Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Positif#.


__ADS_3

Sementara itu di ka villa saat ini kedua sejoli sibuk mengagumi keindahan pulau pribadi yang kini mereka tempati, pantas saja Rayan ingin membeli itu dan masih banyak orang lainnya, tapi Natali selalu mempertahankan itu.


Agista sendiri kini tengah berada di balkon kamar nya, gadis itu bahkan tidak ingin beranjak dari tempatnya berdiri.


Hingga seseorang datang menghampirinya dan memeluk gadis itu dari belakang tidak lupa memberikan kecupan di leher jenjang Agista.


"Masuk ini angin kencang tidak baik bagi kesehatan."ucap David.


"Lebih bahaya pisang cinta yang masuk akan kembung sampai sembilan bulan lebih, jika angin bisa langsung keluar lagi."ucap Agista sambil terkekeh geli.


"Heummm mulai nakal, ngomong-ngomong rasa pisang cinta itu bagaimanasih? jadi penasaran pengen denger pendapatnya."ucap David menggoda.


"Tanya saja pada rumput yang bergoyang."ucap Agis sambil berlari masuk kedalam kamar yang luas itu.


"Nakal kamu ya,,, awas aja nanti aku akan menghukum kamu satu bulan lebih selama kita disini."ucap David.


"Ampun tuan muda,,,jangan hukum aku."ucap Agista sambil tersenyum menggoda setelah itu ia menjulurkan lidahnya.


"Heummm.... mulai ya, aku hitung sampai satu setengah kali tidak kembali jangan harap bisa lepas mulai sore ini."ucap David.


David terus berusaha mengejar Agista hingga ke teras utama tapi saat tiba di sana dia menjerit begitu keras hingga David langsung berlari kencang.


Saat tiba di sana David juga langsung kaget saat melihat ular piton melingkar di teras itu, beruntung ukurannya belum terlalu besar hingga tidak terlalu menakutkan.


Sampai beberapa orang penjaga satwa disana datang dan membawa ular yang kabur itu kembali ke dalam kandang nya.


Agista sendiri David bawa ke dalam kamar, gadis itu langsung menggigil hebat karena ketakutan.


"Sayang jangan takut, mereka sudah jinak kok."ucap David menenangkan.


"Jinak bagaimana Yank.... kamu tidak melihat mulutnya terbuka lebar, sampai aku lempar sandal kedalam mulutnya itu langsung di telan."ucap Agista yang langsung membuat pria itu kaget.


"Wah ini sih benar-benar tidak beres."ucap David.


"Heummm baru sadarkan kamu."ucap Agista.


"Yang aku maksud adalah, piton itu bisa mati dan kita bisa di dihukum oleh mommy Natali."ucap David.

__ADS_1


"Ah,,, itu bukan masalah besar, yang akan menjadi masalah besar adalah aku yang mati dimakan ular apa? kau sudah siap menjadi duda? atau memang itu yang kamu inginkan.... ataukah sudah ada yang baru lagi yang siap menggantikan aku!."teriak Agista yang membuat David kaget setengah mati.


Pasalnya baru kali ini dia melihat wanita yang terbakar api cemburu seperti istrinya itu.


"Sayang,,, kamu bicara apa? tidak mungkin aku seperti itu, aku mengatakan itu karena aku tidak tau."ucap pria tampan itu.


Sementara Agista hanya mendelik dan membuang pandangannya sambil berkata. " Tidur di luar itu jauh lebih baik untukmu agar bisa belajar peka."ucap Agista tegas.


Sontak David membulatkan matanya dan langsung menggelengkan kepalanya, saat itu juga.


..."Tidak honey, lebih baik kamu hukum aku yang lainnya jangan seperti itu."ujar David ketakutan....


"Tidak ada ampun bagimu."ucap Agista seperti sedang kerasukan roh halus.


Wanita itu tidak perduli pada suaminya yang merengek minta ampun.


Hingga David mendapatkan ide.


"Honey please jangan tidur terpisah, nanti jika ular itu masuk kamar bagaimana?."ucap Agista.


"Aku lebih takut pada ular yang diam-diam mematikan dari pada ular hidup seperti tadi."ucap Agista yang langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Yank,,, memangnya ada ular yang diam-diam mematikan."ucap David dengan sengaja meninggikan suaranya.


Agis langsung mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi."Tentu saja ada itu adalah ular kamu."ucap Agista tanpa rasa malu karena sudah terlanjur kesal setengah mati.


David pun menelan Saliva nya dengan susah payah, karena yang dia tahu apa? yang dimaksud oleh Agista.


Agista sendiri kini tengah menggosok gigi sebelum dia mandi .


Wanita itu tengah bersiap untuk perang dingin dengan suaminya yang kini tengah kebingungan dan sedang mencari kata-kata manis untuk istrinya itu.


"Sayang,,, aku minta maaf ya... sayangku yang cantik ini jangan marah lagi please, jangan marah lagi."ucap David sambil merangkul Agista.


"Baiklah tapi tetap tidur terpisah kamu di sofa aku di ranjang."ucap Agista.


"Baiklah sayang."ujar David yang kini terlihat pasrah.

__ADS_1


Betapa malangnya nasib David, baru juga tiba di tempat bulan madu, sudah mendapatkan masalah besar, sepertinya dia harus mengatur strategi.


pria itu langsung bergegas menuju keluar untuk membuat rencana bersama dengan orang yang ada di pulau tersebut untuk mengerjai Agista agar Gadis itu tidak bisa jauh darinya.


Sementara Agista sendiri tidak perduli dengan kepergian suaminya itu.


Dia masih merasa dongkol dengan David, saat pria itu lebih memikirkan ular tersebut daripada dirinya.


Sampai saat David datang dalam keadaan mengenaskan, pria itu digotong menggunakan tandu, dan terdapat banyak luka goresan di setiap kulit lengan dan juga kakinya.


Agis yang kaget kembali berteriak sambil menghambur memeluk David yang jelas-jelas tengah mengerjai dirinya.


David tadi sempat dikejar angsa dan dia sempat berguling-guling di tanah karena jatuh, tapi tidak separah itu, lukanya hanya luka lecet kecil dan tidak semenyakit kan itu.


Justru David dan rekan kerja samanya itu memperparah kondisi itu dengan lukisan di tubuhnya itu.


David tidak memikirkan konservasinya nanti yang jelas saat ini adalah dia tidak ingin dijauhi oleh Agista.


Agista dibantu para pekerja membawa David ke dalam kamar mereka, sampai pria itu dibaringkan oleh Agis di atas ranjang empuk itu.


Agista menyelimuti pria itu setelah itu dia langsung menyusul para pegawai yang tadi mengantar David, gadis itu memberikan sejumlah uang pada mereka untuk dibagikan.


Sementara di dalam kamar, David kini tengah tertawa puas karena dia benar-benar merasa menang saat ini.


Sementara Agista pun kembali ke kamar tersebut.


Sesampainya di sana dia langsung berubah dingin.


'Bangun mau sampai kapan? kamu terus berpura-pura seperti ini, kamu pikir aku sebodoh itu hingga bisa percaya begitu saja padamu heeuh!."ujar gadis itu tegas.


"Sayang aku bisa jelaskan please jangan marah lagi tapi ini sebagian luka aslinya sayang,,, karena aku berguling-guling di tanah gara-gara angsa jelek itu,,, aduh atit Yank..."ucap David manja.


Sementara Agista kini hanya bisa menahan tawa atas bayangan yang melintas di pikirannya itu.


Saat pria itu dikejar angsa yang begitu besar.


"Sayang kamu percaya kan sekarang."ucap gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2