Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Daisy sakit#


__ADS_3

setelah Daisy diantar ke rumah miliknya, dia langsung menutup pintu tersebut dan mengunci nya sementara Rio, sebelum dia pergi dia menyuruh seseorang mengawasi rumah tersebut.


"Kamu hati-hati di rumah"ucap Rio.


Rio pulang menuju kediaman nya, dia kini tengah membersihkan diri, karena sebentar lagi dia harus menghadiri pesta pernikahan Rayendra, bersama wanita itu.


Di kediaman Rayendra, saat ini dia tengah terkurung di dalam kamar nya, sementara Dinda, saat ini sedang dirias oleh MUA saat ini pernikahan ini benar-benar mendadak tanpa aba-aba, karena keinginan mommy Rayendra yang tidak menyukai Daisy, yang selama ini ia selidiki, menurut nya calon menantu nya adalah yang terbaik, tidak seperti Daisy yang berasal dari kalangan bawah.


Rayendra, ingat saat dia pergi dari apartemen nya, dia merasa sangat bersalah, kenapa??... dia harus memperlakukan Daisy seperti itu, jika saja Daisy tidak terus menghindar dari dirinya, mungkin saat ini mereka sudah menikah tapi apa, kenyataan Rayendra justru harus menikahi wanita lain.


sementara itu di dalam rumah tempat nya di dalam kamar, Daisy tengah menangis pilu, saat ia tau Rayendra pergi untuk menikah dengan wanita lain, Daisy benar-benar harus merelakan nya pergi dan menjadi milik orang.


Daisy, mencoba memejamkan mata saat ini dia tidak ingin lagi mengingat apapun lagi, dia harus melupakan pria itu.


hingga kini Daisy tidur dengan gelisah, dia memang tertidur tapi hatinya begitu gelisah.


di Mension, mereka begitu bahagia ketika kata sah menggema di ruangan itu, Rayendra kini resmi mempersunting wanita itu.


kini Rayendra tengah memasang kan cincin kawin di tangan Dinda, dan Dinda pun melakukan hal yang sama seterusnya mereka menandatangani berkas pernikahan yang biasa sepasang pengantin lakukan.


Setelah selesai semua orang pun kini tengah menikmati jamuan, Rayendra, langsung meninggalkan Dinda yang tengah berkumpul dengan keluarga besar nya.


setibanya di kamar, Rayendra langsung mengambil handphone nya saat hendak menelpon Daisy, aksi nya dihentikan oleh Rio.


"Jangan lakukan itu, jika kamu masih ingin melihat dia baik-baik saja"ucap Rio.


"Aku hanya ingin bertanya apa dia sudah makan malam"ujar Daisy.


"Bagaimana dia bisa makan saat dia tau malam ini adalah malam pernikahan mu"ucap Rio.


"Tidak, dia tidak boleh tau tentang semua ini karena aku tidak akan pernah menjadi suami wanita lain seutuhnya"ucap Rio.


"Dia, sudah tahu dan saat ini dia sudah kembali ke tempat asalnya"ucap Rio.


"Itu tidak mungkin, dia masih terkurung di dalam apartemen ku, sampai saat ini jadi itu tidak mungkin"ucap Rayendra.


"Kau keliru Ray Daisy sudah tidak ada disana lagi, dia sudah pergi"ucap Rio lagi.


"Tidak...!! itu tidak mungkin kak, siapa yang sudah membantu Daisy pergi, aku akan membuat perhitungan dengan nya"ujar Rayendra.


"Daisy, memiliki teman seorang hacker terbaik itulah kenapa??... dulu dia tidak bisa kamu temukan"ucap Rio.


"Siapa??... dia"ucap Rayendra.


"Dia berasal dari negara Hongkong, dia lebih dikenal tanpa nama"jelas Rio.


"Sialan.... ahhhhhh...!!!"teriak Rayendra.


"Daisy... honey maafkan aku ahhhhhh aku ingin mati saja saat ini dari pada harus melihat dia benar-benar kecewa pada ku"ucap Rayendra sambil melempar beberapa barang yang ada di sekitar nya Rio yang melihat adiknya sesedih itu, akhirnya Rio pun mengelus pundak adiknya itu.


"Kak... aku tidak tega melihat dia terluka,hiks hiks hiks"Rayendra menangis sesenggukan.


"Sabar lah Ray...ini ujian"ucap Rio setelah Rayendra sedikit tenang Rio pun meninggalkan adiknya itu, saat ini.

__ADS_1


Rio keluar dari dalam kamar nya, tiba-tiba Ayah nya, beliau meminta Rio, untuk mengikuti nya ke ruang kerja.


Rio, pergi mengikuti ayah nya saat itu juga, sesampainya di sana Rio langsung masuk dan menutup pintu ruangan tersebut.


"Kenapa??... kamu selalu menolong gadis itu??..."tanya nya.


"Ayah... aku hanya tidak tega, melihat seorang wanita hidup menyedihkan, bagiku dia sudah seperti adikku sendiri, dia adalah gadis baik"ucap Rio.


