Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Pulang ke Mension#


__ADS_3

Haidar masuk kedalam ruangan itu dia pura-pura tidak mendengar obrolan mereka meskipun kini Natalia terlihat kikuk di hadapannya.


"Maafkan aku, apa? tidak menggangu."ujar pria itu.


"Ah...ya silahkan masuk Agis baru saja terlelap."ujar Natali kikuk.


Sementara pasangan suami istri itu tengah menahan tawa.


Agam yang kini tengah mengelus perut Sherina dengan sangat lembut pasalnya wanita itu merasa tidak nyaman dengan perutnya pasca melahirkan itu, dan ajaibnya setelah Agam mengelus perut nya itu rasanya kembali normal.


Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan bagi Agam, yang selalu mengelus perut istrinya yang kini sudah mulai kembali kempes.


Sampai saat Sherina memesan makanan dari restaurant pribadinya, namun saat itu Daisy langsung datang membawa makan malam untuk mereka semua.


beruntung Daisy membuat stok lebih jadi Haidar bisa ikut gabung makan secara lesehan diatas karpet empuk yang dibawa oleh Agam, untuk alas Agista main.


Mereka pun makan malam bersama, Haidar menyuapi Agis makan disela suapannya terhadap dirinya sendiri.


"Biarkan Agis makan sendiri,,, kamu makan saja."ujar Natali.


"Tidak apa,,, sudah lama aku tidak melakukan hal ini."ujar Haidar.


"Pantas saja terlihat sudah biasa."ujar Sherina.


"Aku sangat menyayangi putri ku, sejak kami pertamakali bertemu, mungkin Tuhan ingin aku menggantikan posisi ayah kandungnya."ujar pria itu.


"Aku ayah kandungnya."ujar Agam tegas.


"Heumm."lirih Rayan.


"Sudah sekarang sebaiknya kamu lanjut makan biar kakak yang suapi Agista."ujar Daisy pada Haidar.


"Terimakasih kak."ujar Haidar.


Daisy saat ini merasa. prihatin, bagaimana tidak saat melihat Haidar yang bahkan jauh lebih kurus dibandingkan dengan waktu pertama kali mereka bertemu, saat pernikahan nya dengan Novita.

__ADS_1


"Kamu sehatkan Vero."ujar Rayan, yang kini berhasil mewakili pertanyaan dalam diri Daisy. saat melihat pria itu terlihat tidak baik-baik saja.


"Aku sehat Alhamdulillah hanya saja sedikit mengalami penurunan berat badan mungkin karena jarang bisa tidur."ujar Haidar menjelaskan.


"Berduka itu wajar,,, tapi ingat hidup akan terus berjalan meskipun kamu terus meratapi kesedihan mu itu, bangkitlah meskipun aku tau semua itu tidaklah mudah, tapi setidaknya cobalah berpikir bahwa semua sudah takdir yang maha kuasa, dan pasrahkan semua padanya."ujar Daisy.


"Heumm,,,, ya kakak memang benar, ingat Haidar mungkin jodoh mu dengan nya harus sampai di situ, sebesar apapun rasa sayang mu padanya, tidak akan pernah bisa mengalahkan rasa sayang sang pencipta padanya. anggap semua sebagai pembelajaran diri tatalah masadepan mu kembali, tidak ada salahnya kamu mulai melupakan semua kenangan pahit, dan simpan kenangan manis saat bersama dengannya, ada Agista yang masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu. dan itu bukan berarti aku tidak mampu untuk menjadi ibu sambung baginya, tapi Agista harus mendapatkan limpahan kasih sayang dari kita semua. karena jika bukan kita siapa lagi."ujar Sherina panjang kali lebar.


"Ya,,, kamu benar sher,,,"ujar Haidar.


"Kamu bisa mulai dengan pindah rumah misalnya Dan jangan bawa apapun yang akan mengingatkan rasa sakit itu, mulailah hidup baru di lingkungan baru."ujar Rayan lagi.


"Akan aku coba."ujar Haidar.


"Daddy mau pindah?."tanya Agis yang ternyata menyimak obrolan para orang dewasa itu.


"Iya sayang,,, apa? Agis mau tinggal bersama dengan Daddy."ujar pria itu.


