
Sherina, berbaring di kamar tempat istirahat nya Agam. pria itu yang meminta Sherina untuk beristirahat.
Sampai, jam pulang kantor tiba Agam sudah menutup laptopnya.
Pria itu, langsung bangkit dari kursi kebesaran nya itu untuk membangunkan istrinya yang kini berada di ruang istirahat nya.
Namun sesampainya di sana, Agam melihat istrinya sudah duduk di tepi ranjang sambil memoles wajah cantik dengan pelembab kulit yang sering ia gunakan dan itu adalah resep dari dokter.
"Sayang, sudah bangun rupanya."ucap Agam.
"Sudah mandi Yank,,"ujar Sherina.
"Oh ya sudah ayo kita pulang."Ajak Agam.
"Iya Yank,,"balas Sherina.
"Sayang ku mau makan apa? heumm untuk makan malam kita. apa? mau makan diluar saja atau dirumah"tanya Agam.
"Di rumah saja." jawab Sherina.
"Heumm, baik'lah kali ini aku yang akan masak untuk kalian bertiga,,, untuk kesayangan ku ini"ucap Agam.
"Terimakasih Yank, tapi aku ingin kita masak bersama."ucap Sherina.
"Tentu, apapun itu."ucap Agam.
Pria itu pun merangkul pinggang istri nya membawa tas milik Sherina sementara dia juga membawa tas kerja miliknya.
"Yank, biar aku saja kamu kerepotan."ucap Sherina.
"Tidak apa-apa sayang,,, lagipula ini tidak seberapa, sambil menggendong mu aku juga bisa."ucap Agam.
"Jangan kakiku baru saja berfungsi dan selama aku masih bisa berjalan aku akan berjalan."ucap Sherina.
"Sayang aku menggendong kamu bukan berarti kamu itu cacat, tapi karena aku sangat mencintaimu."ucap Agam.
"Terimakasih Yank,,"ucap Sherina yang kini mengusap rahang milik suami tampan nya itu.
Agam pun, mengecup puncak kepala Sherina.
Dan kebetulan saat itu juga pintu lift terbuka.
Karyawan yang melihat itu, mereka langsung baper.
Ternyata CEO tampan itu begitu sangat mencintai istri keduanya.
Ya,, mereka tahu jika kini Agam sudah menikah untuk yang kedua kalinya.
Agam pun kembali merangkul pinggang istri nya.
"Sayang tunggu dulu disini sebentar."ucap Agam yang kini membantu Sherina duduk.
Agam pun, berjalan menghampiri resepsionis dia berbicara sebentar dan kedua wanita itu langsung memberikan sebuah paper bag dan buket bunga yang cantik pada Agam.
Sherina, yang sedari tadi fokus pada handphone dia terkejut melihat suaminya berdiri di hadapan sambil menggenggam buket bunga dan sebuah paper bag yang di sodorkan padanya.
"Selamat ulang tahun my lovely"ucap Agam dan beberapa orang yang kini membawa kue tart sebanyak tiga buah dengan lilin yang menyala bahkan nyanyian selamat ulang tahun terdengar indah.
Sherina yang kini memeluk Agam, dengan tangis haru nya semakin mengeratkan pelukannya Agam mencium puncak kepalanya begitu lama.
"Sayang tiup lilinnya dulu mereka menunggu mu"ucap Agam.
Sherina pun berbalik dia mengucapkan terima kasih atas kejutan tersebut.
"Terimakasih untuk kejutan nya saya benar-benar merasa terharu, semoga dihari ulang tahun ini semua akan semakin lebih baik lagi"ucap Sherina.
"Amiinn!"ucap mereka.
Sherina, meniup lilin dari setiap kue tart tersebut dengan kibasan tangannya dibantu oleh Agam.
Sherina, memotong kue tersebut lalu diberikan pada suaminya dan dengan kecupan manis mendarat pipi Agam yang kini merasa sangat dicintai.
__ADS_1
Agam pun menyuapi istrinya itu.
