
Kebahagiaan Rayan dan Daisy saat ini, semakin besar setiap hari hanya akan ada kebahagiaan yang Rayan berikan pada Daisy. begitu juga sebaliknya.
Sementara di dalam rumah tangga Agam dan Novita, saat ini terjadi berbagai godaan diantaranya seringnya Novita pergi tanpa izin, dan Agam tidak pernah tau istrinya pergi kemana akhir-akhir ini, terkadang Novita tidak pulang.
...Pernah suatu hari....
Ketika Agam, tengah berada di luar kota, Novita pergi ke rumah lama nya dimana di sana hanya ada satu pembantu rumah saja sejak Agam memutuskan Novita harus tinggal di rumah almarhum Daisy dan vino dulu yang selama ini ditinggali oleh dua kakak beradik itu.
Agam sempat dikirim pesan oleh pelayan yang mengenal Agam, jika nona muda mereka menginap di rumah tersebut dan dia tidak sendiri melainkan ada teman nya yang seorang dokter yang mereka tahu pernah beberapa kali datang dulu sebelum tragedi kecelakaan itu menimpa Novita, dengan alasan menunggui Novita yang tengah kurang sehat.
Tapi anehnya mereka berada di dalam satu kamar, dan sungguh bisa menjadi fitnah keji bagi mereka. tapi Agam tidak menggubris semua itu dia tetap memberikan perhatian lebih pada istri nya sekalipun perbuatan Novita tidak termaafkan, yang dia lakukan adalah menepati janjinya kepada almarhum ayah mertua nya untuk menjaga Novita.
"Sayang kamu ada dimana mas sudah kembali"ucap Agam.
"Ah,, i ini mas A Abang aku s s sedang di rumah papah"ucap nya gugup.
Tapi Agam, sudah mengerti dan pada akhirnya dia mengalah"Ya sudah sayang kamu pasti lelah, istirahat lah"ucap Agam.
Pria itu pun menghela nafas, panjang lalu masuk kedalam kamar mandi. Agam memejamkan mata nya sambil mengingat semua yang telah terjadi dia berpikir apakah pernah dia melakukan kesalahan pada istrinya.
Rasanya Agam sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik, tapi mungkin masih kurang baik bagi istrinya itu.
Selesai mandi Agam langsung pergi ke bawah untuk ruang makan.
Agam makan malam dari makanan yang sengaja Daisy kirimkan, sebelum Maghrib tiba.
"Ah...sepi apa ? pulang ke Mension saja"ucap Agam.
Pria itu hendak pergi mengambil kunci mobilnya, karena ingin pergi ke Mension, tapi Agam kembali berfikir ulang, pria itu duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya, dia teringat akan Sherina yang sudah dua mingguan lebih tidak ada kabar sejak gadis itu memutuskan untuk pulang ke negara ibu kandung nya.
Agam mulai berselancar di dunia Maya dia mencari akun sosial media milik Sherina, dan dia berhasil menemukan itu, hingga dia melihat beberapa postingan terbaru yang menandakan bahwa gadis itu tengah berada di zona rapuhnya.
Dia memosting foto makan sang mommy dan menyatakan kerinduan nya, terhadap sang mommy dengan kata yang begitu menyayat hati.
Ada juga postingan Sherina yang memosting foto dirinya yang tengah duduk di tepi pantai bersama dengan sang Oma, dia tengah mencium pipi wanita yang memiliki kemiripan dengan nya, lima puluh persen.
Dengan tulisan#Untuk kamu yang disana yang begitu peduli dengan ku, jangan khawatir kan aku aku selamat sampai bertemu dengan keluarga ku, seperti dia yang sudah tua ini dia adalah bibi ku, sekaligus pengganti Oma yang baru kembali menghadap Tuhan#.
Dengan menggunakan bahasa Italia gadis itu menyatakan bahwa dia mengirim kabar pada orang yang peduli dengan nya.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja Sherina, aku merasa lega"lirih Agam yang langsung menyimpan ponsel nya, dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk tersebut.
Hari demi hari Agam, lewati dengan kehampaan, saat ini bukan Agam, kehilangan rasa cinta terhadap istrinya itu, tapi dia yang kehilangan istrinya yang seakan tak lagi fokus pada rumah tangga nya dan terutama pada dirinya, sudah terlalu banyak waktu yang terlewati begitu saja,sikap Novita yang tidak bisa di tebak saat ini.
__ADS_1
Sampai tiga bulan berlalu, Novita selalu menolak saat Agam merindukan kedekatan nya dengan sang istri yang hampir selalu Novita tolak dan sekalinya terima dia tidak bergairah sama sekali seakan menolak dirinya, Agam bukan tidak tau jika istrinya selama ini punya hubungan spesial di luar sana, tapi dia tidak ingin melukai hati Novita dengan tindakan nya, selagi tidak langsung terlihat oleh mata dan kepala nya sendiri Agam, tidak akan mempercayai bukti, dan jika wanita itu sampai memiliki anak dari hasil hubungan gelap nya itu, Agam akan terima dia sebagai anak kandung nya karena dia sudah terlanjur berjanji pada almarhum mertuanya untuk selalu menjaga dan mencintai Novita, apapun yang terjadi, kecuali bila wanita itu sudah tidak lagi ingin hidup bersama dengan nya. Agam mungkin hanya akan menjaga dia secara diam-diam sedari jauh.
