
Agista pun duduk bersama dengan mereka mengobrol lebih dekat lagi dengan seluruh anggota keluarganya.
Sementara David kini tengah duduk menatap langit tanpa bintang.
"Sayang kenapa? kamu meninggalkan aku."ucap David.
Pria itu belum tahu kemana? Agista pergi.
Sementara itu di kediaman Rayan, Daisy kini tengah sakit karena sudah beberapa hari ini tidak nafsu makan karena dia terus memikirkan David yang bahkan tidak bisa dihubungi itu.
Sementara David kini tengah berada di negara Singapura, pria itu bisa berada di sana untuk mengurus perusahaan milik Dion sambil melakukan pencarian Agista.
Agista terakhir diketahui jejaknya berada di negara itu, namun sampai saat ini belum juga dia temukan.
Agis sendiri kini tengah menikmati kebersamaannya dengan sang daddy.
"Dad,,, Agis sedang membuka usaha, semua itu mengunakan uang tabungan yang mommy tinggalkan, Agis ingin Daddy tinggal di sana bersama dengan Agis agar Daddy bisa dirawat oleh Agis."ucap gadis itu.
"Maafkan Daddy sayang, tapi Daddy tidak bisa ikut dengan mu. Daddy tidak ingin merepotkan mu, tapi jika kamu bersedia tinggal bersama Daddy Daddy akan sangat senang, karena disisa hidup Daddy bisa menikmati hari tua dengan putri Daddy."ujar pria itu.
Pria itu mengelus puncak kepala Agista dengan sangat sayang.
"Daddy Agis ingin bisa bersama dengan Agis tapi bisnis Agis harus segera ditangani, Agis pun baru keluar dari rumah sakit."ujar gadis itu yang kini sudah melupakan rasa tak nyaman dari tubuhnya yang masih dalam masa pemulihan.
"Sayang kenapa? kamu tidak bilang sama Daddy, pantas saja Daddy melihatmu tidak baik-baik saja, ayo kita kembali ke rumah sakit."ucap pria itu.
"Tidak Daddy, aku tidak apa-apa hanya butuh waktu untuk memulihkan diri."ucap gadis itu.
"Kalau begitu kamu harus kembali kedalam kamar untuk istirahat."ucap pria itu.
"Heumm,,, jangan berlebihan Daddy kalau begitu aku akan sangat bosan."ujar gadis itu.
"Heumm,,, putri Daddy memang sangat mirip dengan cinta pertama Daddy. mommy mu adalah gadis yang sangat rajin dan tidak mau berdiam diri selama dia masih membuka mata dan masih sangat sehat. kekasih Daddy itu selalu tidak pernah bisa diam."ucap pria itu.
"Heumm,,, apa? mommy begitu cantik Dimata Daddy."ujar Agista.
"Tentu saja... bahkan saat dia ketahuan telah menikah pun Daddy masih tetap tidak mau menyerah. saat itu kamu tercipta dari benih Daddy meskipun itu adalah sebuah kesalahan."ucap pria itu.
"Daddy, Agis tidak pernah menyesal terlahir dengan jalan itu tapi Agis tidak terima jika Agis dikatakan sebagai anak yang tidak diketahui asal-usulnya."ucap gadis itu.
"Sayang maafkan daddy."ujar gadis itu.
Sementara itu di kediaman David tepatnya di sebuah apartemen, kini dia tengah sibuk mengurus pekerjanya.
Pria itu pun sengaja melupakan rasa sepinya sambil bekerja, dia tidak ingin terus larut dalam kesepiannya itu.
Sambil menatap laptopnya dia terus memikirkan bayangan wajah gadis cantik yang selama beberapa hari terakhir selalu ada bersama dengan dirinya.
Agista adalah satu-satunya gadis yang sangat ia cintai sejak pertama kali dia tumbuh dewasa dan gadis belia itu masih berusia tujuh belas tahun.
