
Semua orang tengah berkumpul membungkus sembako yang dibawa oleh Agam, untuk acara seratus hari nya mending Ambu, tidak hanya itu mereka pun mencetak Al Qur'an berbentuk buku kecil, yang tertera foto Ambu dan data diri nya.
Daisy sungguh sangat berterimakasih, saat ini pada mereka berdua, kini orang-orang terbagi empat bagian, ada yang menyembelih sapi, ada juga yang mengurus aneka bahan masakan untuk nasi box nanti nya, dan ada yang membungkus aneka, kudapan lezat yang dibuat selama tiga hari berturut-turut, Daisy berkali-kali menitikkan air mata, ternyata, mereka masih banyak yang peduli dengan Ambu dan dirinya.
Sementara Agam dan Anya, sibuk main lumpur, untuk menangkap ikan yang besar-besar yang ada di sana, Daisy, sengaja mengambil ikan , sebagai tambahan lauk nasi nantinya.
Adalah, Yanwar, manusia berang-berang yang jago nangkap ikan, meskipun dengan tangan kosong.
"Agam, tangkap ini!"teriak Yanwar, sementara Anya, mengabadikan momen tersebut, dengan membawa kamera Anti air miliknya, dia mengabadikan momen disaat ikan dan orang yang menangkap nya, sedang bergulat di tengah Empang, bahkan, dia sendiri berteriak-teriak saat ikan-ikan mendekat ke arah kakinya, seakan itu adalah ikan hiu, dia berteriak histeris, karena ada sensasi geli saat ini.
Sementara Daisy yang melihat itu pun berteriak"Awas ikan hiu, nanti gigit kamu bagaimana?"teriak Daisy.
"Mommy, takut, bantu aku naik, ahhhhhh mommy geli, buruan Anya, gak tahan takut"ucap Anya.
Riki, yang melihat itu dia, tertawa terbahak-bahak, sambil memasang topi pada Daisy, yang kini berdiri di tengah terik matahari.
"Terimakasih A"ucap Daisy.
"Sama-sama, teh, itu dagingnya sudah selesai di potong, kira-kira mau dimasak seperti apa? ucap Riki.
"Dibuat, simpel saja, seperti biasanya A, ibu-ibu sudah banyak yang menyiapkan bumbunya bukan, mumpung masih pagi"ucap Daisy.
"Mommy, aku kotor lihat gimana ini "ucap Anya.
"Tidak apa-apa, nanti bisa dibersihkan, sekarang ikut mommy, mau bersihkan ikan, bareng A Riki"ucap Daisy yang melihat ikan yang sebanyak dua baskom besar itu, Yanwar pun menutup saluran air, yang tadi sempat dibuka untuk saluran pembuangan biar memudahkan untuk menangkap ikan.
"Mommy tunggu"ucap Agam.
Pria itu membawa dua ikan yang cukup besar, yang sedari tadi dia pisah.
"Mom, aku mau pepes ikan, yang seperti waktu itu boleh"ucap Agam minta ijin.
"Boleh, tapi bantu mommy dan A Riki, dulu untuk bersihkan ikan, sekaligus belajar"ucap Daisy.
"Baiklah"jawab Agam.
Mereka berempat pun, sudah berada di ****** yang ada di luar, semua sudah memegang pisau nya masing-masing.
Riki, dengan cekatan membersihkan sisik ikan dan merobek perutnya, untuk mengeluarkan isi perut ikan tersebut, Anya, yang melihat itu berteriak-teriak histeris bahkan sampai menangis, sesenggukan karena ikan tersebut tiba-tiba mati dan tidak bergerak lagi, semua orang termasuk Yanwar, yang datang ke sana, ikut tertawa terbahak-bahak, karena mentertawakan Anya, yang mengasihani ikan, yang bahkan tidak bisa bicara itu.
