Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Pilu#


__ADS_3

Saat mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba Agam memanggil Natali, lewat panggilan seluler, pria itu berteriak meminta Natali untuk pulang ke rumah karena Sherina, sudah akan melahirkan.


"Baiklah aku segera menyusul."ujar Natali.


"Sayang kita harus segera pulang kedua adikmu akan segera lahir ke dunia."ujar Natali heboh karena jujur dia juga masih suka panik jika mendengar orang lain akan melahirkan, apalagi ini adalah sepupunya.


"Aunty bidadari akan melahirkan."ujar gadis itu.


"Heumm ya, nanti kita makan eskrim di Cafe dekat rumah sakit oke."ujar Natali yang langsung menggendong gadis berusia empat tahun itu.


"Biar saya yang menggendong Agista, dia pasti sangat berat."ujar Haidar.


"Owh baiklah aku lupa jika tangan ini juga memiliki masalah dengan angkat beban."ujar Natali.


Sementara itu Agam yang dibantu oleh sopir dan juga pelayan dia langsung membawa Sherina menuju rumah sakit, sesampainya di sana Sherina langsung dibawa ke ruang bersalin Karena memang sudah booking kamar jauh-jauh hari meskipun rumah sakit itu milik Agam sendiri.


Sampai beberapa menit masuk ruangan tersebut, Sherina langsung mengejan karena memang saat di jalan ketuban nya sudah pecah bahkan dokter yang selalu mendampinginya dibuat kaget dengan proses yang begitu cepat seperti saat ini bahkan semua nya sudah bersiap untuk membantu Sherina melahirkan.


Hanya butuh tiga kali mengejan baby Argha Alexander Dimitri. sudah lahir ke dunia, dan hanya tiga menit kemudian baby Argan Alexander Dimitri sudah menyusul total kelahiran kedua bayi sejak tiba hingga lahir sepuluh menit.


"Sungguh rekor dunia."ujar dokter itu sambil tersenyum manis kearah Agam dan Sherina yang kini tengah dibersihkan, setelah dilakukan tindakan untuk membersihkan plasenta tersebut.


"Terimakasih honey,,, aku benar-benar sangat mencintai kalian semua terutama istriku yang sangat cantik ini dan aku benar-benar bahagia,,Owh ya Allah terimakasih."ujar Agam begitu lantang hingga menggema di seluruh ruangan itu.


Agam buru-buru mengadzani kedua putranya itu, sesuai kepercayaan nya selama ini di setiap detak jantung dan hembusan nafasnya itu.


Selama ini ia adalah pria yang taat beribadah apalagi setelah kehadiran Daisy istri Rayan yang selalu mengingat mereka untuk beribadah di sela urusan dunia.


Sampai saat Agam memberikan kedua bayi itu untuk dimasukkan kedalam boks bayi karena kedua jagoan itu sangat sehat jadi tidak perlu perawatan apapun, begitu juga dengan Sherina yang hanya di infus untuk memulihkan kondisi tubuh nya saat ini, setelah melahirkan.


Ruang VIP rumah sakit itu begitu terlihat sangat ramai saat Agista datang berteriak memanggil kedua adiknya, gadis kecil itu terlihat begitu bahagia karena mendapatkan dua adik yang begitu menggemaskan itu.


Semua orang dewasa bahkan dibuat terharu saat melihat itu.


Rayan dan Daisy juga Anya dan Ricky sudah berada di rumah sakit dan kini langsung memasuki ruangan tersebut, Rayan langsung tersenyum bahagia saat melihat yang ia inginkan terwujud, keinginan nya untuk memiliki keponakan yang akan mewarisi dunia bisnis yang selama ini semakin berkembang pesat itu.


"Hi,, welcome in the world twins A"ujar Rayan.


Pria itu berkali-kali tersenyum saat melihat bayi merah yang kini terlihat sangat tampan dan menggemaskan itu.


"Agista,, sekarang Agis sudah menjadi kakak, jadi Agis tidak boleh sedih lagi."ujar Daisy.


