Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tidak merasa bersalah#


__ADS_3

Daisy hanya menghela nafas panjang saat dirinya berada di samping Rayan.


"Jangan sampai rumah tangga mereka kandas saat ini, kenapa? Ray bisa melakukan hal itu."ucap Daisy.


"Dia sudah menjelaskan bukan bahwa ia tidak sengaja."ucap Rayan.


"Tapi daddy semua itu sungguh sangat tidak bisa diterima oleh pasangan manapun apalagi ini posisinya Ray tidak mencoba untuk menghindari hal itu."ucap Daisy.


"Kita percayakan saja pada keduanya, sekarang lebih baik sayang istirahat, ingat jaga kesehatan kita sudah seharusnya banyak istirahat percayalah besok akan kembali membaik dan jika pun tidak kita bisa turun tangan untuk mengurus keduanya."ucap Rayan mencoba memberikan ketenangan pada istrinya itu.


"Heumm,,, baik'lah."ucap Daisy yang kini mengikuti suaminya masuk kedalam kamar.


Keduanya kembali berbaring, kini posisi Rayan berbaring di belakang Daisy yang tidur menyamping, Rayan memeluk istrinya itu dari belakang.


Sampai saat Daisy terlelap Rayan pun menyusul untuk memejamkan matanya itu.


Saat ini mereka sudah menjadi orang tua dan bahkan sudah akan memiliki cucu jadi beban keduanya bertambah besar, bukan karena materi tapi cobaan dalam rumah tangga dan ujian hidup yang mereka alami selama ini.


Sementara itu Kimberly kini baru selesai mandi saat pagi tiba rencananya saat ini dia akan pergi ke luar kota untuk mengurus perusahaan milik Ray, karena Ray tidak bisa datang ke perusahaan, dia harus mencari keberadaan istrinya saat ini.


Ray sendiri kini sudah bersiap setelah dia selesai berpakaian dia langsung turun menuju lobby dia ingin mencari istrinya itu.


Ray sudah pergi dengan mobilnya menuju tempat-tempat yang mungkin di datangi oleh istrinya tapi sampai waktu siang hari tiba tidak ada jejak istrinya sedikit pun.


Sampai saat dia berhenti di sebuah cafe, untuk sarapan pagi yang kini hampir terlewat.


Ray duduk di pojok Cafe tersebut dia fokus pada handphone miliknya mengecek sosial media milik istrinya tapi sayang semuanya sudah tidak bisa ia lihat mungkin Raya sudah memblokir sosial media miliknya.


"Yank, kamu marah sampai seperti ini. Aku tahu kesalahan ku adalah kesalahan besar tapi tidakkah kau sedikit saja memberikan aku kesempatan."lirih pria itu di dalam hatinya.


Ray pun memasukkan handphone tersebut kedalam tas selempang pria miliknya.


Saat pesanan datang, Ray tidak sengaja mendengar pembicaraan beberapa orang anak muda yang membahas tentang guru les yang pindah tempat dan mereka pun les secara online.


Ray terus mendengarkan obrolan mereka saat ini, dia langsung meninggalkan meja tersebut membuat pelayan cafe kebingungan.


Ray pun ikut bergabung.


"Boleh saya tau tentang guru les itu, saya sedang mencari guru les untuk adik saya."ucap Ray.


Ray pun langsung mencatat alamat yang diberikan oleh para ABG itu, dengan nama yang sesuai dengan nama istrinya itu.


Ray langsung bergegas membayar menu sarapan pagi yang tidak sedikitpun dia sentuh karena rasa laparnya kini sudah terobati oleh kabar keberadaan istrinya itu.


Sampai dua jam perjalanan karena kemacetan dan lain sebagainya akhirnya Ray tiba di sebuah rumah pinggir kota,


Ray langsung turun dari dalam mobil, dia tidak ingin menunda waktu, Ray kini tengah mengetuk pintu.


Tok,,,,


Tok,,,


"Siapa?."tanya Raya.


Ray tidak menjawab.

