
Sampai tiba di Mension seluruh keluarga besar berkumpul sementara Agam membawa Sherina masuk kedalam kamar utama yang ada di bawah, yang dulu sempat ditempati oleh Ricky.
"Sayang kamu betah gak di sini"ucap Agam.
"Betah kamarnya nyaman"ucap Sherina.
Agam pun membantu Sherina, untuk duduk di di atas sofa sambil menunggu Daisy yang akan membantu Sherina mandi terlebih dahulu sebelum istirahat.
"Sherina,, sudah siap? ucap Daisy yang baru saja masuk kedalam kamar nya.
"Apa? tidak merepotkan kak biar aku sendiri saja"ucap Sherina.
"Tidak sayang, kakak tidak merasa direpotkan, justru kakak senang bisa bantu kamu, cepat sembuh keponakan mu menunggu untuk main dia rindu dengan tarian mu"ucap Daisy.
Sherina berderai air mata, betapa bahagianya dia bisa dicintai oleh keluarga calon suaminya itu, kini gadis itu tengah dibantu oleh Agam dibawa ke dalam kamar mandi dan dibantu masuk kedalam bathtub oleh Agam dan Daisy meskipun masih berpakaian lengkap.
Kini giliran Daisy yang mengurus Sherina.
Hingga gadis itu selesai mandi dan berpakaian lengkap barulah Agam yang membantu mengeringkan rambut Sherina dibantu oleh Daisy.
"Sudah selesai sekarang kamu sudah sangat cantik dan wangi, sekarang kamu bisa istirahat dulu sambil menunggu makan siang disiapkan"ucap Daisy.
"Mom, jangan lupa Carikan perawat profesional agar Agam bisa tenang saat bekerja"ucap Agam.
"Sayang tidak perlu repot-repot memikirkan hal itu, mulai besok sudah ada dua orang perawat sekaligus dokter ahli terapi yang akan datang kesini setiap hari"ucap Daisy.
"Untuk menjaga Sherina mommy, yang akan membantu dia beraktifitas sehari-hari"ujar Agam.
"Iya itu,,,sayang karena Sherina butuh penanganan khusus, tidak sembarangan orang bisa melakukannya, dan harus dengan tenaga ahli"ucap Daisy.
Agam, mengangguk pelan, pria itu sudah mengerti dan dia langsung mengangkat Sherina membawa nya keatas ranjang milik Sherina.
Agam mengecup puncak kepala Sherina, setelah pamit menuju kamar nya.
"Sayang aku mandi dulu ya, nanti aku kembali lagi"ucap Agam.
Agam pun tersenyum sambil berjalan meninggalkan Sherina yang kini menatap ke arah nya.
Sampai di dalam kamar pribadi nya yang ada di Mension, Agam langsung pergi menuju kamar mandi dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu, agar bisa secepatnya turun ke bawah.
Saat keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat beberapa barang-barang milik Novita masih berada di dalam kamar nya.
Agam buru-buru memakai pakaian santai nya lalu ia pergi meninggalkan kamar tersebut dan meminta seseorang yang biasa dipercaya untuk membuang barang-barang milik istrinya yang kini masih proses perceraian.
"Mom tolong suruh orang untuk membersihkan kamar Agam, dan barang-barang milik wanita itu tolong kirimkan ke alamat rumah nya"ucap Agam.
"Baiklah sayang"ucap Daisy.
Agam langsung pergi menuju kamar milik Sherina saat ini, sementara yang melihat hal itu mereka tertawa kecil, saat melihat adik mereka begitu terlihat bahagia saat akan menemui calon istri nya.
"Mom,,, kenapa? tidak kita nikahkan saja mereka saat ini juga, agar Agam lebih leluasa mengurus Sherina"ucap Anya.
"Kamu benar sayang, mommy juga berfikir seperti itu"balas Daisy.
