
Kini Agis sudah kembali berada di rumah Agam, setelah Haidar dan Agam membawa Agista pulang dari rumah sakit.
Haidar pun pamit tepat pada sore hari.
Dia kembali ke apartemen.
Sementara Natali yang baru kembali dari kantor seperti biasa dia akan bersih-bersih dulu sebelum menemui putra nya yang kini tengah menonton film bersama dengan kedua sepupunya itu.
Daisy sendiri masih sibuk mengurus suaminya yang juga baru kembali dari luar kota, setelah pergi dua hari yang lalu.
Pria itu tengah meninjau pembangunan hotel baru yang berada di luar kota.
Awalnya Rayan merengek meminta istrinya ikut bersamanya namun lagi-lagi Daisy beralasan jika kedua anak mereka tidak mungkin ditinggal dan jika pergi dengan mereka sudah pasti mereka meminta liburan dan itu tidak bisa dibantah dan akhirnya pekerjaan Rayan akan terbengkalai karena kedua anaknya itu.
"Wow sepertinya robot Yakuza sudah datang nih."ujar Natali.
"Mommy,,, Aunty bilang Mommy Yakuza."teriak Ray.
"Hahaha."Natali tertawa sambil lari terbirit-birit menuju meja makan. karena Ray sudah menangis.
Natali langsung pura-pura fokus sambil duduk di depan meja makan.
Saat dia membuka pesan wanita itu mendapati pesan dari seseorang yang semalam dia bantu.
"Aku tunggu di restoran di jalan xx"Vero.
Wanita itu hanya terdiam tak membalas pesan sama sekali.
Natali, bukan tidak mau tapi dia akan melihat seberapa serius nya pria ini. dia ingin melihat apa? pria itu akan menunggu saat dirinya benar-benar datang terlambat.
Sampai waktu menunjukkan pukul tujuh malam, wanita itu tidak kunjung datang.
Pria itu sudah menunggu selama dua jam lebih hingga pelayan itu menawarkan dia berkali-kali untuk memesan makanan namun Haidar terus saja bilang nanti, hingga akhirnya seseorang datang.
"Maafkan saya tuan, saya diminta oleh Nona Natali untuk menemui anda agar anda tidak menunggu nya."ujar si brondong.
"Dimana? dia sekarang."ujar Haidar datar.
"Beliau sedang berada di salon kecantikan."ujar si berondong dengan sengaja.
"Bilang padanya jika tidak ingin bertemu dengan ku, tidak masalah aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas bantuannya kemarin."ujar Haidar yang langsung beranjak pergi.
Natalia yang kini menghadang jalan Haidar tampak sedikit merasa tidak enak hati.
__ADS_1
"Maafkan aku terlambat datang."ujar wanita itu.
"Tidak apa-apa,,, lagi pula aku tidak punya arti apa-apa di hatimu."ujar Haidar yang hendak pergi.
Natali langsung memegang pergelangan tangan Haidar Haidar benar-benar melangkah kan kakinya.
"Vero,,, maaf."ujar Natali.
Pria itu hendak melepaskan genggaman tangan Natali namun Natali kembali berkata.
"Aku sudah minta maaf, katakan padaku agar kamu mau memaafkan aku."ujar Natali.
Pria itu tidak berkata apapun dia langsung pergi begitu saja.
"Vero please."ujar Natali yang kini benar-benar menyesal
Namun pria itu tetap berjalan pergi meninggalkan Natali yang kini mematung sambil menitikkan air mata.
Natalia pun melangkah pergi dari tempat nya menuju mobilnya.
Sampai saat dia masuk kedalam mobil, Haidar sudah pergi meninggalkan halaman parkir restaurant tersebut.
Natali pergi meninggalkan rumah restauran tersebut.
Pria itu benar-benar merasa tidak dihargai sama sekali hanya karena perbuatan tercela nya dimasa lalu.
"Andaikan kamu bisa bertahan Yank,,, mungkin saat ini aku bisa menebus dosa-dosa ku padamu."ujar Haidar.