"Jangan mommy, jangan kasihan, mereka kesakitan stop"ucap Anya, tapi wanita itu tidak menggubris Anya yang ditarik pergi oleh Yanwar dan disuruh mandi oleh nya agar tidak berisik.
proses, membersihkan ikan pun selesai, tidak sampai satu jam, semua ikan sudah dicuci bersih, dan setelah itu dibubuhi dengan bumbu yang terdiri dari bawah merah bawang putih, ketumbar dan kunyit, garam dan gula pun tidak ketinggalan, semua secukupnya hanya karena semua ikan itu akan digoreng, bersama dengan telur yang sudah direbus sebelumnya untuk dijadikan balado.
semua orang sibuk mengurus semua itu, tim yang mengurus daging sapi, dan yang menanak nasi putih, hingga satu kuintal itu, dan juga berbagai lauk, mulai dari capcay goreng, dan juga berbagai sayur pendamping lainnya, ada juga yang memasak sambal sampai satu wajan besar, dan sebagian laki-laki memasang tenda dan panggung berukuran mini, untuk ustadz dan ustadzah yang akan memimpin doa, saat nanti acara digelar.
hingga pukul tiga Sore, semua masakan Sunda selesai dibuat.
Isi nasi kotak tersebut terdiri dari:Daging rendang, ikan goreng, telur balado, capcay goreng, soun cabe hijau, tempe goreng dan tahu goreng, sambal dan juga kerupuk, tidak lupa nasi.
Kebayangkan, semua isinya bahkan tidak habis untuk makan, empat orang dewasa, tapi semua itu, demi kebaikan, tidak hanya itu ada paper bag berisi kudapan khas Jawa barat, dan juga bagi-bagi sembako untuk anak yatim dan juga para Ambu dan Abah di kampung tersebut, dan satu lagi Al-Qur'an yang sudah disiapkan tadi.
Acara, akan segera dimulai, semua sudah siap para tamu undangan juga sudah hadir, hampir satu kampung datang ke tempat tersebut untuk mendoakan, Ambu.
Agam dan Anya, larut dalam haru biru, ternyata mommy nya, terlihat sangat baik semua turunan dari, orang tuanya, yang selama ini mendidik nya.
Daisy, sendiri masih berada di dalam kamar nya, dia sedang bersiap-siap untuk mengadakan pengajian.
Anya dan Agam pun menunggu di luar bersama dengan Riki dan Yanwar Ari dan juga yang lain nya.
"Mom, semua sudah siap"ucap, Agam.
__ADS_1
"Ya Baiklah"ucap Daisy, yang kini tengah berjalan keluar dari dalam kamar nya, Daisy, yang sudah tampil cantik dan anggun, dengan balutan hijab dan makeup natural, yang bahkan membuat semua orang hampir menganga dibuat nya, Daisy begitu cantik.
"masya allah cantik nya, mommy ku ini, mommy kita foto, bertiga dulu, mommy ditengah"ucap Agam.
Mereka pun berfoto ria bersama, yang terbanyak foto, Daisy dan Anya, tapi juga ada foto Daisy, dan Riki.
mereka pun duduk di kursi, barisan paling depan, yaitu kursi khusus, yang punya acara, mereka begitu santai.
Sambil melafal kan do'a terbaik untuk Ambu Abah, sekaligus untuk Bundanya.
"Mom.."ucap Agam lirih, sambil menggenggam tangan Daisy, karena melihat Daisy, menangis.
"Tidak apa-apa, Agam, mommy hanya teringat mereka, semua, termasuk ayah yang entah dimana makam nya"ucap Daisy.
"Mommy, kuat ada kita disini"ucap keduanya, sambil bersandar di pundak Daisy, yang sudah seperti ibunya, meskipun usia mereka tidak terlalu jauh, semua karena kasih sayang yang selalu ia berikan.
Acara tahlilan pun digelar, saat ini semua orang tengah membaca surah Yasin, dan surat-surat pendek lainnya, terutama surah Al Fatihah.
Acara pengajian itupun, selesai digelar, sekarang waktunya mereka semua bagi-bagi sembako dan nasi kotak, semua orang tampak gembira, menerima semua itu, dan anak pun senang saat Agam dan Anya bagi-bagi angpau pada mereka semua.
