Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Keluarga#


__ADS_3

Agis dan Raya pun mengobrol di taman tersebut keduanya tengah mengobrol tentang kehidupan rumah tangga dan karier.


Keduanya tampak akrab, Agista pun memberikan saran untuk ikut program kehamilan, daripada Raya mengikuti saran yang belum pasti yang lebih penting mengikuti anjuran kesehatan.


Raya pun mendengarkan suara dari Agista, wanita itu kini mengerti kenapa? orang-orang begitu sayang terhadap Agista yang kini tengah hamil besar itu.


"Terimakasih sarannya kak, semoga apa? Yang menjadi keinginan Ray terwujud tapi jika pun tidak aku rela di ceraikan olehnya."ucap Raya.


"Jangan bicara begitu, jika memang kalian saling mencintai berarti kalian akan menerima keadaan pasangannya baik atau buruknya. dan lagi bukan aku menggurui mu, diluar sana masih ada banyak anak yang membutuhkan kasih sayang orang tua, jika pun kita tidak bisa mendapatkan hadiah secara langsung hadiah titipan akan terasa lebih berharga."ucap Agista panjang lebar.


Dia tidak ingin mengubur harapan Raya. tapi justru ia tidak ingin saudara iparnya itu putus asa.


Sampai saat Agista ingin beristirahat setelah makan siang, mereka pun berpisah karena pergi ke kamar masing-masing.


Sementara itu di sebuah tempat yang indah kedua sejoli yang masih dalam rangka bulan madu kini tengah berada di sebuah cafe restaurant yang berada di kota London Inggris.


Keduanya tengah menikmati sarapan pagi mereka berdua sedang saling menyuapi.


Azka yang kini semakin mencintai istrinya setelah mereka menikah akhir-akhir ini dia semakin lengket saja pada Kimberly.


Azka bahkan tidak mengijinkan istrinya itu pergi sedikit lebih lama dari dirinya kecuali jika Kimberly benar-benar tengah berada di dalam toilet.


Azka pun memperpanjang waktu bulan madunya itu.


"Honey hati-hati itu panas sayang."ucap Azka yang mengambil sendok sup yang ada di tangan Kimberly.


"Tidak ini sudah dingin Yank."ucap Kimberly.


"Yank, bagaimana kalau kita pergi ke negera lain."ucap Azka.


"Tidak sayang, kita harus segera pulang, perusahaan butuh kita."ucap Kimberly.


"Ada asisten kita honey, lagipula aku sudah mengecek semua kondisi perusahaan aman."ucap Azka.


"Milikku."ucap Kimberly lagi yang tidak pernah diberikan kesempatan untuk sekedar memegang laptop.


"Bukankah Ray yang menangani semua dan tidak ada yang harus dikhawatirkan juga bukan Bang David juga bisa mengurus semua."ucap David.


"Ya, sayang tapi itu adalah tanggung jawab ku."ucap Kimberly.

__ADS_1


"Honey,,, kamu tidak usah khawatir tentang itu, sekarang sebaiknya kita fokus pada bulan madu kita."ucap Azka.


"Ya baiklah sayang..."ucap Kimberly.


Kini semua orang tengah berbahagia terutama keluarga Rayan tapi tidak dengan Leon, pria itu harus menerima kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dunia setelah melahirkan putranya yang kini berada di dalam gendongannya.


Bayi yang tidak dikehendaki oleh keluarga Nety tersebut dikembalikan oleh asisten pribadi ayah Nety.


Penyebab utamanya adalah, keluarga Nety menyalakan putranya atas kematian Nety dan jika sudah begitu maka mereka menganggap bayi itu sebagai pembawa sial.


Leon pun menerima putranya yang begitu mirip dengannya itu dengan derai air mata, karena ternyata perpisahan dirinya dengan Nety saat itu adalah perpisahan untuk selamanya.


Putranya itu pun diberikan nama Napoleon.


Leonardo bahkan mengurus putranya sendiri tanpa bantuan baby sitter, bahkan jika saat mereka tengah bekerja di kantor dia akan membawa serta putranya itu.


Sampai saat Natali mendengar kabar tersebut akhirnya Natali meminta Leon untuk kembali ke Indonesia dengan cucunya itu.


