
Gibran, pun terduduk pria itu tidak jadi pergi karena dia takut kalau Daisy benar-benar mengatakan apa yang dia katakan.
satu hari sudah Gibran, berada di rumah Daisy dengan hati yang gelisah pria itu bahkan banyak melamun.
"Mas, ini kopi nya "ucap Daisy ini adalah malam kedua Gibran ada di tempat Daisy.
"Mi apa ?.. kamu tidak kesepian disini"ucap Gibran.
"Kadang, tapi aku tidak bisa mengeluh ini sudah takdir ku"ucap Daisy.
"Sayang ayo kembali ke ibukota, aku janji akan merubah semua nya, seperti keinginan mu sayang, terus terang saja aku sedang khawatir terhadap mommy"ucap Gibran.
"Mas kamu bisa pergi aku tidak akan pernah melarang mu melakukan apapun yang kamu mau, tapi tolong lepaskan aku dulu, agar kamu bisa lebih leluasa pergi kemana pun, tidak akan ada lagi beban berat di hati mu"ucap Daisy.
"Mi!!"Gibran berteriak.
"Apa aku salah??"ucap Daisy.
"Sayang aku tidak akan pernah melakukan itu bagiku kamu adalah separuh jiwa ku"ucap Gibran.
"Mas jangan pernah katakan hal itu, aku tau persis siapa separuh jiwa yang kamu sebut kan itu"ucap Daisy.
"Mi aku sudah resmi bercerai dengan nya, aku hanya punya satu istri yaitu kamu"ucap Gibran.
"Sudah lah mas silahkan mas pergi saja aku tidak akan menghalangi semua nya terserah kamu saja"ucap Daisy.
"Tidak Mi tanpa kamu aku tidak akan mau pergi"ucap Gibran.
"Aku akan mengantar mu pulang setelah itu aku kembali lagi"ucap Daisy.
"Mi please aku mohon, mohon Mi"ucap Gibran, sambil memeluk erat Daisy.
"Mas aku sudah putuskan aku tidak akan pernah pergi kemana pun, karena ini tempat ternyaman ku, meskipun di sini tidak seenak di kota"ucap Daisy.
Gibran langsung mencium bibir Daisy dengan sedikit kasar dia tidak ingin Daisy terus menerus membahas perpisahan.
sementara itu di Jakarta, Rayendra yang sudah tahu tempat tinggal Daisy pria itu tengah bersiap untuk mengejar cinta mati nya yaitu Daisy.
Rayendra sudah bertahun tahun tak pernah bisa melupakan Daisy.
"Daisy sayang , aku sangat mencintaimu aku mohon kembali"ucap Rayendra sambil memeluk foto Daisy, yang telah lama iya simpan wanita itu sudah seperti racun yang menggerogoti hati dan jiwa nya.
sementara itu putri nya yang telah lama diambil oleh mantan istri nya saat ini dia tidak pernah lagi bertemu dengan nya, meskipun Rayendra teramat sangat menyayangi nya karena kedekatan nya bersama dengan putri nya itu, sampai saat ini masih selalu merindukan nya tapi masih ad orang lain yang lebih berhak atas putri nya itu.
bertahun tahun mencoba untuk bisa bersama dengan gadis yang sangat ia cintai, telah membuat nya, berada dalam kehancuran meskipun sudah berulang kali ia mencoba bangkit.
Daisy tetap no satu di hati nya, dia langsung mengemas barang-barang yang dia perlukan bahkan dia berniat membangun rumah di desa tempat Daisy tinggal saat ini hingga urusan pekerjaan diserahkan kepada asisten nya.
"Aku akan memperjuangkan mu lagi dari awal sayang tunggu aku"ucap Rayendra.
sementara itu di desa, Daisy dan Gibran tengah tidur sambil berpelukan, seperti biasanya, tapi kali ini ada yang beda mereka berdua tidak ingin kehilangan satu sama lain meskipun mereka belum benar melakukan kewajiban sebagai seorang suami istri.
Daisy hanya ingin memastikan kebenaran bahwa dirinya hanya satu-satunya wanita yang Gibran miliki.
keesokan paginya Daisy sudah bangun lebih awal setelah mandi dan sholat dia langsung bergegas memasak sarapan pagi untuk Gibran dan dirinya tapi kemudian Daisy ingat dengan bocah nakal yang selama ini memaksa dia, untuk menganggap nya sebagai sugar Daddy, dia bahkan selalu mentransfer uang, setelah tau bahwa dia adalah sepupu Rio, akhirnya Daisy mau menerima uang pemberian nya.
Daisy pun menambahkan porsi nasi goreng buatan nya itu setelah itu dia langsung membuat minuman untuk kedua laki-laki yang baik hati itu.
Daisy langsung menghidangkan nya dimeja lalu menelpon vino
📱"Vin,dah bangun belum nih aku dah buat sarapan buat kamu mau di bungkus atau mau sarapan bareng aku sama mas Gibran"Daisy.
📱"Ini baru bangun tapi aku belum sholat, suapi yah Tan"ucap vino.
__ADS_1
📱"Tar di suapi sama Om Gibran"Daisy.