"Cukup Rio...kau hanya sedang merasa iba dan jangan sampai kamu jatuh cinta pada wanita rendahan itu"ucap ayah nya tegas.


"Aku tidak jatuh cinta ayah tapi Rayendra mencintai nya, ayah jangan pisahkan mereka aku mohon mereka saling mencintai tidak kah ayah kasihan pada Rayendra, seperti Tante yang mencintai pria itu"ujar Rio.


"Cukup... Rio, jangan samakan dia dengan Tante mu jelas dia berbeda dari Tante mu"ucap nya..


Rio pun diam tapi dia langsung pergi meninggalkan ayah nya.


"Rio kamu mau kemana heuhhhhh"ucap sang ayah dia benar-benar marah.


tapi Rio tidak mau menghiraukan nya.


sementara itu di kediaman Daisy dia kini terbangun , dia melihat jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi, Daisy bangun dari tidur nya setelah itu dia langsung mencuci muka dan mengeringkan nya.


dia bangun karena merasakan sakit yang teramat,di bagian lambung nya, saat ini dia mencoba turun untuk memasak di dapur, miliknya tapi saat sampai di sana hanya ada mie instan dan satu batang sawi juga mentimun, Daisy terpaksa masak apa yang ada saat ini dia lupa belum belanja keperluan nya saat ini.


Daisy langsung menyantap mie itu, yang sudah ia masak lima menit yang lalu, dia memakan itu dengan sangat lahap, dan mie itu tandas seketika bersama dengan kuah nya dan segelas air putih,lalu Daisy memakan satu buah apel sambil naik keatas dan membawa air putih di botol plastik, untuk berjaga-jaga kalau dia haus.


sesampainya di dalam kamar, Daisy yang masih merasakan rasa sakit nya itu dia langsung bergegas menuju tempat tidur king size nya itu, menelungkup kan diri sambil menekan kan perut di atas bantal guling.


Daisy mencoba meraih handphone nya di atas nakas dia ingin menelpon seseorang untuk minta bantuan.


saat membuka handphone, yang dia lihat pertama kali, adalah nomor Rayendra, tapi tidak mungkin untuk meminta bantuan kepada laki-laki yang mungkin masih sibuk dengan malam pertama nya saat ini.


Daisy, melihat nomor bos nya dia langsung memanggil nomor tersebut dan, sudah beberapa detik tak kunjung di angkat Daisy pun menyerah, dan akhirnya pingsan.


sementara Rio, yang baru terbangun pukul empat pagi, dia begitu kagetnya melihat ada delapan panggilan tidak terjawab dari Daisy, dia langsung memanggil ulang Daisy, tapi tidak kunjung di angkat Rio langsung bergegas menuju kamar mandi dan mencuci wajah nya juga gosok Gigi, sambil terus menelpon Daisy, tapi gadis itu masih tak kunjung mengangkat telepon dari nya.


"Daisy... kamu kenapa??... apa??.. yang terjadi dengan mu"ucap Rio mulai cemas.


🌹💖💖💖🌹


Dua jam sudah saat ini Daisy berada di ruang IGD, dia masih belum sadarkan diri, saat Rio, datang ke rumah nya, dia kaget saat menemukan bahwa Daisy sudah tidak sadarkan diri tergeletak di lantai handphone yang masih tak jauh dari tangan nya saat itu.


beruntung Rio, segera datang dan membawa Daisy ke rumah sakit, jika tidak mungkin nyawa nya tidak akan tertolong.


Rio masih setia menemani Daisy, saat ini sudah pukul enam lebih lima belas menit, Daisy akhirnya me ngerjapkan mata nya


"Daisy... syukur lah kamu sudah sadar, aku sudah sangat cemas kenapa??... kamu masih menjalani kebiasaan buruk mu itu apa??...kau tau terlambat sedikit saja kau bisa mati Daisy"ucap Rio yang kini seperti seorang ayah yang mencemaskan keadaan nya.


"Bos"ucap Daisy sambil tersenyum di paksakan"Aku senang ternyata di dunia ini masih ada yang peduli padaku,kukira sudah tidak ada lagi orang yang baik seperti ayah bunda ku"ucap Daisy lirih.


"Kau itu bicara apa??... Daisy kita memang orang asing pada awalnya, tapi setelah dua tahun lebih kita bersama kau adalah keluarga ku, bahkan jika kau bersedia untuk menikah dengan ku meski tidak ada cinta diantara kita yang terpenting aku bisa melindungi mu, aku akan melakukan nya"ucap Rio tulus.


"Hiks hiks hiks hiks..... terimakasih bos kamu memang orang baik"ujar Daisy disela tangis nya.

__ADS_1


"Daisy... mulai saat ini aku minta tolong padamu hidup lah dengan baik mulai saat ini karena aku tidak akan selamanya ada disisi mu"ucap Rio tulus.


"Aku tidak bisa berjanji bos tapi aku akan mencoba nya, tapi jika saat aku sudah mencoba dan tidak juga berhasil dan harus pergi dari dunia ini, setidaknya aku bahagia karena masih ada yang menyayangi aku di dunia ini"ucap Daisy.


"Kau tidak boleh bicara buruk begitu, aku tidak ingin mendengar nya"ucap Rio.


