Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Mencintaimu adalah ingin ku#


__ADS_3

Setelah selesai membeli rujak yang sampai mencapai tiga porsi yang dimadu kedalam kotak makanan milik Daisy, bumil itu langsung pergi dengan senyum yang mengembang sepanjang perjalanan hingga tiba di lobby, Daisy masuk berbarengan dengan kedatangan Rayan, wanita yang kini suka berpenampilan glamor dan juga suka dengan makeup yang cetar membahana bagai artis yang akan tampil di tv, meskipun Rayan semakin menyukai itu.


Penampilan Daisy saat ini menjadi pusat perhatian para karyawan yang berbeda di lobby hendak pergi makan siang, mereka semua melihat Daisy seperti melihat model papan atas bahan sampai ada yang ngiler.


Dengan dress di atas lutut yang sedikit mengekspos paha mulus nya, meskipun dress itu berlengan pendek dengan berjalan bak model menenteng Totti bag berisi kotak makan siang dan rujak yang dia beli tadi.


"Honey... kamu sudah sampai"ucap Rayan, dari belakang.


"Iya mas... aku kangen kamu"ucap Daisy.


"Heumm, istri ku sangat cantik, ini kenapa? pakai dress pendek gini"ucap Rayan sambil melepaskan jas nya dan langsung pakaikan ke tubuh Daisy, yang kini tersenyum manis pada Rayan.


"Kamu gak suka ya sayang"ucap Daisy.


"Bukan gak suka cinta... hanya saja aku tidak ingin orang lain melihat tubuh mu yang seksi ini, cukup aku saja"bisik Rayan, di kuping Daisy.


"Heumm... aku suka dengan dress ini"ucap Daisy.


"Iya, ini memang cocok untuk kamu sayang kamu makin cantik, tapi cukup gunakan ini dirumah ya... kalo keluar pakai baju tertutup saja"ucap Rayan lagi memberitahu bumil itu dengan lembut, soalnya jika dia melarang nya langsung pasti istrinya akan marah besar.


"Heumm oke, sayang"ucap Daisy.


Rayan mengambil alih tas milik istrinya tersebut dan sebelah tangan nya lagi merangkul pinggang istri nya dengan posesif.


Sementara asisten pribadi nya membawakan Totti bag yang tadi Daisy bawa.


Sesampainya di dalam ruangan tersebut asisten yang sedari tadi mengikuti Rayan dan Daisy, kini sudah meletakkan Totti bag tersebut di meja depan sofa panjang itu.


Kemudian asisten pribadi nya itu, pamit undur diri.


Rayan, membawa Daisy duduk di pangkuan nya, saat itu juga.


"Sayang aku bawa rujak loh, sepertinya ini enak sekali"ucap Daisy.


"Heumm, beli dimana?" tanya Rayan dengan tatapan menyelidik.


"Aku buat di bantu A Riki sebelum pergi"bohong Daisy.


"Coba aku lihat"ucap Rayan.


"Lihat saja kemasan nya, aku tidak mungkin menggunakan itu, jika beli iya kan"ucap Daisy dengan sangat hati-hati.


"Bisa saja.... jika sudah niat beli iya kan" ujar Rayan.


"Iya sih bisa ia bisa juga tidak sih tapi aku pastikan ini higienis"ucap Daisy.


"Tuh kan honey ketahuan kamu bohongin aku, dan ini tau dari mana ini higienis, apa? kamu tongkrong Ngin tukang buat nya"ucap Rayan


"Betul banget! sambil lihat antrian yang begitu banyak... hingga beberapa saat lagipula aku juga beli tiga porsi sekaligus itu enak loh yang... cobain deh"ujar Daisy yang kini membuka kotak bekal itu.


Sementara Rayan, menatap tak percaya bahwa istrinya rela berbohong demi rujak yang membuat dia ngiler.


"A...."ucap Daisy pada Rayan.


"Kamu saja yang... aku kenyang lihat cabainya segitu banyak kasihan baby nya, Yang....apalagi kamu beli itu dipinggir jalan, kena polusi udara yang"ucap Rayan.


