
David masih menatap kesal pada Agista yang kini memperlakukan dirinya seperti orang asing .
"Apa? aku orang asing untukmu."ujar David.
"Yank datang ke butik selain karyawan sudah pasti dia adalah seorang pelanggan atau tamu yang ingin mencari sesuatu. jadi wajar jika aku bersikap formal dengan orang yang datang."ujar gadis itu.
"Aku datang kesini untuk memborong semua barang yang ada di sini beserta pemilik butik ini bagaimana?"ujar David.
"Kau."ujar Agis yang kini menatap tajam kearah pria super tampan dan mapan itu.
"Aku tidak jual diri tuan tapi jika kamu masih cari wanita bukan disini tempatnya. adik dan kakak sama-sama tidak memiliki hati."ujar gadis itu dengan lantang.
Sementara David tidak sedikitpun marah dia bahkan malah menghampiri Agis dan duduk di samping nya.
"Ikut aku pulang ke rumah aku janji akan memberikan pelajaran terhadap adik-adik kita."ujar David.
"Itu bukan rumah ku."ujar Agista.
"Ayolah Agista kamu itu bagian dari kami."ujar David.
"Diantara kita tidak ada hubungan darah dan aku adalah anak haram yang terlahir di keluarga tuan Agam. jadi silahkan kalian menghina ku sesuka hati mu."ujar gadis itu.
"Agis,,,itu tidak benar begini saja aku mewakili mereka untuk meminta maaf."ujar David.
"Kata-kata yang sudah adikmu keluarkan tidak bisa ditarik lagi dan semua itu adalah sebuah kebenaran jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk meminta maaf padaku."ujar gadis itu.
"Agis please jangan berkata seperti itu lagi."kata David memohon bagaimana pun pria itu benar-benar merasa sangat bersalah pada Agista.
"Maafkan aku masih banyak kerjaan tuan David yang terhormat silahkan lakukan apapun yang tuan inginkan."ujar Agista.
"Agis,,, aku kesini ingin mengajak mu untuk bekerja sama, aku punya teman di Eropa dia juga memiliki bisnis fashion. kamu pasti akan cocok bekerja sama dengannya."ujar pria tampan itu.
__ADS_1
"Aku tidak tertarik untuk bekerja sama dengan siapapun, aku lebih suka bekerja keras dari nol dengan hasil kerja keras ku sendiri daripada kesuksesan yang diraih dengan bantuan dari orang lain. meskipun penghasilan ku tak seberapa tapi aku memiliki kepuasan tersendiri daripada harus memberikan hasil karya ku pada orang lain yang akan seenak jidat mengklaim produk yang aku buat."ujar Agista tegas.
"Jessica tidak seperti itu aku yakin dia akan cocok dengan mu."ujar David.
"Kau begitu yakin tuan, kenapa? tidak tuan saja yang bekerja sama dengan dia,,, mungkin juga dia akan menjadi partner bisnis seperti yang kamu katakan."ujar Agis.
"Agis lihat lah kakak bawa apa?"ujar Leon.
"Heumm,,, terimakasih kak."ujar Agista berpura-pura ramah terhadap Leon untuk menghindari David padahal Leon dan dirinya pun sempat cekcok kemarin karena Leon pun lebih mementingkan Raya daripada dirinya.
Sementara itu di kediaman Rayan saat ini kedua anak kembar itu tengah heboh karena mendapatkan surprise dari sang Daddy berupa mobil mewah keluaran terbaru dan itu merupakan limited edition.
Daisy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat cara asuh yang salah dari Rayan untuk kedua anaknya itu.
Terbukti kedua anaknya saat ini selalu bersifat jumawa hanya karena ayahnya sendiri yang mendidik mereka untuk tidak boleh dikalahkan oleh orang lain.
"Kini putri semata wayangnya menjadi wanita yang sangat sombong dan suka pamer kekayaan meskipun Daisy sering menegurnya dan Rayan terus membela mereka bahkan tidak jarang Rayan dan Daisy ribut gara-gara itu.