Sementara itu yang kini berada di dalam sel tahanan, wanita itu tengah meringkuk menangis karena teringat dengan putri nya yang kini entah dimana, dia tidak tau jika saat ini Agista berada di Mension milik Rayan, sejak Novita masuk kedalam penjara, Rayan yang tidak tega melihat sikecil yang tidak ada kedua orang tua nya, dia memutuskan untuk mengadopsi nya.
Gadis kecil yang hampir genap satu tahun itu kini tengah bermain.
Agam sendiri belum tau itu dia berpikir bahwa Agista masih berada di rumah besar itu, dan rencananya Agam akan menemui nya besok, akan menemui putri angkat nya itu.
Karena tidak ada hubungan darah dengan Agista, Agam memutuskan untuk mengadopsi nya agar lebih kuat hubungan di antara mereka.
Agam kini tengah berada di dalam kamar yang ditempati oleh Sherina.
__ADS_1
Agam melihat Sherina tertidur pulas dia tidak berani untuk membangunkan nya.
Pria itu langsung berjalan keluar menuju ruang keluarga yang kini tengah berkumpul di sana.
"Sherina mana?"tanya Rayan yang melihat Agam berjalan sendirian.
"Dia sedang istirahat, aku tidak tega mengganggu nya"jawab Agam.
"Heumm, temui Agista dia sedang bermain di ruang bermain"ucap Rayan.
"Dia disini?"tanya Agam.
"Ya kakak tidak akan tega membiarkan dia hidup terlantar meskipun ibunya sudah berbuat kejahatan, tapi putri nya itu tidak tahu apa-apa"kata Rayan.
"Iya kakak benar, aku akan mengadopsi dia dan akan aku besarkan bersama dengan Sherina."ucap Agam.
Semua orang mengangguk setuju.
Agam langsung pergi untuk menemui Agista karena Rayan benar sejahat apapun Novita, Agista tidak ikut berdosa dan dia tidak tahu apa-apa.
Agam melihat gadis kecil nya tengah menangis entah karena ngantuk atau karena apa? yang jelas dia langsung mendekat.
"Sayang kamu kenapa? heumm"ucap Agam penuh kelembutan.
"Gadis kecil itu melirik, dan saat itu juga tangis nya semakin kencang dan sambil merentangkan tangannya kearah Agam, Agista tau itu daddy nya sejak ia lahir ke dunia ini.
"Jangan sedih sayang Daddy disini"ucap Agam yang kini menggendong putrinya dalam dekapan nya, Agam mengelus puncak kepala Agista yang perlahan tangisnya mereda.
Hingga tangis pilu itu berganti dengan senyuman saat Agam memangku dia dan memberikan botol susu milik gadis kecil itu.
Agista begitu anteng di pangkuan Agam, meminum susu.
Hingga Agista tertidur Agam masih memangku gadis kecil nya.
"Biar mommy pindahkan ke boks"ucap Daisy.
Daisy mengambil alih Agista, dan ditidurkan di dalam boks bayi yang ada di ruangan itu.
Setelah memastikan Agista tidur, Daisy dibantu oleh Ricky, memasak makanan untuk makan siang mereka semua.
"Teh,, sudah lama kita tidak pulang kampung, AA rindu dengan kampung halaman"ucap Ricky.
"Aku juga A, tapi sekarang aku tidak semudah dulu saat ingin kembali, ada si kembar dan Agista juga harus dipikirkan, secara pejalan butuh berjam-jam lamanya, tidak hanya itu Sherina juga butuh banyak perhatian"ucap Daisy.
"Heumm,,, ya tth benar kedua anak Aa juga masih kecil, lalu kapan kita bisa kesana?"ucap Ricky yang sudah rindu kampung halaman nya.
Jika, kedua orang tua Riki mereka sering berkunjung untuk melihat anak cucu mereka, dan itupun jika Anya atau Ricky memerintahkan sopir, untuk menjemput mereka dari kampung halaman nya.
"Sayang jika ingin liburan di kampung kita juga bisa pergi, lagipula ada mobil kita yang sudah dirancang khusus untuk para Baby, dan untuk Sherina juga bisa ikut kita juga bisa bawa Dokter dan perawat kesana"ujar Rayan yang kini ikut bergabung tapi bukan membantu Daisy, melainkan memeluk pinggang Daisy karena dia terlalu sibuk belakangan ini.
