
Natalia mematung di tempatnya saat mendengar ungkapan cinta dari Haidar.
"Aku tidak pernah seperti yang kamu kira tapi kamu yang selalu berfikir buruk padaku."ucap Natali.
"Aku minta maaf, aku tau aku salah tapi semua itu terjadi karena kamu selalu mengabaikan ku."ujar Haidar.
"Bukan aku tapi kamu!"ujar Natali yang meninggikan suaranya karena teramat kesal.
"Yank,,, kamu yang mengabaikan aku."ujar Haidar.
Natali langsung terduduk sambil mengusap air matanya dia merasa jengkel dengan pria yang ada di hadapannya.
"Jangan menangis, baik'lah semua aku yang salah."ujar gadis itu.
"Hiks hiks, aku sangat kesal dengan mu mengapa? kamu selalu egois."ujar Natali.
Haidar berusaha membuat wanita cantik itu berhenti menangis dia menghampiri Natali lalu membawanya kedalam dekapannya.
Aroma maskulin dari tubuh Haidar yang terasa seperti aroma terapi bagi Natali. membuat wanita itu seketika menghentikan tangisnya.
Haidar pun mendaratkan kecupan di puncak kepala Natali yang kini mematung di tempatnya.
Kemesraan mereka membuat siapapun baper saat melihat itu hingga mereka berdua sadar jika saat ini tengah berada di keramaian.
Kedua lalu mencoba menetralkan keadaan.
"Lihat Agis sedari tadi dia tidak mau jauh dari Leon."ujar Natali yang kini terlihat sedikit grogi karena Haidar terus menatap wajahnya.
"Kita harus segera menikah, agar keduanya bisa saling menjaga."ujar pria itu.
"Heumm,,, apa? kamu sudah yakin cocok dengan pilihan mu, jujur aku masih takut jika membahas tentang pernikahan."ujar Natali.
"Aku janji tidak akan membuat mu kecewa dengan pernikahan kita."ujar Haidar.
"Aku pegang janji mu."ujar Natali.
"Kita akan menentukan hari pernikahan kita."ujar pria itu.
"Terserah saja, tapi aku tidak ingin perayaan . hanya akan ada akad nikah dan makan malam bersama dengan keluarga."ujar Natali.
"Semua yang kamu mau tentunya, tapi jika ingin pesta meriah pun akan aku berikan."ujar Haidar.
"Tidak,,, hanya ada itu."ujar Natali.
"Heumm,,, oke honey."ujar Haidar.
"Semua terserah padamu saja."ujar wanita itu.
"Heumm,,,"balas Haidar.
Mereka tidak sadar jika saat ini mereka tengah membahas hal yang sangat serius di tengah keramaian, mereka pun saling melemparkan senyum.
Tidak lama setelah itu kedua anak mereka menghampiri Keduanya.
"Mom,,, lelah."ujar Agis sambil menghampiri Natali.
"Uh,,, kasihan princess Mommy, sini mommy obati ya."ujar Natali yang langsung membawa Agis kedalam dekapannya.
"Uncle, beli minum."kata Leon.
"Daddy honey,,, mulai sekarang panggil dia begitu."ujar Natali.
"Tidak apa-apa Yank,,, mungkin dia belum mengerti dan butuh penyesuaian."ujar Haidar lembut, sambil mengusap bahu Leon.
"Aku haus Mom,,, ingin es krim."ujar Leon.
"Agis juga mau."ujar gadis itu.
"Heumm,, kalian kompak ya, kalau begitu sekarang kita pergi bersama."ujar Leon.
"Heumm ya mommy"ujar keduanya.
Mereka terlihat sangat kompak sebagai sebuah keluarga yang harmonis, meskipun saat ini mereka berdua belum menikah.
Sesampainya di kedai es krim, mereka berdua pun duduk saling berhadapan.
"Daddy mau pesan apa?." tanya Natali.
"Pesan kopi saja."jawab Haidar.
"Heumm baik'lah."ujar Natali.
Wanita itu langsung beranjak dari duduknya, memesan eskrim untuk mereka bertiga sementara Natali memesan kopi di Starbucks yang ada di tempat itu.
