
"Abang masih akan mengurus perusahaan milik mu, kelak jika kamu bebas dari tempat ini, Abang harap kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan Abang harap kamu mendapatkan jodoh yang baik yang akan menyayangi mu dan Agista, Abang berharap kamu bisa menjauhi pria itu, karena dia tidak baik untuk mu. dan satu lagi jika kita tidak bisa menjadi pasangan, mulai saat ini kita bisa menjadi teman dan saudara, aku masih punya tanggung jawab untuk menjagamu seperti janjiku pada almarhum papah"ucap Agam, sambil menggenggam tangan Novita yang kini masih menangis.
Wanita itu hanya bisa mengangguk pelan,tak kuasa untuk berkata-kata lagi, dia benar-benar manusia yang kurang bersyukur karena sampai sejauh ini pria yang telah ia sakiti masih berbuat baik kepadanya.
"Maaf Novita bang,,, tolong titip Agista, dan jika Abang sudah lelah mengurus dia Abang bisa titip dia di panti asuhan"ucap Novita.
"Abang tidak akan pernah melakukan hal itu, dia putri ku, dan selamanya akan tetap seperti itu, kamu tidak perlu berpikir yang macam-macam, sebaiknya kamu mulai memperbaiki diri, ingat ada putri kita menunggu mommy nya kembali, untuk sementara waktu aku akan bilang jika kamu tengah berada di luar negeri"ucap Agam.
"Terimakasih,,hiks hiks hiks terimakasih Bang, aku janji aku akan benar-benar berubah"ucap Novita.
"Kamu sebaiknya makan dulu, Abang bawakan makanan yang lebih baik untuk mu, segeralah makan sebelum jam besuk berakhir"ucap Agam.
Novita hanya menggeleng pelan, tapi Agam langsung meraih sendok dan membuka kotak makanan tersebut, dia menyendok makanan favorit Novita dan menyodorkan itu ke mulut wanita yang dulu sangat ia cintai, bahkan cinta itu tidak akan pernah berubah jika saja kesempatan kedua bisa Novita pergunakan dengan baik.
Novita pun menerima suapan demi suapan yang Agam berikan, dengan penuh kasih sayang, tapi kini hanya sebagai saudara.
Agam menyuapi Novita hingga makanan tersebut habis.
"Abang akan besuk kamu jika ada waktu luang"ucap Agam.
"Tidak usah bang terimakasih atas semua kebaikan Abang, Novita tau Abang pasti sibuk, Novita hanya butuh do'a semoga Novita bisa melewati ini semua dan bisa berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi"ucap Novita.
"Amin yrb alamin"ucap Agam.
"Boleh aku lihat foto sikecil"ucap Novita yang kini tengah berusaha tegar.
"Setiap Minggu akan Abang kirim foto si kecil"ucap Agam.
"Terimakasih Bang"ujarnya.
"Ini Abang bawakan barang-barang mu, maafkan Abang jika selama ini punya banyak salah padamu, mungkin Abang terlalu banyak kekurangan selama ini, tapi jangan takut Abang akan mengurus dan menjaga semua aset berharga milik mu, agar saat kamu bebas nanti kita akan membesarkan anak kita bersama-sama meskipun tidak dalam ikatan pernikahan"ucap Agam.
"Iya Bang, terimakasih, Abang bisa langsung kirim surat perceraian kita, aku akan menerima nya dengan ikhlas, terimakasih untuk semua nya"ucap Novita yang meraih koper berisi barang-barang keperluan nya.
Dengan berat hati Agam pergi meninggalkan Novita yang kini digiring kedalam sel.
Biar bagaimanapun rasa cinta itu masih ada dan tak akan bisa hilang secepat mengedipkan mata.
Sampai Agam masuk kedalam mobil, dia itu mengusap sudut mata nya.
