Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Mengejar#


__ADS_3

Mereka sibuk mengobrol tentang keduanya, dan diantara Kimberly dan Azka tidak ada yang mau mengalah.


Kimberly sibuk mempertahankan pendapatnya, sementara Azka sampai saat ini masih tetap kekeuh ingin membangun hubungan dengan Kimberly.


Sampai saat Kimberly pergi meninggalkan Azka yang berusaha menghentikan langkahnya.


Saat itu Kimberly langsung masuk kedalam mobil yang kini dikemudikan oleh asisten pribadinya.


Azka sendiri saat ini tengah menahan kesal karena dirinya gagal meyakinkan Kimberly.


Gadis itu tidak ingin memiliki hubungan dengan dirinya karena dia ketahuan sudah memiliki tunangan.


Azka kini pergi meninggalkan kantor Kimberly dengan rasa yang mengganjal di benaknya, jika saja dia tau akan mendapatkan penolakan saat dirinya berkata jujur maka Azka akan berbohong demi mendapatkan Kimberly yang kini ia cintai.


Sesampainya di rumah besar milik keluarganya, Azka langsung dicecar pertanyaan oleh kedua orang tuanya yang kini mengetahui jika Azka hendak memutuskan hubungan dengan keluarga Nabila.


Namun Azka tetap bungkam dia hanya menyapa keduanya dan berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang kini tengah menatap kepergiannya itu.


Azka tiba di dalam kamar dia langsung melepaskan semua yang ada di tubuhnya pria tampan dengan tubuh berotot itu membuat siapapun akan tergoda dan meleleh bagaikan es krim yang terkena panas.


Pria itu hanya menggunakan bokser dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mendinginkan otak yang sedari tadi terasa begitu panas.


Bayangan Kimberly yang terus berusaha untuk menjauh dari dirinya.


Semburan air dingin dari arah atap kamar mandi itu menguyur tubuhnya yang terasa panas dengan kepala yang tidak bisa berfikir dengan tenang itu kini perlahan mulai menghilang.


Azka pun mengusap wajahnya berulang kali, saat ini yang dia inginkan adalah mendapatkan jawaban iya dari kedua belah pihak.


Hal pertama yang akan dia lakukan adalah mencoba untuk berbicara empat mata bersama dengan Nabila.


"Dia ingin Nabila bisa menerima keputusannya saat ini, karena selama mereka bersama hanya ada kepalsuan didalamnya.

__ADS_1


Nabila masih mencintai pria yang selama ini menjadi ayah biologis dari putrinya itu.


Nabila menjalani hubungan dengan Azka hanya karena dia takut dengan ayahnya yang mengancam akan membuang buah cintanya itu.


Sampai saat ini, keduanya hanya hanya menutupi kepalsuan Nabila.


Tapi jika dia benar-benar tidak bisa mengakhiri hubungan itu, Azka akan berkata jujur terhadap ayah Nabila.


Meskipun nantinya dia akan marah besar terhadap Azka dan Nabila.


Setelah selesai dengan mandinya pria yang kini sudah tampak jauh lebih segar dari tadi pun menyemprotkan parfum keseluruh tubuhnya setengah itu dia kembali kedalam walk-in closed untuk mengambil pakaiannya.


Selama ini Azka selalu melakukan semuanya sendiri dia tidak ingin orang lain memasuki kamarnya kecuali ibunya sendiri.


Setiap pagi dia akan membereskan kamarnya dan seluruh benda yang ada di kamar tersebut sebelum dia berangkat ke kantor, dibantu oleh robot yang khusus untuk menyapu sekaligus mengepel lantai.


Setelah semuanya bersih dan rapi barulah pria itu akan berangkat bekerja.


"Sejak ibunya menikah lagi, Azka lebih suka menyelesaikan semua kebutuhannya sendiri karena sejak dia SMA, dia sering mendengar keributan ibu dan ayah sambungnya itu hanya karena gara-gara ibunya selalu sibuk mengurus kebutuhan Azka meskipun ada pelayan di rumah besar itu.


