Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Cafe N.A#


__ADS_3

Agis pun melanjutkan istirahat di dalam kamarnya Setelah dia mengecek seluruh barang yang dia beli .


Mulai hari esok dia akan mengisi bangunan dua lantai itu dengan semua sofa kursi dan meja dan sekaligus perabotan lainnya.


Agis membuka Cafe yang tidak jauh dari kompleks perumahannya.


Sebagai owner yang baik dia ingin menyediakan kenyamanan untuk seluruh pelanggan cafe tersebut.


Cafe kekinian itu dia buka tidak hanya untuk kalangan remaja saja karena disana juga diadakan ruang santai untuk keluarga atau bisa dijadikan tempat tongkrongan para mahasiswa yang kuliah di kampus yang jauh dari cafe yang cukup strategis itu.


Bahkan Cafe resto itu tidak hanya menyediakan kopi atau dessert tapi juga ada beberapa menu kekinian seperti Dimsum, dengan berbagai jenis.


Sushi , kebab dan masih banyak lainnya aneka makanan kekinian ada di sana.


Agis pun larut di dalam mimpinya yang indah dengan semua bisnis yang kini iya rintis.


Mulai saat ini dia akan buktikan bahwa dia akan hidup sukses meskipun tidak memiliki keluarga yang kaya raya yang bisa menunjang kehidupannya.


Pagi yang cerah matahari bersinar terang cahayanya masuk melalui celah gorden kamarnya.


Tepat disaat seseorang sudah berdiri di hadapannya Agista baru menggeliat membuka mata.


"Agista,,, ada apa? dengan semua barang-barang yang berhamburan dimana-mana itu."ujar David.


"Owh ya ampun tuan muda,,, apa? dirumah mu apa? tidak ada kegiatan lain, kenapa? harus sibuk berkomentar di kamar orang."ujar Agista.


"Yank aku berhak tau semua yang kamu lakukan."ujar David.


"Stop panggil aku seperti itu, aku bukan siapa-siapa kamu malam ini aku akan bertunangan dengannya."ujar Agista.


"Agista!!."teriak David yang begitu murka karena tidak terima dengan kata-kata Agista.


"Kenapa? heeuh."tantang Agista.


"Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mendekati dirimu."ujar David.


"Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan memang benar kata pepatah darah itu lebih kental dari air. kalian semua sama saja tidak bisa melihat orang lain bahagia!."ujar Agis yang kini langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi tersebut.


"Agis buka pintunya kita harus bicara!."teriak David.


Namun gadis itu begitu santainya dia malah asik duduk di samping bathtub-e sambil bermain shower.


Tidak hanya itu ia juga bersenandung lirih tidak perduli dengan gedoran pintu kamar mandi tersebut hingga saat suara itu menghilang .


Agis mulai memasuki bathtub-e dan mengusap-usap busa sabun di seluruh badan yang kini terendah oleh air dan busa di dalam bathtub-e. Agis pun keramas dengan shampoo yang dia beli kemarin di Bandung meskipun produk lokal tapi dia sudah dengan wangi dan tekstur halus dan lembutnya itu.


Agis pun menyelesaikan mandinya sampai saat alarm clock berbunyi.


"Aku siap,,,, aku selalu siap untuk mengawali hari semoga semuanya lancar ya Allah."ujar Agista.


Gadis itu pun sudah menggunakan bathrobe dan juga lilitan handuk di kepalanya.


Sampai saat Agista keluar dari dalam kamar mandi.


"Sayang Daddy ingin bicara."ujar Agam yang ternyata ada di sana.


"Iya Daddy Agis pakai baju dulu."ujar Agista.


"Baiklah sayang."ujar Agam yang langsung turun kebawah disambut oleh David dan juga asisten rumah itu.


Tidak hanya itu Agam juga melihat ada tiga wanita paruh baya yang pergi ke gudang.


Agam tidak tahu itu padahal kini tempat yang dulu dijadikan gudang itu adalah sebuah ruangan seni yang sungguh bernilai.


Disana bahkan ada susunan rak tinggi dan beberapa patung patung manekin untuk hasil karya nya.