Andaikan saja dia tau akan seperti ini mungkin Agam akan membiarkan Novita pergi tapi keadilan harus ditegakkan, dia berjanji dalam hati nya akan meminta yang berwajib meringankan hukuman wanita itu.
Agam, yang memiliki hati yang lembut, dia tidak pernah tega melihat orang lain menderita, termasuk orang yang dia sayangi, tapi apapun itu saat ini Novita harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kini dia harus fokus pada Agista dan juga Sherina.
Selain rasa tanggung jawab nya terhadap gadis itu, karena telah dicelaka kan oleh istrinya, tapi Sherina bagi Agam juga adalah gadis yang memberikan dia kebahagiaan, setelah Novita.
Jika saja Novita tidak menolak untuk hamil lagi dan memiliki anak dari dirinya, mungkin saat ini dia akan mempertahankan pernikahan mereka, Agam akan mengubur rasa cinta nya pada Sherina, demi rumah tangga yang utuh bersama Novita.
Setibanya di rumah lama Agam, dia langsung meminta pelayan untuk membereskan barang-barang Novita, dan malam itu juga dia akan mengantar semua itu, ke rumah Novita yang kini hanya ditempati oleh pelayan.
Sampai akhirnya semua barang-barang Novita sudah selesai di bereskan, mobil boks yang sudah siap sedari tadi seseorang membantu Agam memasukkan barang-barang milik Novita tidak hanya itu Agam juga memasukkan tas pribadi milik wanita itu satu koper besar berisi surat berharga dan juga sebuah kunci rumah baru yang Agam beli untuk Novita saat mereka menikah dulu semua sudah di simpan dalam sebuah koper dan Agam sendiri yang akan menyimpan itu di brangkas yang ada di dalam kamar Novita di ruang rahasia milik istrinya itu.
Sesampainya di rumah Novita dibantu oleh para pelayan rumah Agam membawakan barang-barang milik Novita, yang akan disimpan di dalam kamar nya.
"Bereskan barang-barang istri saya di dalam kamar tidak usah dibuka, nanti saja saat dia pulang dari luar negeri"ucap Agam yang tidak ingin mereka tau tentang perceraian nya dengan Novita, bahkan dia menutupi keburukan Novita pada semua orang luar.
Sementara itu di kediaman Rayan, Sherina masih tidak bisa tidur setelah Daisy dan Anya membantu dia untuk naik keatas ranjang empuk tersebut.
__ADS_1
Gadis itu terlihat mencemaskan sesuatu.
Sampai pukul dua dini hari Agam baru kembali ke Mension, dia yang tidak bersama dengan Sherina, saat ini langsung mencari gadis itu, meskipun dirinya sendiri sudah sangat lelah.
Pintu kamar terbuka perlahan, Sherina hanya bisa menatap ke arah pria yang terlihat tidak bersemangat.
Agam menghampiri Sherina saat itu juga, tapi raut wajah Sherina seketika itu berubah gadis itu menundukkan wajahnya, bau alkohol yang menyeruak membuat hati Sherina terasa teriris, karena dengan begitu Agam menunjukkan bahwa dirinya masih berat untuk melepaskan semuanya.
"Sayang, kamu kenapa? belum tidur heumm"ucap Agam yang kini duduk di tepi ranjang sambil membingkai wajah cantik yang terlihat sangat sedih itu.
"Ada apa? heumm"ucap Agam.
"Mulai besok aku akan pulang ke apartemen"ucap Sherina.
Deg....
Seakan sebuah jarum menusuk hati kecil Agam saat ini.
"Ada apa?"tanya Agam.
"Tidak apa-apa hanya saja aku tidak ingin merepotkan kalian, sudah cukup"kata-kata itu tercekat di tenggorokan.
"Apa? ini Sherin"tanya Agam.
"Tidak apa-apa,,, aku hanya ingin tinggal di sana"ucapnya.
................
"Yank,,,, katakan ada apa? sebenarnya"ucap Agam.
Gadis itu hanya menggeleng pelan.
