Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Rayan bertemu dengan nya#


__ADS_3

Setelah pesta ulang tahun sang Daddy berakhir, Rayan dan kedua adiknya kembali pulang ke rumah mereka, di tengah perjalanan Rayan langsung menghentikan kendaraan nya, saat melihat seseorang yang begitu mirip dengan sang ibu, tapi wanita ini versi Daisy yang berusia tujuh belas tahun lebih muda dari nya, pria itu bahkan langsung keluar saat itu juga.


"Ada apa? apa kak"ucap Agam.


"Tunggu sebentar"ucap pria itu, sambil berlari mengikuti seorang gadis yang tengah berlari itu, tampaknya gadis tersebut sedang dilanda ketakutan.


"Kemarilah"ucap Rayan, yang langsung mendekap erat gadis yang terlihat syok tersebut.


"Tenang lah aku bukan orang jahat ayo ikut aku"ucap Rayan lagi.


Rayan langsung membawa wanita itu pergi ke dalam mobil nya, terlihat beberapa bodyguard, mengejar nya.


Rayan langsung melajukan mobilnya, saat itu juga, karena para bodyguard tersebut jumlahnya lebih banyak dan jika dia melawan akan kalah dengan jumlah dan dari senjata yang dibawa nya.


"Siapa? sebenarnya dirimu dan siapa mereka? tanya Rayan.


"Aku hanya orang biasa, tapi teman ku menjual ku pada seorang germo untuk dijadikan wanita malam dan mereka adalah para anak buahnya"ucap gadis itu.


"Owh pantas saja pakaian mu modelnya kaya gitu, ternyata kupu-kupu malam toh"ucap Agam.


"Hi... siapa bilang, gue masih virgin A***Ng"ucap nya marah, Rayan pun tidak habis pikir ada wanita yang mudah marah, seperti itu pada orang asing dengan berkata kasar.


"Sudah-sudah, sekarang kamu mau pulang ke mana biar aku antar"ucap Rayan tenang.


"Aku datang dari luar kota, nekad pergi karena tidak mau dijodohkan dan aku ikut dengan teman-teman ku kesini tapi sesampainya di sini mereka malah menjual ku, mungkin ini karma, dan beruntung nya lagi yang membeli ku merasa kasihan terhadap ku hingga aku dibiarkan pergi"ucap gadis itu.


Rayan langsung membawa wanita itu pulang karena tidak mungkin jika harus membiarkan nya terlunta-lunta di jalanan.


hingga saat tiba di rumah nya, Rayan Agam dan Anya membawa masuk gadis itu kedalam rumah nya, saat masuk pintu utama gadis itu masih baik-baik saja tapi saat melewati ruang keluarga dia begitu terkejut karena melihat foto almarhum Daisy yang begitu mirip dengan nya.


gadis itu langsung mematung sambil menatap lekat kearah foto tersebut, tapi beberapa detik kemudian, Anya menepuk pundak gadis itu.


"Dia Mommy ku, mungkin wajah nya terlalu mirip dengan mu, tapi Mommy ku tetap yang terbaik dari yang terbaik"ujar Anya.


"Ya, sudah pasti, karena biar bagaimanapun kasih sayang seorang ibu tidak ada tandingan nya, owh iya perkenalkan aku Daisy, usia ku 24 tahun"ucap gadis itu dan membuat semua orang terlonjak kaget.


"Kau..kau "ucap Anya yang langsung pingsan, saking shock nya.


"Anya!"teriak Agam dan Rayan yang langsung memburu adiknya.


"Owh ya ampun nona anda kenapa"ucap Daisy kaget.


"Rayan langsung membawa adiknya masuk ke dalam kamar nya tanpa mendengar pertanyaan dari gadis yang dia tolong tadi.


"Apa? kau benar-benar Daisy ,itu nama mu"ucap Agam tak percaya.