.................................
Semua, sudah selesai, para muda-mudi masih membantu, untuk beres-beres tempat dan bersih-bersih perabotan, Daisy,dibantu yang lain menyiapkan makan bersama dengan mereka, yang hadir membantu sedari pagi.
"Sudahi saja beres-beresnya nanti lanjut lagi, mari makan"ucap Daisy yang kini sudah duduk di tengah teras dengan berbagai lauk pauk dan nasi, Agam dan Anya duduk tak jauh dari Riki, dan Daisy.
Semua orang kini tengah sibuk mengambil berbagai macam menu yang tersedia,satu persatu antri dan duduk di kursi sementara Riki ,Yanuar, dan dan sepuluh orang lain nya makan bersama di teras, Anya, tidak menyentuh ikan, karena masih merasa sangat kasihan terhadap ikan tersebut, yang dibunuh oleh mereka tadi.
"Aku makan telur balado saja"ucap Anya.
"Sama apalagi, apa? sama ini dan ini"ucap Daisy.
"Iya terserah mommy saja"ucap Anya
Daisy dan kedua anak angkat nya itu, masuk kedalam rumah karena malam pun telah larut, Daisy, sudah sangat lelah, tapi mereka tidak langsung tidur. melainkan duduk di kasur yang digelar di ruang tv.
"Anya sibuk dengan sosial media nya, memosting foto-foto kebersamaan mereka termasuk foto Daisy dan Riki, yang terlihat begitu serasi, seperti model, papan atas busana muslim, ada juga foto di bukit, yang mirip foto prewedding tersebut dibanjiri komentar dari semua kalangan.
Mereka mengeluh-eluhkan tentang foto itu, hingga ratusan like dan komentar, bermunculan beberapa detik kemudian, tapi ada akun yang membuat Anya, begitu kesal, akun Almira dan Rayan, kini muncul, entah siapa? yang menggunakan nya, mereka memajang foto prewedding di kolom komentar, lalu Anya menghapus nya.
"Dasar jablay gila"gerutu Anya.
"Jablay nakal itu"ucap Agam yang langsung meraih Handpone, Anya.
"Sudah aku hapus, untuk apa? juga si jablay gila itu mengirim foto prewedding di kolom komentar nya"ucap Anya.
"Jangan marah-marah tar cepat tua, biarkan saja semua orang bahagia dengan caranya, tidak boleh usil" ucap Daisy.
"Sementara itu, ponsel Daisy, langsung berdering nyaring, panggilan dari Rayan, Daisy, langsung mengangkat panggilan tersebut, tapi tidak langsung menyapa, melainkan menunggu sampai seseorang bicara.
"Berapa? banyak harta yang dia janjikan padamu"suara Rayan, yang terbakar cemburu, tapi Daisy, menjawab semua itu, dengan santai.
"Aku tidak mengatakan apapun tentang itu"ucap Daisy.
"Jawab! seberapa? banyak harta yang dia janjikan padamu, ujar Rayan.
"Apa, maksud mu, Ray, aku tidak mengerti, apa? lagi yang kamu inginkan, bisa tidak, bersikap dewasa, kamu itu, seorang pemimpin perusahaan dan juga, calon suami wanita itu, kenapa? masih saja, mengurusi hal yang tidak seharusnya, tidak penting juga aku mau bersama dengan siapa, tidak ada larangan juga bukan"ucap Daisy.
Gadis itu langsung menutup panggilan nya.tapi berkali-kali Handpone, itu berdering namun Daisy, malah memberikan itu pada Agam, dia sudah tidak perduli lagi dengan Handpone, tersebut, biar Agam dan Anya yang mengurus semua itu, dia sudah tidak tahan lagi Daisy, langsung pergi tidur.
"Agam pun tidak bisa lagi membela Daisy, dia mengalah dan memberikan itu pada Daisy, sesuai perintah Rayan.