Sampai dia membawa kopi pesanan Haidar.
"Ini kopinya."ucap Natali lembut.
"Heumm,,, ya , tuh es krim kamu dah meleleh Yank,,,"tunjuk Haidar .
"Ya gimana? dong."ujar Natali memasang wajah sedih.
"Pesan saja lagi yank,,, kamu itu seperti orang susah saja."ujar Haidar sambil tersenyum.
"Tapi ini sayang tau ." tunjuk Natali.
"Yasudah nikmati saja."ujar Haidar.
"Ih,,, gitu ya kamu Vero."ujar Natali.
__ADS_1
"Sini aku buang yang ini kita beli lagi."ujar Haidar yang hendak meraih eskrim yang sedang di nikmati oleh Natali.
"Tidak,,, jangan biarkan aku makan, rasanya tetap enak kok."ujar Natali.
"Heumm,,, makan nya pelan-pelan sampai belepotan kayak gini."ujar Haidar yang mengusap sisa es krim di sudut bibir Natali.
"Daddy,,, kok Agis tidak di lap sih kan Agis juga belepotan seperti Mommy."ujar gadis kecil itu protes.
"Owh iya sampai lupa ada princess Daddy."ujar Haidar yang kembali mengambil tissue untuk membersihkan bibir Agis yang belepotan es krim.
"Wanita itu tersenyum kecil saat melihat putri angkat nya cemburu, termasuk Haidar yang sampai melupakan putri sambungnya. gara-gara sedang asik bersama dengan Natali.
"Heumm,,, bahagia nya lihat aku kesulitan."ujar Haidar yang kini menatap gemas pada Natali.
"Heumm,,,"lirih Natali.
Sampai mereka selesai makan es krim, Haidar mengajak Natali untuk pergi ke toko perhiasan, meskipun itu dadakan Haidar ingin cincin pernikahan mereka sepesial.
Haidar akan membuat desain khusus untuk cincin mereka berdua.
Pria yang berbakat dalam hal menggambar itu akan menggambar kan model cincin untuk calon istrinya itu.
Sesampainya di sana Haidar langsung meminta pelayan untuk memperlihatkan semua perhiasan terbaiknya yang mereka punya saat ini.
Itu hanya Haidar beli sebagai tanda jadian mereka setelah itu dia akan membuat desain khusus untuk cincin pernikahan mereka.
Natali meminta Haidar memilihkan cincin berlian yang akan Haidar berikan padanya saat itu juga.
"Apa kamu suka yang ini Yank."ujar Natali.
"Daddy Agis mau kalung yang itu juga cincin seperti Mommy."ujar Agista.
"Tentu saja sayang,,, Agis princess Daddy pasti cantik jika menggunakan ini semua."ujar Haidar.
Lagi-lagi Natali terkekeh pelan karena Agis selalu ingin diperlakukan sama dengannya. dan itu sangat menggemaskan bagi Natali.
"Sayang, ayo kita habiskan uang Daddy."ujar Natali.
"Heumm,,, uang Daddy tidak akan habis, karena Daddy akan bekerja lebih keras lagi untuk kalian."ucap Haidar.
"Terimakasih Daddy."ujar Natali sambil tersenyum.
Hubungan diantara mereka berdua memang terbilang cepat, tapi Haidar dan Natali sudah sangat yakin jika.hubungan itu tidak lagi akan mengalami kegagalan.
Natali pun menerima cincin berlian yang sangat indah, yang Haidar pilihkan untuk calon istrinya itu.
Natali tidak tau jika Haidar pintar memilih perhiasan.
Setelah itu Natali juga mengajak Haidar pergi ke butik ternama yang selama ini sering ia datangi hanya untuk melihat-lihat barang yang dijual di sana membandingkan kualitas terbaik di setiap butik tentunya.
Sampai saat ini satu butik itu yang Natali, suka selain banyak produk lokal mereka jual juga hasil karya sendiri.
"Aku ingin kita melakukan prewedding outdoor bersama dengan kedua anak kita, karena nanti tidak akan sempat melakukan resepsi jadi kita hanya akan membuat foto prewedding saja."ujar Natali.
