
Harta kekayaan Agam semakin berlimpah ruah, bahkan cabang perusahaan nya sendiri sudah ada yang di London Inggris, selain bisnis properti dia juga memiliki bisnis kuliner dan masih banyak lagi lainnya.
Itulah kenapa? Rayan selalu mengharapkan agar Agam memiliki banyak anak agar dia bisa mewariskan hasil kerja keras nya pada anak-anak mereka.
Saat ini perusahaan itu sudah dibagi dua dengan Anya meskipun kerjasama itu terus terjalin hingga sekarang, perusahaan Anya punya CEO dan wakil CEO yang tak lain adalah Ricky suaminya.
Ricky akan menghandle perusahaan jika Anya sedang berhalangan hadir , namun seringkali mereka pergi bersama seperti saat ini.
Setelah membantu Sherina mengurus kedua putranya, kini Anya dan Ricky juga Agam pergi ke perusahaan.
Sampai mereka berpisah di persimpangan jalan, Agam menuju kantor pusat, dan Anya pun sama.
Sementara kedua anak dari Anya dan Ricky dijaga oleh baby sitter dan juga kedua orang tua Ricky yang lebih suka mengajak mereka bermain bersama.
Ricky memang tidak lagi mengijinkan bapaknya untuk bekerja, sejak dia bisa kerja.
Sekarang mereka berdua tinggal bersama dengan Anya dan Ricky di Mension milik Rayan.
Mension tersebut semakin ramai. dengan tangis dan tawa ketujuh anak mereka termasuk dua orang bayi laki-laki.
Seperti saat ini Natali yang senang menggoda anak kecil dia mengerjai keempat balita berusia tiga sampai empat tahun itu, hingga Rayan yang sedang fokus pada pekerjaan nya, dia merasa kesal dengan Natali.
"Natali!.... kamu itu tidak ada pekerjaan lain apa? mentang-mentang punya orang kepercayaan hidupmu leha-leha terus urus perusahaan mu jangan terus buat gaduh berisik tau aku sedang bekerja."ujar Rayan.
"Tapi bukannya takut Natali malah terkekeh geli karena ternyata Rayan ikut terganggu bukan hanya anaknya.
"Kak, Natali lebih baik pergi jalan-jalan sana."ujar Daisy.
"Heeuh bosan aku tapi biasanya yang nyuruh yang traktir."ujar gadis itu.
"Heumm,,, ambil ini dan pergi sana."ujar Rayan yang melempar black card nya.
"Owh wow,,, Agista come on let's go kita kuras harta Daddy Rayan."ujar wanita itu.
"Silahkan saja jika bisa."ujar Rayan.
"Baiklah kita lihat saja, Agis mau beli mainan apa? ayo ikut dengan Mommy."ujar Natali pada Agista, alhasil keempat anak yang tadi menangis pun ingin ikut akhirnya Rayan yang tepok jidat tapi akhirnya mereka pun diijinkan untuk pergi meskipun diawasi oleh para bodyguard Rayan.
Kelima anak itu sudah bersiap dan Natali bilang tidak usah bawa bodyguard karena dia sendiri mampu untuk menjaga mereka semua.
Sampai saat mereka tiba di mall.
Natalia langsung meminta mereka berpegangan tangan dan dianjurkan untuk mengikuti Natali mereka pun menurut hal pertama yang Natali lakukan adalah mengambil troli belanja dan mereka berpegang pada troli tersebut.
sampai saat mereka diminta untuk memilih apa? saja makanan yang mereka mau sesuka hati, meskipun tetap dalam pengawasan.
Sampai saat semua kantong keresek terisi camilan favorit mereka penuh mereka pun membawa kantung kresek milik mereka masingmasing meskipun terlihat kepayahan tapi lagi-lagi mereka diajarkan mandiri oleh Natali.
"Kalian harus bisa membawa kebutuhan kalian masing-masing."ujar wanita itu.
Hingga tiba di tempat wahana permainan Natali meminta mereka menyimpan makanan tersebut, karena kelima anak itu akan bermain di dalam, hingga puas sementara kantung makanan itu iya simpan, sebagai bekal jika mereka haus atau laper.
