Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Kembali pulang#


__ADS_3

Rayan, begitu bahagia mendapatkan pengakuan cinta, dari sang istri yang selama ini ia harapkan.


Hari berganti Minggu, kini David, sudah rindu dengan rumah nya, hingga liburan berakhir meskipun tidak sampai mendapatkan yang Rayan mau yaitu, dia ingin Daisy, kembali hamil tapi saat ini tuhan masih belum merestui mereka untuk kembali memiliki anak.


Sesampainya di negara kelahiran mereka, akhirnya Rayan pun kembali bersibuk dengan segala kegiatan yang biasa mereka lakukan, Rayan, bahkan pulang selalu larut, malam tapi Daisy, selalu ada, untuk menyambut nya, atau seperti biasanya .


"Mas, sibuk banget ya, sampai jam segini baru pulang"ujar Daisy.


"Mas, habis dari luar kota sayang, mendadak ada perjalanan bisnis, sekarang sudah selesai, mulai besok jadwal mas kembali seperti semula, mas sangat kangen dengan istri dan putra mas yang tampan itu"ujar Rayan.


"Sudah makan belum mas kalau belum, kita makan dulu"ucap Daisy.


"Sudah sayang tadi di jalan, apa? istri mas yang cantik ini sudah makan"tanya Rayan.


"Besok, pagi saja mas, aku tidak ingin makan, sendirian"jawab Daisy.


"Sayang ayo makan, jangan menyiksa diri, mas sudah bilang kalau kamu lapar jangan tunggu mas, makanlah lebih dulu"ucap Rayan.


"Tidak enak makan sendiri mas, sementara mas sendiri tengah sibuk di luar sana"ujar Daisy.


"Mas, memang sibuk tapi itu mas lakukan karena mas, ingin membahagiakan keluarga kecil kita, sesekali kamu bisa bergabung dengan mereka, istri pengusaha tidak semua seperti itu, masih banyak orang alim dan sangat baik dan penyayang seperti kamu, meskipun kamu tidak akan ada duanya"ucap Rayan.


"Tidak mas, jiwaku bukan jiwa sosialita, hanya sosial saja, gak pakai Ita"canda Daisy yang kini tersenyum pada suaminya.


"Heumm, istri mas, selain Solehah juga sudah pandai bercanda"ucap Rayan.


"Heumm, mas baru tau?"ucap Daisy.


"Tentu saja Sayang"ucap Daisy.


"Mas, aku kangen kampung halaman, pengen lihat juga rumah ku yang sudah berubah"ujar Daisy.


"Tidak banyak yang berubah sayang hanya bahan bangunan nya yang kokoh dan juga ada tambahan di atas, kamar utama kita, dan tidak perlu lagi berebut kamar mandi karena di setiap kamar ada, kamar mandi, termasuk kamar mending mama dan Ambu"ujar Rayan.


"Terus, barang-barang nya?"ucap Daisy.


"Tidak berubah selain kamar kita berempat diisi dengan yang modern, sementara perabotan lama, masih tertata rapi di tempat nya"jawab Rayan.


"Terimakasih mas"ucap Daisy.


"Sama-sama sayang, nanti akhir pekan, kita akan kesana semuanya, sekaligus, nentuin acara pertunangan Riki, dan Anya"ucap Rayan.


"Kenapa? tidak sekalian, pesta pernikahan saja mas, mereka sudah pada siap, bahkan dari segi umur pun"ucap Daisy.


"Sepertinya memang harus disegerakan, dan untuk Agam, aku tidak ingin dia menikah dengan Aira, gadis itu ternyata menyimpan rahasia besar"ucap Daisy.


"Rahasia"ucap Rayan.


"Apa? mas pernah tau Daddy, Vino, pernah punya istri sebelum menikah dengan mommy Dy"ucap Daisy.


"Sepertinya, mas pernah mendengar dari Daddy, dan uncle Gibran"ucap Rayan.


"Siapa? uncle Gibran?"tanya Daisy.