Berapa kali pun Haidar mengeluh pada takdir Novita tidak akan pernah kembali.
Sekarang yang ada hanya penyesalan, seperti rasa sesal Novita yang telah mengkhianati Agam, bahkan pengkhianatan itu lebih menyakitkan dari pengkhianatan yang dilakukan oleh Haidar.
Tapi besar atau pun kecil pengkhianatan tidak bisa dibenarkan.
Haidar pun kembali ke dalam mobil dia melaju pergi meninggalkan danau tersebut.
Setibanya di apartemen Haidar langsung masuk kedalam kamar pira itu langsung berbaring di atas ranjang nya.
Haidar menatap langit-langit mengenang masa lalu nya bersama dengan seseorang.
Sementara, Natali kini tengah menangis sesenggukan di dekapan Rayan.
Sepulangnya dari restaurant dia langsung berlari ke arah Rayan yang menatap nya heran, lalu bertanya pada Natali apa? yang terjadi.
__ADS_1
Tapi wanita itu malah menghambur memeluknya. Sambil menangis sesenggukan sambil bicara persis anak kecil dia mengadakan semua itu pada Rayan.
Sementara daisy mengusap-usap bahu Natali agar wanita itu bisa tegar dan tidak menangis seperti anak kecil lagi.
"Sudah-sudah nanti kita bicara kan ini baik-baik."ujar Rayan.
"Dia tidak mendengarkan permintaan maaf ku, dia bahkan tidak merespon sama sekali. aku sadar aku sudah sangat keterlaluan tapi aku sudah minta maaf."ujar Natali.
"Mungkin dia butuh waktu."ujar Daisy.
"Heumm,,, istriku benar, mungkin jika ini terjadi padaku pun aku akan melakukan hal yang sama."ujar Rayan.
"Benarkah itu."ujar Daisy yang kini menatap Rayan.
"Jangan marah Yank, aku hanya mencontohkan tapi jika yang aku tunggu adalah dirimu aku tidak akan pernah marah, aku bahkan sudah menunggu mu kembali selama tiga tahun lebih yang apa? kamu lupa itu."ujar Rayan.
"Sayangnya itu benar."ujar Daisy.
"Kerabat mu di Inggris apa? kabar kenapa? tidak pernah menelpon atau datang."ujar Natali.
"Mereka terlalu sibuk, hingga sulit menentukan waktu untuk bertemu, tapi mungkin saat ini mereka sudah kembali dari Kanada."ujar Daisy.
"Tapi bukannya mereka di Inggris."kata Natali lagi.
"Mereka sering berpergian untuk waktu yang cukup lama karena mereka tidak hanya punya satu rumah, tapi ada di beberapa negara."ujar Daisy.
"Heumm begitu."ujar Natali yang tanpa sadar sudah melupakan semua yang terjadi padanya tadi.
"Sudah sebaiknya sekarang kamu makan lalu segera istirahat. mungkin Leon juga sudah tidur, besok kita akan mengantar dia ke sekolah barunya ."ujar Daisy.
"Aku tidak berselera untuk makan aku mau langsung istirahat saja."ujar Natali yang kini merasa sangat lega dan tidak ada beban setelah melepaskan kegelisahan hati nya.
Natalia pun pergi menuju kamar nya dengan menggunakan lift dia tinggal di lantai empat.
Sementara itu, di apartemen pria itu sedang memasak steak. untuk makan malam yang sudah terlewat.
Meskipun rasanya malas untuk makan, tapi dia tetap harus menjaga kesehatan tubuh nya.
Setelah steak itu jadi Haidar langsung menghidangkan itu di piring.
Dia juga menyiram steak Wagyu tersebut dengan saus barbeque yang ada di lemari pendingin.
Haidar membawa itu keatas meja dimana di sana juga sudah ada salad sayuran yang cukup untuk mengisi perutnya saat ini.
__ADS_1
"Andaikan ada teman makan."gumamnya lirih.