"Tidak yang ini enak banget deh, ayolah jika kamu tidak ingin kamu makan yang itu saja, buatan aku khusus mas, buat mu.


"Sebentar lagi oke, nanti mas makan mas masih kangen sama bidadari mas yang sangat cantik dan mempesona ini apalagi jika sayangku tidak pakai makeup berlebih seperti ini"ujar Rayan.


"Mas.... aku jelek kalau tidak pakai makeup"ucap Daisy.


"Tidak sayang justru aku sangat suka kamu yang polos, menurut mas kamu lebih cantik"ucap Rayan.


"Heumm Baiklah Daddy, mulai besok aku tidak akan dandan lagi, biar saja kamu jijik dan tidak mencintai ku lagi"ucap Daisy.


"Mencintai mu adalah ingin ku sayang... jadi jangan pernah berpikir hal yang buruk oke" ujar Rayan.


"Terimakasih mas aku juga sangat mencintai mas"jawab Daisy.


"Dy, sayang kita balik ke Mension" ucap Rayan.


"Tidak mau terlalu banyak kenangan indah milik kalian berdua di sana... lagipula setelah lahiran anak kita aku sudah putuskan untuk tinggal di kampung"ucap Daisy.


"Terus mas siapa? yang nemenin sayang kalo kalian di kampung dan lagi David akan masuk sekolah"ucap Rayan.


"Mas, sekolah di kampung juga bagus untuk pendidikan usia dini, aku juga bisa ngajarin dia"ucap Daisy.

__ADS_1


"Iya tapi sayang mas disini kerja... siapa? yang menemani mas di rumah"ucap Rayan.


"Ada Anya dan Agam mas"ucap Daisy.


"Gak mau... mas gak mau jauh lagi"ujar Rayan.


"Kan ada Nora, yang selalu menemani mas kapan saja, dari kemarin juga begitu"ucap Daisy.


"Coba kamu ulang lagi!"kesal Rayan.


"Mas"


"Coba kamu ulangi lagi"ucap Rayan lagi Daisy, langsung meletakkan kotak bekal yang berisi rujak itu.


"Mas.. maaf aku tidak sengaja"ucap Daisy.


"Dy... sepertinya kamu suka melihat ku tersiksa"ucap Rayan.


"Bukan seperti itu mas... maaf "ucap Daisy manja dia masih membenamkan wajahnya di ceruk leher Rayan.


"Mas maafkan tapi jangan pernah diulang lagi mas tidak suka"ucap Rayan.


"Dy.... sayang mas! juga tidak ingin mas dekat sama wanita lain selain keluarga mas, Dy takut mas berpaling dari Dy benar-benar takut"ucap Daisy sambil terisak.


Entah kenapa? Daisy begitu cengeng setelah hamil anak kedua, dan lagi setelah suka sekali berdandan.


Rayan, memeluk istrinya dengan sayang, sambil berucap"Kamu adalah bidadari yang mas dapatkan dengan susah payah jadi sampai kapan pun mas tidak akan pernah meninggalkan mu, sekalipun ujian datang pada mas dengan menghadirkan orang ketiga diantara kita mas tetap akan menjadikan dirimu satu-satunya dan tak akan pernah terganti"ucap Rayan.


"Terimakasih mas... aku sangat mencintaimu saat ini nanti dan selamanya"ucap Daisy.


"Mas lebih mencintai mu lagi honey love you forever"ucap Rayan sambil mengecup istrinya berulang kali.


"Ayo makan siang dulu"ucap Rayan.


Daisy pun langsung menyiapkan makanan untuk Rayan di piring yang tersedia di dalam Totti bag tadi.


"Ini Daddy"ucap Daisy.


"Terimakasih cinta"ucap Rayan.


Daisy sangat bersyukur memiliki suami yang sangat mencintai nya, meskipun terkadang cobaan selalu datang dalam kebahagiaan nya selama ini, mungkin tidak mudah juga bagi wanita manapun saat memiliki suami yang sangat tampan dan gagah juga kaya raya untuk bisa terhindar dari cobaan, bukankah lebih tinggi pohon akan lebih kencang angin yang bertiup, begitu kira-kira pribahasa nya.