"Heumm,,, bagaimana baiknya saja sayang, aku ikut kamu "ujar Haidar.
"Aku akan mengukur baju untuk kita gunakan nanti jadi jangan mengeluh jika proses nya sedikit lebih lama."ujar Natali.
"Tidak apa-apa sayang lagipula aku masih bisa bekerja nanti malam."ujar Haidar.
....................................
Sampai saat wanita itu tiba di kediaman barunya bersama dengan Haidar, Agista malah ingin menginap di tempat Natali.
"Daddy,,, aku ingin kita menginap di sini."ujar Agista.
"Heumm,,, sayang sebaiknya lain kali saja ya, Daddy ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan."ujar Haidar.
"Agis bisa menginap sama Mommy di sini kalo mau."ujar Natali.
Agista menggeleng"Mau sama Daddy."ujar gadis kecil itu.
"Agis main saja dulu Daddy masih tunggu nanti kita pulang ke apartemen."ujar Haidar.
"Baiklah."ujar Agista.
"Aku pamit mandi dulu sayang, setelah itu kita akan makan malam bersama."ujar Natali.
"Heumm baik'lah."ujar Haidar.
"Jika ingin mandi di kamar sebelah ada perlengkapan untuk pria."ujar Natali.
"Tunggu apa? ada pria lain di sini selain aku."ujar Haidar.
"Heumm,,, sayang kamu itu selalu berfikir yang tidak-tidak aku menyiapkan semua itu di setiap rumah untuk persediaan jika sewaktu-waktu ada tamu penting yang membutuhkan itu, lagipula wajar kan sebagai tuan rumah menjamu tamu dengan fasilitas yang lengkap."ujar Natali.
"Heumm,, jadi ceritanya aku juga tamu di sini Yank..?."ujar Haidar.
"Salah lagi, ya udah terserah kamu saja Yank, kamu mau mandi atau tidak tidak jadi masalah. toh kamu masih wangi."ucap Natali jujur.
"Aku mau mandi dan aku masih punya baju ganti di mobil aku ambil dulu."ujar Haidar.
"Heumm,,, ingat kamar nya yang itu."tunjuk Natali pada pintu kamar yang ada di depan ruang TV dimana anak-anak berada saat ini.
"Heumm,,,satu kali tunjuk juga aku tau Yank, tidak mungkin aku naik keatas. karena yang aku tau disana pasti kamar mu."ujar Haidar.
"Heumm,,, makasih atas pengertian nya."ujar Natali.
"Sama-sama sayang."ujar Haidar sambil tersenyum.
__ADS_1
Sampai Natali menghilang dari pandangannya, akhirnya Haidar pergi untuk mengambil baju ganti di mobilnya.
Sampai saat satu jam berlalu, Haidar sudah mandi begitu juga Agista yang dimandikan oleh baby sitter Leon.
Kedua anak itupun sudah tampak segar setelah mandi kini keduanya tengah menikmati makan malam berdua, karena Leon akan makan malam pada pukul enam.
Sementara Natali satu jam lagi, dia yang sudah tampil cantik dan tampak lebih fresh juga wangi akhirnya menghampiri Haidar setelah meminta koki untuk memasak makan sepesial untuk mereka berdua.
"Heumm,,, kamu semakin cantik saja Yank."ujar Haidar.
"Aku tau."ujar Natali sambil terkekeh geli..
"Aku serius sayang."ujar Haidar.
"Aku juga serius ujar Natali yang kini menatap Haidar.
Mereka saling menatap hingga wajah mereka semakin dekat dan lebih dekat bahkan Natali sudah memejamkan matanya, tapi tiba-tiba suara Agis membubarkan dua insan yang hendak berciuman itu.
"Mommy dan Daddy sedang apa?."celetuk Agista.
Kedua orang dewasa itu langsung kaget dan menjauh sambil berusaha menetralkan pikiran masing-masing.
"Agista, sayang Daddy mau meniup debu di mata Mommy."ujar Haidar.
"Ya sayang Mommy kelilipan."ujar wanita itu mengiyakan kebohongan Haidar.
Gadis kecil itu sengaja menghampiri mereka karena Agis sudah sangat mengantuk mungkin kelelahan.
