
Mereka pun sudah berada di dalam ruangan rawat Daisy.
Tampak wanita itu sudah siuman setelah hampir berapa hari ini koma.
"Mommy,,, ujar David yang menghambur memeluk sang mommy yang baru saja selesai dilepas dari seluruh alat yang menempel di tubuhnya, saat ini Daisy hanya dipasang infus setelah dokter mengatakan jika saat ini kondisinya sudah sangat baik.
"Sayang kamu disini."ucap Daisy.
"Ya mom, tiap detik aku mengkhawatirkan mommy."ujar gadis itu.
"Heumm,,, sayang mommy sudah jauh lebih baik bagaimana keadaan adikmu Raya."ujar Daisy.
"Dia baik-baik saja dan terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun."ujar David.
"Mommy, ingin bicara sesuatu pada kalian semua, tapi kalian harus janji terlebih dahulu pada mommy jangan bicarakan rahasia besar ini pada siapapun kecuali kita berempat."ujar Daisy.
"Apa? itu mommy."tanya Agista.
"Kalian ingat dengan Vivian, adik uncle Ricky."ujar Daisy.
"Tentu saja Mom."ucap ketiganya.
"Sudah dua kali dia bilang bahwa Raya yang selama ini berada di rumah kita, dia bukan Raya adik kandung mu, wanita itu bilang putri mommy hidup di luar negeri bersama dengan keluarga baru yang menemukan dia di jalan. apa? ucapan dia itu benar, bagaimana? jika semua itu adalah sebuah kebenaran mommy sungguh takut David mommy takut adikmu memang benar-benar berada di luar dan hidup menderita."ujar Daisy.
"Mommy tidak berhalusinasi kan, wanita itu sudah diusir dari rumah Aunty dan sudah lama tidak ada kabar."ujar David.
"Mommy sebenarnya sudah sadar sejak pertama dua hari yang lalu sayang meskipun masih sedikit mengalami kesulitan bernapas."ujar Daisy.
"Mommy jangan percaya dengan ucapan wanita jahat itu siapa tahu itu hanya karangan saja."ujar David.
"Begini saja aunty kita bisa mencari bukti yang kongkrit dulu, jika memang semua itu adalah sebuah kebenaran kita akan menyelidiki terlebih dahulu siapa? sebenarnya dalang dibalik semua ini."ucap David.
"Kamu benar sayang."ujar Daisy.
Sementara Agista masih mencerna semua yang mereka obrolkan apa? yang sebenarnya terjadi.
Sampai saat Rayan datang dia bilang bahwa seseorang sudah membawa Raya pergi dari rumah, dan Rayan menemukan sesuatu yang sungguh sangat mencengangkan.
ada beberapa foto yang membawa seseorang bayi baru lahir dari ruang bayi dan juga ada rekaman Cctv yang memperlihatkan bahwa seseorang telah menukar bayi milik Daisy dan Rayan yaitu bayi yang diberi nama Raya itu.
"Ini tidak mungkin, putri kita."ucap Daisy.
"Tenangkan dirimu sayang kita bisa mencari bukti yang kongkrit terlebih dahulu sebelum berasumsi."ujar Rayan.
"Daisy pun dilema saat ini dia begitu menyayangi Raya putrinya yang kini tengah hamil, meskipun dia merasa janggal dengan sifat Raya yang sama sekali tidak mencerminkan sifat dari kedua orang tua atau pun saudaranya.
"Daddy apa? yang selama ini kita besarkan bukan putri kandung kita, karena sifat Raya tidak mirip dengan ku atau dengan mu, dia itu arogan dan serakah dia juga suka mengambil perhiasan ku secara diam-diam meskipun selama ini mommy tidak pernah protes karena Daddy pasti tidak akan pernah percaya akan hal itu."ujar Daisy.
"Honey kapan aku tidak pernah percaya padamu, selama ini aku selalu percaya dengan semua yang kamu ucapkan."ujar Rayan.
"Tapi kau selalu membela putrimu itu."ujar Daisy.