__ADS_1
" Mom, singa sedang ngamuk, aku tidak bisa menahannya lagi"ucap Agam, yang memperlihatkan bahwa Daisy ,kini tengah tertidur pulas, tapi Rayan, tidak kunjung, reda amarah nya, wanita itu akhirnya bangun.
"Ray, kamu tidak usah, marah-marah, aku ngantuk, jika kamu terus curiga seperti itu, lebih baik aku, jadian sama dia, sekalian nikah juga, tidak ada larangan, aku juga tidak melarang mu, untuk menikah dengan nya, kamu jangan egois, aku akan lanjutkan kuliah, setelah menikah dengan A Riki, jadi sebaiknya siapkan istrimu, agar bisa mengurus kedua adik mu, karena setelah lulus kuliah, aku akan sering bepergian ke luar"ucap Daisy.
"Sudah puas, bicara nya, aku tidak mau tau, besok kalian bertiga pulang ke rumah"ucap Rayan.
"Aku kuliah, di kota J" ucap Daisy.
"Tidak ada kuliah atau kerja, kita akan segera menikah"ujar Rayan.
"Menikah lah, dari kemarin juga saya tidak melarang kalian berdua menikah"ucap Daisy, wanita itu, sengaja berpura-pura tidak mengerti dengan kata kita.
"Dy! Aku kesana sekarang juga"ujar Rayan.
"Iya, oke baiklah aku yang mengalah, kamu bisa tinggal, aku datang setelah hari pernikahan kalian berdua"ujar Daisy.
"Tidak bisa pokonya besok"ucap Rayan.
"Aku ada acara keluarga"ucap Daisy.
"Dy, kamu tidak punya keluarga lagi di sana"ujar Rayan lagi.
"Sahabat ku, adalah keluarga ku, kami akan berkemah di hutan"ucap Daisy.
"Dy, jangan membantah atau aku sendiri yang akan datang menjemput mu"kata Rayan.
"Pokoknya aku besok ada acara sampai Minggu depan, jika kamu tidak mengijinkan nya, aku akan telpon Daddy mu"ucap Daisy.
"Kamu, mengancam Dy, aku bisa membuat mu,tak berdaya jika kamu terus ngotot, masih ingat apa? yang hampir terjadi saat itu"ucap Rayan.
"Maka aku akan pergi lebih jauh lagi"ucap Daisy.
"Dy!" bentak Rayan, pria itu bahkan terdengar sedang mengamuk, memukul dan melempar semua benda yang ada di hadapannya.
"Dy, jangan coba-coba, atau aku akan patahkan kaki mu, agar kamu tidak berbuat macam-macam"ujar Rayan.
"Apa? semua sudah selesai, aku lelah" ucap Daisy.
"Tidur lah, besok pagi akan ada sopir yang akan menjemput kalian, semua"ucap Rayan.
"Baiklah, jika kamu benar-benar menginginkan aku menjauh dari mu"ucap Daisy.
"Dy!"ucap Rayan berteriak keras.
Daisy benar-benar mematikan handphone nya, dan langsung memejamkan matanya.
Hingga pagi tiba, Daisy langsung membersihkan diri dan menunaikan kewajiban nya, setelah itu, dia lanjut membuat sarapan dan juga, beres-beres rumah.
Daisy, hanya tersenyum,kala melihat mereka berdua bangun dan mencuci wajah, setelah itu duduk di kursi depan meja makan.
Daisy, mendekat memberikan susu hangat dan dua piring nasi goreng, sementara Daisy makan nasi putih, dengan ayam goreng.
"Mom, punya mommy beda sendiri"ucap Agam.
"Mommy sudah bosan makan seperti itu"ucap Daisy.
"Aku tidak pernah bosan makan, makanan yang mommy Dy, buat, semua rasanya sama, seperti yang mommy kita buat"ucap Agam.
"Berdoalah, semoga, mommy kalian selalu bahagia di surga bersama dengan Daddy kalian"ucap Daisy.
"Tentu saja mom"jawab keduanya.
__ADS_1
"Hari ini mommy, akan pergi bersama teman-teman , jika kalian ingin makan siang sampai makan malam, mommy akan stok makanan."