"Nanti saja setelah Agis, lulus sekolah karena saat ini Agis tidak bisa jauh dari adik-adik."ujar Agis.


"Heumm,,, baik'lah sayang kapanpun Agis siap, rumah Daddy akan selalu terbuka untuk putri Daddy tersayang."ujar Haidar.


"Bagaimana jika tinggal di kompleks perumahan Anya, disebelah rumah Anya ada rumah kosong yang masih proses jual beli, dan kamu tidak akan rugi huniannya sangat nyaman, sayang aku sudah memiliki banyak rumah jika tidak akupun akan pindah ke sana."ujar Agam.


"Aku lihat dulu nanti, setelah rumah kami terjual nanti."ujar Haidar.


"Lebih cepat lebih baik, lihat keadaan mu yang sangat menurun drastis."ujar Rayan.


"Ya kak."ujar Haidar.


Pria itu pun menyelesaikan makan malam nya, dan ada Natali yang menyodorkan minum pada Haidar.


Wanita itu tidak bisa tidak peduli dengan keadaan sekitarnya maklum jiwa sosial yang tinggi menurun dari kedua orang tua nya.


Almarhum Gibran, hanya memiliki satu anak kandung, dan itu adalah Natalia, sejak kecil Natali tinggal di Amerika bersama kedua orang tua nya, hingga Gibran wafat, dan kini tinggal ibunya yang bahkan sudah lanjut usia meskipun wanita itu masih terlihat segar bugar di usianya yang sudah hampir mencapai tujuh puluh tahun itu.

__ADS_1


Natalia adalah pewaris kekayaan milik almarhum Gibran.


"Terimakasih."ujar Haidar.


"Ya sama-sama."balas Natali yang tengah membereskan semua bekas makan mereka.


Sampai saat pukul sepuluh malam, mereka mengobrol panjang kali lebar, akhirnya Haidar juga Daisy dan Rayan pulang ke rumah masing-masing.


Sementara itu Natali kembali tidur bareng Agista setelah membantu Sherina menyusui kedua bayi kembar itu.


Bayi kembar identik itu, kini sudah terlihat begitu gembul padahal baru tiga hari mereka lahir mungkin karena ASI milik Sherina begitu subur dan banyak nutrisi didalamnya.


Agam selalu memperhatikan gizi terbaik untuk Sherina dan kedua putranya itu.


Rencananya pagi ini mereka akan pulang ke Mension.


Agam sudah bersiap sejak pagi hari buta dan membantu istrinya itu mandi, setelah semua siap bahkan Baby mereka pun sudah selesai dimandikan oleh kedua orang perawat, kini semua sudah duduk menunggu Rayan dan Daisy juga asisten pribadi Agam yang akan menjemput mereka dari rumah sakit.


Agam kini membantu istrinya, membawa Sherina dengan menggunakan kursi roda.


Sementara kedua bayi kembar itu kini digendong oleh Daisy dan juga Anya karena Natali menggendong Agista sampai di mobil.


para asisten rumah tangga kini membawakan barang-barang mereka pun sudah pulang lebih awal dan mempersiapkan semuanya.


Seluruh keluarga yang terdiri dari tiga mobil mewah itu berjalan beriringan, kuda besi itu sampai dikawal oleh patwal sesuai permintaan Rayan agar bisa sampai Mension lebih cepat karena dia tidak ingin kedua keponakan nya itu berlama-lama di jalan.


Sampai akhirnya mereka tiba di Mension, kedua orang tua Ricky pun sudah berada di sana menyambut mereka.


Sampai akhirnya seluruh keluarga masuk kedalam Mension.


Sherina dibawa ke dalam kamar pribadi Agam beserta kedua bayi itu untuk beristirahat sementara karena Daisy sudah menyiapkan kamar utama dibawah untuk Sherina dan Agam, agar mereka mudah keluar masuk untuk membantu Sherina mengurus kedua bayinya itu.


Agam bahkan merasa lega setidaknya banyak orang yang akan membantu Sherina merawat kedua anak nya.


Sementara dirinya akan sibuk mengurus tiga perusahaan sekaligus, milik almarhum Novita dan Sherina juga milik dirinya pribadi.

__ADS_1


__ADS_2