Bahkan sekarang Agis merambah ke gaun pengantin yang simpel tapi sangat elegan.


Agis sudah turun dengan menggunakan dress selutut yang pas di badan dengan tali spaghetti dan menggunakan blazer berwarna senada dengan dress yang ia kenakan saat ini.


Kedua pria itu dibuat menganga dengan penampilan elegan dan berkelas yang ditampilkan oleh Agista.


Agam tidak pernah sadar jika putri yang selama ini ia jaga saat ini sudah menjelma menjadi gadis dewasa.


"Sayang putri Daddy sudah sangat cantik kamu sudah besar nak."ujar Agam yang kini meraih bahu putrinya itu.


"Daddy pikir aku akan kecil terus apa? nanti malam juga ada yang akan melamar Agista. jika Daddy ada waktu Daddy bisa datang."ujar Agista dengan serius.


"Daddy tentu akan datang sayang tapi apa? tidak sebaiknya acaranya diundur sayang karena Daddy ingin yang terbaik untuk putri Daddy."ujar Agam.

__ADS_1


"Daddy,,,, Daddy tenang saja dia yang terbaik untuk Agis, karena dia tidak suka berpacaran dia ingin langsung serius Daddy."ujar Agis yang kini mengambil sarapan pagi yang disediakan oleh asisten rumah.


David sedari tadi mengepalkan tangannya sambil menatap lekat wajah cantik yang kini dengan cueknya sarapan pagi.


"Daddy mau kopi atau sarapan pagi dan anda tuan muda David yang terhormat apa? ingin sesuatu."ujar Agista.


"Aku ingin kamu itu saja."ujar pria tampan itu dalam hatinya.


David tidak menjawab sampai Agis selesai sarapan pagi, kedua pria itu sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Jika Agam ingin tau siapa? calon yang akan melamar Agista berbeda dengan David yang kini rasanya ingin berteriak mengatakan bahwa Agista hanya miliknya dan tidak ada satupun yang akan mendampinginya selain dia.


Sampai saat seseorang datang dengan membawa buket bunga mawar putih yang sangat cantik.


"Hi,,, sayang apa? kabar maafkan aku tidak bisa menemani mu belanja kemarin, maafkan aku."ujar pria itu dengan lembut .


"Tidak apa? ayo duduk, Daddy ini Hendry dia pria yang Agis bicarakan. terimakasih bunganya mas."ujar Agis.


"Sama-sama sayang."ujar pria itu sambil duduk di hadapan Agis.


"Mau sarapan apa?."tanya Agis.


"Sudah sarapan pagi ko sayang tadi sama Mommy dan Daddy."ujar Hendry .


"Heumm yang punya keduanya pasti seru setiap pagi ditemani sarapan oleh mereka."ujar gadis itu sambil tersenyum.


"Sebentar lagi juga akan menjadi orang tua kamu yang."ujar Hendry.


"Heumm."lirih Agista.


"Apa? ada waktu saya ingin bicara."ujar Agam.


"Tentu tuan."ujar pria itu.


"Mas Hendry ikut Daddy saja di ruang tamu agar santai ngobrolnya."ujar Agista.


"Heumm,,, tentu saja Sayang."jawab pria itu David naik pitam, namun pria itu tidak memperlihatkan itu di hadapan mereka semu.


Hawa dingin begitu menyeruak saat pria itu pergi.


Agis hendak beranjak pergi namun seketika itu dengan satu hentakan gadis itu kembali terduduk dengan sangat kasar.


...............................


"Tarik kembali seluruh saham perusahaan yang ada di perusahaan itu sekarang juga."ujar David.


"Apa? yang kamu maksud adalah perusahaan dia."ujar Agista bertanya.


"Kamu yang membuat keputusan."ujar David yang kini beranjak pergi.


"Tuan muda tunggu jangan kaitkan urusan pribadi dengan pekerjaan kamu ini kenapa? sih."ujar Agis yang kini sudah berada di samping David yang hendak membuka pintu.


"Aku tidak main-main Agista putri Agam kau yang memilih ini."ujar David tegas.


"Apa? maumu."tanya Agis.


