Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tangung jawab#


__ADS_3

Agam terpaksa membawa gadis itu ke rumah besarnya dia tidak tau posisi nya entah harus menjadikan nya sebagai selir atau sebagai asisten rumah tangga, yang jelas saat ini Agam Ingin menyelamatkan nyawa nya.


Sampai saat Novita datang ke rumah besar itu, dia melihat suaminya sudah bersiap untuk pergi ke kantor.


"Abang sebaiknya Abang tidak boleh bekerja, kita harus bicara kenapa? Abang bisa berbuat semaunya"ucap Novita.


"Semaunya bagaimana, bukan kah yang bertindak semaunya itu kamu dan kekasih mu itu, ingat Novita aku juga seorang laki-laki punya harga diri jika kamu tidak mencintai ku dan masih mencintai dia silahkan pergi padanya" ucap Agam depan wanita yang baru saja dia selamat kan.


Gadis berusia Dua puluhan tiga tahun itu pergi meninggalkan perdebatan mereka berdua.


"Owh jadi kamu mengusir ku"ucap Novita yang kini menatap nanar pada Agam.


"Aku tidak mengusir mu aku hanya mengingatkan mu"ucap Agam.


"Baiklah aku akan pergi jika memang kamu sudah tidak ingin melihat ku lagi"ucap Novita yang beranjak naik ke lantai dua untuk mengambil barang-barang nya, tapi Agam menyusul wanita itu naik sesampainya di dalam kamar Agam langsung mengunci pintu kamar tersebut dan langsung meraih semua yang di pegang oleh Novita lalu ia lemparkan.


"Cukup Novita, kamu ingin pergi, jadi kamu masih mencintainya dan lebih memilih dia?" tanya Agam.


"Abang yang mengusir ku!"teriak Novita.


"Aku tegaskan aku tidak mengusir mu!"balas Agam.


"Sekarang kamu jawab pertanyaan ku, apa? kamu masih mencintainya atau tidak"tanya Agam ulang.


"Apa? pantas wanita yang sudah menikah mengatakan itu pada pasangan nya meskipun cinta itu masih ada, ingat Abang, Abang sudah berjanji akan menjagaku selamanya di depan papah, jika Abang mau menikah lagi silahkan karena ternyata baru kita salah faham satu hari saja Abang sudah membawa wanita lain bersama dengan Abang"ucap Novita.


"Aku membawa dia karena wanita itu butuh pertolongan, dia hampir diperkosa oleh para preman"ucap Agam.


"Kenapa? malah dibawa kesini bukan dibawa ke kantor polisi, atau memang hanya alasan"ucap Novita.


"Kamu bisa tanya sendiri apa? ada yang berpura-pura hingga rela berpura-pura dengan menyakiti lengan nya dengan cukup dalam hingga hampir menembus tulang"ucap Agam.


Novita terdiam sejenak, dia pun mulai mencerna ucapan agam. setelah itu wanita itu kembali berkata"Lalu bagaimana dengan rumah tangga ini"tanya Novita.


"Aku mencintaimu Novita, aku ingin kita tetap bersama sampai tua bahkan sampai akhir hayat kita nanti"ucap Agam yang langsung disambut pelukan hangat oleh Novita dan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Agam.


Pria itu pun tersenyum, dan membalas ciuman itu, lama saling bercumbu mesra, setelah itu Agam pun berkata"Aku tidak tahu harus membawa dia kemana, kamu saja tolong urus dia bilang asalkan dia kita tolong dia rela jadi asisten rumah tangga atau apapun, tapi dia tidak mau aku nikahi"ucap Agam jujur.


"Abang!...hiks hiks hiks hiks Abang sudah punya niat untuk itu apa? Abang tega menduakan aku"ucap Novita sambil terisak dalam tangis nya.


"Sayang Abang tidak berniat untuk menduakan mu, tapi Abang kasihan jika benar dia di perkosa dan otomatis dia hamil Abang hanya ingin menolongnya itu saja"ucap Agam.


