Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Kecemburuan Agam#


__ADS_3

Ricky dan Anya pun berbaikan kini keduanya keluar untuk sarapan, dan di ruang makan sudah sangat sepi bahkan Daisy pun tidak terlihat sama sekali.


Anya memberikan piring yang sudah berisi makanan untuk Ricky sarapan pagi.


"Terimakasih Yang"ucap Ricky.


"Sama-sama AA, bagaimana kalau hari ini kita lihat rumah pemberian mommy, sepertinya sepertinya kita akan betah"Anya.


"Terserah sayang saja, setelah ini AA mau balik dulu ke kampung,lagi pula AA, belum menyelesaikan semua urusan pekerjaan di sana"ucap Ricky.


"A, apa? Anya boleh ikut"ucap Anya.


"Tentu saja boleh yang tapi kalau kamu sibuk tidak usah"ucap Ricky.


"Loh kok AA bicara seperti itu, bukan nya kita partner kerja"ucap Anya.


"AA, sudah memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor mulai saat ini AA akan kembali bekerja di kampung, mungkin hanya itu keahlian AA"ucap Ricky.


"Anya tidak menjawab dia menghentikan sarapan pagi nya, dia langsung pergi begitu saja, hatinya begitu perih ternyata Ricky, tidak benar-benar memaafkan dirinya.


"Yang tunggu kamu mau kemana?"tanya Ricky.


Anya tidak menjawab dia meraih kunci mobil dari dalam lemari kaca tempat dimana semua kunci mobil berada.


"Yang, kamu dengar aku gak... kamu mau kemana?"tanya Ricky sambil berjalan mengikuti langkah Anya.


"Yang!"ucap Ricky dengan nada tinggi karena Anya tetap tidak mau menjawab.


"Pergi jauh karena sudah tidak termaafkan, aku sudah terlalu banyak berbuat kesalahan pada mu hingga kamu tidak bisa memaafkan aku, sekarang terserah kamu mau berbuat apapun juga, aku tidak akan melarang sekalipun kamu mau menikah dengan si Ida"ucap Anya.


Anya berbalik dan pergi tapi Ricky tetap mengejarnya, hingga Anya tertahan di garasi karena Ricky menghalangi langkah nya.


"Yang aku salah apa? aku tidak berbuat apa-apa tapi kenapa? kamu begini"ucap Ricky.


"Tanyakan semua pada hati mu A, apa? ada cinta di sini untuk Anya"kata Anya


Tapi Ricky membisu, dia bukan tidak mencintai Anya, tapi dia malu dengan rasa itu, karena setinggi apapun rasa cinta nya pada Anya, tetap akan terlihat tidak berharga karena Ricky, tidak sederajat dengan Anya, jadi kata itu hanya akan terdengar seperti rayuan seorang penjilat. pikir Ricky saat ini.


"Aku rasa tidak ada"ucap Anya.


"Yang kamu salah paham, aku sangat mencintaimu tapi aku malu dengan diriku sendiri yang tidak punya apa-apa ini"ucap Ricky.


"AA... kenapa? AA selalu merendahkan diri sendiri, Anya tidak pernah menuntut apapun tentang materi. yang Anya butuh hanya ketulusan hati AA, apa AA mencintai Anya atau tidak... hanya itu A, jika soal materi Anya bahkan siap hidup sederhana seperti orang di kampung Anya akan ikut kemanapun AA pergi, tapi Anya punya kewajiban untuk menjaga peninggalan orang tua Anya apa salahnya jika Anya mengajak AA bekerja di sana, Anya tidak pernah merasa bahwa Anya seorang yang harus aa hormati, justru Anya menghormati aa dan Anya menjunjung tinggi harga diri AA, sebagai suami Anya. itulah kenapa Anya selalu ingin AA menggantikan posisi Anya karena Anya begitu menghargai AA sebagai seorang suami dan pemimpin perusahaan. Anya ingin orang lain menghargai AA, seperti Anya menghargai AA selama ini"ucap wanita itu.