"Menikah dengan ku atau kau pilih dia yang akan mengalami kebangkrutan."ujar David.


"Aku tetap pilih dia kami bisa mulai semua dari awal."ujar Agis.


"Sayang aku harus segera pergi ada masalah yang harus aku urus."ujar pria itu.


"Ya silahkan kalau ada apa-apa bilang padaku."ujar Agista.


"Siap sayang."ujar pria itu yang mengusap puncak kepala Agis.


"Kau pikir dia akan kembali setelah ini."ujar David.


"Dia akan kembali untuk pernikahan kami nanti."ujar Agis.


Agis pun hendak pergi. namun tangan kekar itu kembali menarik lengan Agis.


Aku akan pastikan kau akan merangkak di hadapan ku untuk memohon agar aku menikahi mu disaat semua orang tidak perduli lagi padamu."ujar David.


"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu selagi tangan dan kaki ini masih bisa bergerak bebas."ujar Agis tak kalah sengit.


David langsung pergi meninggalkan rumah Agis sementara sedari tadi Agam memperhatikan interaksi keduanya. Agam merasakan ada kejanggalan dibalik semua itu.


Agam pun langsung bertanya kepada putrinya itu. apa? sebenarnya yang terjadi diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Sayang bisa jelaskan sama Daddy ada hubungan apa? diantara kalian berdua."ujar Agam.


"Dia meminta Agis untuk menikah dengannya tapi Agis selalu menolak karena Agis sadar Agis tidak akan pernah bisa berada di sisinya perbedaan itu terlalu mencolok Daddy Agis bukan siapa-siapa dengan status Agis saat ini. Agis juga tidak ingin berurusan dengan mereka cukup dengan rasa sakit yang telah raya dan Vanya berikan. maafkan Agis Daddy Agis sadar Agis tidak seharusnya berada di antara kalian."ujar Agis yang langsung pergi meninggalkan Agam.


"Sayang Agis,,,tunggu Daddy tidak pernah membeda-bedakan kalian Daddy sayang Agis karena Agis putri Daddy, Daddy juga sayang mereka karena mereka keponakan Daddy. masalah kalian Daddy tidak akan ikut campur tapi Daddy sudah membela Agis dihadapan Daddy Rayan."ujar Agam.


Agista pun berbalik lalu berkata.


"Daddy tidak seharusnya melakukan itu karena bagaimanapun darah lebih kental daripada air, Agis bukan anak kandung Daddy jadi tidak perlu Daddy membela Agista semua itu hanya akan merusak hubungan antara kalian Agis cukup tau bahwa daddy selalu ada untuk Agis. Agis bahagia karena telah memiliki Daddy yang menyayangi Agis setulus hati."ujar Agista.


Agam menghampiri putrinya itu dan memeluknya erat.


Gadis itu adalah mutiara yang harus Agam jaga sebaik mungkin.


"Daddy sangat menyayangi Agis apapun yang terjadi Agis tetap putri Daddy dan tidak akan pernah ada yang bisa mengubah nya."ujar Agam sambil mendaratkan kecupan di puncak kepala putrinya itu.


"Hari ini Daddy akan menemani Agis menata barang-barang itu di Cafe Agis. Daddy juga akan membantu menata semua ini ."ujar Agam.


"Terimakasih daddy."ujar Agista.


"Agista tidak perlu mengatakan itu karena Daddy adalah Daddy Agista dan kedua adik Agis yang paling Agista sayang. sesekali temui mereka Daddy yakin mereka hanya sedang bingung dengan semuanya tapi percayalah jauh dari lubuk hati yang paling dalam mereka sangat menyayangi mu."ujar Agam.


"Agis tidak mau Daddy jika mereka memang menyayangi Agis mereka akan datang dengan sendirinya."ujar Agis.


Agam pun menghela nafas panjang.


Rasanya sungguh sangat menyakitkan kehilangan sebuah hubungan yang selama ini terjalin diantara ketiga putra putrinya itu.


Dulu rumah Agam selalu hangat dengan canda tawa mereka, sejak mereka kecil hingga tumbuh dewasa mereka selalu kompak selalu berbagi dan tidak pernah ada perbedaan yang mencolok sebagai saudara yang beda ayah ibu.