Momen tersebut, diabadikan oleh Agam. lewat kamera yang kini dipegang oleh asisten pribadi nya sedari tadi untuk diperlihatkan kepada anaknya kelak ulang tahun sang Mommy. yang dirayakan di lobby kantor pusat milik Agam tersebut dirayakan bersama dengan para karyawan.
Semua orang begitu bergembira karena mereka semua juga mendapatkan bonus dan bingkisan dari agam. sebagai rasa syukur karena kebahagiaan yang berlipat ganda.
Dengan, kehamilan istrinya. dan juga mereka merayakan pertambahan usia Sherina.
Segenap do'a dan ucapan selamat berulang kali mereka semua ucapkan dan binar bahagia itu terus terpancar dari wajah istri Agam tersebut.
Agam, benar-benar merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya yang kini ia jalin bersama dengan Sherina. gadis cantik yang sempat ia selamatkan saat akan diperkosa oleh beberapa orang preman suruhan ibu tirinya itu.
Sampai Sherina berada di dalam mobil bersama dengan Agam. yang kini di antar oleh sopir pribadi Agam. memberikan kesempatan kepada Sherina untuk bermanja-manja sepanjang perjalanan pada sang suami yang kini memeluk dan mencium nya.
"Terimakasih Yank,, kini aku tidak sendirian lagi saat merayakan ulang tahun ku, besok aku akan menemui Mommy dan Daddy"ucap Sherina.
"Tentu saja Sayang,, kita juga akan pergi ke makam Mommy Dy dan Daddy Vino"balas Agam.
"Aku benar-benar bahagia Yank."ucap Sherina lagi.
Dia, memang baru kali ini mendapatkan kejutan ulang tahun lagi. sementara sedari dulu sejak ibunya tiada dia akan merayakan ulang tahun di pemakaman bersama beberapa penjaga makam, dan juga satpam yang ada di pos tersebut.
"Aku tau, sayang syukurlah."ucap Agam sambil berkali-kali mendaratkan kecupan sayang di seluruh wajah Sherina.
Sesampainya, di rumah mereka Agam langsung menggendong istrinya membawanya masuk ke dalam kamar mereka. sampai di dalam kamar mereka, Agam mendudukkan Sherina di tepi ranjang.
"Sayang kamu mandi dulu ya, Aku menunggumu di sini"ucap Sherina.
"Tentu istriku yang cantik, tunggu aku ya kita kan masak setelah ini untuk makan malam kita berdua Dan juga kedua anak kita"ucap Agam.
"Heumm,, baik'lah sayang ku."ucap Sherina yang kini mengecup bibir Agam sekilas.
Agam pun, kembali membalas kecupan mesra dari istrinya itu kemudian berbalik pergi dan saat hendak membuka jas dan dasi Sherina langsung berdiri dan mengambil alih semua nya.
Agam merangkul pinggang istrinya yang kini tengah melepas dasi dan seluruh pakaian nya itu.
"Sudah selesai, cepat mandi Daddy."ucap Sherina.
"Tentu Mom,,"ucap Agam sambil mengusap lembut puncak kepala Sherina.
Tiba-tiba suara beberapa mobil terdengar di telinga Sherina. dan benar saja saat Sherina hendak membuka pintu kamar nya seorang pelayan datang untuk memberitahu bahwa keluarga Rayan dan Anya datang berkunjung.
Sherina, sudah bisa menebak jika saat ini mereka akan datang dan pada saat Sherina turun Daisy langsung memeluk dirinya dan mengucapkan selamat diikuti oleh Rayan dan Anya juga Ricky dan empat keponakan nya itu.
Akhirnya Daisy, menghidangkan makanan yang ia bawa dibantu oleh beberapa orang pelayan Anya dan Sherina di ruang makan keluarga yang khusus jika ada tamu atau keluarga.
Karena dirumah itu ada dua meja makan.
Yang hanya memiliki dua kursi itu milik pasangan romantis itu.