Sampai saat ini, saat Novita baru kembali dari luar, Agam menyambut dia dengan senyum hangat seperti pelukan hangat dan kecupan di puncak kepala istrinya, hanya saja sudah tidak lagi mengecup bibir istrinya karena sering mendapatkan penolakan.
Agam, sudah paham akan hal itu, hingga akhirnya ia pun mengalah sampai saat Novita keluar dari dalam kamar mandi, tanpa sadar dia hanya menggunakan handuk sampai sebatas dadanya yang kini terlihat menyembul, dan tampak lah bekas sisa-sisa percintaan yang entah sengaja ia perlihatkan atau tidak dia sadari.
"Sayang boleh aku minta sesuatu?"tanya Agam, yang kini tengah menahan rasa sesak di dadanya yang teramat meyakinkan itu.
"Apa? Bang Novita lelah"ucap Novita.
"Tolong tutupi bekas percintaan kalian, setidaknya jangan sampai orang lain tau, cukup aku Novita. aku tidak akan pernah marah jika itu bisa membuat mu bahagia silahkan, tapi satu hal jangan sampai keluarga ku tau semua yang kalian lakukan di belakang, aku tidak ingin mereka membenci mu karena semua kesalahan ada pada diriku yang tidak pernah bisa membuat mu bahagia"ucap Agam lembut.
Novita tidak bergeming sedikitpun dari tempat ia berdiri saat ini, wanita itu benar-benar merasa tertampar dengan semua yang ia lakukan saat ini, dan betapa bodohnya dia karena telah menyia-nyiakan pria yang benar-benar sangat mencintai dirinya.
"Abang sudah tau semua nya, kenapa? Abang masih mempertahankan pernikahan kita, kenapa? Abang tidak menamparku atau memarahiku sepuasnya"ujar Novita.
"Abang tidak akan pernah melakukan itu, sekalipun Novita melakukan itu di hadapan Abang sekalipun Novita hamil suatu saat nanti, kita akan tetap bersama bukan hanya karena Abang mencintai Novita, tapi Abang juga sudah berjanji pada almarhum papah"ucap Agam lembut sambil mengusap puncak kepala istrinya itu.
Seketika itu tangis Novita pecah dia benar-benar sangat menyesal dia sangat menyesali kebodohannya sendiri, saat itu dia langsung bersujud memohon maaf kepada Agam, kepada pria yang kini tengah menitikkan air mata nya.
Agam pun menghapus air mata itu, dia langsung memegang bahu Novita, membantu wanita itu untuk berdiri saat itu juga Agam memasang senyum manis, meskipun luka itu tidak bisa ia tutupi.
"Sekarang, Abang hanya ingin tanya apa? Vita mencintai dia dan apa? dia akan bertanggung jawab"tanya Agam lembut.
"Jika kamu hamil suatu hari nanti, Abang akan tetap menerima mu di sisi abang. dan Vita tidak usah takut Abang akan menyayangi anak itu seperti anak kandung Abang sendiri, tapi mulai detik ini Abang minta maaf karena Abang , tidak bisa menemani Novita tidur lagi, Abang akan pindah ke kamar sebelah, tapi ingat jangan sampai keluarga Abang tau akan hal ini,Abang tidak ingin mereka membenci mu dan mengusir mu dari kehidupan Abang. Abang sangat mencintaimu Novita, tapi mungkin cinta Abang tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan dia, maafkan Abang jika selama hidup bersama dengan abang.kamu tidak pernah bahagia Abang sadar Abang terlalu banyak kekurangan"ucap Agam yang langsung meninggalkan kan kamar utama mereka.
...........................
Disinilah Agam, saat ini di dalam kamar yang nyaris gelap gulita.
Pria itu tengah menangis dalam diam, sesekali suara Isak tangis nya begitu memilukan, Agam hancur sehancur-hancurnya tapi dia juga tidak mampu untuk melepaskan istrinya itu, janji terhadap mendiang mertua nya itu membuat Agam tidak akan pernah bisa melepaskan tanggung jawab nya terhadap Novita.
Pria itu masih memeluk lutut nya, membenamkan wajahnya di sana, tanpa pernah berpikir jika mencintai itu akan sesakit itu, lebih tepatnya mencintai seseorang yang tidak pernah benar-benar mencintai nya (cinta bertepuk sebelah tangan).
Sementara itu di kamar yang terpisah, Novita juga tengah menangisi kebodohan by saat ini, dia menyadari kekeliruannya itu, Novita terduduk di lantai tepat di samping ranjang. Novita menangis sesenggukan.