"Kenapa? tidak Abang nikahi saja semua gadis yang menjadi korban pemerkosaan di luar sana, jika memang karena kasihan, kenapa? hanya dia saja"ucap Novita.


"Ini lain ceritanya sayang, kejadian itu terjadi saat Abang berada di tempat tersebut"ucap Agam.


"Nikah dengan nya dan ceraikan aku saja"ucap Novita.


"Tidak mau, kamu adalah wanita yang paling kucintai dan selamanya akan tetap seperti itu, sekarang kamu urus dia terserah mau diberi pekerjaan apa? tapi tidak boleh usir dia karena jika dia hidup di luar sana dia akan mati di tangan orang suruhan ibu tirinya itu"ucap Agam.


Novita langsung mematung di tempatnya dia teringat kisah dirinya saat itu.


Setelah berpikir lebih jernih lagi dia pun meminta izin pada Agam untuk bicara dengan Gadis yang bahkan tidak pernah Agam tau namanya.


Agam pun mengikuti sang istri yang kini menemui Gadis itu.


"Siapa? namamu"ucap Novita.


"Nama saya Sherina Mahendra, Nona"ucap Gadis itu.

__ADS_1


"Coba ceritakan semua tentang dirimu Sherina"ucap Agam.


"Baik tuan"


"Nama saya adalah Sherina Mahendra, saya satu satunya putri dari keluarga Mahendra karena ayah saya hanya memiliki satu anak yaitu saya, tapi setelah ibu meninggal dunia ayah menikah lagi dengan seorang janda beranak dua, satu orang putra dan satu orang putri, mereka awalnya sangat baik dan perhatian begitu pula dengan anak laki-laki itu, tapi setelah ayah pergi untuk perjalanan bisnis mereka bertiga menyiksa saya dengan berbagai macam cara, meskipun terkadang anak laki-laki nya terpaksa melakukan hal itu karena paksaan, terkadang diam-diam ia juga menolong saya. hingga pada suatu hari saat saya akan bertunangan dengan calon tunangan saya saudari tiri saya dengan sengaja merebut pria yang sangat mencintai saya dan saya mencintai nya karena dia dan ibu tiri saya menjebak nya, hingga akhirnya dia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap nya hingga pernikahan itu digelar saat itu pula aku di sekap dan hampir di perkosa jika saja saya tidak bisa melawan mereka sekuat tenaga dan bertemu dengan tuan ini yang entah siapa? yang pasti saya sangat berterima kasih kepada anda tuan."ucap gadis yang bernama Sherina tersebut.


"Malang nya nasibmu Sherina, berarti usia mu lebih tua dari ku"ucap Novita.


"Usia saya 23 tahun nona"ucap Sherina.


"Apa? pendidikan terakhir mu"ucap Novita.


"Aku baru lulus kuliah tahun ini"ucap Sherina.


"Jurusan?"tanya Novita.


"Bisnis manajemen"ucap nya.


"Kalau begitu kau bisa bekerja di kantor ku, mulai besok"ucap Novita.


"Tapi semua data diri saya masih di rumah saya"ucap gadis itu.


"Tidak masalah itu bisa menyusul yang penting sekarang adalah kamu harus membuktikan bahwa kamu mampu bekerja di perusahaan saya"ucap Novita.


Novita pun melirik ke arah Agam.


"Apa? perban itu sudah diganti"ucap Agam.


Gadis itu menggeleng, pelan.


"Saya tidak punya uang untuk membeli itu"ucap Sherina.


"Saya tidak berani tuan"ucap gadis itu.


"Panggil saja saya kakak atau nama juga boleh tapi jangan tuan karena saya bukan tuan mu"ucap Agam.


"Baiklah kak terimakasih untuk semua kebaikan kakak dan nona"ucap Sherina sopan.


.................