Sementara yang ada di ruangan berbeda yang memiliki meja makan yang cukup panjang dan lebar serta deretan kursi mewah itu untuk keluarga besar atau jika ada meeting penting dan acara tertentu seperti saat ini.
...................
Agam langsung langsung menyusul Sherina.
Dia pun tidak menyangka jika keluarganya benar-benar datang untuk merayakan hari kelahiran Sherina. dan rencananya juga mereka akan menginap di sana.
Makan malam pun, dimulai kini semua orang tertawa bahagia. melihat tingkah lucu ke-4 anak mereka bergantian mengucapkan selamat ulang tahun pada Sherina. yang kini tengah disuapi cake ulang tahun yang dibawa oleh Anya dari rumah nya.
Sebelum, mereka makan bersama. keempat Bocil yang sangat menggemaskan itu. memoles hidung Sherina dengan krim dari cake ulang terbuat. dan membuat belepotan dan semua orang tertawakan karena Sherina seperti badut meskipun badut cantik.
"Ih kalian nakal ya,, tunggu aunty balas nih aunty balas kalian berempat ucap Sherina yang dengan cepat memoles krim tersebut di hidung dan pipi mereka tapi mereka malah tertawa riang.
"Ah,,, kok malah tertawa sih kan aunty jadi penjahat nya kenapa? tidak menangis"ucap Sherina.
"Mana ada aunty baik hati bisa jadi penjahat."ucap mereka kompak.
"Sayang,, aku jadi ingat Agista dia selalu memanggil ku bibi peri"ucap Sherina menitikkan air mata.
Dia, rindu dengan putri dari Novita itu. meskipun ibunya pernah hampir membuat dia kehilangan nyawa tapi anak kecil itu tidak berdosa.
__ADS_1
"Dia sudah bahagia dengan daddy barunya sayang jadi doakan saja semoga dia sehat selalu"ucap Agam lembut.
Jujur Agam juga sering merindukan Gadis kecil itu, tapi dia tidak punya hak apa-apa saat ini atas Agista karena suami Novita sudah memutuskan hubungan diantara mereka berdua.
Sementara itu di sebuah hotel berbintang, seseorang kini tengah duduk santai setelah percintaan panas mereka.
Seorang lelaki tampan yang selama beberapa minggu menjelma menjadi dewa penolong bagi Novita, dan menikahi wanita itu, kini dia memutuskan untuk menikah lagi secara diam-diam.
Pria itu mungkin tidak akan pernah menceraikan Novita sampai kapanpun karena dia juga mencintai wanita itu, tapi dia butuh ahli waris yang ternyata tidak didapatkan dari Novita yang mengalami masalah pada rahim yang kini dinyatakan mandul.
Setelah memiliki Agista, yang bisa dianggap sebagai sebuah keajaiban bagi Novita saat ini karena ternyata rahimnya mengalami kerusakan pasca melahirkan anak itu.
Saat ini, suami Nobita sudah memiliki istri baru yaitu karyawannya sendiri. yang ia nikahi secara kontrak untuk melahirkan anaknya bahkan Haider membuat perjanjian jika anak itu lahir maka mereka akan bercerai dan anak kita kan ikut dengannya.
Sementara wanita itu, hanya akan diberi rumah dan mobil saja hubungannya dengan anaknya akan diputus begitu saja percintaan itu pun terjadi karena terpaksa.
Haidar, juga dalam pengaruh alkohol bagaimana bisa dia menyentuh wanita lain, di saat dirinya sadar Karena rasa cinta yang begitu besar pada Novita tidak bisa dikalahkan.
Bahkan, dia tidak sudi melirik wanita lain Jika saja ia sedang dalam kondisi sadar.
Hanya saja, perjanjian pranikah itu dilakukan oleh asisten pribadinya. atas nama Haidar dan saat itu dia sengaja minum banyak agar tidak mengingat apapun saat mereka berhubungan badan.