__ADS_1


Sampai saat pintu terbuka Raya hendak menutup pintu. tapi kemudian Ray menahannya.


"Untuk apa? kamu datang kesini?."ucap Raya.


"Yank,,, kita harus bicara, kamu tidak bisa seenaknya memutuskan semuanya sendiri, aku hampir gila mencarimu kesana kemari, dan sekarang bahkan aku meminta Kimberly menggantikan posisi ku di perusahaan karena kamu bahkan memblokir seluruh kontak ."ucap Ray yang kini mengeluh.


"Kenapa? memangnya jika aku pergi memang semua sudah harus seperti itu kan? bahkan semua kenangan yang kumiliki di rumah kalian sudah disingkirkan dan tidak sedikit pun yang tertinggal apalagi dihatimu."ucap Raya.


"Honey kamu bicara apa?."ucap Ray.


"Stop semua kepalsuan ini Ray, kita sudah berakhir."ucap Raya.


Wanita itu tidak menghiraukan keberadaan Ray pergi ke dapur karena memang tengah menggoreng ayam untuk makan siangnya.


Dia juga membuat nasi uduk di panci dengan beberapa menu lainnya.


"Yank,,, aku juga belum sarapan pagi bahkan aku sudah melewatkan makan malam."ucap Ray.


Raya berhenti sejenak, dia langsung mengambil piring mengambil nasi uduk yang memang sudah matang dengan lauk pauk yang ada setelah itu ia langsung menghidangkan itu di meja makan.


"Duduklah dan makan dulu jangan menyiksa diri sendiri untuk hal yang tidak penting seperti ku."ucap Raya.


"Yank... maafkan aku, aku tidak bisa menghindar saat itu."ucap Ray.


"Tidak masalah lanjutkan saja, toh dia adalah kekasihmu yang sangat kamu cintai sedaridulu bukan."ucap Raya sambil berjalan meninggalkan Ray yang kini mengikuti dirinya.


"Honey please."


"Ray makanlah dulu setelah itu kita bicara."ucap Raya.


"Kita makan bersama."ucap Ray.


"Baiklah sayang."ucap Ray yang kini kembali ke meja makan.


Sementara saat ini Raya hanya bisa menitikan air mata, dia akan segera mengakhiri hubungan diantara mereka berdua.


Raya pun menyelesaikan pekerjaannya setelah itu dia membawa semua itu ke hadapan Ray yang kini masih menyantap masakan buatan istrinya itu.


"Mau nambah."ucap Raya.


"Tidak usah sayang sudah kenyang."ucap Ray.


"Heumm baik'lah."ucap Raya.


Wanita itu mulai menyendok nasi ke piring miliknya, setelah lengkap dengan lauk pauknya yang banyak itu dia mulai menyantap itu ditemani sambel goreng yang super pedas tersebut.


"Yank, sambel itu kebanyakan kamu bisa sakit perut."ucap Ray yang tau bahwa Raya tidak pernah bisa makan sambal.


"Tidak akan, aku bahkan sudah bisa makan buah masam saat ini, dan lambung aku harus bisa beradaptasi dengan semua makanan sederhana ini karena aku sudah harus terbiasa dengan kehidupan yang sangat sederhana."ucap Raya.


Wanita itu menghentikan sejenak suapannya itu, kemudian dia kembali memakan makanan tersebut.


Ray benar-benar merasa miris dengan jawaban yang terlontar dari bibir sang istri.


Dia benar-benar gagal menjadi seorang suami bahkan saat ini dia sudah kembali melakukan kesalahan dengan terlambat menemukan istrinya itu.

__ADS_1


"Sayang maafkan aku, aku tidak akan pernah membiarkan mu hidup susah lagi."ucap Ray.


"Sudah jangan minta maaf terus, rasanya semua sudah tidak ada lagi yang perlu dimaafkan Ray, kamu sudah bebas dariku kamu bisa hidup dengan dia kapanpun kamu mau."ucap Raya.


"Yank! kamu bicara apa?."ucap Ray dengan nada tinggi.