"Iya Mommy Dy."jawab Agista. wajah gadis kecil itu dipenuhi dengan senyuman.


"Aku akan pindah ke rumah Agam, sampai Sherina pulih, karena Agista juga butuh aku dan kedua bayi itupun butuh aku."ujar Natalia.


"Itu jauh lebih bagus daripada di Mension kau hanya buat gaduh."ujar Rayan bercanda tapi terlihat serius.


"H hu hu...ada yang mengusir Mommy cantik Agis."ujar Natali mengadu pada Agis.


"Jangan sedih mommy,, ada Agis yang akan menemani Mommy."ujar Agista.


"Buset,,, dah kapan kau menikah dengan pria sableng bapak nya Agista."ujar Rayan.


"Sialan,,, jika pun kiamat sudah dekat aku tidak akan Sudi menikah dengan pria seperti itu."ujar Natali.


"Tapi ayah sambung Agista boleh dia tampan,, dan jangan lupa juga mapan."ujar Agam menimpali.


"Apa? kau gila ingin menjodohkan sepupumu yang cantik ini dengan duda yang baru saja ditinggal istri nya, bisa-bisa bukan cinta yang aku dapat tapi hanya pelampiasan, tidak-tidak"ujar Natali heboh sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau itu lebai sekali, lagipula dia belum tentu mau pada wanita jelek seperti dirimu."ujar Rayan.


"Dasar sepupu laknat."ujar Natali semakin dibuat kesal.


"Jangan kau kira aku tak laku ya,,, di luar sana masih banyak pria yang mengantri."ujar Natali.


"Ya,,, mereka mengantri ingin minta sumbangan dari janda kaya raya, bukan karena serius ingin menikah dengan mu. jikapun ada mungkin ingin numpang hidup enak seperti mantan mu itu."ujar Rayan.


"Sialan kau bahas pula itu si buaya buntung."ujar wanita itu.


"Fakta."ujar Rayan.

__ADS_1


Ruangan itu, begitu heboh oleh Natali dan Rayan. pria itu suka sekali mengatai Natali.


"Mommy cantik, boleh Agis gendong adik bayi."ujar Agista.


"Tidak untuk sekarang sayang Mommy masih takut jika adiknya kenapa-napa karena masih sangat rentan."Ujar gadis itu.


"Owh baiklah aku lihat saja."ujar Agista yang sengaja Agam dudukan di atas kursi depan Boks bayi tersebut.


"Sayang kamu sayang Ade."ujar Agam yang kini tengah menyuapi Sherina makan.


"Tentu saja Daddy, Agista sangat sayang adik bayi."jawab gadis kecil itu jujur dan sangat tulus.


"Sekarang Daddy panggil Agis, dengan panggilan kakak. seperti mereka yang akan memanggil Agis seperti itu."ujar Agam sambil tersenyum manis.


"Tentu Daddy,,, Agis suka itu sekarang mereka bisa panggil aku kak Agis."ujar nya.


Semua orang terlihat tersenyum bahagia, sampai Haidar masuk membawa buket bunga dan kado yang cukup besar, entah isinya apa yang jelas itu untuk kedua putra Agam.


"Maafkan aku baru sempat datang ini ada hadiah kecil untuk kedua jagoan kalian, selamat ya aku ikut bahagia mereka begitu tampan dan menggemaskan."ujar pria itu.


"Kau sendiri harus segera menyusul, meskipun bukan berarti kau harus melupakan mending istrimu, tapi hidupmu harus terus berlanjut dan jika kau butuh wanita, dia ada di sini, sepupuku juga janda anak satu, tapi tenang dia masih produktif dan akan menghasilkan banyak anak untukmu, dan satu lagi jangan lupa jika dia adalah janda kaya."ujar Rayan yang sulit untuk dihentikan meskipun sedari tadi Natali sudah berusaha membungkam bibir Rayan dengan tangan nya.


Sementara Haidar hanya tersenyum kecil, dia tidak menjawab sepatah kata pun.


"Tuh sudah ku promosikan, ingat pulau pribadi mu, harus kau jual padaku besok."ujar Rayan.


