau harga dari jas ini mencapai puluhan juta jadi kamu harus segera mengganti rugi semuanya."ucap gadis itu.


"Berapa? aku harus membayar semua itu katakan"ucap Sherina.


Bumil itu memanggil asisten pribadi nya menghadap kearahnya.


"Seratus lima puluh juta"ucap gadis itu.


Vivian, yang terbakar emosi pun langsung mengangkat tangan hendak menampar wajah cantik Sherina. namun seketika sebuah tangan kekar itu menahan dan menariknya.


"Sampai kau berani menyentuh wajah istri ku, aku akan memotong tangan menjijikkan ini."ucap Agam.


Pria itu baru saja masuk sudah disuguhi pemandangan yang sangat membuat ia murka.


Sementara pria yang baru saja keluar dari toilet untuk berganti pakaian, dia langsung menghampiri mereka.


"Ada apa? ini."ucap seseorang di belakang Sherina.


Sontak semua orang menoleh ke arah pria itu yang ternyata benar dugaan Sherina, dia adalah pria di masalalu nya.


Sherina sempat melihat pria itu dari foto yang ada di ponsel milik Vivian.


Gadis itu sengaja memotret pria yang baru saja terkena tumpahan kuah sayur tersebut.


Dan beberapa saat kemudian pria itu pergi ke toilet untuk membersihkan itu tanpa marah sedikit pun, dia langsung pergi begitu saja sambil menghubungi seseorang.


Setelah, orang yang dihubungi nya datang pria itu langsung mengganti seluruh pakaiannya dengan pakaian ganti yang dibawa oleh pria itu.


"Kak Rama."lirih Sherina.


"Sherina!"panggil Rama dengan lantang.


Pria itu langsung menghambur memeluk wanita cantik itu.


Pria yang sudah hampir sepuluh tahun pergi dari kehidupan Sherina. karena harus pindah ke luar negeri itu dia adalah pria pertama yang selalu melindungi Sherina disaat keluarga sambung nya menyakiti gadis itu.


Pria itu, adalah tetangga Sherina. saat dia masih tinggal bersama dengan ayah dan juga ibu tirinya.

__ADS_1


Tangis haru pun pecah saat Rama memeluk wanita itu, bagaimana pun pria itu selalu disebut namanya oleh Sherina disaat dia tersakiti oleh perbuatan ibu tiri nya itu.


Biasanya pria itu selalu ada dan melindungi gadis belia yang baru saja kena pukul ibu tirinya yang kejam itu.


Gadis itu bahkan akan menangis di pelukan nya seperti saat ini.


"Kau berani-beraninya memeluk calon suamiku!"teriak Vivian tidak tahu malu.


"Maaf Sherina dia salah faham, aku meminta dia untuk hadir disini karena teman ku dari Jepang membutuhkannya kamu pasti tau untuk apa? aku meminta dari rumah bordil."ucap Rama.


"Kau menjadi wanita nakal!."teriak Agam pada Vivian.


"Aku,,, aku hanya ikut teh Ida kesini"ucap Vivian.


"Tunggu aku akan menghubungi A Ricky agar dia tahu kelakuan mu seperti apa?"ucap Agam yang kini masih menahan tangan wanita itu.


"Jangan,, jangan lakukan itu bibi pasti akan sangat kecewa padaku"ucap gadis itu.


Agam langsung menghubungi Ricky dan dia meminta kedua scurity yang ada di sana untuk mengamankan kedua wanita yang kini berteriak-teriak minta dilepaskan, Sherina pun meminta para pengunjung agar tetap tenang menikmati makanan tersebut, karena sebagian dari mereka menatap kearah nya.


Rama pun duduk bersama dengan Sherina dan asisten nya tentunya Agam juga ada di sana.


Sherina pun mengenalkan Agam pada Rama, awalnya pria itu enggan untuk berjabat tangan karena saat ini Agam berstatus suami Sherina yang ternyata tengah hamil.


Rama berniat menjodohkan Sherina pada sahabat terbaik nya saat di luar negeri, tapi sayang saat ini ternyata dia sudah bersuami.


Namun rasa sayang Rama sebagai kakak angkat dari Sherina masih tetap utuh untuk gadis yang dulu sering menangis dihadapan nya itu.


Agam, pun memberikan keleluasaan karena tau jika Rama adalah pelindung Sherina. dan pria itupun sudah berkeluarga.


Obrolan mereka dilanjutkan sambil makan siang, ditambah dengan obrolan seputar bisnis karena ternyata rekan bisnis Rama merupakan salah satu rekan bisnis Agam juga akhirnya terjadi perbincangan yang cukup serius diantara mereka mengenai kerja sama tersebut.


Sampai pada saat Ricky dan ibunya datang ke restoran tersebut dimana saat ini Vivian dikurung dengan Ida di sebuah ruangan agar mereka tidak kabur.


Ricky yang murka langsung mendobrak pintu tersebut tanpa menunggu pintu itu terbuka lebih dulu.


Gadis itu bahkan terlihat gemetar ketakutan saat melihat Ricky yang tengah menatap tajam kearah nya.


"Jadi begini kelakuanmu"


Plak...


Tamparan keras itu mendarat di pipi kanan kiri sepupunya itu.


"Ampun A aku hanya ikut dia."ucap Vivian yang kini terhuyung ke belakang karena tamparan keras yang ia terima.


Sementara ibu Ricky kini menampar Ida.


"Ternyata benar apa? yang dikatakan oleh Daisy, bahwa kau adalah ****** yang suka menjerumuskan teman sendiri, aku akan melaporkan semua ini pada polisi"ucap ibu Amira.


"Tidak Bu,, saya melakukan semua itu karena saya gelap mata saya ingin balas dendam pada A Ricky yang sudah membuat kami kecewa bahkan ibu dan nenek saya mati gara-gara kalian semua"ucap Ida.


"Semua itu bukan kesalahan kami, justru kalian yang tidak tau diri kalian juga yang mencari masalah jangan pernah melempar kesalahan pada orang lain! karena kami tidak pernah menjanjikan apapun. kalian yang datang ingin melamar putra ku satu-satunya dan aku bersyukur karena Tuhan menunjukkan bahwa semua itu adalah sebuah kesalahan"ucap Amira.


Almira langsung meminta Ricky menghubungi polisi.


Ida sudah memohon untuk melepaskan dirinya namun tidak kunjung dilepaskan hingga polisi datang dan membawa dirinya pergi ke kantor polisi. Ricky hanya ingin membuat gadis itu merasa jera.


Sementara Vivian langsung dibawa pulang oleh Ricky dan ibu Almira. Ricky sendiri akan kembali ke kantor polisi bersama dengan Vivian nanti untuk memberikan keterangan.


Agam, sendiri tidak perduli dengan semua itu.yang dia pedulikan saat ini adalah kebahagiaan dirinya yaitu Sherina dan calon baby twins mereka.


Agam langsung membawa istrinya kembali kekantor miliknya sampai jam pulang kantor tiba nanti.

__ADS_1


__ADS_2