"Sudah dikasih tau masih nanya nih lihat KTP ku"ucap gadis itu yang langsung merogoh dompet nya yang selalu dia bawa kemana-mana dengan tas lusuhnya.


"Asli kak"ucap Agam juga yang tidak percaya, melihat sosok ibunya di balik gadis berusia dua puluh empat tahun itu.


"Aku sudah bilang usia ku 24 tahun, tapi kalian tidak percaya"ucap gadis itu.


"Tapi kau terlihat mungil"ucap Rayan.


"Itu tidak jadi masalah karena ibu bilang semua itu membuat ku awet muda"ucap Daisy, yang hanya memiliki tinggi seratus enam puluh cm, sementara mereka bertiga 175, 185 .


Rayan memiliki tinggi 185 cm seperti ayahnya Rayendra yang jauh lebih tinggi dari nya, mungkin karena beda ayah, Agam pun memiliki tinggi 175 cm dan Anya pun sama-sama karena mereka kembar identik meskipun dengan versi yang berbeda.


hingga Anya tersadar mereka bertiga masih berkumpul di kamar Anya.


"Anya istirahat lah, dan jangan terlalu dipikirkan, dan kamu Daisy ikut aku"ucap Rayan pada Daisy.

__ADS_1


"Baik lah"jawab keduanya kompak.


Daisy mengekor di belakang Rayan dia mengikuti kemanapun Rayan melangkah.


"Itu kamar tamu, dan kamu bisa langsung menempati nya, kalau mau ganti pakaian aku akan suruh bibi menyiapkan semua nya.


"Terimakasih atas kebaikan anda"ucap Daisy.


"Sama-sama istirahat lah, tapi jika kamu lapar atau ingin sesuatu minta sama BI Sarmi"ucap Rayan.


"Baiklah terimakasih"ucap nya sambil membungkuk hormat.


Rayan termangu seketika itu tapi kemudian dia kembali bergerak pergi meninggalkan gadis itu berjalan menuju kamar nya.


sesampainya di sana, Rayan masih merasa aneh dan bertanya-tanya, kenapa? ada orang yang begitu mirip dengan Mommy nya.


sampai akhirnya Rayan selesai membersihkan diri, pria itu pun berbaring di ranjang dan terlelap hingga pagi tiba, semua penghuni rumah sudah bangun, dan betapa kagetnya mereka saat melihat semua sudah beres dan rapi tidak hanya itu di meja makan bahkan sudah tersusun rapi makanan favorit mereka yang sudah lama tidak terhidang sejak kepergian sang mommy.


Rayan langsung memanggil pelayan rumah itu, lalu bertanya siapa? yang sudah menyiapkan semua nya itu.


"Siapa? yang menyiapkan semua ini"ucap Rayan.


"Itu adalah pekerjaan dari pelayan baru yang wajahnya mirip nyonya besar, saya bahkan kaget saat bertemu dengan nya wajah nya mereka begitu mirip dan dengan cekatan nya dia membersihkan seluruh ruangan"ucap BI Sarmi.


"Ya sudah terimakasih, bibi boleh kembali"ucap Rayan.


Rayan langsung membawa langkah nya menuju ke arah kamar gadis itu, dan dia kembali dibuat tertegun saat melihat wanita itu tengah duduk sambil membaca Alquran dengan balutan mukena yang benar-benar mempercantik tampilan nya.


Rayan mematung di tempatnya saat suara merdu dari lantunan ayat suci Al-Quran tersebut dibacakan, oleh gadis tersebut.


Rayan berbalik hendak pergi tapi kemudian wanita itu menutup Al-Qur'an nya dan mengakhiri bacaan nya, karena menyadari ada yang menunggu di depan pintu kamar.


"Maaf tuan saya tidak minta izin dulu untuk menggunakan semua ini"suara gadis itu terdengar lirih.