"Jangan harap."ujar Natali yang kini mencebikkan bibir nya saking kesal dan malu karena perkataan Rayan.


"Itu harus, agar kau terbebas dari pria-pria yang kurang beruntung di luar sana."ujar Rayan.


......................


Saat ini semua orang tengah berbahagia dan termasuk Ryan dan keluarga. Anya dan Ricky karena kehadiranmu kedua keponakan nya di dunia.


Anya, bahkan orang pertama yang menggendong kedua bayi itu, sebelum kedua orang tuanya.


Karena dia sudah tidak sabar ingin melakukan itu, meskipun bayi itu masih sangat merah dan baru beberapa jam yang lalu dilahirkan ke dunia.


Wanita itu, terus menggendong bayi yang baru lahir itu. sampai saat Daisy melarangnya Anya untuk tidak terus menimang bayi itu karena menurut kepercayaan Daisy bayi akan rewel pada saat ibunya akan beraktivitas. jika sejak lahir dibiasakan digendong dan ditimang.


Dan itu benar adanya, maka dari itu sejak David lahir dulu dia jarang menggendong dapat kecuali saat putranya menangis ingin minum ASI .


Selebihnya, David hanya berbaring di tempat tidurnya jadilah dia seperti saat ini, anak laki-laki yang sangat mandiri dan juga sangat cerdas karena didikan Daisy sejak kecil.


Meskipun David, menuruni kecerdasan Rayan.


Sampai saat Sherina tertidur pulas, akhirnya mereka pun pulang kecuali Agista dan Natali yang kini menginap di sana karena sudah bisa dipastikan jika Gadis kecil itu tidak ingin jauh dari kedua adiknya itu.


Agam pun tertidur pulas bersama dengan Agista di sofa yang cukup lebar seperti yang Agam minta pada pihak rumah sakit.


Bahkan disana terdapat dua ranjang yang kini tengah ditempati Natali.


Wanita itu tidak benar-benar tidur dia hanya ingin berbaring karena merasa pegal.


Sementara itu di kediaman Haidar pria itu baru selesai mengerjakan pekerjaan nya di ruang baca.


Di rumah yang sangat sunyi itu, tidak ada siapapun di sana hingga membuat Haidar begitu kesepian, padahal dulu dia juga sempat tinggal sendiri, namun sejak kehadiran Novita istrinya pria itu pun merasakan kehangatan sebuah keluarga, tapi ternyata semua itu hanya bertahan satu tahun lebih, setelah itu kini Novita pun pergi, dan kepergian itu menyisakan luka yang teramat dalam, saat melihat istrinya terbujur kaku di lantai dengan darah yang hampir mengering.


Air mata itu. selalu menetes dari sudut mata Haidar.


Apalagi sepanjang perjalanan menuju kamar di setiap sudut dinding rumah itu terdapat foto kebersamaan mereka.


"Yank,,, kamu tega ninggalin aku."ujarnya lirih sambil mengusap gambar wajah Novita yang tengah tersenyum manis.


Pria itu pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar nya, sesampainya di sana dia langsung duduk di tepi ranjang tempat samping nakas dia meraih pigura foto berisi foto istrinya itu.


Haidar mencium foto Novita cukup lama dan sambil memejamkan mata.


"Hiks hiks hiks,,, sakit yang,, aku harus apa?"ujar Haidar yang kini terisak dalam sepinya malam.


Pria itu masih terbayang bagaimana kecewanya Novita, saat tau dia sudah menikah siri dengan wanita yang merupakan sekertaris nya yang kini mendekam di penjara setelah wanita itu menyakiti Novita.

__ADS_1


"Yank,, sakit sekali."ujar Haidar.


Pria itu masih menangis sesenggukan sambil memukul-mukul dada kirinya yang begitu terasa sesak karena tangis pilu itu.


Kesedihan yang mendalam itu tidak bisa hilang dari dirinya.


Sampai dia tertidur, pulas di atas ranjang empuk itu dengan posisi memeluk erat foto istrinya itu.