"Maafkan aku honey, aku tidak pernah memikirkan bagaimana sifat ku selama dua puluh tiga tahun ini."ujar Rayan penuh penyesalan.
Sampai saat seseorang menghubungi Rayan, dan pria itu langsung pergi meninggalkan mereka setelah menitipkan Daisy pada ketiga nya.
"Mommy sebenarnya aku sudah merasa aneh sejak dia kecil tapi aku berpikir mungkin sifatnya seperti itu karena Daddy selalu memanjakan gadis itu."ujar David.
"Mommy harap semua ini segera mendapatkan titik terang, jika Ray tau mungkin dia akan sangat membenci Raya karena Ray selalu menyayangi kakaknya itu, meskipun sampai saat ini Raya selalu membuat dia terasingkan dari Daddy."ujar Daisy.
"Aku pulang dulu mom,,, sudah larut."ujar Agista.
"Ya sayang hati-hati di jalan."ujar Daisy.
"Heumm,,,"ucap Agista sambil tersenyum kecil.
Gadis itu masih sangat heran dan bertanya-tanya sebenarnya apa? yang terjadi saat ini.
"Agis tunggu Yank."ujar David.
"Ada apa? Yank.
__ADS_1
"Peluk dulu."ucap David.
"Aku kira apa?."ucap Agis.
"Jangan ngebut sayang ingat jaga keselamatan, aku akan menjemputmu besok."ujar David.
"Tentu."ujar Agista yang mendapatkan kecupan manis di bibirnya itu.
Gadis itu pun pergi meninggalkan rumah sakit tepat pada pukul tujuh malam, dia berjalan melewati lorong sendirian, tapi anehnya dia merasa ada yang mengikuti.
Agista sempat berhenti dan melirik kesana kemari namun tidak ada siapapun di belakang nya.
Gadis itu pun kembali fokus pada langkahnya hingga tiba di parkiran, Agista melihat seseorang yang baru saja pergi dari arah mobilnya.
Gadis itu pun mulai curiga dia memeriksa spion mobil dan juga ban mobil namun tidak ada yang berubah.
Akhirnya memutuskan untuk pergi menuju rumah kediamannya.
Agista masih membawa mobil dengan kecepatan normal hingga saat jalanan sepi itu benar-benar kosong melompong Gadis itu menambahkan kecepatan mobilnya itu.
Agista pun menyalakan musik namun tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah truk pengangkut pasir, Agista hendak menginjak rem. namun "Ahhhhhh tidak!!!!"
Bruk.....
Bruk...
Kecelakaan itu tidak dapat terhindarkan mobil Agis melayang menabrak bahu jalan dalam kondisi ringsek parah.
"Agis."ujar David yang tiba-tiba merasa tidak enak hati.
Sementara itu di dalam mobil Agis sudah bersimbah darah.
Benturan keras itu mengakibatkan dia kehilangan kesadaran .
Sampai orang-orang yang melintas langsung memanggil polisi dan ambulans.
Sampai berita kecelakaan itu langsung viral di jagat Maya, David dan juga Leon langsung berlari menuju tempat kejadian perkara namun sayang Agista sudah dilarikan ke rumah sakit.
Kedua pria itu langsung bergegas menuju rumah sakit yang di sebutkan oleh orang-orang yang sempat ikut menolong Agista.
Sesampainya di sana keduanya berlarian menuju IGD rumah sakit tersebut.
"Maaf ada siapanya korban."ujar seorang perawat yang kini menghadang jalan mereka berdua.
"Saya kakaknya tolong biarkan saya masuk."ujar gadis itu.
"Tolong isi data pasien di ruang administrasi dulu salah satu tolong hubungi pihak keluarganya yang lain karena saat ini keadaannya sangat kritis dan Dokter sedang melakukan pertolongan."ujar suster itu.
David masih terdiam saat ini pria itu benar-benar syok dan tidak bisa berjalan lututnya benar-benar lemas.