Mereka selalu satu tujuan karena selama ini Agam maupun Sherina kompak menyembunyikan status Agis dari seluruh anak keturunan keluarga mereka.


Hingga saat seseorang membocorkan rahasia besar itu dan dia mengadu domba mereka semua.


Agis adalah batu loncatan orang itu untuk menghancurkan seluruh keluarga yang selama ini memusuhi dirinya.


Keluarga besar yang begitu kompak dan tidak pernah ada celah untuk saling berseteru. sekarang mereka seakan terpecah belah. dan dia bisa tertawa bahagia diatas kekacauan yang terjadi saat ini.


Sementara itu kini Agis sudah pergi menuju cafe disana juga ada Weni yang tengah menunggu dirinya.


Semua pekerja tengah sibuk mengangkut barang-barang yang ada di rumah Agis yang kemarin iya beli.


Agis bahkan dibantu oleh Agam mengatur tata letak semua furniture yang ada di sana yang Agis beli untuk cafe yang kini dia beri nama.


Cafe N.A seperti Butiq yang ia kelola saat ini.


Dia menyingkat ini sial nama sang Mommy dan juga namanya atau nama Agam namun dia tidak ingin menjabarkan itu karena takut Haidar juga kecewa karena namanya tidak di ikut sertakan.


Saat mereka tengah sibuk beberes tata letak tiba-tiba saja Haidar dan Natali datang .


"Agis tidak mengundang Mommy dan Daddy untuk ini ahhh rasanya sedih sekali tidak diingat oleh putri kita."ujar Haidar dan Natali.


"Jika kalian merasa sebagai orang tua putri ku harusnya datang tanpa harus diberitahu putri kita mengurus semuanya sendiri mana sempat ada waktu untuk datang ke rumah nya untuk memberitahu kita."ujar Agam.


"Kan bisa telpon."ujar Natali.


"Handphone Agis rusak Mommy Agis tidak pegang handphone beberapa hari ini."ujar gadis itu.


"Owh ya ampun sayang apa? kita tidak keterlaluan putri seorang Natali tidak memiliki handphone tidak-tidak setelah ini kamu harus ikut Mommy belaja."ujar Natali.


"Ahhh,,, mulai deh kegilaannya ujar Agam yang tepok jidat. akhirnya mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Apa? kami juga dilupakan."ujar Argha dan Argan yang kini berdiri di samping sang Mommy.


Agista pun menatap sendu pada mereka bertiga sampai saat Sherina menghampiri putri nya itu dan memberikan pelukan erat dengan tetesan air mata.


"Maafkan mommy nak, Mommy tidak pernah tahu tentang semua yang terjadi padamu. Mommy pikir kamu benar-benar memutuskan untuk hidup mandiri bukan untuk menjauh dari kami karena hal itu."ujar Sherina yang kini menangis sesenggukan.


"Anggap saja seperti itu Mommy Agis yang salah karena telah mengira kalian semua akan membela dia yang merupakan ratu di keluarga kalian, Agis yang bukan siapa-siapa harus sadar diri."ujar Agista.


"Tidak-tidak Agista sayang kamu tetap putri Mommy putri kita berempat."ujar Natali.


Sudah-sudah yang tua mengalah dengan yang muda sekarang giliran kami yang meminta maaf kepada kakak kami yang cantik dan sangat baik hati dan tidak pernah sombong meskipun memiliki empat orang tua sekaligus."ujar keduanya kompak.


"Kalian ini, sepertinya sudah lama tidak kakak hajar."ujar Agista yang langsung memeluk keduanya.


Tangis Agista pecah saat kedua adiknya kembali kedalam pelukannya.


"Jangan pernah melupakan ku,,, meskipun kita tidak memiliki darah yang sama. kalian boleh membenci kakak tapi ingat kakak akan selalu merindukan kalian berdua! karena kalian adalah adik ku yang sangat aku sayangi sejak kalian masih didalam perut Mommy."ujar Agista.

__ADS_1


Kedua pria tampan itupun semakin memeluk erat kakak perempuannya itu.


__ADS_2