Ricky yang melihat itu hanya tersenyum, karena dia tidak pernah melihat Anya, memasak apalagi melakukan hal itu, tapi dirinya tetap bersyukur karena Anya adalah wanita yang sangat baik selain cantik dia juga sangat pengertian dan perhatian dan bisa menerima dia apa adanya, hingga Ricky hidup bergelimang harta seperti sekarang ini berkat sang istri.
............................
Sampai setelah selesai masak ketiganya pergi meninggalkan dapur, dan saat ini giliran pelayan yang menyajikan.
Sejak Rayan tinggal berdua dengan Daisy, Daisy sudah jarang memasak karena Rayan tidak pilih-pilih makanan justru Rayan sedang gencar belajar memasak dari Daisy, disaat ia ada waktu luang, tapi yang namanya big bos
Setelah semua siap, Agam membawa Sherina dan kini masih duduk di kursi roda, dia sudah terlihat segar setelah beristirahat beberapa jam, Agam juga membantu dia menyeka wajah cantik itu setelah bangun tidur dan membantu Sherina merapihkan rambutnya.
"Besok kalian menikah"ucap Rayan.
"Secepat itu kak, tapi proses perceraian belum usai"ucap Agam.
__ADS_1
"Tidak masalah semua bisa diatur kalian bisa nikah siri dulu agar kalian kamu lebih leluasa saat harus membantu Sherina"ujar Rayan.
"Ya kakak benar"ucap Agam.
"Aku akan membesuk Novita nanti, aku izin dulu ya sayang"ucap Agam lagi.
"Heumm,,, itu hak mu kak, aku tidak punya wewenang untuk melarang"ucap Sherina yang kini menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Kamu punya hak untuk cemburu"ucap Rayan sengaja menggoda Sherina.
"Kak,,, suami mu itu tidak pernah berubah"ucap Sherina mengadu kepada Daisy.
"Memangnya aku satria baja hitam apa? berubah segala"ucap Rayan yang kini terlihat mengejek Sherina.
"Sayang kamu itu kebiasaan deh bagaimana kalau Sherin tidak mau makan"ucap daisy.
"Bagus jadi makanan nya utuh"ucap Rayan.
"Aku justru ingin menghabiskan semua yang ada di meja ini rasanya sungguh sangat lezat, sudah lama tidak makan enak seperti saat ini, di Amerika mana ada yang kaya gini ya kan kak"ucap Sherina meminta persetujuan pada pria yang kini mengangguk setuju sambil tersenyum.
"Lagian suruh siapa? pergi gak bilang-bilang dan lagi jika hanya operasi plastik dan syaraf disini juga sudah ada dokter terbaik"ucap Rayan.
Tiba-tiba saja Sherina terdiam sambil menunduk, Daisy juga menyenggol lengan Rayan.
"Aku yang salah, karena sudah berada di tengah hubungan kak Agam dan Novita, jadi aku harus pergi sejauh mungkin, hingga kecelakaan itu terjadi, saat itu aku tidak tau siapa? yang harus aku hubungi, sementara keluarga ku di Italia juga tidak ada yang perduli, aku mencoba menghubungi Mateo, dan beruntung dia cukup peduli padaku, dia sepupuku yang baik, dan kebetulan dia sedang berada di Australia, karena kekasihnya juga bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di negara itu, akhirnya aku dibawa kesana wajah ku yang rusak di operasi di sana, tapi karena Mateo ingin aku sembuh secepatnya dia langsung membawa ku ke Amerika"ucap Sherina yang terlihat menahan tangisnya.
Agam langsung mengusap puncak kepala calon istri nya itu.
"Sabar Yank,, ini ujian"ucap Agam.