Sementara itu di kediaman Anya dan Ricky, mereka berdua tengah menikmati bulan madu di rumah tersebut, mereka makan berdua dan sebuah keajaiban masakan yang dibuat oleh Ricky, aman dimakan oleh Anya, dan tidak menimbulkan efek samping apapun dan kini Ricky lega karena ada solusi untuk mengobati istrinya yang sering kelaparan jika jauh dari Daisy.


"Mulai sekarang AA yang akan menjadi koki buat kamu Yang"ucap Ricky.


"Terimakasih A"ucap Anya.


Daisy yang mendapat kabar tersebut dia begitu bahagia, karena akhirnya Anya akan berhenti mengkonsumsi makanan yang tidak seharusnya dikonsumsi setiap hari saat dia jauh dari dirinya, dan juga tidak perlu repot-repot untuk mengirimkan makanan tersebut.


Kini sudah ada yang merawat putri angkat nya itu.


Sementara itu Daisy juga pernah mengingat saat Ricky memasak ikan saat di kampung dan Anya menikmati itu hingga mereka terus nambah dan nambah lagi.


Sampai akhirnya Daisy sadar ternyata Ricky dan Anya sudah berjodoh seperti dirinya dan mereka berdua.


Sementara itu di kediaman Agam tepat pada pagi harinya, gadis yang bernama Sherina, sudah berada di dalam dapur dan memasak nasi goreng seafood untuk sarapan pagi nya dia tidak ingin merepotkan orang rumah karena dia sadar dirinya hanya menumpang.


Sampai Agam dan Novita turun mereka sudah bersiap untuk pergi ke kantor, sementara waktu Sherina tidak diperbolehkan masuk dulu sampai luka itu sembuh meskipun butuh waktu cukup lama.


Sesampainya di meja makan untuk sarapan meskipun hanya dengan roti atau sandwich, tapi Agam wajib sarapan pagi, dan saat mereka duduk entah kenapa? Agam tergoda dengan makanan favorit nya yang ada di depan mata tersebut tanpa izin dia mengambil sendok dan menyuapkan makanan tersebut kedalam mulutnya, satu hal yang pasti nasi goreng seafood itu begitu lezat di lidah Agam, bahkan setara dengan masakan yang sering dibuat oleh Daisy.

__ADS_1


Agam sedari tadi tidak menghiraukan panggilan atau teguran dari kedua wanita yang khawatir akan kesehatan Agam.


"Tuan, itu sarapan pagi saya"kata itu menyadarkan Agam.


"Maafkan aku, tapi aku suka nasi goreng seafood ini rasanya sama seperti buatan Mommy, maafkan saya jika kamu mau bisa minta tolong buatkan ini pada mommy Dy, lagi"ucap Agam yang mengira bahwa itu buatan Daisy.


"Mommy Dy, siapa? dia tuan apa? salah satu asisten pribadi tuan"ucap Sherina bingung.


"Bukan dia mommy Abang Agam sekaligus kakak ipar nya"ucap Novita.


"Owh, dia dimana?"tanya Sherina penasaran.


"Di Mention"jawab Novita, sambil menyuapkan sandwich yang sama dengan milik Sherina, yang awalnya untuk Agam.


Sementara itu Agam, sudah menghabiskan nasi goreng seafood tersebut.


"Syukurlah jika kak Agam suka aku akan membuatkan nya lain waktu sebagai tanda terimakasih atas semua kebaikan kakak"ucap Sherina.


Agam tiba-tiba terbatuk-batuk Karena ternyata gadis itu yang membuat nasi goreng tersebut, dia sudah sangat khawatir dengan kondisi nya, apalagi saat ini ada meeting penting.


"Abang baik-baik saja?"tanya Novita.


"Ya, aku baik-baik saja Yang"ucap Agam.


"Semoga Abang tidak sakit gara-gara makan masakan dari orang lain"ucap Novita yang kini terlihat menatap suaminya.