Sampai setiap wahana permainan mereka nikmati bersama mereka pun menyudahi semua itu, dan kini mereka berkumpul di tempat duduk yang tersedia sambil menikmati jajanan yang tadi mereka beli padahal itu tidak pernah Daisy berikan kepada mereka tapi Natali menghalalkan semua nya yang penting tidak ada masalah untuk mereka dan mereka pun senang dengan itu
Sampai saat suara seseorang mengagetkan wanita itu.
"Agis,,, kamu disini sayang."ujar Haidar yang kini berhenti tepat di hadapan mereka semua dengan asisten pribadinya itu.
"Daddy,,,"Agis langsung menghambur memeluk Haidar yang berjongkok di hadapan Agista.
"Agis kangen Daddy."ujar Agista lagi.
"Daddy juga sayang,, Agis mau nginap di tempat Daddy, besok Daddy libur bagaimana? jika kita liburan bersama."ujar Haidar.
"Boleh daddy Agis ingin liburan ke Disneyland Hongkong."ujar Agis.
"Kalau itu belum bisa Agis, Daddy belum punya waktu yang tepat untuk pergi jauh karena libur nya hanya dua hari."ujar Haidar.
"Heumm,,,lalu liburan nya kemana? Daddy."ujar Agis.
"Bagaimana kalau kita ke pantai saja."kata Haidar.
"Boleh Daddy."ujar Agista.
__ADS_1
"Besok kita ke pantai, Kak Natali bisa kan."ujar Haidar.
Natalia yang sedari tadi tengah sibuk membantu keempat anak lain yang tengah makan eskrim pun terkejut dengan tawaran dari Haidar.
"Bawa Lima Bocil ke pantai,,, aduh kepalaku bisa beruban seketika."ujar wanita itu.
Sementara Haidar hanya terkekeh kecil, saat ini bagaimana tidak Natali dengan tingkah nya yang lucu' saat ini.
"Bawa baby sitter mereka."ujar Haidar.
"Aku tidak akan bisa menikmati suasana liburanku."ujar Natali.
"Ya sudah dengan Agista saja."ujar gadis itu.
"Heumm,,, baik'lah."ujar Natali.
Sementara mereka berempat yang fokus dengan es krim, tidak mendengarkan obrolan orang dewasa itu.
"Cepat habiskan es krim kalian, setelah ini kita belanja, uang Daddy kalian masih belum berkurang sedikitpun."ujar Natali.
Mereka pun mengangguk, sementara Haidar kembali tersenyum mendengar kata-kata konyol dari bibir wanita itu.
"Hari ini kalian mau beli mainan apa?,, sekarang cepat habiskan es krim nya, camilan yang lain bisa dimakan nanti karena jalan-jalan kita masih panjang."ujar Natalia.
"Asiappp!"jawab keempat Bocil itu.
Mereka pun selesai menghabiskan es krim yang dia beli tadi setelah itu ia kembali berjalan menuju tempat mainan anak-anak untuk membeli yang mereka mau meskipun mereka sudah memiliki segalanya.
Sampai saat ini Haidar masih mengikuti mereka bahkan membantu Natali untuk mengawasi mereka.
Haidar bahkan meminta Agista untuk membeli apapun yang Agista mau, namun gadis kecil itu hanya memilih salah satu bingkai foto berwarna pinggang dengan motif kelinci.
"Sayang untuk apa? kamu beli itu."ujar Haidar.
Natalia pun ikut melirik ke arah Agista.
"Agista mau simpan foto Mommy Vita disini."ujar gadis itu yang langsung membuat pria itu memeluk dan mengelus puncak kepala Agista.
Daddy sudah membuat lukisan wajah Mommy dan Agis juga Daddy di rumah tapi jika Agis mau foto mommy nanti Daddy bawakan oke."ujar pria itu.
Haidar pun tersenyum setelah itu dia kembali menawarkan Agista mainan lain, tapi gadis itu tetap menggeleng.
..........................