📱"kapan sih dia pulang aku sudah gak tahan pengen berduaan dengan calon istri ku"ucap vino.
📱"Tar dalam mimpi"Gibran.
"Owh, jadi gitu ya mi , aku cape mikirin kamu kamu malah asik pacaran sama dia"pria tampan di hadapan Daisy ini tengah dibakar oleh api cemburu.
"Mas dia itu bocah ngomong nya suka asal tapi sebenarnya dia sangat baik dan pengertian jadi aku dan dia berteman meski kadang menjengkelkan tapi aku tidak pernah merasa kesepian jika dia ada di desa , tapi jika masuk kuliah ya sepi lagi"ucap Daisy.
akhirnya Gibran mulai mengerti dengan vino walaupun tetap merasa sangat cemburu tapi demi Daisy, dia akan membiarkan vino berteman dengan istri nya.
tidak sampai tiga puluh menit.
"Tante cantik... aku sudah siap pengen di suapi "ucap vino tanpa ragu bahkan nyelonong gitu aja.
vino duduk di samping Daisy, sementara Gibran berhadapan dengan Daisy.
"Tan pagi ngajar gak hari ini ada acara hajatan dan katanya ada ritual adat nya gitu sebelum akad nikah, kita ikutan yuk, siapa tau ada mukjizat kita bisa segera berjodoh, hahahaha gimana"ucap vino, sontak Gibran,marah tapi Daisy keburu meredam emosi nya dengan cara menggenggam tangan nya.
"jangan di dengar dia hanya bercanda"ucap Daisy.
"Ih aku serius loh Tan, dari pada status menikah tapi masih perawan hingga tua buat apa??... mending sama aku gini-gini juga udah bisa bikin enak terus jadi anak"mulut vino makin ngelantur dan hal itu membuat Daisy terpaksa harus menutup mulut vino.
"Sekali lagi bicara begitu aku gak temenan sama kamu lagi ah"ucap Daisy.
"Jangan donk Tante, kalau gak temenan kita gak bakalan saling kenal dan jika tidak saling kenal"
"vino!!"teriak Daisy.
"Iya aku diam nih tapi suapi dulu"ucap vino, terpaksa deh Daisy menyuapi vino dengan sendok miliknya, udah gitu yang di suapi malah mengulum lama sendok nya , dan itu membuat Gibran,pergi meninggalkan meja makan.
"Mas tunggu jangan ngambek gitu dong yang, dia sengaja ingin membuat mu kesal, ayolah jangan diambil hati"ucap Daisy sambil menarik tangan Gibran mendekat.
"Vino..."ucap Daisy kesal.
"Iya-iya Tante gitu aja ngambek gak seru ah"ucap vino sambil membawa piring dan gelas yang masih terisi penuh ke rumah nya.
"Jangan lupa dibalikin tuh piring dan gelas nya!!"teriak Daisy.
"Iya bawel kalau istri ku sudah aku gigit tuh bibir"ucap vino yang sempat-sempatnya nya mengejek Gibran.
🌹💖💖💖🌹
perdebatan pagi pun berakhir hari ini Daisy pergi mengajar sementara Gibran diam di rumah sambil mengerjakan pekerjaan kantor nya di laptop,dirumah ada Bu Maryam yang setia menjaga warung milik Daisy, yang selalu ramai itu Daisy, membayar gajih Bu Maryam setiap bulan nya wanita yang baru ditinggal mendiang suaminya itu, merasa sangat terbantu dengan kehadiran Daisy di kampung tersebut, dia tidak perlu pergi merantau ke kota karena gajih yang Daisy berikan sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari,apa lagi makan nya ditanggung oleh Daisy.
tidak hanya warga terdekat tetangga kampung pun merasa sangat terbantu karena Daisy kini membantu mencerdaskan anak-anak di desa meskipun dia mendapatkan gaji sekilas nya para orang tua, dan yang tidak memberikan pun tidak jadi masalah buat Daisy, dia tetap mengajar tidak ada yang di beda-beda kan semua sama yang beda halnya jenis pelajaran dan tingkat kesulitannya, setiap masing-masing kelas.
sementara seorang pria tampan rupawan berwajah khas Asia kini sudah tiba di rumah Daisy, dan dia kaget karena Gibran ada di sana.
"Ngapain??... kamu kemari"ucap Gibran.
"Mau mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milikku sedari dulu"ucap Rayendra begitu kalem tak gentar sedikitpun.
"Apa?..otak mu sudah geser jika iya aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang juga"ucap Gibran.
"Rupanya kau belum mengerti juga ya,kalau aku adalah calon suami Daisy, sedari dulu tapi karena kamu menculik nya, aku kehilangan dia ,sudah mengerti tuan"ucap Rayendra mulai terbakar emosi.
"Maaf ada apa?...ini"ucap pak RT.
"Ini pak RT,ada orang gak jelas datang-datang meminta istri orang"ucap Gibran.
"Pak RT, dia yang mengambil calon istri ku dengan menculik nya"ucap Rayendra.
__ADS_1
"Kita bicara baik-baik dengan kepala dingin ok"ucap pak RT.
"Boleh"ucap keduanya kompak.