Sementara Sherina, merasa sedih karena ternyata masakan nya dihinakan oleh Novita, pikir nya.


Pikiran semua orang kini tengah kacau, memikirkan efek samping yang akan terjadi, sementara Sherina terlihat sedih dia pergi meninggalkan mereka berdua menuju kamar nya.


"Yang sepertinya Sherina salah faham"ucap Agam.


"Biarkan saja dulu kita lebih baik berjaga-jaga dulu setelah itu nanti kita jelaskan padanya"ucap Novita.


Agam pun bersiap untuk berangkat apapun yang terjadi nanti dia tetap harus pergi meeting karena. saat ini adalah saat dimana perusahaan nya akan semakin berjaya setelah beberapa tahun terakhir ia pimpin sendiri tanpa bantuan sang kakak.


Agam masih khawatir dengan Sherina, saat ini tapi dia juga harus segera pergi dia tidak ingin kehilangan semu kerja keras nya beberapa bulan ini.


Sampai akhirnya mereka berdua pergi dengan mobilnya masing-masing untuk ke dua perusahaan yang berbeda.


Hingga sore hari Sherina tidak keluar dari dalam kamar nya, dia masih mengurung diri di kamar tersebut Agam yang pulang lebih dulu dia langsung bertanya kepada asisten rumah tangga nya dimana keberadaan gadis itu, hingga akhirnya mereka bilang jika sejak pagi tadi gadis itu tidak keluar dari dalam kamar nya.


Agam yang tadinya ingin berterimakasih kepada gadis itu untuk makan tersebut dan dia membawa sekotak coklat untuk hadiah saat ini dia terlihat begitu cemas dan saat Agam masuk dia melihat gadis itu tengah duduk di lantai dengan posisi menundukkan kepalanya di atas lutut dengan telapak tangan nya yang menutupi wajahnya itu.


"Sherin, kamu sedang apa? orang rumah bilang kalau kamu tidak keluar seharian, apa? kamu sakit, apa? kamu tidak laper"tanya Agam lembut tangan Agam yang kini mengambang di atas dia ragu untuk mengusap kepala Sherina.


"Aku tidak pernah berniat untuk meracuni siapa pun, aku membuat nasi goreng itu untuk diriku sendiri, tapi ternyata tuan yang memakan itu, maafkan saya jika saya lancang saya akan pergi dari rumah ini dan saya siap dipenjara jika ternyata nasi goreng itu beracun"ucap nya yang kembali terisak.


Rupanya gadis itu sudah menangis seharian hingga matanya, bengkak Agam langsung mengelus puncak kepala gadis itu.


"Sherin, mungkin kamu salah paham. dengan maksud ucapan istri ku, aku adalah orang yang paling tidak bisa makan buatan sembarang orang lain dan saat itu terjadi aku akan menderita sakit perut, bahkan lebih dari itu aku sering masuk rumah sakit karena alergi dengan makanan tersebut, kecuali masakan mommy kandung ku dan mommy Dy, selain mereka tidak ada yang bisa menaklukkan perut kami berdua termasuk istri ku sendiri, dan ajaibnya makanan yang kamu buat pun tidak melukai perutku, dan aku sangat berterimakasih pada mu selain lezat masakan mu juga aman dan untuk itu aku membawa ini untuk mu"ucap Agam yang membelikan coklat premium untuk gadis itu dengan aneka karakter dan bentuk.


"Wah... tuan tau apa yang aku paling suka"ucap Sherina.


"Aku tidak tau tapi aku coba-coba bukan kah setiap gadis cantik seperti mu akan suka dengan coklat"ucap Agam sambil tersenyum.


"Heumm... sepertinya kamu seorang playboy kak"ucap Sherina.


"Hahaha tidak ada aku tidak pernah punya pacar satu-satunya yang pernah jadi pacarku ternyata dia hanya ingin merampas harta ku"

__ADS_1


__ADS_2