"Jangan terburu-buru,,, aku takut kakak menyesal karena telah melepaskan dia seperti saat ini"ucap Sherina.
Deg....
Agam seakan tertampar, saat ini Sherina tau bagaimana keadaan hatinya.
"Yank,, aku tidak apa-apa, justru aku ingin kita segera halal karena aku ingin kita bisa berjuang bersama-sama."ucap Agam.
"Tidak aku tidak siap melihat suamiku masih mencintai wanita lain, seperti sekarang ini, lebih baik kamu pikirkan lagi kak, sebelum kamu menyesal, aku akan membebaskan istri mu dari penjara, dan aku akan pergi sejauh mungkin agar dia tidak merasa tersaingi seperti waktu itu hingga dia nekad ingin menyingkirkan aku"ucap Sherina.
"Sudah puas,,, bicara nya"ucap Agam yang kini menatap tajam kearah Sherina.
Gadis itu hanya memalingkan wajahnya kearah lain.
"Tatap aku Sherina"ucap Agam sambil mengguncangkan bahu gadis itu, dan Sherina hanya terdiam sambil menahan rasa sakit nya.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai kapan pun! apa? kamu tahu itu!"teriak Agam.
"Agam!"teriak Daisy yang kini berada di ambang pintu, dia melihat Agam yang kini mengguncangkan bahu Sherina yang jelas-jelas tengah sakit.
"Mom,, dia yang mulai dia bilang ingin pulang ke apartemen nya"ucap Agam.
"Wajah jika Sherina melakukan hal itu, karena laki-laki yang katanya mencintai nya setengah mati, nyatanya masih bersedih karena berpisah dengan wanita yang akan menjadi masalalu nya"ucap Daisy.
Daisy kini membetulkan posisi Sherina, dan menyelimuti gadis itu.
"Tidur lah kakak akan urus kepulangan mu besok"ucap Daisy.
__ADS_1
"Tidak,,, Sherina tidak akan pernah pergi kemanapun mom"ucap Agam.
"Dia lebih berhak atas dirinya sendiri Agam, dan jika kamu ingin kembali pada Novita , maka kembalilah, karena semua pilihan anda di tangan mu kami tidak pernah meminta mu untuk menceraikan nya"ucap Daisy.
Daisy lebih membela Sherina karena sebagai wanita dia juga akan merasakan hal yang sama dengan Sherina, jika pasangan nya bersikap seperti itu.
"Mommy tidak sayang Agam, mommy mendukung keputusan yang salah"ucap Agam.
"Agam, mommy membela Sherina, karena wanita manapun akan melakukan hal yang sama seperti yang Sherina lakukan, dia tidak akan rela dijadikan pelarian cinta oleh mu jika caranya seperti sekarang ini"ucap Daisy.
Agam terdiam lalu kemudian dia berkata"Apa? tidak boleh bersedih karena rumah tangga nya akan berakhir dengan sangat menyedihkan seperti yang terjadi padaku, saat ini! ya aku jujur rasa cinta untuk nya masih ada, meskipun mungkin hanya beberapa persen saja, tapi yang lebih menyakitkan adalah kenapa? harus berpisah dengan cara seperti ini, dia menderita di dalam penjara, dan putri nya, dia bahkan tidak bisa melihat putri nya sama sekali.hatiku pedih aku kacau karena dia adalah ibu dari Agista putri ku yang malang harus terpisah dari ibunya, tadinya aku ingin berpisah secara baik-baik mengembalikan mereka ke tempat yang seharusnya, tapi aku juga tidak rela jika dia bebas berkeliaran setelah dia melukai wanita yang sangat aku cintai"ucap Agam.
"Aku bisa mengeluarkan dia dari penjara saat ini juga,, kalian bisa kembali bersama"ucap Sherina.
"Sherina!"teriak Agam.
"Kak tolong pinjam handphone kakak aku akan menghubungi Mateo"ucap Sherina pada Daisy.
