
"Tidak ini milik aunty punya Agis ada di sana"jawab Sherina sambil tersenyum menunjukkan kado' yang kini dipegang oleh suaminya.
"Agis tidak suka pita Daddy"ucap Agis.
"Heumm,, itu bukan pita sayang kamu bisa buka dulu isinya berlapis-lapis, sini Daddy bantu."ucap Agam lembut sambil membawa gadis kecil itu kedalam pangkuan nya.
"Baiklah tapi jika itu milik aunty gimana?"ucap gadis kecil itu.
"Tidak sayang Daddy yakin ini milik Agis"ucap Agam meyakinkan.
"Baiklah"Agista mulai melihat tangan Agam yang kini membukakan kado tersebut.
"Agis tuker kado yu!."ucap Sherina.
"Gak mau pasti kado milik aunty gak bagus."ujar gadis kecil itu.
Agam dan Sherina saling pandang setelah itu mereka tersenyum.
"Aunty kadonya jelek ya?."tanya Agista.
"Nggak juga sayang ini malah lebih bagus."jawab Sherina.
"Sayang memangnya isinya apa? heumm."ucap Agam.
"Yang pastinya bukan yang aku suka."ucap Sherina sambil menggeleng kecewa.
"Salah ya sayang sorry,,."ujar Agam pelan.
"Tidak sih hanya saja aku tidak mungkin menggunakan ini."ucap Sherina sambil menunjuk pada sebuah benda yang kini terlihat berkilau namun ukuran anak-anak.
"Itu untuk Agis."ucap Agam.
"Ya itu milik kamu Agis,, makanya Aunty bilang juga apa? ucap Sherina.
"Baiklah itu untuk aunty."ucap Agista menunju kado yang dipegang oleh Agam.
Sebenarnya kado itu tidak sengaja tertukar karena memang paper bag yang digunakan dengan bentuk kado dan bungkus juga tidak ada perbedaan membuat Agam lupa yang mana kado untuk putri nya dan yang mana kado untuk istrinya.
Agam, langsung memasang kalung berlian itu di leher kedua orang wanita yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Agam. mengecup kedua puncak kepala mereka
Satu Minggu telah berlalu sejak saat itu Agista masih tinggal bersama dengan Agam, dan kini kehidupan Agam semakin bahagia karena ternyata sudah benar-benar dipastikan bahwa jenis kelamin bayi kembar yang dikandung oleh Sherina adalah laki-laki.
Agam begitu bahagia karena mendapat penerus generasi nya bukan cuma satu tapi dua sekaligus.
"Sayang aku sangat mencintaimu,, terimakasih atas semua yang telah kamu berikan untuk ku."ujar Agam yang kini masih menggendong Agista, setelah mereka memeriksa kehamilan Sherina.
"Berterimakasih kepada yang maha kuasa."ucap Sherina.
"Itu tentu Sayang"ujar Agam.
Kini mereka mampir di restaurant milik Sherina. setibanya di sana Sherina langsung membawa suami dan putri sambungnya itu ke lantai lima dimana ruangan nya berada.
Kemajuan dari restaurant tersebut semakin pesat dan saat ini Sherina sedang membangun gedung yang sama di tempat yang berada di luar kota.
Restaurant yang menyediakan berbagai macam menu dan makanan khas dari setiap negara itu.
Sehingga yang datang berkunjung tidak hanya orang dari daerah setempat tapi para pelancong pun semakin banyak.
Agam, sangat bersyukur ternyata Sherina benar-benar bisa membangun. bisnisnya dengan sungguh-sungguh.
Agam, mendudukkan Agista diatas sofa panjang itu, sementara dirinya menghampiri Sherina yang kini duduk di kursi kebesaran nya.
"Sayang kamu mau bekerja atau mau makan" ucap Agam.
"Sebentar, aku mau ngecek laporan dulu siapa tahu ada yang terlewat oleh asistenku tadi."Jawa Sherina. "Makanannya sudah dipesan kan sayang"tanya Agam lagi.