Malang, tak bisa dihindari seakan menuai Karma. dari perbuatan di masa lalu saat ini suami yang sangat mencintainya juga telah mengkhianatinya.
Ikatan batin, dan karena cinta yang cukup kuat .wanita itu kini sedang gelisah menunggu kepulangan suaminya.
Hingga, pukul 2 dini hari barulah Haidar datang. dengan penampilan yang berantakan dan bau alkohol juga noda lipstik sendiri di kemeja miliknya sungguh tidak bisa dihindari.
Novita, menangisi se jadi-jadinya saat ini Haidar memeluknya dan minta maaf atas semua kesalahannya. dia juga mengaku Jika dia sudah satu minggu menikah dengan sekretarisnya itu.
Dan, Novita pun meminta cerai dari pria itu. namun Haidar dengan ganas Dia berkata menolak permintaan itu
Novita, yang sangat dia cintai saat ini Jika saja Novita bisa memberikan dia keturunan maka dia tidak akan pernah berkhianat seperti sekarang ini.
Nasi, sudah menjadi bubur.
Novita pun, mengemas pakaiannya meskipun Haidar mengamuk dan melempar koper itu agar Novita tidak akan bisa pergi dari hidupnya.
Namun, wanita itu tetap akan pergi dari sisi Haidar.
Novita, menangis bukan karena rasa sakit itu. tapi karena ia teringat Agam. yang pernah ia Khianati secara terang-terangan, dan kini dia mendapatkan karmanya.
Wanita itu, bahkan ingin sekali bertemu dengan Agam dan meminta maaf dengan tulus hatinya rasa sakit itu semakin terasa saat melihat semua sisa percintaan yang terdapat di bagian tubuh suaminya saat ini.
Novita pun, langsung pergi menuju ke kamar Agista, dia menggendong putrinya yang sedang tidur.
Novita, sudah berusaha untuk keluar tapi Haidar malah mengurung Novita di dalam kamar Agista.
Haidar langsung mengunci pintu secara otomatis hanya dengan tepuk tangan dari pria itu. teknologi canggih yang ia gunakan cukup membantu dirinya saat ini meskipun Novita tidak akan pernah se hangat dulu. setidaknya dia masih bisa memiliki istrinya itu.
Keesokan paginya, Novita masih tertidur pulas bersama Agista di atas ranjang putrinya .
Haidar, pria yang diam-diam masuk kedalam kamar tersebut menatap sendu pada Novita dan juga Agista.
Dia, benar-benar sedih karena telah menghianati wanita yang sangat dicintai. yang baru ia nikahi beberapa bulan lalu, dan kini Novita bahkan seakan tak mau melihatnya.
Wanita itu, bangkit dari ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi milik putrinya untuk membersihkan diri dan menggunakan pakaian bekas tadi ia tidur.
Setelah itu, dia akan pergi kembali. namun tepat di depan pintu kamar tersebut. Haidar berdiri dengan tetapan yang sulit untuk diartikan.
"Simpan kembali koper itu kita bisa bicara baik-baik"ucapnya lembut.
Namun, Novita menggelengkan kepalanya. wanita itu benar-benar tidak ingin melihat pria itu lagi.
Baginya, sudah cukup rasa sakit yang kini ia rasakan. meskipun dia bukan wanita baik-baik tapi dia tidak ingin menjalani rumah tangga dengan cara seperti ini.
Haidar sampai merebut koper itu dengan kasarnya dan melempar kembali walk-in closed.
Haidar langsung meraih lengan Novita dan menariknya pergi dan mendudukannya di atas sofa.
Haidar, menatap tajam ke arah Novita. pria itu bahkan mengancam akan membunuh siapapun nantinya akan menjadi suami dari Novita.
__ADS_1
Namun Novita bilang jika dia tidak akan pernah menikah lagi. jika pernikahan itu begitu menyakitkan seperti saat ini dia lebih baik hidup sendiri namun dia tetap meminta Haidar untuk menceraikannya saat itu juga.
"Tidak akan ada perceraian Novita ingat itu"