Ricky langsung memeluk istrinya itu, ada tetes air mata haru yang menetes dari mata Ricky saat ini betapa dia merasa sangat dicintai dan dihargai oleh istrinya yang bahkan jauh lebih terhormat dari dirinya.


"AA, sangat mencintaimu Anya, AA sangat mencintai istri AA, maafkan AA jika AA keliru"ucap Ricky tulus.


Ambilah dan tunggu Anya disini Anya, akan mengambil tas Anya, dan punya AA"ucap Anya.


Anya buru-buru pergi meninggalkan Ricky yang kini menggenggam kunci mobil, Ricky langsung memasuki mobil tersebut dan mengeluarkan nya dari dalam garasi Mension tersebut.


Sampai Anya kembali, akhirnya Ricky turun untuk membuka pintu untuk istrinya itu.


"Terimakasih Yang"ucap Anya.


Sampai saat mereka pergi, menuju rumah yang diberikan oleh Rayan dan Daisy, sebagai kado pernikahan tersebut.


Satu jam perjalanan karena sedang ada perbaikan jalan, akhirnya mereka pun tiba di rumah yang dituju Anya langsung tersenyum bahagia saat melihat rumah dua lantai itu, yang terlihat begitu nyaman dan lumayan besar untuk mereka tempati berdua.


"Yang ini beneran rumah kita"ucap Ricky tak percaya.


"Benar yang, semoga setelah tinggal di sini kita segera memiliki anak, aku ingin hari-hari kita semakin bahagia"ucap Anya.


"Tentu saja Sayang, AA akan berusaha untuk mewujudkan keinginan istri AA, setelah kita punya anak biar AA, yang bekerja sayang tinggal di rumah mengurus anak dan menyambut AA, saat pulang kerja seperti di dalam film"ucap Ricky sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja, aku juga akan menaikkan jabatan AA, untuk menjadi CEO perusahaan"ucap Anya.


"Tidak Yang AA ingin membuka usaha sendiri meskipun itu kecil-kecilan, setidaknya itu sebagai tanggung jawab AA pada keluarga AA, dan soal perusahaan AA masih bisa bantu untuk mengurus nya"ucap Ricky.


Mereka pun masuk dengan mengucapkan salam dan ternyata sudah ada beberapa pelayan yang menyambut mereka berdua, sejak Anya hendak membuka pintu, dan akhirnya mereka pun masuk.


Anya dan Ricky semakin dibuat kagum karena ternyata didalam rumah tersebut sudah komplit dengan perabotan dan kebutuhan rumah lain nya hingga saat masuk kedalam kamar tersebut, Ricky dan Anya melihat semua koleksi parfum dan makeup yang ada di sana.


tidak hanya itu, semua kebutuhan Anya dan Ricky sudah ada dalam walk-in closed, semua itu Daisy, yang menyiapkan wanita itu masih sangat tau apa? yang Anya butuhkan dan yang Anya suka hingga saat ini.


"Teh Daisy, menyiapkan semua ini Yang?"tanya Ricky.


"Ya, semua mommy yang belikan, dia selalu tau semua yang Anya ingin kan, dan kita tidak perlu pindahan karena semua sudah komplit.


Anya langsung menghubungi Daisy, untuk mengucapkan banyak terimakasih pada keduanya.


Setelah itu ia turun menuju garasi mobil yang ternyata sudah ada tiga mobil di sana.


"Yang... apa? semua ini tidak menguras kantong teteh"ucap Ricky.


"Tentu saja tidak sayang, harta yang dimiliki mommy saat ini tidak akan habis hanya dengan membeli seratus rumah seperti ini, kakak memiliki perusahaan sendiri dan juga warisan dari Daddy Rayendra, yang bahkan berlimpah ruah, tidak akan habis meskipun tujuh turunan"ucap Anya.