"Tidak jangan lakukan hal itu Sherina,,, jika aku mau aku juga akan melakukan hal yang sama, tolong maafkan aku, mari kita mulai lembaran baru"ucap Agam lembut.
"Tidak ada lembaran baru dengan ku,,, karena yang seharusnya lembaran baru itu hanya untuk kalian, karena kita belum memulai hubungan apapun"ucap Sherina tegas.
"Mom,,, tolong tinggalkan kami berdua, aku mohon aku ingin bicara berdua dengan Sherina"ucap Agam.
"Tidak kak,,, tolong pinjam handphone nya, aku harus menghubungi Mateo"ucap Sherina.
Bug.....
Tiba-tiba Agam meninju nakas yang ada di samping Sherina,
Bug...
prang....
Lampu temaram itu tiba-tiba terlempar dan pecah Sherina hanya menatap lekat pada Agam, yang kini tengah mengamuk.
"Agam hentikan"ucap Rayan yang kini menarik pria itu agar tidak melakukan hal itu dihadapan Sherina yang kini tengah sakit.
"Sekali lagi kamu ingin menelpon dia tanpa seizin ku, maka aku akan membawa mu pergi jauh dari sini"ucap Agam.
Pria benar-benar kali ini dia mengamuk dia marah sejadi-jadinya.
Agam sendiri saat itu juga dibawa ke ruang keluarga.
Pria itu terlihat sangat rapuh bahkan dia menangis sesenggukan sambil tertunduk di hadapan Rayan, dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu, tapi Sherina terus menekan dia untuk melepaskan dirinya.
Agam tidak ingin kehilangan Sherina, dia tau Sherina, adalah gadis yang benar-benar tulus mencintai nya, dan saat ini Agam, hanya ingin melupakan semua masalahnya, sebelum pulang ke Mension, dia mampir ke sebuah club malam, hanya untuk minum agar dia bisa melupakan rasa sakit itu.
"Aku juga tidak tega melihat Novita yang kini sangat menyedihkan,biar bagaimanapun dia pernah berarti dan sangat berharga bagiku, meskipun dia telah menghianati cinta ku, tapi semua tidak sepenuhnya Novita yang salah,, semua aku yang memulai nya, andaikan saja dulu aku tidak pernah memaksa dia untuk mencintai ku, mungkin tidak akan ada rasa sakit ini, rasanya lebih sakit dari menemukan sisa percintaan mereka dulu, daripada saat ini.apa? kakak tau baru saja satu bulan tubuhnya sudah kurus kering, dan aku melihat ada beberapa luka di kening dan sudut bibirnya, bahkan dia terlihat seakan tak pernah tidur kantung mata nya bengkak dengan mata yang memerah dan wajah yang sangat pucat, sejahat apapun dia kita tidak berhak untuk menghakimi nya"ucap Agam yang semakin terisak.
Pria itu sudah seperti anak kecil yang tengah mengadu karena kehilangan sesuatu.
"Kakak tau itu, besok kakak akan membuat dia keluar dari penjara dengan jaminan, dan setelah itu kita bisa memantau Novita, berikan semua hak dia sebagai mantan istri mu, biarkan dia pulih dulu sebelum bertemu dengan Agista"ucap Rayan yang merasa cukup untuk memberikan pelajaran pada Novita, saat ini.
"Terimakasih kak,, terimakasih atas pengertian nya"ucap Agam.
"Sebaiknya kamu pikirkan dulu, apa? kamu akan benar-benar melepaskan Novita dan akan memilih Sherina,, karena kakak tidak ingin ada masalah lain lagi di kemudian hari"ucap Agam.
"Aku akan membebaskan Novita dari ikatan pernikahan, dan aku akan menyerahkan semua pada Sherina, apapun pilihannya, aku tidak ingin lagi memaksakan kehendak kepadanya"Ucap Agam lirih.
__ADS_1