Daisy pulang ke rumah lama diantar langsung oleh Rayan, pria itu tidak ingin istrinya menyetir mobilnya sendiri.


Ya sekarang Daisy sudah bisa menyetir sendiri.


"Sayang aku langsung balik kekantor dan mungkin pulang larut masih banyak yang harus di kerjakan sebelum kita pergi untuk menjemput David"ucap Rayan.


"Iya mas... hati-hati dijalan Jangan lupa istirahat jangan terlalu cape"ucap Daisy.


"Iya sayang terimakasih"ucap Rayan.


Pria itu mencium bibir istri nya sedikit lebih lama setelah dirasa cukup akhirnya Rayan melepaskan tautan bibir mereka.


Rayan pun membuka pintu mobil nya untuk sang istri, tidak hanya itu pria itu juga menuntun istrinya keluar dengan sangat hati-hati.


Daisy kembali memeluk suaminya itu, begitu juga dengan Rayan, yang lagi-lagi mencium bibir istrinya itu.


"Mas pergi dulu ya sayang... Baby jaga mommy ya jangan buat mommy kesusahan jika ingin sesuatu sayang telpon mas saja ya"ucap Rayan.


"Siap bos hati-hati dijalan cinta"ucap Daisy.


"Iya sayang hati-hati juga di rumah"ucap Rayan.


Mereka pun akhirnya berpisah Daisy, masuk rumah setelah Rayan berangkat dengan mobilnya.


Sementara Anya yang kini pergi bersama dengan Riki, dia baru sampai di rumah mommy nya.


"Yang... kamu tidak apa-apa tinggal sendiri di sini"ucap Riki.


"Tidak apa-apa yang aku bisa kok.. lagian hanya dua hari kan?"jawab Anya.


"Ingin nya sih selamanya"canda Riki.


"Yang aku kerja... kasihan Agam sendirian ngurus perusahaan"ucap Anya.


"Iya sayang... bercanda kok, sekarang kamu istirahat dulu nanti Aa jemput sayang kesini"ucap Riki.

__ADS_1


"Iya A"jawab Anya.


Koper milik Anya di ambil alih oleh pelayan yang tinggal di sana untuk menjaga kebersihan rumah dan kebun sayur belakang juga kolam ikan.


Anya langsung berjalan menuju kamar nya, sesampainya di sana dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya, rasanya sangat sepi dan sedih karena dia harus tinggal di sana sendiri meskipun hanya dua hari seperti janji Riki.


Sementara itu di rumah Riki, ibu dan ayah nya yang merupakan ketua RT, saat ini tengah menyiapkan jamuan makan untuk menyambut calon mantu nya itu.


"A neng Anya sendirian di rumah besar nya"ucap Bu RT.


"Iya mah... terus dengan siapa? lagi tth sedang sibuk-sibuknya dia juga sedang hamil anak kedua mereka"ucap Riki.


"Owh Daisy... hamil lagi Alhamdulillah betapa beruntungnya anak itu"ucap ibu Mira.


"Teteh memang beruntung sedari lahir mah, mamah tau ayah teh Daisy yang dulu tinggal di kampung kita, dia adalah orang kaya juga bahkan punya cabang perusahaan diluar negeri"ucap Riki, sontak ibu RT dan pak RT kaget, meskipun dulu Dion sering membantu warga sekitar yang membutuhkan dan menyantuni anak yatim dan jompo yang ada di sana, Dion tidak pernah mengatakan bahwa ia adalah seorang pengusaha.


"Masya Allah kamu benar A... Alhamdulillah jika memang begitu, tuhan maha adil dengan segala ciptaan nya."ucap pak Adi, yang tidak lain dan tidak bukan adalah pak RT itu sendiri.