"Aku percaya itu sayang orang baik memang tidak pernah luput dari kebaikan dan limpahan rejeki"ucap Ricky.


"AA mungkin benar, aku percaya"


........................


Sementara di kantor.


Agam kini tengah berada di kantor sang istri dia sedang membahas tentang kerja sama dengan perusahaan milik istrinya itu, yang kini tiba-tiba berada di ambang kehancuran.


Setelah tau ada oknum yang berbuat curang tapi beruntung Agam bisa menyelesaikan semua nya, hingga perusahaan itu terselamatkan dan orang tersebut di penjara dan perusahaan nya sudah di akuisisi oleh Agam.


"Kejutan honey apa? kabar mu"ucap pria tampan itu.


"Kak Rayhan"ucap Novita yang langsung berlari dan memeluk pria itu.


"Kakak darimana saja"ucap Novita.


"Aku baru kembali sayang ini ambilah bunga untuk wanita yang sangat aku cintai"ucap Reyhan.


"Apa? tidak salah, dengan yang anda ucapkan tadi"ucap Agam yang kini meraih pinggang istri nya itu.


Agam menatap tajam kearah pria yang bernama Rayhan.


"Siapa? kamu"ucap Rayhan yang kini baru tersadar dari keterkejutan nya.


"Aku suaminya"ucap Agam tegas.


Wajah pria itu langsung pucat saat mendengar perkataan Agam, bagaimana mungkin hubungan yang mereka jalani selama ini tidak pernah ada gangguan hanya setelah dua tahun hilang kontak dengan Novita, dan dia tidak bisa kembali karena saat itu dia tengah merintis karir nya sebagai dokter obegyn.


Rayhan, memang sangat ulet dalam mengejar cita-cita nya, pria belantara Indonesia Kanada itu bercita-cita untuk menjadi dokter spesialis kandungan, karena dia sempat melewati kepedihan disaat adik laki-laki nya menghilang sejak dalam kandungan yang bahkan tinggal menunggu hari kelahiran nya, hingga sang ibu mati bunuh diri karena tidak kuat menerima cobaan tersebut.


Rayhan, menatap nanar pada Novita dia begitu sedih karena kehilangan cinta pertama nya.


Mungkin bukan salah Novita juga, karena dia juga ikut andil dalam hal tersebut karena dia, tidak berusaha untuk mencari keberadaan kekasihnya itu.


"Maafkan aku kak, semua sudah berakhir"ucap Novita.


"Aku yang salah Novita, mungkin? jika aku memberikan mu kabar kita tidak akan berakhir seperti ini"ucap Rayhan.


"Semua sudah takdir kak, aku menikah dengan suamiku disaat papah akan menghembuskan nafas terakhir nya"ucap Novita.


"Jadi Om, yang meminta itu"ucap Rayhan.

__ADS_1


Sementara itu Agam sedari tadi berdiri di samping istrinya itu.


"Ya"ucap Novita.


Saat itu juga Agam langsung pergi meninggalkan mereka berdua meskipun Novita berusaha menahan Agam, pria itu begitu kecewa karena merasa tidak diakui sebagai suami dari wanita cantik itu apalagi setelah tau jika Novita ternyata terpaksa menikah dengan nya, saat itu juga.


"Abang tunggu!"ucap Novita berteriak saat melihat suaminya sudah berada di dalam lift.


"Abang"ucap Novita yang kini terlihat putus asa, sementara Agam pergi dengan dada bergemuruh dan sangat sesak ternyata Novita tidak pernah mencintai nya, bahkan selama ini ia terkesan tidak berniat untuk melayani kebutuhan biologis nya.


Agam langsung pergi dengan mobilnya dia tidak perduli dengan Novita yang baru saja tiba di lobby kantor tersebut.


Agam terus melaju pergi tanpa tujuan yang jelas handphone nya saat ini terus bergetar tapi dia tidak menghiraukan panggilan tersebut.