Daisy pun kembali, dari tempat mengajar kebetulan tidak terlalu lama vino pun mengekor di belakang nya selalu setia menjaga nya, Daisy merasa bahagia karena setelah kedua orang tua nya tiada, ada orang-orang baik yang selalu menjaga nya,meski dalam cinta dia tidak pernah bisa berhasil tapi dia tetap bersyukur ada orang-orang seperti Rio dan vino yang selama ini selalu memberikan nya perlindungan.
sesampainya di dalam rumah, Daisy kaget ada pak RT, dan Rayendra yang kini tengah berdebat disaksikan oleh orang-orang,vino yang sedari tadi mengikuti nya, langsung meminta para warga bubar karena itu adalah urusan keluarga bukan urusan mereka.
mereka pun bubar, bahkan banyak yang bicara blak-blakan bahwa Daisy beruntung dicintai oleh kedua pria tampan dan kaya tapi ada juga yang bilang bahwa Daisy , mungkin memiliki ilmu pelet.
tapi mereka langsung diam saat vino bilang pelet kebaikan yang membuat mereka jatuh cinta pada Daisy.
"Abang kenapa??... datang kemari sih"ucap Daisy.
"Aku mau jemput kamu pulang ke rumah kita, sayang, aku tak bisa hidup tanpa mu"ucap Rayendra jujur.
"Abang, aku udah punya suami jadi kamu harus bisa menerima itu pulang lah, masadepan mu masih panjang"ucap Daisy.
"Masadepan ku hanya kamu sayang please ikut aku kembali"ucap Rayendra.
sementara Gibran, dia bangkit dan langsung bergegas pergi, meninggalkan mereka berdua, Gibran benar-benar muak dengan semua itu, tapi kemudian Daisy langsung memeluk nya, Daisy tau Gibran, tengah marah.
"Mas aku sayang kamu, jadi mas tidak boleh pergi temani aku disini"ucap Daisy lembut.
Rayendra mengepalkan tangannya erat-erat, dia tidak akan pernah menyerah sekali pun dia harus membunuh saingan nya, atau menodai kesucian Daisy, agar dia bisa memiliki Daisy seutuhnya.
tiba-tiba telpon milik Gibran berbunyi seseorang mengabarkan bahwa mommy Gibran semakin kritis.
"Sayang mommy, kritis, aku mohon ikut lah pulang dengan mas"ucap Gibran.
"Tidak mas, aku tidak bisa disini aku terlalu sibuk, tapi aku hanya bisa berdoa agar mommy baik-baik saja"ucap Daisy.
"Baiklah mas pulang dulu, hati-hati disini jauh-jauh dari mereka berdua"ucap Gibran.
"Baiklah mas tenang saja Ok"ucap Daisy.
Daisy dan Gibran pun masuk kedalam kamar Daisy membantu Gibran berpakaian, hingga memasang dasi Daisy, bahkan mencium bibir Gibran dengan lembut, begitu juga Gibran dia mendapat ketenangan jiwa atas perlakuan Daisy.
Gibran pun dengan berat hati dia pergi dengan helikopter nya setelah mengantar Gibran sampai di lapangan bola tadi Daisy kini kembali ke rumah, dilihat nya Rayendra dan juga vino tengah saling tatap seperti sedang perang dingin.
"Yang aku belum makan dari pagi bisa buat kan makan untuk ku sayang please"ucap Rayendra.
"Bang aku sudah bersuami jadi aku mohon ubah cara bicara mu"ucap Daisy.
"Aku tidak mau, karena bagiku kamu adalah istri ku sedari dulu, siapa suruh kabur dari ku"ucap Rayendra yang sama-sama keras kepala.
"Sadar diri bro , Tante cantik sudah ada yang punya"ucap vino.
"Diam kau bocah atau aku adukkan kalau kau suka sama istri orang"ucap Rayendra.
"Adukkan saja aku tidak takut lagian ya dengan begitu kerja sama antara kita pun sudah akan berakhir"ucap vino menantang.
"Dasar bocah awas saja Lo"ucap Rayendra, yang mengikuti langkah Daisy,menuju dapur.
"Abang tunggu di dalam saja, aku mau masak dulu tapi Maaf,di sini tidak ada menu seperti makanan favorit Abang"ucap Daisy.
"Tidak masalah Sayang, yang penting kamu yang masak, aku rindu dengan semua yang ada pada diri mu"ucap Rayendra.
"Abang please"ucap Daisy memohon.
"Yang aku benar-benar merindukan mu,hiks hiks hiks sudah berulang kali aku mencoba untuk mengakhiri hidup ku, tapi tidak ada yang berhasil, tapi mungkin jika kamu yang bunuh aku akan cepat mati dan kamu akan hidup bahagia bersama orang yang kamu cintai, tanpa memikirkan diriku, sayang aku sangat mencintaimu hiks hiks"Rayendra begitu rapuh saat ini.
sementara itu di kediaman Gibran, saat Gibran mendarat dia langsung di sambut acara ijab Kabul dengan mantan kekasih Gibran, langsung terduduk lemas, dia tidak bisa membantah ibunya itu.
__ADS_1