Hingga waktu menjelang pagi hari, Agam sudah bangun dan mandi setelah istirahat beberapa jam, dan kini dia sudah menggunakan baju formal untuk pergi bekerja, sementara Novita, wanita itu tertidur sambil memeluk lutut nya saat ini.
Sampai Agam berangkat bekerja tanpa sarapan pagi terlebih dahulu, dengan wajah sembab dan kantung mata yang terlihat menghitam, pria itu tetap berusaha tampil maksimal di hadapan karyawan dan juga kolega nya.
Dia menyibukkan diri sejak datang hingga pulang, bahkan dia lupa dengan sarapan pagi dan makan siang nya, sampai tiba di Mension, pria itu langsung memeluk Daisy dan dibalas pelukan hangat dari bumil tersebut.
"Segitu kangen nya karena tidak bertemu dengan mommy"ujar Daisy.
__ADS_1
"Perut Agam, sakit momm"keluh Agam.
"Sudah mommy bilang tinggal di sini"ucap Daisy.
"Kasihan rumah mommy, jika dibiarkan kosong terlalu lama mom"ucap Agam.
"Kamu benar sayang, tapi seharusnya pelayan setiap hari harus standby di kedua rumah untuk antar jemput jatah makan mu sayang"ucap Daisy, yang kini duduk di samping Agam, sambil menyiapkan makan siang yang sudah terlewat.
Setelah selesai makan, Agam langsung pergi menuju kamar pribadi nya yang ada di lantai dua, meskipun sudah memiliki rumah masing-masing, tapi di masing-masing rumah mereka memiliki kamar pribadi nya.
Sesampainya di sana dia langsung duduk di tepi ranjang dan berbaring tanpa melepaskan sepatunya terlebih dahulu.
Agam tertidur pulas di sana, hingga saat petang tiba, dia terbangun dari tidurnya dan langsung beranjak menuju kamar mandi, pria itu teringat akan keberadaan istrinya, meskipun dia sudah terluka karena itu ia akan pulang setelah selesai berpakaian sambil membawa jatah makan malam dan sarapan pagi untuk hari esok.
"Mom, aku pulang dulu"ucap Agam.
"Iya sayang hati-hati dijalan,, salam buat istri mu bilang jangan terlalu fokus bekerja hingga lupa bahwa ia sudah punya suami yang harus diperhatikan"ucapan Daisy, mampu membuat Agam bertanya-tanya.
Agam langsung pergi meninggalkan Mension milik sang kakak, sampai di rumah miliknya Agam langsung bertanya kepada pelayan saat ia meminta mereka menyiapkan makan malam untuk istrinya, tiba-tiba pelayan itu bilang jika Novita tidak terlihat keluar kamar sejak pagi.
Betapa kagetnya Agam, dia langsung berlari menuju kamar pribadinya itu.
"Sayang buka pintu nya sayang Novita!"teriak Agam.
tapi tidak ada jawaban sama sekali hingga akhirnya Agam mendobrak pintu, betapa terkejutnya Agam, saat melihat istrinya tergeletak di lantai tak sadarkan diri dengan kondisi wajah pucat pasi dan demam tinggi.
Agam langsung teringat akan rumah sakit dia berteriak memanggil pelayan untuk bersiap membawa istrinya pergi menuju rumah sakit.
Di perjalanan Agam terus mencoba membangunkan Novita berulang-ulang memanggil nama istrinya itu, tapi Novita tidak menjawab, Agam meminta sopir untuk menambah kecepatan, hingga mobil tersebut tiba di rumah sakit terdekat di sana, Agam langsung berlari menuju ruang IGD rumah sakit tersebut sambil menggendong istrinya sambil berteriak-teriak memanggil dokter yang kebetulan menyambut nya dan tenaga medis itu langsung membantu menangani Novita.
Agam terus mondar-mandir di depan pintu rumah sakit, sampai seseorang yang ia kenali sebagai selingkuhan istrinya itu muncul di hadapan nya, dia adalah dokter obegyn, adalah cinta pertama Novita.
Saat dia masuk, kedalam IGD, karena wanita itu membutuhkan dokter tersebut, Agam tidak menegur atau menyapa pria itu.
Agam langsung bangkit ketika dokter datang, dokter itu bilang jika saat ini keadaan Novita masih lemah dan satu hal yang membuat Agam terluka dalam, yaitu kehamilan Novita yang sebenarnya bukan anak nya, sudah bisa dipastikan karena Agam sudah beberapa bulan ini sudah melakukan KB khusus pria.
Agam sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi, meskipun demikian ia akan menerima semua itu.
Agam berjalan menuju ruangan tersebut dia melihat seseorang kini tengah memeluk erat tubuh istri nya itu dari arah samping karena ruangan tersebut hanya tertutup gorden.
Lagi-lagi Agam hanya bisa menahan diri untuk tidak mendekat ke arah mereka berdua, sudah bisa dipastikan akan terjadi keributan besar jika dia tidak bisa menahan diri.
Agam pergi ke sebuah ruangan dimana tempat kepala rumah sakit itu berada dia meminta salah satu dokter obegyn di berhentikan, atau di pindahkan.
__ADS_1