Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tinggal di Mension#


__ADS_3

Rayan bereaksi untuk hal yang satu itu membuat ketiga pria itu terkekeh kecil.


Bagaimana? tidak selama ini pria itu bahkan sudah menentang Agista yang selama ini berseteru dengan putri angkatnya itu.


"Kini setelah Aryan sudah diizinkan pulang wanita itu tengah bersiap untuk kembali semua orang kini kembali berangkat menggunakan jet pribadi milik Rayan.


Pria itu kini tengah duduk bersama David dan Agista, sementara Haidar dan Aryan juga Agam duduk berdampingan.


Mereka selalu setia mengobrol sampai akhirnya tiba di bandara .


Sampai di sana mereka dijemput dengan dua mobil.


Agista langsung dibawa ke Mension utama untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan tersebut.


David selalu setia berada di samping istrinya itu.


"Daddy rujak punya ku mana sudah empat hari tidak makan rujak."ucap Agista.


David langsung tepok jidat, saat istrinya meminta itu.


"Mommy akan buatkan itu setiap harinya sayang."ucap Daisy sambil mengusap puncak kepala Agista.


Sementara Raya kini hanya menatap kearah wanita paling cantik yang kini tengah duduk bersama Agista.


Dulu dialah yang selama ini selalu memanjakan dirinya, selalu memberikan kasih sayang yang selama ini ia rasakan.


Raya langsung mendekat kearah Daisy dia tiba-tiba memeluk erat wanita itu dan menangis sesenggukan sambil minta maaf karena pernah membuat Daisy hampir celaka.


"Ada apa? sayang heumm,,, kenapa? kamu bersedih seperti ini."ucap Daisy yang kini mengelus puncak kepala Raya.


"Raya sudah sangat berdosa pada mommy dan Daddy, raya anak durhaka."ucap wanita itu.


"Raya sayang lupakan semuanya, maafkan juga mommy yang tidak pernah tahu jika selama itu kamu sudah dimanfaatkan oleh orang lain.


"Aku tidak tau itu mom aku percaya pada wanita iblis itu ketimbang sama kalian."ucapnya.


Ray langsung mendekat ke arah Raya dan sang mommy dia berjongkok dan mengusap punggung istrinya itu.


"Sudah sayang selama ini mommy dan daddy sudah memaafkan mu, sekarang keluarga kita sudah berkumpul jangan pernah lagi ada perpecahan diantara kita."ucap Ray.


"Benar kak, sekarang kita sudah berkumpul dan jangan pernah lupakan aku disini."ucap Kimberly yang kini muncul dari arah lift.

__ADS_1


"Siapa? juga yang sudah melupakan bule Amerika yang satu ini."ucap David yang langsung memeluk adiknya itu.


"Kak lepas aku sudah bukan anak kecil lagi."ucap gadis itu.


"Ah aku lupa dengan adik ketemu gede yang satu ini."ucap Ray.


"Uh,,,dasar giliran sudah mendapatkan istri saja lupa pulang lupa pula beri aku hadiah."ucap Kimberly sambil mencebikkan bibirnya itu.


"Mau kado apa? sayang sekarang kamu adalah tanggung jawab ku."ucap Azka.


Azka yang kini hadir di tengah mereka membawa satu buket bunga mawar yang sangat cantik.


"Ah, sayang ku sudah datang."ucap Azka.


"Ya, sayang."ucap Azka yang kini memeluk erat calon istrinya itu.


"Andaikan saja kita masih di desa sayang mungkin kita akan melewatkan hari ini."ucap Rayan.


"Demi anak cucu kita sekalipun di ujung dunia kita akan tetap datang sayang."ucap Daisy.


Rayan pun mengangguk pelan mengiyakan ucapan istrinya itu.


Rayan dan Daisy yang sedang berada di kampung halaman Daisy, saat itu langsung pulang ke Mension saat mendengar kabar bahwa Agista diculik.


Agista yang masih trauma pun kini mengiyakan permintaan Rayan.