Agis yang memiliki kecantikan alami tanpa polesan makeup apapun hanya menggunakan pelembab wajah saja sudah sangat cantik, karena kulit putih dan bibir merah merona.
Agista yang selalu bersikap cuek dan selalu berbicara seperlunya saja jika bukan dengan kedua keluarganya itu, selalu membuat pria itu sangat penasaran.
"Agista sayang kembalilah aku sangat merindukan dirimu."ucap David.
David terus berusaha untuk meminta Agista tetap berada di sisinya apapun yang terjadi nanti, namun ternyata Agista tidak melakukan itu.
"Apa? Aku harus menikahi mu secara diam-diam agar kita tidak lagi terpisahkan."ujar pria itu.
David terus bermonolog sendiri, sementara di kediaman Daisy saat ini Kimberly merasa tidak enak hati melihat keluarganya yang tengah kacau saat ini.
Sudah dua hari Rayan tidak pulang, tidak biasanya pria paruh baya itu melakukan hal itu.
__ADS_1
Meskipun Rayan masih merespon panggilan video dari Kimberly.
Pria itu tengah sibuk mengurus perusahaan milik nya yang selama ini di urus oleh putra pertamanya, dan memang sudah seharusnya ia wariskan kepada David dan juga Ray dan Kimberly.
Namun sampai saat ini harta itu belum sepenuhnya dibagikan kepada ketiga anaknya itu.
Rayan ingin mengasah kemampuan ketiga anaknya sebelum dia benar-benar tepat mewariskan semua itu.
Agar kelak mereka bisa mengelola semua harta yang akan diwariskan kepada mereka bertiga meskipun David dan Ray sudah terbukti mampu memimpin perusahaan hingga semakin berkembang pesat.
Rayan sibuk di kantor dan kadang ia akan pulang larut, namun pulangnya itu ke hotel miliknya bukan ke rumah yang biasanya disambut oleh senyum dan pelukan hangat sang istri.
Rayan sadar dia sudah berbuat kesalahan yang fatal karena Daisy benar-benar mengancam akan menggugat cerai dirinya jika dia tidak bisa membawa David pulang.
Rayan sudah mengutus orang kepercayaannya untuk menjemput David yang kini berada di Singapura, namun ternyata David benar-benar menolak untuk kembali.
Rayan tau Agista adalah satu-satunya gadis yang bisa membuat David menurut padanya namun kini gadis itu juga menghilang.
Rayan, pun memutuskan untuk tidak pulang sebelum dia berhasil membawa pulang putranya itu.
Sementara Daisy, sampai saat ini dia pun merasa sangat bersalah, jika saja dia tidak menuruti keinginan suaminya untuk membawa David pulang dari rumah Agista mungkin saat ini semua akan baik-baik saja.
Dia tidak tau perubahan sikap Rayan yang begitu drastis itu.
Sejak kehadiran Raya dalam kehidupan mereka. Rayan selalu berbuat sesuka hatinya untuk melindungi putrinya itu.
Dan kebiasaan itu kini seakan sudah mendarah daging Rayan yang dulunya selalu berbuat baik terhadap siapapun dan apapun kondisinya dia selalu menjadi yang paling bijak.
Tapi kini semua seakan menghilang, Daisy rindu dengan kebaikan dan perhatian suaminya terhadap siapapun tapi nyatanya kini sudah jauh berbeda.
Rayan sudah tak lagi seperti dulu, bahkan semakin kesini dia semakin keras kepala meskipun dia tau bahwa selama ini cinta pria itu masih tetap sama padanya.
Daisy berharap moga kelak hatinya Rayan kembali dilembutkan.
Sejak mengetahui sikap Raya yang kurang baik, sejak itu Daisy lebih banyak diam karena dia tidak ingin terus ribut dengan suaminya atau keluarga besar mereka.
.......................
Sampai keesokan harinya Daisy pun mengalah, demi putri semata wayangnya Kimberly.