Dan sejak saat itu Azka membatasi siapapun untuk masuk kedalam kamarnya, dia memutuskan untuk mengurus diri sendiri tanpa bantuan siapapun meskipun di rumah besar itu masih ada banyak pelayan.


Tidak jarang ibunya Azka menitikkan air mata saat melihat putranya itu mencuci dan merapihkan pakaiannya sendiri.


Azka sebenarnya ingin pergi dari rumah itu, tapi dia tidak tega meninggalkan ibunya yang hanya memiliki dirinya.


Sementara suaminya itu tidak pernah peduli dengan perasaan ibu Azka dan Azka sendiri.


Pria itu bahkan sudah membiayai hidupnya sendiri dengan mengambil alih perusahaan sejak dia SMA, dia dibimbing oleh sang ayah yang kini sudah memiliki keluarga lainnya, dan perubahan itu adalah bagian dari Azka.


Tapi Azka tidak akan pernah bercerita jika dirinya dan ibunya mendapatkan perlakuan tak baik dari ayah sambungnya kini menumpang hidup di rumah megah yang tuan Wijaya wariskan kepada putranya itu.

__ADS_1


Azka kini tengah duduk merenung di balkon kamarnya, pria itu terlihat tengah menyesap rokok dan satu gelas wine di gelas miliknya.


Setelah berulang kali mencoba menghubungi Kimberly untuk mencoba bicara untuk yang kedua kalinya.


"Kim,,, kenapa? rasanya aku tidak bisa terima keputusan yang kamu ambil dan rasanya sangat sakit."ucap Azka lirih.


Sementara itu di kediaman Kimberly gadis itu seperti biasanya tengah ditemani oleh sang mommy sambil membuat desain dari rancangan gedung pencakar langit tersebut.


"Sayang ini sudah larut kenapa? kamu masih bekerja."ucap Daisy.


"Ini bukan pekerjaan mom hanya sekedar iseng."ucap gadis itu.


"Tapi itu sangat bagus sayang bagaimana jika kamu mewujudkan itu untuk membuat sebuah pusat hiburan di tengah kota dengan puluhan lantai atas bahan ratusan lantai."ucap daisih.


"Itu cukup menarik mom, tapi Kim butuh bantuan kak David untuk mewujudkan semua itu, karena dia yang memiliki kuasa dari semua yang Kim jalankan sekarang."ucap gadis itu.


"Kakak mu pasti akan setuju jika daddy yang bicara, tapi semua butuh proses... karena kakak mu adalah orang yang selalu mempertimbangkan segala sesuatu itu dengan sangat penuh ketelitian."ucap Daisy.


"Tidak sayang, aku tidak ingin lagi berdebat dengan putramu yang satu itu, dia bahkan masih tetap tidak bersikap seperti biasanya hanya karena kejadian waktu itu."ucap Rayan.


"Dia itu putra mu sayang, dan jika dia seperti itu bukankah sifat mu dan David sama. jadi kamu harus bercermin pada putramu itu.


"Ya,,, sepertinya karena dulu aku terlalu gencar mendekati istriku yang cantik ini jadinya putraku juga mirip dengan ku."ucap Rayan.


"Heumm,,, benarkah begitu mommy."ucap Kimberly bertanya.


"Iya sayang sampai Daddy rela pergi ke kampung halaman mommy yang sangat jauh dan butuh perjalanan berjam-jam menuju desa bahkan saat itu daddy cinta mati pada mommy mu. dan sampai saat ini pun daddy masih tetap mencintai mommy mu sayang."ucap Rayan.


"Daddy apa? desa itu begitu indah hingga katanya mommy tidak ingin meninggalkan rumah peninggalan eyang."ucap Kimberly.


"Beuh... bukan lagi sayang disana sangat menyejukkan hati, bahkan aunty Anya dan Om Agam pun selalu pergi kesana untuk menemui ibunya ini."ucap Rayan sambil mendekap erat sang istri mendaratkan kecupan di seluruh wajah Daisy.

__ADS_1


__ADS_2