Sementara itu di kediaman Natali kini semua anggota keluarga tengah berkumpul kecuali Agis yang hingga saat ini seakan menjauh dari mereka.
"Sudah deh Vino berisik tau Agis mulu yang dibahas bosan tau kamu itu tidak tahu kah bahwa Agis itu adalah anak haram."
"Vivian! siapa? yang mengajarkan mu untuk bicara kurang ajar seperti itu. asal kamu tau dia itu putri Daddy kakak kalian."ujar Haidar marah
Semua orang terdiam termasuk Natali dia tau perangai suaminya bagaimana. Haidar tidak bisa dibantah jika sudah berbicara.
Natali tidak membenarkan kelakuan putrinya itu karena Agista hadir di dalam hidup mereka juga karena pilihan dia. dia juga sangat menyayangi gadis itu.
Sementara gadis yang mereka bahas kini tengah sibuk bekerja lembur di butik miliknya dia belum pung dan mungkin akan menginap di sana biar tidak harus menyetir disaat dia sudah mengantuk.
Agista juga berencana untuk membangun sebuah butik sekaligus Cafe yang akan menjadi tongkrongan anak muda.
__ADS_1
Agis akan mengembangkan bisnis nya merambah ke berbagai bidang.
Jadi dia tidak ber kembang di bidang satu dia bisa berkembang di bidang lain.
"Mommy Agis akan bekerja keras untuk mengembalikan perusahaan yang mommy miliki dulu meskipun itu Agis mulai benar-benar dari nol."ujar gadis itu.
Agis pun menyelesaikan pekerjaan nya yang kini tengah membuat tas berbahan dasar kain jeans dengan berbagai macam bentuk dan juga dengan aksen warna juga berbeda-beda .
Namun semua itu mampu menembus kalangan menengah keatas karena kualitas dan estetika yang terkandung di dalamnya tidak diragukan lagi.
Agista memposting foto dan video mengenai tas tersebut dengan harga yang terjangkau oleh setiap kalangan.
Baru satu menit vidio itu diluncurkan Agista langsung dibanjiri pesanan.
Agis mengucap rasa syukur yang teramat sangat, bahkan kini dia akan mencari pekerja dan tempat yang stategis untuk semua itu.
Agis pun membuka lowongan kerja di yang dia cari adalah pelayan di butik juga lima orang penjahit proporsional.
Dan keesokan harinya tidak butuh waktu lama, dia dibantu oleh asistennya Weni menyeleksi pegawai nya dan yang mereka pilih adalah tiga wanita paruh baya yang sudah mahir dalam menjahit dan dua orang laki-laki untuk melayani butik.
Agis ingin menciptakan suasana baru dengan mencari pelayan pria sebagai terobosan baru.
Mereka tidak perlu menjadi kemayu untuk hal itu justru yang dipilih adalah laki banget.
Setelah kelimanya mulai bekerja Agista menempatkan para penjahit di rumah nya tepatnya di belakang ada gudang yang cukup luas bekas penyimpanan barang-barang lama milik kakek nya dan kini semua sudah di jual di tempat loak sebagian yang masih kepake Agista tata ulang di tempat semula.
"Bagaimana ibu-ibu apa? tempat ini cocok aku sudah membeli mesin jahit yang paling bagus untuk memudahkan kalian dalam bekerja."ujar Agista.
"Heumm tempat ini sangat nyaman Nona ada tempat istirahat juga dan bersantai."ujar salah seorang ibu-ibu.
"Saya bukan orang yang tidak punya hati saya memang ingin semua pekerjaan beres tapi tidak menghasilkan segala cara juga. kalian juga manusia butuh istirahat jadi selagi pekerjaan bisa ditangani kalian juga bisa istirahat dengan baik."ujar Agista.
__ADS_1
"Terimakasih Nona."ujar mereka.
"Sama-sama tapi ingat saya juga ingin bekerja sepenuh hati agar hasilnya lebih bagus."ujar Agista.