Mereka pun pulang dari dalam mall dengan riang gembira karena Natali tidak membiarkan Agis larut dalam kesedihan.
Dia ingin putri angkat nya itu selalu tersenyum ceria.
Sampai saat ini Haidar yang membawa mobil diikuti oleh mobil pribadi nya yang dikendarai oleh asisten pribadi nya.
Setelah meeting penting pria itu tidak kembali ke kantor dia malah membantu Natali untuk menjaga Lima anak yang Natali bawa termasuk putri sambungnya Agista.
Sesampainya di Mension dengan barang bawaan yang hampir memenuhi satu mobil milik Haidar, mereka masuk dengan hebohnya dan disambut oleh kedua orang tua mereka masing-masing yang sudah berada di dalam rumah.
Natalia sendiri berjalan menghampiri Sherina dan Agam, dia tersenyum manis saat menyodorkan sebuah bingkisan untuk kedua bayi kembar itu.
"Ini untuk twins A, karena kalian berdua tidak ikut aunty jalan-jalan."ujar Natali.
"Daddy,,, isi foto Mommy disini."ujar Agista pada Agam.
"Sayang,,, kamu beli apa saja, kenapa? hi beli ini, apa? uangnya tidak cukup."tanya Agam.
"Agis sudah punya semuanya Daddy jadi tidak ingin yang lain hanya ingin foto mommy disini."ujar Agista.
"Agista."ujar Agam sambil memeluk putri nya itu.
"Daddy,,, besok daddy Haidar ajak Agista sama Mommy ke pantai."ujar Agista yang kini berceloteh di pangkuan Agam.
"Heumm,, kenapa? tidak sekalian ajak ke penghulu."ujar Rayan yang menimpali, semua orang terkekeh kecil.
"Lain waktu."jawab Haidar yang langsung membuat Natali salah tingkah dan memukul lengan Rayan.
"Ah,,, sakit tau, aku benar kan Bu, pak untuk apa? di anggurin jika kalian berdua adalah singgel."ujar Rayan.
__ADS_1
"Jangan dengarkan dia,,, dia itu memang suka ngaco."ujar Natali dengan pipi yang merona bak kepiting rebus.
"Heumm,,, iya juga tidak apa-apa,,, itu wajar."jawab Haidar sambil menatap lekat wajah cantik itu.
Wanita dewasa yang beda usia lima tahun darinya membuat Haidar ingin menata kehidupan yang lebih baru lagi, lagipula Agista cocok dengan wanita itu, meskipun rasa sayang dan cinta pada Novita masih utuh hingga saat ini, apa? salahnya Haidar mencoba untuk menjalani kehidupan baru bersama dengan wanita itu.
"Aku siap membantumu."ujar Agam.
"Kau pikir apaan pakai bantu segala."ujar Natali kesal karena dijodoh-jodohkan dengan pria yang ada di hadapannya.
"Aku akan langsung meminta aunty untuk kembali ke Indonesia, karena putrinya sudah menemukan tambatan hati."ujar Rayan.
"Ah terserah kalian aku cape jangan lupa transfer ke rekening pribadi ku,jasa baby sitter seharian penuh itu mahal bayarannya belum lagi anak kalian rewel."ujar Natali sambil berbalik dan pergi.
"Suruh siapa? buat mereka nangis rasain kena batunya."ujar Rayan.
"Ini kartunya, tidak berguna."ujar Natali.
"Hahaha Rayan tertawa terbahak-bahak karena dia mengerjai Natali dengan memberikan kartu palsu, sementara wanita itu memberikan semua barang-barang yang anaknya butuhkan dari black card miliknya dan Haidar.
"Yank,,, kamu keterlaluan deh bagaimana? jika Natali tidak bawa dompet."ujar Daisy menegur suaminya yang suka menjahili Natali.
"Habis kesal dia ganggu fokus aku, tidak apa-apa? nanti aku transfer ke akun nya."ujar Rayan.
"Kak,,, bagaimana? bisa kebutuhan mereka berlima selama seharian ditanggung oleh Natali belum lagi itu mainan bukan mainan yang murahan."ujar Anya.