"Mantan suami mommy, yang pertama, meskipun hanya status, tapi pernikahan mereka resmi, semua karena mommy, merasa ingin dilindungi, saat Daddy Rayendra, terus-menerus mengejar cinta nya, dan saat itu Daddy, ada pria yang tidak pantang menyerah meskipun berulang kali mommy, menolak, hingga akhirnya mereka menikah, tanpa Daddy, sadari, mommy tersakiti dengan pernikahan itu, yang terus dilanda masalah, yang terus bermunculan, selain, status mommy yang hanya istri kedua, karena yang pertama adalah mommy gadis, hingga akhirnya saat mas masih dalam kandungan, mommy yang kala itu hamil tua, dia minggat ke kampung halaman nya, karena keegoisan Daddy, akhirnya, mereka pun bercerai, sampai mas mau masuk taman kanak-kanak, mas masih tinggal di kampung, tapi saat pengagum berat mommy, berhasil mendapatkan mommy, kami pun kembali ke kota, dan tidak lama setelah pernikahan mommy, dia mengandung kedua bocah menyebalkan itu"tutur Rayan panjang lebar.


"Jadi yang berhasil mendapatkan cinta mommy yang seutuhnya itu, Daddy Vino"ucap Daisy, yang dibalas anggukan oleh Rayan.


"Bukan, mommy tidak mencintai Daddy Rayendra, tapi perbedaan kasta membuat mereka terus tersakiti"ucap Rayan.


"Lalu, aku dan mas, bukan kah kita juga berbeda"ujar Daisy.


"Tapi aku tidak akan menyerah sayang sampai titik darah penghabisan"ucap Rayan tegas, pria yang baru saja menggunakan kimono tidur nya akhirnya duduk di bersila menghadap istrinya.


"Lalu dimana uncle Gibran?"tanya Daisy.

__ADS_1


"Dia sudah lama tiada, setelah sakit yang dideritanya"jawab Rayan.


"Apa? dia tidak punya istri atau anak"tanya Daisy lagi.


"Ada, dia memiliki putra yang usianya, di atas Agam, dua tahun, tapi dia tinggal di luar negeri bersama ibunya.


"Ibunya masih ada, sudah sangat tua berati ya, secara uncle Gibran dan Daddy, berbeda lima tahun"ucap Daisy.


"Kamu justru salah sayang usia mommy gadis jauh lebih tua, sementara aunty, baru empat puluh sembilan tahun kurang mungkin masih dibawah nya, karena saat itu, dia masih sangat muda, saat menikah dengan uncle yang usianya hampir empat puluh tahun itu."ujar Rayan.


"Mas, Aira, adalah anak bungsu dari mantan Daddy Vino, Dy, pernah memergoki dia sedang menelpon seseorang dan obrolan mereka begitu jelas, hingga Dy, tau."ujar Daisy.


"Mereka bicara tentang apa? Yang"tanya Rayan.


"Tentang harta kekayaan Agam, dan Anya, dia ingin merebut nya, karena mereka bilang itu adalah, harta yang seharusnya jatuh ke tangan istri pertama nya"ujar Daisy.


"Kurang ajar, dia yang berkhianat dia pula yang menginginkan harta itu, tidak akan aku biarkan, perusahaan yang sudah lama aku pertahankan, hingga akhirnya semakin berkembang pesat, menjadi milik mereka, Daddy Vino, sudah menceraikan istrinya, saat tau jika wanita itu bukan hamil anak nya, wanita itu sekarang sudah menjadi wanita penghibur selama bertahun-tahun"ujar Rayan.


"Maka dari itu mas, aku mohon jangan lengah, mas harus mencari tahu semua kebenaran nya"ujar Daisy.


"Dy, jangan pikirkan yang tidak-tidak, sekarang sayang nya mas, harus segera istirahat, maafkan mas, yang sudah mengganggu waktu istirahat, nya selama beberapa hari ini"ucap Rayan sambil mengecup bibir Daisy, dan bukan nya tidur tapi malah melepaskan rindu, hingga benar-benar pagi.


Daisy, pun melanjutkan tidurnya, bersama dengan Rayan, setelah mereka sarapan pagi, dan memastikan putra nya, main ditemani oleh seluruh pelayan rumah, yang setiap hari selalu dibuat kelimpungan oleh David, yang pintar.