"Silahkan duluan saya akan membereskan ini dulu"


🌹💖💖💖,🌹


Mereka pun akhirnya makan bersama dengan tenang tidak ada satupun yang bicara, termasuk Rayan.


hingga selesai makan barulah Rayan, berbicara pada Daisy.


"Terimakasih atas semua ini, rasanya sama seperti buatan ibuku, apa? kau pernah kursus memasak, dan lainnya, karena tidak semua orang bisa membuat semua menu makanan ini termasuk mereka"tunjuk Rayan.


"Masa...tuh buktinya aku bisa hanya melihat satu kali saja aku bisa membuat nya, dan tidak susah sama sekali"ujar Daisy.


"Maukah kau tinggal di sini dan bekerja di rumah ini , aku janji akan memberikan gaji yang lumayan untuk mu, dan tugas mu adalah mengurus kebutuhan kamu kami bertiga"ucap Rayan.


"Dengan senang hati terimakasih, karena saya juga sedang butuh pekerjaan untuk bertahan hidup di kota ini, tuan saya tidak memiliki baju, karena baju saya semua tertinggal di rumah kontrakan itu"ucap Daisy.


"Tidak masalah baju ku banyak yang sudah tidak terpakai tapi masih layak ko malah hampir satu lemari penuh kamu bisa menggunakan nya, nanti sepulang kuliah aku ajak kamu membawa semua nya dari dalam kamar ku, termasuk barang-barang lama ku, sejak Mommy pergi tidak ada lagi yang memeriksa barang-barang ku, aku harap kamu bisa karena aku percaya sama kamu"ucap Anya.


"Wah... terimakasih banyak nona"ucap Daisy.


"Panggil aku Anya saja karena disini kita bukan pelayan dan majikan tapi sebagai teman , dan aku akan senang memiliki teman di rumah, jadi tidak perlu ikut kakak ke kantor lagi"ucap Anya.


"Iya Anya"jawab Daisy.


Daisy pun langsung membereskan semua nya dan membawa peralatan bekas sarapan pagi semua nya.


setelah itu mereka bertiga berangkat ke kampus dan ke kantor bersamaan, Daisy sendiri saat ini hanya mengistirahatkan tubuh nya karena sudah tidak ada lagi pekerjaan lain nya.

__ADS_1


dan ketiga tuan rumah sudah berangkat menuju tujuan mereka masing-masing.


hingga saat Anya pulang dari kampus, wanita itu terlihat sangat lelah mungkin saking banyaknya tugas kuliah nya, Daisy langsung membuat kan minum kini dia membuat jus tiga buah segar, yaitu pisang strawberry dan juga blueberry, menjadi satu, minuman tersebut bahkan terlihat sangat menyegarkan.


"Anya ini untuk mu"ucap Daisy.


"Terimakasih Mom"ucap Anya spontan Daisy pun bengong dengan itu dia langsung mematung sementara Anya menyeruput segelas jus yang teramat menyegarkan dan mengenyangkan itu.


wanita itu langsung menaruh gelas itu keatas nampan"Terimakasih mom, jus nya segar banget bisa kan setiap pagi buatin jus buah kaya gini lagi.


Daisy sempat tersenyum karena senang Anya menyukai minuman yang dia buat.


"Kemarilah,,,mom... aku tunjukkan baju-baju lama aku ini masih layak pakai kok, hanya saja jarang aku gunakan dan entah kapan terakhir aku pakai"ucap Anya yang tetap setia memanggil Daisy dengan sebutan mom.


Anya menunjukkan satu lemari penuh baju-baju yang hanya pernah dia pakai satu atau dua kali itu, di dalam walk-in closed milik nya.


"Wah ini sih baru semua Anya, orang kaya memang seperti ini ya"ucap Daisy.


"Aku jarang beli baju yang belikan baju itu kak Rayan, atau Daddy Rayendra"ucap Anya.


"Heummm semua nya untuk ku"tanya Anya lagi.