"Sherina, jangan takut jika pun kenyataan terburuk nya kamu tidak bisa lagi berjalan kakak akan selalu ada untukmu, tapi menurut rekap medis, dokter menyatakan bahwa kamu hanya harus melakukan terapi secara rutin dengan bantuan dokter spesialis dan juga tenaga medis lainnya"ucap Daisy yang kini menyemangati Sherina.
"Kakak, benar terimakasih kak, semoga tuhan memberikan kebahagiaan yang semakin berlimpah pada kakak"ucap Sherina.
"Amiinn"ucap semua yang kini melanjutkan pembicaraan mereka.
Setelah selesai makan siang mereka kembali beraktivitas masing-masing.
Sherina, sendiri kini berada di ruang keluarga bersama dengan Anya dan juga Ricky.
Sementara Daisy sendiri tengah mengurus kedua putra-putrinya yang kini tengah tidur siang.
Rayan sendiri masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Sementara, Agam sedari tadi sudah pergi untuk menemui Novita di penjara, dia tidak membawa serta Agista. karena takut merusak mental putrinya itu.
Dia hanya ingin melihat keadaan Novita sambil memberitahu bahwa semuanya masih Agam urus termasuk perusahaan dan dia akan meminta Novita untuk menandatangani surat persetujuan adopsi yang akan menjadi anak angkat nya,
Agam, juga tidak akan melarang Novita untuk menemui putri nya kapan pun dia mau, semua itu Agam lakukan untuk kebaikan putri nya itu.
Sesampainya di kantor polisi, Agam mengisi daftar hadir dan kedatangan nya disambut dengan baik oleh pihak kepolisian, Agam yang kini membawa sebuah koper berisi keperluan Novita yang disiapkan oleh pelayan rumah lamanya itu, dia tidak akan membalas kejahatan Novita dengan kejahatan, baginya Novita tetap tanggung jawab nya sampai kapan pun.
Sampai Novita menikah lagi dengan orang lain pun, Agam akan tetap menjadi teman baik nya, karena janji dia terhadap almarhum ayah mertua nya.
Tepat di sebuah ruangan, kini mereka duduk berhadapan tidak ada kata baik-baik saja saat seseorang masuk kedalam jeruji besi, berbaur dengan berbagai narapidana dan untuk pertama kalinya, Novita terlihat teraniaya, keadaan nya sangat memprihatikan, hati Agam masih merasa ngilu, andaikan saja Novita tidak berbuat diluar batas yaitu dengan melakukan perbuatan-perbuatan jahatnya, Agam masih bisa mentolerir jika hanya kasus perselingkuhan seperti yang pernah ia lakukan, tapi melenyapkan wanita yang sama-sama Agam cinta itu sudah diluar batas.
"Maaf"ucap Novita lirih.
"Minta maaf pada yang maha kuasa,,, Abang hanya manusia biasa, disaat Novita berbuat kesalahan Abang hanya berhak untuk mengingatkan"ucap Agam lembut.
Tangis pilu itu pecah, Novita benar-benar malu dengan perbuatan nya, dia juga menyesali semua nya.
"Abang bisa hukum aku seberat-beratnya, aku pasrah, semua memang kesalahan ku, tolong titip Agista, jangan buang dia disaat aku tidak ada disisinya, dia tidak berdosa yang berbuat kesalahan adalah aku, Abang juga bisa membunuh ku jika Abang mau"ucap Novita lagi.
__ADS_1
"Jangan bicara sembarangan, Abang justru ingin memberitahu sesuatu, tolong tandatangani surat perjanjian adopsi ini, mulai sekarang Agista akan menjadi anak angkat Abang, dan Abang lakukan ini untuk kebaikan dia"ucap Agam.
"Abang memang pria terbaik yang tuhan kirimkan untuk ku, tapi karena aku tidak pernah bersyukur dan tidak pernah menyadari itu, hingga aku menyia-nyiakan waktu yang tuhan berikan untuk ku untuk bahagia bersama dengan mu. sekarang aku ikhlas jika Abang mau menikah dengan siapapun itu, karena Abang berhak untuk bahagia"ujar Novita, sambil menatap lekat wajah Agam.