Sementara itu di ruang perawatan Daisy seorang wanita muda itu tengah berdiri sambil menatap tajam kearah Daisy.
....................................
"Kau sebenarnya siapa? dan apa? yang kau inginkan."ujar Daisy yang sedaritadi melindungi diri dari serangan Raya yang diduga Raya palsu.
"Aku ingin nyawa mu, karena kau sudah merebut Daddy ku dari ibu kandungku."ujar gadis itu.
"Apa? yang kau sebut aku tidak mengerti ."ujar Daisy.
"Kau pasti ingat pada Almira, dia adalah ibu kandung ku, dan kau yang sudah merebut Daddy Rayan ku, kau ingat saat suamimu pergi untuk menyelesaikan proyek di Bandung, saat itu dia kembali bertemu dengan mommy ku, dan dia tau satu hal bahwa mommy ku hamil tanpa status saat itu akulah anaknya dan Almira."
"Sementara anak mu yang kembar itu sudah dibuang oleh orang suruhan Rayan dia ingin membuang ku tapi mommy ku lebih cerdas dia menukarkan kami lebih dulu hingga akhirnya anaknya lah yang sebenarnya dia singkirkan anak kalian,,, hahahaha." tawa gadis itu begitu menggelegar.
"Itu tidak mungkin tidak!!."teriak Daisy.
"Tanyakan kebenaran itu padanya kau lihat wajah ku ini seberapa mirip dengan suamimu itu hingga kau tidak pernah sadar siapa? aku sesungguhnya."teriak gadis yang juga baru tahu kenyataan itu saat dia masih kuliah dulu saat itulah dia semakin menunjukkan taringnya.
Sementara itu Rayan kini mematung di belakang gadis itu sampai saat pria itu berhasil membekuk gadis yang kini hendak membunuh istrinya itu.
"Kau bukan putriku kau adalah putri seorang bajingan."ujar Rayan.
__ADS_1
Polisi datang membawa gadis gila itu.
"Tega kamu mas."ujar Daisy yang bahkan tidak mau disentuh oleh Rayan.
"Menjauh,,, jangan pernah kau mendekat, aku tidak ingin lagi melihat mu, kembalikan putriku kamu bajingan kembalikan putri ku!."teriak Daisy.
"Ada apa? ini kak kenapa? dengan mommy."ujar Agam.
"Dia sudah tahu kebenaran tentang dua puluh tiga tahun yang lalu Agam kakak memang jahat."ujar Rayan.
"Tapi semua itu tidak benar kan kak, apa? wanita itu benar-benar hamil anak kakak,,,, apa? dia."ucapan Agam terhenti dia tidak habis pikir dengan semua yang terjadi.
Rayan bisa terjebak oleh Almira hingga memiliki anak dengan wanita itu, dan bertepatan dengan itu mere berdua pun melahirkan, Daisy melahirkan anak kembar perempuan dan laki-laki saat itu Agista pun masih berada di rumah sakit karena kondisi Novita yang mengalami koma pasca melahirkan, dan tragedi itu terjadi dimana? putri Rayan dari Daisy ditukar dengan putri Almira dan putri Daisy di buang di pinggir jalan raya oleh Almira.
"Penjahat pergi menjauh jangan dekati aku, kembalikan putriku."ujar Daisy yang kini terlihat depresi.
"Sebaiknya cepat panggil dokter kak mommy tidak baik-baik saja."ujar Agam.
Agam berusaha menenangkan Daisy, sementara Rayan yang terlihat sangat kacau pun berlari mencari dokter.
"Mom tenang semua akan baik-baik saja, putri mommy akan segera ditemukan."ujar Agam yang kini memeluk daisy.
Sementara itu di rumah sakit dokter tengah berjuang untuk menyelamatkan nyawa Agista yang sedari tadi sudah banyak kehilangan darah.
Beruntung stok darah yang sama di rumah sakit itu masih ada.
Agam yang baru tahu kejadian itu dia langsung berlari tak karuan sambil menangis memanggil nama putrinya itu.