"Kau pikir dia orang miskin apa? menghidupi suaminya saja mampu dengan fasilitas yang wow, masa beli mainan kaya gitu saja bisa buat dia bangkrut."ujar Rayan.
"Heumm,,, ya sudah ya, Nya, Abang mu memang suka usil."ujar Daisy.
"Ganti mom,, kasihan kak Natali."ujar Anya.
"Iya nanti mommy ganti."ujar Daisy.
"Aku saja yang,,, ini lihat tuh sudah transaksi berhasil."ujar Rayan memperlihatkan buktinya.
"Heumm suamiku memang dermawan."ujar Daisy sambil mengusap lembut lengan Rayan.
Wanita itu tersenyum sambil memangku raya yang kini tengah memejamkan mata sambil karena lelah sementara Ray, saat ini tidur di kamarnya bersama dengan baby sitter nya itu.
"Sini aku pindahkan ke kamar nya."ujar Rayan.
"Heumm,,, baik'lah daddy, aku juga mau mandikan Argha dan Argan."ujar gadis itu.
Sampai saat Haidar pun pamit pulang karena sudah hampir sore akhirnya semua bubar menuju kamar masing-masing.
Sementara Haidar dia pulang ke apartemen disana seperti kata dia dia hanya membawa sebuah foto lukisan yang terdiri dari dirinya Novita dan Agista.
Itu cukup untuk mengenang kebersamaan mereka selama ini, sementara untuk barang-barang milik mendiang istrinya itu iya sumbangkan hanya menyisakan beberapa setel pakaian dan barang-barang seperti tas dan aksesoris itu dia simpan dengan baik di rumah almarhum yang lama rumah yang dia tempati sampai saat hari terakhir nya.
Sebenarnya Agam tidak ingin putri nya tau jika ibunya meninggal karena bunuh diri maka dari itu Agam meminta semua pihak untuk menutupi itu dari gadis kecil itu, hingga Agista mampu untuk mengerti semua yang terjadi mungkin setelah ia dewasa nanti.
Haidar pun memutuskan untuk memberikan uang hasil penjualan rumah tersebut pada Agista sebagian dan sebagian lagi ia sumbangkan untuk pembangunan mesjid.
Haidar sendiri kini membeli apartemen yang cukup luas untuk dia tinggali bersama dengan Agis, jika gadis kecil itu mau tinggal bersama dengan nya.
Sampai saat ia menemukan pengganti istrinya yang sudah tiada, Haidar akan tetap tinggal di sana.
Sementara itu di Mension, tepatnya di kamar Natali, kini dia tengah menangis seorang diri entah apa? yang saat ini dia tangisi yang jelas dia terisak seolah wanita itu tengah berduka.
Natali pun berkemas dengan terburu-buru dia bahkan meminta pelayan untuk membantu mengemas pakaiannya dan semua barang-barang miliknya.
Daisy yang melihat kesibukan yang dilakukan oleh pelayan yang kini mondar-mandir ke kamar tamu, wanita itu langsung bergegas menghampiri nya dan bertanya.
"Ada apa? ini."ujar Daisy.
"Nona Natali meminta kami mengemasi barang-barang nya."jawab pelayan itu.
"Ada apa? ini kak,,, kenapa? kakak menangis."tanya Daisy.
"Mommy masuk rumah sakit setelah terjatuh di kamar mandi, sekarang dia belum sadarkan diri."ujar Natali yang diberitahu oleh asisten pribadi nya.
"Astaghfirullah,,, yang sabar ya kak,,, semoga. aunty cepat sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala, jadi sekarang rencananya kakak mau langsung kembali."ujar Daisy.
__ADS_1
"Iya Dy,,, aku tidak tau kondisi Mommy saat ini bagaimana, aku juga takut Leon kenapa-napa jadi harus buru-buru pulang aku titip Agista ya jangan biarkan dia bersedih lagi."ujar Natali ditengah tangis pilu nya.
Wanita itu pun langsung bergegas menuju kamar dimana Agista saat ini berada.