David membawa istrinya itu ke kamar pribadinya.


Begitu juga dengan Ray yang membawa istrinya itu menuju kamar pribadinya karena kamar Raya kini ditempati oleh Kimber yang masih mengobrol dengan Azka.


Mereka hanya ingin tidur siang, sebelum makan siang.


Sementara Rayan hanya duduk santai bersama dengan Daisy.


Aryan sendiri kini dirawat di rumah Haidar, mereka semakin akrab setelah kejadian itu.


Aryan selalu berterimakasih kepada Haidar, namun pria itu akan marah jika Aryan selalu minta maaf padanya.


Sejak saat itu semua keluarga besar Gibran dan Vino juga Rayendra kembali berkumpul .


Kini mereka berkumpul di hari pernikahan Kimberly dan Azka, ketiga keluarga besar itu berkumpul di tempat acara.

__ADS_1


Azka yang sudah bersiap didampingi oleh keluarga dari sang daddy karena ternyata sang mommy tidak bisa hadir dikarenakan tengah sakit.


Azka hanya sempat menemuinya dan meminta restu dua hari sebelum pernikahan.


Karena saat ini dia kembali pada pria yang sudah jelas-jelas menipu dirinya.


Binar bahagia itu selalu terpancar dari kedua calon mempelai pria dan wanita.


Keduanya kini sudah berada di tempat dimana ijab Kabul akan dilakukan.


Seluruh keluarga besar pun sudah berkumpul di sana semua orang tengah membicarakan Kimberly si pengantin wanita yang sangat cantik dan tidak hanya itu mereka juga mengomentari tentang penampilan Azka yang kini sungguh sangat sempurna.


Ketiga keluarga besar mereka pun kini tengah berbahagia karena pernikahan benar-benar berjalan lancar.


Hingga pesta pernikahan mereka pun sungguh sangat meriah.


Agis yang sudah merasa lelah pun kini tengah duduk di tepi ranjang, dan David tengah berjongkok untuk melepaskan alas kaki yang dikenakan oleh sang istri.


Tidak hanya itu David pun mengangkat kaki Agis keatas ranjang empuk itu dengan sangat hati-hati.


"Sayang tunggu sebentar aku akan membantu ku membersihkan make-up mu ini."ucap David.


Pria itu langsung memasuki kamar mandi sambil membawa sebuah kotak berisi air hangat dan handuk kecil David kembali ke dalam kamar tidur.


Dia kembali berjongkok sambil memerah handuk kecil untuk membersihkan kaki dan tangan Agista .


Setelah selesai membersihkan itu dia merraih peralatan yang biasa Agista gumamkan untuk menghapus makeup tersebut hingga bersih.


David juga mengganti gaun yang Agis kenakan saat ini dengan sangat lembut hingga Agista pun memejamkan matanya.


Kini kehamilan Agista sudah masuk usia tujuh bulan lebih.


Agista bahkan tidak lagi bekerja di butik atau di cafe miliknya karena David sudah melarang istrinya itu untuk beraktivitas di luar.


David semakin over protektif terhadap istrinya itu.


Rasa cinta pria itu semakin bertambah tatkala pertumbuhan kedua anaknya semakin terlihat.


Setiap kali ia menemani istrinya untuk melakukan pemeriksaan rutin tersebut, David tidak akan pernah melewatkannya.


Agis selama ini selalu merasa dicintai oleh seluruh anggota keluarga, bahkan mereka sering berebut untuk mendapatkan giliran dalam memberikan perhatian lebih terhadap dirinya.

__ADS_1


Bahkan Rayan pun tak jarang bertanya terus tentang keadaan kedua cucunya itu.


Bahkan tak jarang pula memberikan hadiah kepada Agis yang kini tengah menikmati rujak tersebut di tengah malam buta beruntung istrinya itu selalu punya kebiasaan yang ternyata bermanfaat saat ini bagi anak cucunya itu.


__ADS_2