"Sudah tunggu saja sebentar lagi juga sampai."jawab Sherina.
"Cepet betul, perasaan kita baru masuk Sayang."ujar Agam sambil tersenyum.
"Mereka sudah mengerti saat aku masuk ruangan di jam segini pastinya akan makan siang."ujar Sherina.
Sherina pun,langsung berkutat kembali dengan laptopnya wanita itu tidak ingin berlama-lama dengan pekerjaannya. karena saat ini ada dua orang yang sedang menunggunya.
Agam pun, kembali menemui putrinya yang kini duduk dengan anteng. dengan gadget yang ia berikan tadi.
"Sayang, kamu sedang mainin apa sih fokus bener dari tadi perasaan Daddy lihat dari tadi nggak berkedip. Apa? sih yang dilihat coba Daddy lihat deh"ujar Agam.
__ADS_1
Agam sengaja menggoda Agista.
"Dedi Aku lagi lihat ini,, lagi lomba isi air ke dalam botol."ujar Agista yang kini meminta gadget nya dikembalikan.
"Masa sih coba lihat,, goda Agam kembali merebut ponsel itu dari putrinya.
Gadis itu pun, mencebikkan bibir nya.karena Agam sengaja meminjamnya sambil berdiri. dan Agista kesulitan untuk melihat itu, dan hampir terjatuh.
"Itu punyaku,, aku lagi melihat game daddy."rengek gadis kecil itu.
"Iya sebentar sayang nanti Daddy kembalikan kok, Daddy lihat dulu ya"ucap Agam dengan sengaja sambil pura-pura fokus.
"Daddy punya ponsel sendiri itu punya aku!." ucap Agista.
Sampai Agista akan menangis karena kesal, namun semua terhenti disaat mereka mendengar suara pintu diketuk dari luar.
Agam langsung memberikan ponsel tersebut pada putrinya.
Dan saat, pintu itu dibuka menampakkan pria yang kini tengah terlihat menahan marah.
"Ada perlu apa? anda datang kemari tuan Haidar."ujar Agam yang langsung bertanya saat itu juga.
"Aku ingin menjemput putriku! sudah cukup kalian menyembunyikan dia di sini"ucap Haidar. terlihat menahan marah.
"Sebentar apa tidak salah? aku menyembunyikan putriku sendiri dia di sini atas kemauannya bukan karena paksaan jadi kau harus pahami itu." ucap Agam.
Dia pun, langsung menggendong Agista dan tidak akan pernah ia berikan tanpa se izin Novita.
Karena, yang menitipkan Agista, adalah Novita. bukan Haidar.
Dan lagi, sampai saat ini sudah seminggu lebih Novita. tidak menghubunginya, Agam sedikit khawatir apa dia baik-baik saja ataukah ada sesuatu membuat dia tidak bisa menemui Agam.
Padahal, urusan perusahaan saat ini sudah ditangani oleh asisten pribadi Agam. yang belum ada konfirmasi dari Novita hingga saat ini wanita itu seakan menghilang ditelan bumi .
"Tuan Apa Anda tidak salah bicara . bukan lagi datang karena keinginannya selalu apa yang kau katakan bahwa kami telah menyembunyikan putri kami sendiri! ingat tuan Haidar. sebelum anda hadir dalam hidup Agista, kami yang lebih dulu ada bersama dia!. jadi belajar jika bisa ingin tinggal bersama kami lagi itu juga sudah menitipkan dia pada kamu dan kamu tidak akan memberikan kita kepada siapapun tanpa izin kita tegas, Sherina.
Sherina meminta Haidar untuk duduk dan membicarakan semuanya, dengan baik-baik namun pria itu tidak sabar ini membawa Agista.
Yang masih berada di dalam dekapan Agam.Agist bahkan enggan untuk menetap ke arah Haidar.
__ADS_1
Gadis kecil itu mengalami trauma saat ia membentak ibunya saat melihat angin dan membentak ibunya hingga saat dia kepada Agam