Daisy datang ke hotel tempat saat Rayan baru kembali dari kantor. Daisy yang memiliki akses masuk kemanapun tempat yang dimiliki oleh suaminya itu, dia langsung masuk kedalam kamar hotel yang dikhususkan untuk suaminya itu.
Rayan sedang berada di dalam kamar mandi, saat ini pria itu tengah membersihkan diri, Daisy yang mengetahui hal itu, dia langsung menyiapkan pakaian ganti untuk Rayan di walk-in closed yang ada di sana.
Setelah itu Daisy memesan makan malam untuk mereka berdua tanpa meminta pendapat ataupun bertanya terlebih dahulu, apa? Rayan inginkan.
Setelah selesai dia pun duduk sambil bersandar di headbord wanita paruh baya yang terlihat masih sangat awet muda itu tengah menunggu suaminya yang seakan enggan keluar dari dalam kamar mandi.
Mungkin Rayan tengah berendam itu fikir Daisy, tapi setelah beberapa waktu menunggu akhirnya Daisy memutuskan untuk mengecek kamar mandi.
Daisy termenung saat melihat suaminya telah menggunakan handuk dan sedang menatap diri si cermin menatap dirinya lebih tepatnya.
"Maaf,,, bukan maksudku menjauhi mu, hanya saja terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan aku tidak ingin mengganggu waktu istirahat mu."ucap Rayan yang masih menatap Daisy di cermin.
"Ya, aku maklum mungkin karena aku tidak seperti dulu lagi yang biasanya menyambut mu dengan kehangatan, meskipun ternyata masih banyak kekurangan."ucap Daisy.
"Bukan seperti itu Yank..."balas Rayan.
"Ah sudahlah aku memang tidak lagi bisa membuat mu bahagia tapi setidaknya fikirkan ketiga anak kita terutama Kimberly. dia pasti merasa tidak enak karena sudah berada di posisi kita saat ini, kau boleh mencari kesenangan lain di luar..... bahkan kamu boleh mencari istri lain untuk bisa menyenangkan dirimu tapi setidaknya pulang dan luangkan waktu untuk putri kita."ucap Daisy yang langsung berbalik pergi meninggalkan Rayan sambil mengusap sudut matanya yang kini mengeluarkan air bening.
Rayan masih mematung mencerna apa? Yang Daisy katakan, dan saat sadar dengan itu. dia langsung beranjak pergi menyusul Daisy yang ternyata tengah menatap pemandangan malam hari dari dinding kaca yang menjulang tinggi di bagian kamar tersebut.
"Maafkan aku yang.... semua tidak seperti yang kamu pikirkan, aku hanya tidak ingin membuat mu merasa tidak nyaman dengan keberadaan ku."ujar pria itu.
__ADS_1
"Apa? pernah aku mengatakan hal itu padamu, aku tidak pernah berfikir seperti itu, ya... aku akui sejak saat itu aku mencoba untuk menjaga jarak... dan itu semua aku lakukan hanya untuk menghindari pertengkaran."
"Aku lelah kak,,, aku lelah dengan semua yang terjadi saat ini, rasanya aku ingin mati saja."ujar Daisy.
"Tidak sayang! jangan pernah katakan itu lagi, aku teramat sangat mencintaimu. aku hanya malu dengan perbuatanku yang selama ini bertentangan dengan mu sayang... aku malu dengan semua perbuatanku yang telah membuat mu membisu dan tidak lagi seceria dulu aku sudah terlalu banyak berbuat kesalahan."ucap pria itu.
Daisy kini menghambur memeluk Rayan pria tampan yang sangat ia cintai selama ini.
Mereka berpelukan begitu erat keduanya menitikkan air mata Rayan bahkan seakan enggan untuk melepaskan istrinya itu jika saja pelayan tidak datang untuk mengantarkan makan malam mereka.
"Pakailah dulu piyamanya, biar aku yang akan mengambil makanannya."ucap Daisy.