Sementara itu di kediaman Anya, saat ini tengah terjadi kegaduhan pasalnya Vivian, kini tengah menghukum pelayanan hanya karena dia hampir tergelincir saat lantai sedikit basah karena baru di pel.


"Vivian!"teriak ibunya Ricky. karena keponakan nya berani menampar pipi pelayan paruh baya itu.


"Bibi dia sudah membuat aku hampir terjatuh."adu Vivian saat itu juga.


"Vivian, kamu itu belum jatuh hanya baru mau."ujar ibu Amira.


"Tapi bibi,,, bagaimana jika aku jatuh dan sampai hilang ingatan karena kepalaku terbentur."ujar gadis itu.


"Kau terlalu lebai jika kepalamu amnesia aku tinggal mengganti kepalamu dengan kepala kambing, jadi tidak ada masalah karena sama-sama tidak berguna otaknya seperti dirimu."ujar Ricky.


"A!"teriak Vivian.


"Cepat minta maaf pada bibi atau kau pergi dari rumah ini."ujar Ricky.


"Iya,,, iya aku minta maaf."ujar Vivian.


"Sebagai ganti rugi bibi boleh menampar dia sepuasnya."ujar Ricky.


"Yank,,, potong Anya, yang merasa suaminya keterlaluan, dia tidak ingin ibu mertuanya sakit hati karena Ricky sering berbicara seenaknya saat membela orang rumah termasuk dirinya.


"Dia sudah keterlaluan Yank,,,"ujar Ricky.


"Tapi tidak harus begitu juga, begini saja mulai besok masukkan Vivi ke perusahaan agar dia ada kegiatan, setidaknya dia bisa memiliki kegiatan dan teman."ujar Anya.


"Tidak sayang,, dia juga akan membuat kegaduhan di kantor sifatnya memang tempramen sejak dulu, jadi dia tidak bisa memiliki teman, dan sekalinya berteman hanya dengan wanita sinting itu."ujar Ricky.


"Tidak ada salahnya di coba,, bagaimana apa? kau mau Vivi."ujar Anya yang mulai menyendok sarapan pagi nya.


"Boleh juga tapi aku bekerja sebagai apa? disana nanti."ujar Vivian.


"Apa? kau kuliah."ujar Anya.


"Tidak geleng Vivian.


"Heumm,,,, tapi kamu bisa menggunakan komputer kan."ujar Anya.


Vivian kembali menggeleng.


"Begini saja bagaimana jika kamu buka usaha sendiri, mungkin di bidang makanan."ujar Anya lagi.


Sontak bapak Ricky dan anaknya tertawa.


"Hahaha jangan neng,,, yang ada semua orang akan berakhir di rumah sakit karena dia tidak punya keahlian di bidang makanan."ujar bapak nya Ricky.


"Aku jadi bingung begini saja, kamu buka konter handphone saja."ujar Anya.


"Boleh juga tuh."ujar Vivian.


"Tidak-tidak Yank,,, yang ada konter itu bangkrut sebelum waktunya."ujar Ricky.


"Ya terserah AA saja yang penting dia memiliki kegiatan."ujar Anya.


"Aku masukkan ke kantor kak Rayan, disana dia bisa jadi office girl."ujar Ricky.


"Terserah saja, yang jelas dia bisa senang."ujar Anya, yang sebenarnya menahan tawa karena Vivian hanya manggut-manggut tanpa tau apa? itu office girl.


"Aku mau kerumah sakit, mah Anya titip anak-anak ya,, Anya harus bantu mengurus baby twins A, karena Sherina tidak ingin menggunakan jasa baby sitter seperti Anya."ujar Anya.


"Tidak apa-apa neng bilang maaf ibu belum sempat nengok ke rumah sakit, mungkin nanti setelah mereka pulang ke rumah."ujar Bu Amira.


"Yank,, AA berangkat ke kantor dulu."ujar Ricky yang kini mengecup bibir dan puncak kepala Anya.

__ADS_1


"Iya sayang hati-hati ya, ingat jangan terlalu lelah."ujar Anya.


__ADS_2