Seperti saat ini mereka dibuat kocar-kacir karena David, ingin menjadikan mereka, sebagai alat percobaan, untuk penelitian, sebagai calon Professor.


Dia membawa ular piton, yang besar itu, untuk melihat mereka berlima, dibantu oleh asisten pribadi nya yang sudah terlatih dan merupakan pawangnya, tapi kelima pelayan, yang masih gadis itu benar-benar ketakutan, dan kocar-kacir hingga tiba di depan kamar Anya dan Agam.


"Tuan muda, nona muda, tolong kami tidak mau menjadi manusia percobaan teriak mereka, tapi berhubung keduanya tidak ingin terlibat, mereka pun pura-pura tidak mendengar.


"Hi, kalian datang kesini, atau ular ku ini yang datang ke hadapan kalian"ucap David, yang kini tengah duduk bersantai di sofa, sambil mengelus puncak kepala ular yang besar itu.


"Tuan muda ampun, kami lebih baik dipecat saja, daripada harus menjadi santapan peliharaan tuan muda"teriak mereka memohon.


"Owh ya ampun masih bocah sudah bertingkah seperti Don mafia apalagi jika sudah besar"ujar Anya, yang baru saja keluar dari dalam kamar nya.


Daisy, pun keluar saat Anya diam-diam menghubungi nya, Daisy yang sudah mengantuk berat tiba-tiba harus bangun karena ulah putra nya.


"Sayang, kamu terlalu memanjakan putra kita, lihat semua orang dibuat ketakutan"ujar Daisy.


"Jangan terlalu keras, dia masih sangat kecil, dia hanya butuh pengertian"ucap Rayan.


"Tidak bisa, dia harus disiplin"ucap Daisy, yang hendak masuk kedalam pintu lift.


"Sayang, tunggu biarkan saja, dia bermain-main, jangan mengganggu nya"ucap Rayan.


"Main-main bagaimana mas, dia sudah keterlaluan, anak orang bisa dibuat jantungan, apalagi, mereka anak gadis orang, nanti jika jantungan, aku harus bilang apa? pada tetangga ku di kampung"ujar Daisy.


Rayan pun dibuat tidak berkutik saat Daisy, sudah marah, dia hanya menggendong putra nya dan meminta pawang ular itu untuk pergi membawa ular yang dia beli dengan harga yang sangat mahal itu, karena ular itu sudah sangat jinak dan nurut.


"Mommy tidak ingin ada lagi kegaduhan David, kamu masih sangat kecil, harusnya kamu, bermain dengan sewajarnya anak kecil, kamu memang sangat pintar, tapi mommy, tidak ingin kamu bersikap dewasa sebelum waktunya, kamu bisa mengisi semua dengan kegiatan yang berfaedah, belajar banyak hal bukan berarti kamu menjadikan sesama manusia menjadi bahan percobaan, bagaimana jika mommy menjadikan kamu juga bahan percobaan"ucap Daisy tegas.


"Ampun, mommy gak lagi-lagi kakak aku minta maaf"ucap David.


"Bagus sekarang sekarang minta maaf,satu persatu cium punggung tangan nya"ucap Daisy tegas.


"Iya mom"ujar David.


"Tidak, tidak usah tuan muda teteh kami sudah memaafkan tuan muda kok, ucap kelimanya.


"Heumm, percaya, pada Don mafia, itu tidak baik tutur Agam.


"Ya kau benar"ujar ujar Agam.


"Kalian, jangan bikin rusuh"ucap Rayan.

__ADS_1


"Kenyataan nya, lihat saja setelah ini, entah apalagi yang akan dia lakukan"ucap Agam


"Mulai sekarang, David, tidak boleh bicara keterlaluan pada orang yang lebih tua"ucap Daisy lagi, David.


"Dy, sayang jangan di bentak"ucap Rayan.


"Mas, jangan terlalu memanjakan dia, nanti dia besar kepala"ucap Daisy.