"Agis, sudah selesai Makanya."ujar Natali.
"Sudah Agis sudah kenyang tapi Agis ngantuk ingin bobo di rumah Daddy Agam."ujar Agis.
"Heumm,,, sayang , rumah Daddy Agam dari sini itu jauh sekali, lebih baik kamu bobo sama Mommy ya."ujar Natali berusaha untuk membujuk.
"Gak mau Daddy,,, mau pulang ke adik twins A."ujar Agis yang sudah hampir menangis.
"Tapi sayang kita kan mau liburan."ujar Haidar.
"Mau pulang saja Daddy, Agis kangen adik bayi."ujar gadis kecil itu sudah tidak bisa ditawar lagi.
Alhasil, keduanya hanya bisa tepok jidat, Agis memang kadang tidak bisa ditebak.
"Baiklah tapi tunggu Daddy dan Mommy makan dulu oke sayang."ujar Natali.
"Heumm jangan lama-lama Daddy, Mommy."ujarnya lagi.
"Heumm."ujar keduanya.
"Ayo sayang kelihatan nya semua sudah siap."ujar Natali.
"Heumm,,, baik'lah cinta."ujar Haidar.
"Nanti setelah mengantar Agis, jangan keluyuran harus langsung pulang oke."ujar Natali.
"Iya Honey, tidak kemana-mana kok langsung pulang lagipula aku sudah sangat lelah mau istirahat."jawab Haidar.
"Mau makan sama lauk apa? ujar Natali.
"Terserah kamu saja, aku tidak pilih-pilih makanan. apalagi jika yang masak itu kamu pasti akan habis tak bersisa."ujar Haidar.
"Heumm,,, halal kan dulu baru masak untuk kamu."ujar Natali sambil menyendok nasi dan lauk pauk yang ada di meja meskipun hanya satu sendok makan saja.
"Sudah cukup Yank, aku tidak serakus itu."ujar Haidar.
"Heumm,,, maafkan aku lagipula kamu juga asik ngobrol."ujar Natali.
"Ya,, maafkan aku. sini duduk dulu kita akan makan bersama."ujar Haidar.
Natali hanya bisa pasrah karena salahnya telah memberikan Haidar satu piring penuh nasi dan lauk pauk nya itu.
"Aaa,,, bukan mulutnya."ujar Haidar saat itu juga.
Meskipun sedikit canggung tapi akhirnya mereka pun menghabiskan makan malam itu berdua.
"Heummm,,,, habis juga akhirnya."ujar Haidar.
Setelah itu ia pamit untuk mengantar Agista pulang ke rumah Agam.
Agis, benar-benar menunggu dirinya untuk mengantarkan dia ke rumah Agam.
Natali mengantar Haidar hingga ke depan, tepat di depan pintu, Haidar mencuri kecupan manis di bibir Natali yang kini wajahnya tengah bersemu merah.
"Yank,,, aku pergi dulu sampai jumpa Minggu depan, tunggu aku sampai pulang dari luar kota oke."ujar Haidar yang tiba-tiba meminta ijin.
"Dadakan banget sayang kamu sengaja ya."ujar Natali.
"Sengaja apanya sayang aku memang benar-benar ada urusan penting di luar kota, kamu baik-baik sama anak-anak kita ya,,, aku janji setelah semua urusan selesai aku akan segera menjemput mu untuk berlibur."ujar Haidar.
"Heumm baik'lah hati-hati di jalan."ujar Natali.
"Ya, terimakasih sayang ku."ujar Haidar sambil mengecup kening Natali.
"Mimpi indah ya sayang good night."ujar Haidar.
"Night,,,"ujar Natali lirih.
Rasanya sungguh sangat aneh, berat rasanya untuk melepas Haidar pergi.
Padahal mereka baru resmi berpacaran hari ini, dan bahkan dulu saat ia punya suami pun biasa saja meskipun tidak bisa di pungkiri cinta untuk Daddynya Leon sungguh sangat besar, tapi Natali tidak pernah seberat ini melepas suaminya yang akan berpergian.
__ADS_1
Heumm,,, begini saja