"Mah jangan masak banyak-banyak calon mantu mamah tidak suka makan masakan orang lain kecuali masakan mommy nya dan teteh selebihnya jika tidak ada mereka, makan roti dan susu dan buah yang mereka berdua makan"ucap Riki, mengingatkan.


"Terus apa? dia tidak pernah masak sendiri"tanya pak Adi.


"Dia sedang belajar lagipula dia terlalu sibuk ngurus perusahaan, jangan lupa mantu mamah dan bapak juga adalah pengusaha"ucap Riki.


"Ya... berarti mamah tidak akan pernah dimasakin sama mantu dong Pak"ujar Bu Mira lesu.


"Jangan harap, aku juga paling di urus pelayan, tapi tidak apa-apa yang penting rumah tangga kami tetap harmonis dan doakan Riki, agar bisa sukses juga, tidak mungkin Riki terus seperti ini, Riki juga harus memberikan nafkah yang cukup untuk istri dan anak Riki kelak"ucap Riki.


"Ya sudah itu semua pilihan mu, kami tentu akan selalu berdoa yang terbaik untuk kalian"ucap ibu Mira.


"Terimakasih mah, aku mandi dulu sebentar lagi mau jemput mantu mamah"ucap Riki.


"Ya sudah sana istirahat dulu"ucap Bu Mira.


Riki pun bergegas menuju kamar nya, dan langsung masuk kedalam kamar mandi tidak sabar ingin segera bersiap untuk pergi ke rumah Daisy.


Setelah selesai bersiap Riki, tidak menghiraukan rasa lelahnya dia langsung pergi menuju rumah yang kini di tempati oleh Anya.


Sesampainya di sana, rumah itu terlihat sangat sepi entah kemana? orang-orang pergi.


"Yang kamu dimana"ujar Riki, sambil naik ke lantai dua.


Rumah itu memang jarang dikunci selagi ada yang punya rumah disana seperti kebiasaan Daisy, tapi tidak sembarangan orang bisa masuk juga semua ada adat istiadat nya.


"Sayang kamu masih tidur"ucap Riki yang kini duduk di samping ranjang .


Dia mengelus puncak kepala Anya.


Gadis yang tertidur pulas pun membuka mata nya perlahan.


"AA disini"ujar Anya sedikit kaget sekaligus malu.


"Habis di panggil-panggil gak ada sahutan aku kira sayang sedang tidak ada"ucap Riki yang kini membantu Anya, bangkit dari ranjang.


"A aku mandi dulu, AA tunggu saja di bawah minta pelayan buat kopi atau apa? agar tidak bosan menunggu"ucap Anya.


"Heumm... aku ingin ngerasain kopi buatan istri ku"ucap Riki.


"Baiklah tunggu aku mandi dulu Yang"ucap Anya..


"Baik nyonya Riki"canda Riki sambil tersenyum manis.


"Owh... sweet gelar ku sudah berubah"ucap Anya.


"Sebentar lagi Yang... kamu harus sabar"ucap Riki.


"Tentu bos ku"ucap Anya, sambil pergi menuju kamar mandi.


Riki sendiri kembali turun menuju lantai bawah, dia duduk di ruang tv sambil menyalakan tv berukuran besar itu dan menonton berita terkini.


Sampai satu jam berlalu akhirnya Anya, turun Gadis itu sudah berdandan secantik mungkin dengan menggunakan dress selutut berwarna hitam kontras dengan warna kulit yang super halus dan putih itu, membuat Riki menelan Saliva nya dengan susah payah karena dress itu hanya memiliki tali spaghetti dan sangat kecil.


"Yang... kamu mau kemana?...pakai dress seperti ini"tanya Riki.


"Ketemu camer sama pamer "ucap Anya.


"Sayang ini di kampung kamu tidak boleh pakai baju seksi begitu, aku tidak ingin mereka menikmati pemandangan indah milikku"ucap Riki.

__ADS_1


"Terus, pakai baju seperti apa? dong A aku tidak tau mommy tidak ada disini"ucap Anya bingung.


"Sini AA bantu pilihkan" ucap Riki.


__ADS_2