"Ya itu semua Mommy, lagi pula aku akan membuang nya jika saja aku tidak akan pernah merindukan ibuku lagi"ucap Anya.


"Terimakasih Anya atas kebaikan mu, ini semua masih baru dan aku akan menggunakan nya"ucap Daisy.


"Kau juga boleh memilih tas dan sepatu ku, yang mana yang kamu mau dari lemari lama itu, semua terlalu banyak, aku tidak memakai nya,kan sayang jika dimakan waktu"ucap Anya.


"Ya Baiklah mungkin satu atau dua tas tapi yang simpel saja untuk menyimpan dompet dan ponsel jadul ku ini"ucap Daisy.


"Jika Mommy mau ada ponsel lama juga yang masih bagus dan tidak terpakai, karena aku menggunakan ponsel lama milik Mommy dan juga kak Agam gunakan punya Daddy"ucap Anya.


ponsel keduanya kebetulan masih utuh saat kecelakaan itu terjadi dan beberapa barang berharga lainnya, hanya saja ponsel keduanya tidak bisa diselamatkan meskipun tidak ada luka luka yang serius tapi jantung mereka dua-duanya berhenti berdetak begitu saja karena syok .


Anya membantu Daisy dan BI Sarmi untuk membereskan pakaian lama dan memindahkan semua nya ke kamar tamu yang diisi oleh Daisy.


hingga saat jam menunjukkan pukul lima sore, mereka baru selesai sekaligus Anya membereskan barang-barang barunya kedalam lemari bekas baju Anya tersebut.


Anya pun membersihkan diri, setelah ia istirahat sambil menunggu kakak nya datang sementara Daisy memasak di dapur untuk makan malam mereka semua.


Daisy masak SOP buntut dan tumis kangkung juga ikan balado dan urap sayuran ala kampung meskipun Daisy yakin ketiga nya tidak akan pernah suka dengan urap, dia membuat nya karena dia sedang rindu masakan kampung.


setelah selesai dia pun langsung menata nya di meja wanita itu.


Dua laki-laki itu pun akhirnya pulang dari kantor, keduanya langsung bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan tubuh nya setelah beraktifitas seharian, akhirnya mereka tiba untuk melepas lelah.


setelah selesai mereka kembali turun berbarengan dengan Daisy yang juga sama-sama baru keluar dari kamar dan baru selesai membersihkan diri.


sampai saat Rayan memanggil semua orang yang ada di sana pria yang terlihat tampan dan gagah pun duduk dengan sangat berwibawa di hadapan orang-orang yang bekerja di rumah tersebut.


"Kalian semua sekarang waktunya gajian seperti yang saya katakan selama ini, setiap bulan nya gaji kalian akan saya naikkan jika kerja kalian beres dan sekarang silahkan ambil amplop sesuai dengan nama kalian masing-masing"ucap Rayan pada semua nya, sementara Daisy melongo saat melihat amplop yang mereka pegang lumayan tebal.


sementara dirinya tidak mengharapkan semua itu, sudah diberikan tumpang hidup enak gratisan pula, sudah sangat bersyukur, meskipun Rayan bilang bahwa dia juga akan mendapatkan gaji yang layak untuk pekerjaan nya.


Rayan pun berdiri dia memegang amplop tanpa nama dan berjalan menghampiri Daisy.


"Ini untuk mu, anggap saja itu uang jajan"ucap Rayan sambil menatap lekat wajah cantik yang berdiri mematung tidak mau mengambil uang tersebut, karena merasa tidak punya hak.


"Ambilah, dan ini mulai sekarang kamu yang atur segala kebutuhan rumah mulai dari makanan dan lainnya "ucap Rayan memberikan kartu ATM berwarna emas.


"Tapi tuan"ucap Daisy ragu.

__ADS_1


"Ambilah mom, kakak jarang percaya pada orang lain selama ini"ucap Anya meyakinkan.


__ADS_2