Dan Leon tidak ingin lagi durhaka kepada orang tuanya itu, Leon pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


Bayi yang kini sudah berusia satu bulan sejak kepergian Nety, dia bawa di dalam pangkuannya sepanjang perjalanan selama dua puluh empat jam mereka berada di dalam pesawat jet pribadi tersebut.


Leonardo hanya akan menitipkan putranya pada asisten pribadinya jika dia akan makan dan mandi atau saat ingin buang air, selebihnya dia yang akan menjaga putranya itu.


Natali langsung memeluk dan mengecup seluruh wajah putranya yang kini sudah memiliki anak dalam pangkuannya.


Leon menangis dalam pelukan Natali yang kini tengah menggendong putranya penuh cinta.


"Mari pulang cucuku sayang omah janji akan merawat mu dengan sangat baik."ucap Natali yang kini menggendong bayi yang tengah tertidur pulas setelah minum susu saat berada di pesawat.


Sesampainya di rumah, kedua adik Leon yang kini menyambut keponakan mereka dengan penuh kasih sayang.


"Heumm...cucu opah selamat datang di rumah sayang semoga kamu betah dan tumbuh sehat seperti Daddy mu."ucap Haidar.


"Terimakasih Opah ganteng."ucap Natali yang kini tengah menirukan percakapan mereka.


"Heumm,,, benarkah."ucap Haidar sambil terkekeh.


Keduanya memang terlihat sangat harmonis.

__ADS_1


Leon yang melihat itu pun merasa iri sejak mereka memutuskan untuk menikah mereka selalu terlihat mesra dan tidak pernah ribut.


Leonardo kini tengah berada di dalam kamar pribadinya sejak dia tinggal bersama keduanya sejak kecil disana juga terdapat kamar Agista di sebelahnya bahkan balkon kamar keduanya menyatu.


Leonardo tengah merenung tentang tentang masalalunya itu.


Dia rasanya tak percaya gara-gara kenakalannya bisa berada di posisi saat ini, menjadi duda dengan satu putra yaitu bahkan sudah tidak memiliki ibu lagi.


Kisah hidupnya persis seperti Rayendra yang ditinggal Daisy dengan satu putra yaitu Rayan.


Hanya bedanya Nety belum sempat menikah lagi saat itu karena tengah hamil besar.


"Aku harus bagaimana? sayang putra kita akan bertanya dimana? ibunya kelak."ucap Leon lirih.


"Katakan saja yang sesungguhnya kak, kenapa? harus disembunyikan lambat laun dia juga akan mengerti."ucap Agista yang sengaja datang untuk menyambut kedatangan Leon.


"Adikku yang cantik, ternyata kau nakal juga lihat perut mu."ucap Leon.


"Yang nakal itu David aku adalah korban."ucap Agista sambil mencebikkan bibirnya.


"Heumm,,, aku sangat-sangat merindukan dirimu."ucap gadis itu.


Agista pun membalas pelukan sang kakak.


"Sudah berapa bulan kandungan mu sayang."ucap Leon.


"Tujuh bulan kak, dua bulan lagi aku akan menjadi seorang mommy."ucap Agista.


"Kau lupa jika sekarang pun kamu justru sudah menjadi ibu."ucap gadis itu.


"Hehehe, kakak benar kedua putraku begitu tampan mirip aku dan kak David."ucap Agista.


"Heumm benarkah."ucap Leon.


Leonardo terkekeh geli, sejak kecil Agista memang selalu membanggakan dirinya di hadapan Leon.


"David pun datang setelah berbincang di bawah bersama dengan Haidar yang merupakan ayah mertuanya.


"Apa? kabar mu bro, aku turut berdukacita yang sedalam-dalamnya, semoga kamu cepat bisa melupakan kesedihan ini.

__ADS_1


"Semoga saja, tapi rasanya begitu sulit."


🙏 Maafkan saya jik akhir-akhir ini up lebih pendek, rasanya untuk melanjutkan cerita ini pun tidak ada semangat karena sepi dukungan, terimakasih yang sudah setia mendukung novel ini jika berkenan silahkan dukung novel author yang lainnya, dan author mungkin akan mengakhiri novel ini sampai episode 200 karena sudah terlalu panjang mungkin kalian juga bosan dengan alur ceritanya, silahkan berikan komentar dan saran bagi yang berkenan 🙏🥰


__ADS_2