Dia baru dihubungi oleh Haidar setelah Agista sudah dua jam berada di dalam ruang operasi.
Keadaan begitu kacau air mata itu tumpah begitu banyak dari orang-orang yang sangat mencintai putrinya itu terutama Sherina yang selama ini menggantikan posisi Novita untuk Agista.
Wanita itu berulang kali tidak sadarkan diri, bayangan menakutkan itu selalu terlintas di pikirannya dia takut Agista pergi sebelum dia benar-benar menebus semua rasa bersalahnya setelah kepergian Agista dari rumahnya waktu itu.
Sherina merasa berdosa karena tidak bisa memenuhi janjinya terhadap Novita untuk menjaga Agista sesaat sebelum wanita itu bunuh diri.
Sementara itu di tengah kekalutan tepat di siang hari di sebuah negara yang memiliki perbedaan waktu yang lama itu, seorang gadis cantik yang kini baru keluar dari kantor tempat ia bekerja dan hendak makan siang dengan temannya itu.
Namanya Kimberly, dia hidup sebatang kara setelah kedua orang tua angkatnya itu tiada.
Kimberly hidup bahagia bersama kedua orang tua angkatnya semasa mereka hidup bersama, hingga dia sekolah di perguruan tinggi dengan jurusan arsitektur
Gadis itu lulus kuliah dengan nilai IPK tertinggi dan kini dia bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang jasa konstruksi.
Gadis tangguh itu mampu bersaing dengan karyawan lain yang sudah lama bekerja di sana.
Siapa? yang akan menyangka bahwa dia ditemukan di tengah jalan raya saat malam hari dan hampir tertabrak oleh mobil kedua orang tua angkatnya itu.
Sejak saat itu, bayi cantik dan menggemaskan itu menjadi sumber kebahagiaan bagi kedua pasangan yang tidak bisa memiliki anak itu.
Keduanya begitu bahagia dan saat ini juga mereka memutuskan untuk tinggal di luar negeri, karena tidak ingin ada yang merampas kebahagiaan besar itu dari mereka berdua.
Hingga saat mereka berdua hidup bergelimang harta, mungkin karena hoki dan tuhan memberikan kebahagiaan yang merupakan seorang putri bersama dengan rejeki yang berlimpah.
Usaha kecil-kecilan yang mereka bangun itu berkembang pesat, sampai dia bisa menyekolahkan putrinya itu ke perguruan tinggi, namun setelah mereka berdua tidak ada harta itu dirampas paksa oleh keluarga dari kedua angkat Kimberly.
Gadis itu hanya disisakan sebuah apartemen yang memang sudah atas nama gadis itu.
Surat wasiat terakhir mereka pun mengatakan tentang semua kebenaran bahwa Kimberly hanya seorang anak pungut.
Namun gadis itu tidak patah semangat, dia masih semangat menjalani hari-hari nya, meskipun tidak lagi dikelilingi oleh kebahagiaan.
"Gadis itu bahkan tidak pernah mengikuti pergaulan bebas yang selalu anak gadis seusianya lakukan, Kimberly masih taat beribadah seperti didikan orang yang selama ini membesarkannya.
"Beruntung tuhan mempertemukan dia dengan orang baik sehingga dia tidak hidup di jalanan.
Sementara itu di Indonesia, tepatnya di rumah sakit pada pagi harinya, keadaan Daisy sudah jauh lebih baik kini Anya yang mendampingi dia dan selalu menghibur bahwa semua akan baik-baik saja.
Sementara itu itu di rumah sakit lainnya, Agista yang kini masih berada di ruang ICU dia belum juga sadarkan diri semua orang bergantian ut berjaga di dalam ruangan tersebut.
Kini Leon sibuk mengurus David yang sampai saat ini belum membaik keadaan seakan kehilangan arah dan tujuan dia hanya diam membisu tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
"Mau sampai kapan? kamu terus seperti ini, apa? kau tidak kasihan padanya."kata Leon.