"Maaf...nona Daisy, akan segera dipindahkan"ucap seorang perawat yang kini tengah bersiap memasang tabung oksigen di bawah ranjang Daisy tepat di atas kepala,itu untuk berjaga-jaga saat menuju ruang perawatan karena Daisy, masih merasakan sesak nafas walaupun tidak seburuk tadi.


"Silahkan tolong siapkan ruang yang tadi saya bilang sus"ucap Rio meminta Daisy, dibawa ke ruang rawat VVIP, saat ini.


suster pun mengangguk dan mulai mendorong ranjang pasien tersebut menuju lorong dan masuk pintu lift, hingga tiba di lantai dimana ruang VVIP itu berada, Rio yang kini tengah mencari makanan yang cocok untuk orang yang sakit lambung selain bubur, karena Daisy tidak suka bubur, menurutnya itu akan mengingatkan dia pada ayahnya yang selalu membuat bubur, disaat ia sakit, Daisy bukan tidak ingin mengingat ayah nya tapi dia akan semakin parah jika saat ini dia bersedih.


Daisy, pun sudah berada di dalam ruangan tersebut, ada bulir air mata yang kini jatuh di pelupuk mata nya, bukan karena dia menginat Rayendra melainkan dia merasa sangat kesepian saat ini.


disaat yang bersamaan pintu ruangan pun terbuka, Daisy melihat wanita cantik di ikuti beberapa orang asisten nya, dia adalah dokter spesialis dalam, yang kini langsung memeriksa Daisy.


dokter itu memeriksa Daisy, dengan keramahan yang disertai senyum manis dokter itu menjelaskan kondisi Daisy, saat ini dan apa-apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk mengobati penyakit lambung yang kini diderita oleh Daisy.


"Ok... selamat beristirahat nona Daisy, jangan lupa minum obat nya dan makanan nya di jaga ya, Oya dimana keluarga anda, sedari tadi saya tidak melihat ada yang mendampingi Anda"ujar dokter tersebut bertanya.


"Saya, tidak punya keluarga dok"jawaban yang sungguh memilukan hingga membuat dokter terdiam sesaat"tidak apa??.. yang paling penting sekarang anda harus segera sehat jika perlu bantuan apa pun anda bisa pencet tombol emergency itu khusus untuk anda"ucap dokter yang baik hati itu.


"Terimakasih dokter"ucap Daisy pelan.


setelah itu dokter bersama dengan para asisten pun keluar, tidak lama setelah itu, pintu kembali terbuka, tampak Rio datang sambil membawa paper bag berisi makanan kesukaan Daisy, tapi dia sengaja tidak membeli makanan pedas saat ini .


"Barusan dokter dari sini,maaf tadi aku keluar cari sarapan pagi buat kamu sekalian aku juga sarapan dulu di luar tadi"ucap Rio, yang merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, bos lagian bos juga harus sarapan pagi dan jangan sampai telat, nanti kalo sakit siapa yang akan menjaga ku, hehehe...ngarep banget ya"ujar Daisy sambil mencoba mencairkan suasana.


"Tidak apa-apa, aku senang jika anda orang yang membutuhkan aku, setidaknya dengan begitu aku merasa di hargai"ucap Rio, sambil mendekat dan mengelus puncak kepala Daisy.


"Ih... manis nya bos ku ini, jangan berlebihan gitu lah bos,entar aku baper kan bahaya hehehe"ujar Daisy lagi sambil diakhiri tawa dari bibirnya meski semua tidak selepas biasanya.


"Tidak masalah yang terpenting kamu tidak akan pernah kehilangan ku"ucap Rio tanpa sadar, bahwa kata-kata nya, akan mengingatkan dia pada seseorang yang telah meninggalkan nya, tapi Daisy, tetap menyembunyikan luka itu jauh di dalam lubuk hati nya, dia akan terus mencoba untuk tersenyum meski rasa perih terus mendera batinnya.


"Sini aku suapi ini aku belikan puding susu kesukaan mu aku tidak tau saat ini kau ingin makan apa??... maaf tidak bertanya dulu"ucap Rio, sambil menyodorkan sendok yang berisi puding tersebut.


Daisy langsung menerima suapan tersebut dan langsung menelan nya.


"Aku ingin makan bos"ucap Daisy sambil nyengir kuda.


"Ide bagus dimana dan kapan??..."canda balik Rio.


"Sekarang saat ini dan detik ini juga hingga habis"ujar Daisy.


"heeuh... dasar kanibal"ucap Rio, sambil mencubit hidung nya.


"Biarin sama-sama kanibal juga"jawab Daisy akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak sambil menikmati puding susu dan Rio juga menikmati makan dari sendok yang sama tanpa merasa jijik.


sementara itu di tempat lain, Rayendra, tengah melihat video kebersamaan mereka saat ini, ada rasa sakit yang Rayendra rasakan disaat ini bagaimana tidak wanita yang sangat ia cintai kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit dan dia tidak tau.


beruntung Rio, kakak nya itu selalu menemani nya saat ini

__ADS_1


__ADS_2