"Biarkan mereka sendiri yang melakukan pekerjaannya."ucap Rayan yang kini membawa Daisy berjalan meraih piyama yang berada di atas ranjang empuk itu.
Rayan, membawa istrinya itu kedalam walk-in closed dan percintaan itu terjadi.
Keduanya begitu sangat merindukan, keduanya tidak ingin saling melepaskan.
Hingga saat percintaan itu selesai mereka pun mandi dan berganti pakaian bersama.
Barulah mereka turun ke bawah untuk makan malam bersama karena makan malam mereka yang berada di dalam kamar sudah terlalu dingin.
Sekarang keduanya tengah saling menyuapi di ruang VVIP seakan-akan mereka baru melakukan bulan madu kedua.
Karena memang sejak mereka menikah Daisy menolak untuk berbulan madu.
Daisy merasakan kebahagiaan yang tidak terhingga, sampai saat ini keduanya benar-benar larut dalam suasana.
Bahkan Daisy pun lupa untuk menghubungi putrinya itu.
Dan Kimberly pun menelpon Rayan dan saat itu juga gadis itu langsung tau bahwa kedua orang tuanya itu sudah berbaikan.
Sementara Ray yang selalu menyempatkan diri untuk menengok Raya yang kini bekerja sebagai guru les privat bahasa dari sepuluh bahasa yang ia ketahui selama ini dan banyak orang tua yang puas dengan cara pengajaran yang dilakukan oleh Raya.
Raya terlihat sangat bersabar dalam mengajarkan puluhan anak dari beberapa tingkatan mulai dari TK, SD , SMP, SMA, bahkan mahasiswa pun ada yang ikut les disana hanya saja Raya selalu mengatur jadwal pertemuan karena rumah dan halaman rumah tidak cukup untuk menampung mereka sekaligus.
Bahkan saat ini Raya sudah mendapatkan pundi-pundi rupiah, meskipun penghasilan yang ia dapatkan tidak sebesar yang diberikan oleh Rayan dulu sebagai uang jajan.
Sampai saat ini Raya masih sangat menyesali perbuatannya dimasa lalu.
Gadis itu kini mulai menginvestasikan uang yang ia miliki sedikit demi sedikit untuk masadepan nya.
Sementara kemalangan sedang dilewati oleh wanita paruh baya itu,kini wajahnya semakin hancur dan belatung itu mulai bermunculan dari bekas luka operasi yang terinfeksi itu.
Dia bahkan sudah sangat kesakitan karena belatung itu bahkan tidak hanya satu dua saja setiap kali ia bersihkan akan selalu ada.
Almira bahkan sudah kehabisan akal meskipun uangnya banyak tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa setiap hari ia akan menjerit dan meraung-raung kesakitan hingga akhirnya dia pun meminum obat tidur dengan dosis yang begitu banyak hingga akhirnya dia overdosis dan dilarikan ke rumah sakit.
Almira bisa diselamatkan, saat ini suaminya yang telah mencari dia beberapa waktu dan menyelidiki semuanya.
Seakan tuhan tidak mengizinkan dia untuk mati sebelum dia mempertanggung jawabkan semua itu.
Almira dibawa ke Amerika untuk melakukan operasi plastik yang kedua dan mengembalikan bentuk wajah semula.
Seorang pria yang berasal dari dunia bawah itu begitu mencintai wanita itu, meskipun sebagai seorang pria yang kejam dia tidak menyukai watak istrinya yang begitu keras kepala itu namun sampai kapanpun dia tidak akan pernah membiarkan wanita itu menderita.
Akhir-akhir ini saat dia tengah berada di luar negeri dia kehilangan jejak istrinya itu.
Sampai akhirnya wanita itu ditemukan oleh anak buahnya.
Cara terbaik yang ia lakukan saat ini adalah dengan mengurung istrinya di sebuah pulau pribadi miliknya itu.
"Cepat sembuh sayang mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkan mu menderita lagi."ucap pria itu.
__ADS_1