"Aku sudah menyiapkan surat gugatan cerai."ucap Raya.


"Honey, aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan benar.... apa? tidak ada sedikit saja kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku Yank, tidakkah ada cinta di hatimu sedikit saja untuk ku."ucap Ray yang kini terlihat menatap sendu pada Raya.


............................


"Ray kamu bukan anak ABG, kamu pasti mengerti dengan apa? yang terjadi dengan kita, apa? ada yang orang yang marah jika melihat pasangannya dengan orang lain, jika tidak ada cinta didalamnya."ucap Raya.


"Aku bahagia mendengar itu sayang ternyata kamu cemburu karena kamu memang sudah mencintai ku, kedepannya aku janji tidak akan pernah mau dekat dengan wanita manapun."ucap Ray.


"Tidak ada kedepannya Ray, semua sudah berakhir dan kamu sendiri yang menghancurkan semua ini, jika sudah tidak ada lagi urusan silahkan pergi Ray."ucap Raya.


"Yank.... aku tidak akan pernah pergi sebelum kamu memaafkan ku dan kita kembali pulang, aku janji akan membawa mu keliling dunia untuk bulan madu kita nanti. tapi please Honey jangan pernah lakukan itu jangan pernah mencoba untuk melepaskan diri dariku."ucap Ray.


"Sudah tidak ada pernikahan lagi Ray jadi tidak akan ada bulan madu."ucap Raya.


"Honey!! sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengabulkan permintaan mu itu, aku tidak akan pernah mau mengabulkan itu sekalipun kamu menyewa banyak pengacara saat ini."ucap Ray.


Raya tidak menggubris Ray dia menyelesaikan makan siangnya itu lalu membereskan semuanya setelah rapi Raya kembali ke ruang tengah.


Ray mengikuti Raya yang kini duduk di sofa panjang itu.


Ray duduk di samping Raya.


Pria itu pun berbaring di sofa dengan membaringkan kepalanya di atas pangkuan Raya yang kini terlihat mematung.


"Tolong biarkan aku seperti ini aku bahkan tidak bisa memejamkan mata sedetik pun."ucap Ray.


Raya pun tidak bergeming sedikitpun dari tempat dia duduk.


Hingga Ray memejamkan mata, tidak lama setelah itu dia pun terdengar mendengkur halus.


Raya pun hendak menyentuh puncak kepala Ray, tapi kembali ia urungkan niatnya karena dia tidak ingin rasa itu kembali membuat dia berat untuk melepaskan suaminya itu.


Raya yang kini hendak mengganti bantalan untuk kepala Ray karena saat ini Raya kedatangan tamu.


Saat Raya akan menyentuh kepala Ray tiba-tiba saja Rey membuka mata dan dia menatap ke arah istrinya Raya.


Sementara Raya sendiri membuang pandangannya ke arah lain.


? tidak dibangunkan jika memang ada urusan.Aku akan menunggu di kamar kita."ucap Ray tanpa merasa bersalah pria itu langsung bmenuju kamar raya yang sudah pasti ada di lantai atas rumah itu.


Sementara Raya bergegas menuju ke depan, di mana pintu rumahnya belum tertutup sepenuhnya, tapi tamu yang ada di luar tengah menunggu kedatangannya.


"Cari siapa?.... ya Apa ada yang bisa saya bantu." ucap Raya sambil tersenyuman.


"Saya mencari Nona Raya,ini ada sebuah paket yang harus kamu sampaikan saat ini ."ucap petugas paket tersebut.


Sementara Ray yang mengetahui kedatangan mereka saat ini di balkon kamar milik istrinya itu sampai turun untuk membantu Raya.

__ADS_1


Membawakan barang-barang khusus perabotan rumah dan juga meja-meja kecil untuk anak-anak belajar karena saat ini Raya membuka tempat kursusnya kembali di rumahnya lol baru itu rumah peninggalan orang tuanya.


"Ray, kamu jelaskan apa? ini."ucap Raya.


__ADS_2