"Abang angkat telepon nya"ucap Novita.


Sampai di sebuah jalan buntu wanita itu langsung menghentikan mobilnya hingga langit gelap Agam masih duduk diam dalam mobil nya.


Agam menangis dalam diam, dia tidak pernah mengira kehidupan bahagia yang baru ia jalani harus berakhir seperti ini.


"Kenapa? tidak berterus-terang...kena!"ucap Agam yang memukul stir.


"Tolong!...tolong"ucap seorang gadis yang saat ini hampir saja menjadi korban pemerkosaan, Agam langsung terperanjat kaget saat mendengar suara itu terlihat seorang wanita yang terus menggedor pintu meminta pertolongan pada dirinya Agam langsung membawa masuk kedalam mobil nya dan langsung tancap gas, saat beberapa orang penjahat mendekat ke arah nya.


Agam langsung ngebut tanpa melirik kondisi gadis cantik yang kini terluka parah di bagian lengan nya karena berusaha untuk berontak.


"Tuan hati-hati"ucap gadis itu.


"Tenang saja aku ahlinya melarikan diri"ucap Agam hingga tiba di sebuah perempatan jalan Agam langsung berbelok ke kanan untuk pulang ke kediaman nya yang masih sekitar tiga jam lagi, karena tanpa sadar dia sudah berada di luar kota.


Agam sempat menghentikan mobilnya, karena mendengar rintihan dari gadis itu, Agam langsung bertanya"Apa? kau terluka"ucap Agam.


Gadis itu langsung mengangguk dan Agam langsung tancap gas mencari rumah sakit terdekat daerah tersebut dan sesampainya di sebuah rumah sakit dia langsung membawa gadis itu keruang IGD.


Sesampainya di sana Agam meminta dokter segera mengobati gadis itu.


Dan dengan sangat ektra hati-hati Agam membantu nya naik keatas berankar pasien.


Agam menunggu gadis itu di luar.


Sementara itu di kediaman Daisy semua orang tengah menunggu kedatangan nya termasuk Novita yang sedari tadi cemas memikirkan suaminya.


Wanita itu menyesal dengan semua yang terjadi tadi sore hingga ia membuat Agam cemburu dan sakit hati meskipun tidak di sengaja.


Sampai pagi tiba, pria itu tidak kembali ke mention bahkan di rumah besar pun tidak ada.


Agam sendiri kini berada di sebuah hotel dia sengaja memesan dua kamar untuk mereka berdua .


sampai sarapan pagi makan siang dan lainnya mereka tetap berada di dalam kamar masing-masing, Agam dengan diam nya sementara wanita itu hanya harus memulihkan tenaga nya.


Sampai saat Rayan menelpon untuk yang kesekian kalinya, Agam baru bisa menjawab tapi tidak berkata apa-apa, pria itu hanya mendengar kan ucapan Rayan yang meminta dia pulang, tapi Agam tidak peduli.


Sampai saat Agam tenang, ia pun keluar dan menemui gadis itu.


"Apa? sudah membaik"pertanyaan Agam saat itu mengagetkan gadis yang kini tengah duduk di atas ranjang, sambil menatap kearah jendela kaca yang menjulang tinggi tersebut.


"Terimakasih tuan untuk semua kebaikan anda, saya akan membalas nya dengan menjadi pelayan anda atau apapun yang anda inginkan"ucap gadis itu.


"Menikah lah dengan ku untuk menutupi aib yang sudah terjadi"ucap Agam.


"Tidak tuan saya tidak sampai di apa-apa kan karena saya melawan mereka, dan tangan saya terluka karena itu"ucap gadis itu.


"Baiklah jika begitu, aku akan pergi meninggalkan mu, karena aku harus bekerja"ucap Agam.


"Jangan tuan, jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku takut ibu tiri ku menemukan ku lagi"

__ADS_1


__ADS_2