Rayan, terdiam dan setelah itu Daisy, mengambil alih David, dia diminta berdiri dengan satu sambil menjewer telinga nya,di tengah ruangan, Daisy, duduk di sana bersama ketiga nya Agam Rayan dan Anya, sebenarnya mereka tidak tega, tapi Daisy, ingin putra nya tumbuh menjadi anak yang baik dan penuh kedisiplinan.


Daisy, pun menghentikan hitungan nya detik itu juga saat melihat putranya sudah kepayahan, sampai akhirnya, Daisy pun memeluk putra nya, sambil berderai air mata.


"Sayang, maafkan mommy, mommy hanya ingin David, jadi anak baik dan sayang sesama gunakan kecerdasan David, untuk hal yang lebih baik dan berguna"ucap Daisy, yang berjalan meninggalkan tiga orang dewasa itu, membawa putranya pergi ke arah tangga.


"Dy, jangan seperti ini sayang, aku yang "ucap Rayan, yang merasa terluka, saat melihat istrinya, menangis antara antara kesal, tapi juga dirinya terluka karena semua itu.


Daisy, menghentikan langkahnya lalu melirik pada Rayan.


"Biarkan kami berdua"pinta Daisy.


"Sayang"ucap Rayan lemah.


"Aku mohon"ucap Daisy sambil berurai air mata.


"Dy, sayang maafkan aku, David tidak salah yang salah adalah aku"ujar Rayan.


"Mas!"teriak Daisy.


Rayan pun berhenti dia tau istrinya sudah diatas ambang kesabaran.


Sesampainya di kamar David, Daisy langsung membawa putranya berbaring di ranjang di baik selimut, tebal Daisy, memeluk nya dan mendekap putra nya, air mata Daisy, masih menangis.


"Maafkan mommy sayang"ucap Daisy lirih.


David, hanya diam, dia memejamkan mata, sambil memeluk erat mommy nya, David, mengerti mommy nya punya kasih sayang yang begitu besar, dan cara mengungkapkan itu dengan mendidiknya dengan baik Daisy, selalu mengutamakan kasih sayang dan perhatian, dan memberikan pelajaran disaat dia salah.


Bukan tanpa alasan Daisy, melakukan hal itu, adalah untuk menjadikan David, pribadi yang lebih baik.


Hingga sore hari Rayan, duduk di sofa kamar nya, sambil memangku laptop mereka bahkan melewatkan makan siang dan sekarang sudah hampir larut sore, Daisy seakan menghukum dirinya dan juga putra nya, Rayan pun tidak tinggal diam, dia langsung membuka pintu, dan saat pintu dibuka, terlihat Daisy, sedang memakaikan baju pada David.


"Sudah mandi, ternyata anak Daddy, ayo kita cari makan di luar"ucap Rayan, dan Daisy, hanya mengangguk.


Sampai, saat mereka siap dan pergi,di perjalanan Rayan, berulang kali meminta maaf dan sesekali, mengecup punggung tangan istrinya, sambil terus fokus menyetir mobilnya, Daisy, hanya mengangguk sebagai jawaban, dia masih merasa sedih, akan pola asuh yang Rayan, terapkan, hampir saja, membuat putra nya menjadi psikopat.


"Mulai saat ini jangan belikan apa-apa lagi tanpa seijin ku"ujar Daisy.


"Baiklah sayang"jawab Rayan.


mereka bertiga pun tiba di restaurant hotel Rayan, sebagai pemilik hotel langsung disambut oleh staf di sana dengan ramah ruang VVIP pun, langsung siap.


Sesampainya di ruangan tersebut, Rayan, langsung mendudukkan putra semata wayangnya itu di sofa.


Sementara dirinya kini duduk di samping Rayan yang diapit oleh keduanya.


"Sayang mau menu yang mana"tanya Rayan.


Samakan saja dengan mas ujar Daisy.


Daisy, pun mengelus rambut putra semata wayangnya itu dengan sangat lembut, putra nya, yang sangat tampan dan sangat pintar itu.


Daisy pun langsung meraih piring milik Rayan dan juga David.


"Sayang, buka mulutmu, mommy makan duluan saja"ujar Daisy.


"Dy, aku akan menunggu mu sampai selesai

__ADS_1


__ADS_2