Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#lebai#


__ADS_3

"Terserah kamu yang tapi disini juga sudah ada orang yang bisa melakukan semuanya itu, jadi tidak perlu repot."ujar Haidar.


Mereka pun turun bersama setelah semuanya selesai bersiap untuk pergi ke kantor karena kedua baby sitter di rumah itu sudah membantu mereka untuk menyiapkan kedua anak mereka yang akan pergi sekolah dengan bantuan sopir.


"Duduk lah sayang biar mereka yang mengurus Agis dan Leon pagi ini kita tidak punya waktu banyak."ujar Haidar.


"Tidak apa,,, mas aku bisa pergi sendiri dengan taksi jika kamu sudah terlambat."ujar Natali sambil mengisi piring milik Haidar.


"Cukup Yank, segitu saja." ujar Haidar saat melihat Natali hendak mengisi nasi di piring nya kembali.


"Maaf aku tidak tahu Yank."ujar Natali.


"Tidak apa-apa Yank, nanti juga terbiasa, kita akan belajar semuanya bersama-sama."ujar Haidar.


"Terimakasih karena sudah mau mengerti."ujar Natali.


"Sama-sama ayo dimakan."ujar Haidar.


"Iya mas."ujar nya.


Mereka pun makan bersama dengan kedua anak mereka yang sedari tadi terlihat tetap anteng menikmati makanan lezat itu.


Sampai semua orang selesai sarapan pagi mereka langsung bersiap untuk beraktivitas di luar dan berangkat dengan mobil masing-masing sementara saat ini kedua anak mereka diantar oleh Baby sitter dan juga sopir yang disediakan oleh Haidar natalis sendiri yang tadinya ingin pergi dengan taksi kini dia berangkat ke kantor dengan Haidar suaminya.


Sepanjang perjalanan mereka selalu berbincang mengenai pernikahan mereka kedepannya akan bagaimana.


Dan, Natalia yang merasa tidak sesempurna seperti wanita lain karena tidak bisa memasak dan melakukan aktivitas lain sebagaimana mestinya seorang istri.


Wanita itu sedikit mengeluh namun Haidar terus meyakinkan Jika mereka bisa melewati itu semua karena Haidar tidak mencari pembantu rumah tangga.


Dia mencari istri yang baik, yang bisa menerima dia apa adanya dan juga saat di mana kondisinya sudah sudah tak lagi sama seperti saat ini suatu hari nanti.


Haidar berharap Natalia akan tetap setia sampai mereka tua nanti, dan bisa dikaruniai anak.


Dan jika pun tidak bisa, dia akan tetap pasrah dan tetap fokus untuk membesarkan kedua anak mereka. itu saja sudah membuat mereka bahagia.


Tapi jika Tuhan memberikan tambahan keturunan itu adalah sebuah anugerah terbesar untuk Haidar.


Haidar ingin semuanya bisa terkontrol, dan tetap sejalan dengan visi misi mereka saat akan menjalani hidup berumah tangga.


Haidar tidak ingin menyakiti siapapun untuk keinginan terbesarnya yaitu memiliki anak.


Haidar juga akan selalu bersikap santai agar istrinya tidak tertekan jika suatu saat nanti ia tidak bisa memberikan anak kepada Haidar.


Karena Natali usianya di atas Haidar dan mengenai kesuburan wanita rata-rata di bawah 40 tahun setelah 40 tahun ke atas mungkin sedikit berkurang dan Haidar sudah tahu akan hal itu jadi dirinya tidak akan menuntut Natali.


Jika pun dia tidak ingin memiliki anak seperti almarhum Novita dulu saat bersama Agam dan saat dia ingin memiliki anak Novita malah terkena masalah dengan kesehatannya.


Sekarang yang Haidar inginkan adalah bahagia dalam menjalani rumah tangganya bersama dengan wanita yang ia cintai wanita kedua setelah Novita.


Bukannya Novita tergantikan tapi Natali memiliki tempat lain di hatinya. karena biar bagaimanapun Novita adalah Cinta pertamanya dan istri pertama bagi Haidar.


Jadi posisinya masih tetap sama di hati Haidar meskipun kini ada Natali juga yang mengisi relung hati kosongnya itu semoga rumah tangga mereka senantiasa diberikan kebahagiaan yang hakiki.


Sesampainya di kantor Natali, Haidar langsung membukakan pintu untuk istrinya.


Natali turun dan mereka saling memeluk setelah itu Natali mencium punggung tangan suaminya. Haidar berjalan buru-buru menuju mobil untuk segera berangkat ke kantor. karena sudah ditunggu oleh rekan bisnis yang akan melakukan meeting penting.


Sesampainya di kantor Haidar langsung disambut para karyawan yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. bahkan tumpukan kado dan juga beberapa buket bunga ia dapatkan dari seluruh karyawan yang ada di sana.


Haidar pun mengatakan jika saat ini ia akan memberikan bonus pada seluruh karyawan termasuk OB atas rasa syukur karena telah mendapatkan istri yang baik seperti Natali.


Hari ini setelah meeting rencananya mereka akan makan bersama di kantin kantor seluruh karyawan yang ada di sana sangat gembira saat mendengar kabar baik dari bosnya itu.


CEO muda yang tampan itu selalu memberikan kejutan untuk mereka. jadi semua yang bekerja di sana tidak ada yang namanya tidak semangat mereka semua selalu kompak dalam bekerja dan selalu memperbaiki yang salah bersama-sama.


Jadi selama Haidar memimpin perusahaan itu mereka tidak pernah merasa kecewa atau pun membesar-besarkan masalah kecil.


Mereka selalu bekerja sama dari mulai pegawai yang paling rendah hingga staf yang paling tinggi di perusahaan itu tidak perlu marah-marah seperti kebanyakan pemimpin lainnya.

__ADS_1


Dia hanya butuh sosialisasi dengan seluruh pegawai setiap kali ada masalah yang harus dibicarakan bersama seperti meeting ataupun makanan siang bersama membahas semua masalah dengan kepala dingin.


Dan itulah kunci kesuksesan bagi hidar selama ini tidak perlu mengeluarkan otot melakukan sesuatu hal yang merugikan sebagian pihak.


Mereka selalu mendiskusikan tentang semua hal dari mulai hal kecil hingga hal besar Haidar dikenal sebagai CEO yang sangat ramah terhadap karyawannya meskipun itu adalah OB sekalipun.


Haidar pun langsung pergi menuju ruangan meeting karena sudah ditunggu oleh para staf dan juga beberapa pemegang saham.


Alvi adalah asisten pribadi Haidar, dia menyambut Haidar didepan pintu masuk, setelah itu ia mengikuti bos nya masuk.


Haidar menduduki kursi untama seperti biasa kini meeting pun dimulai.


Hingga pukul sebelas siang meeting selesai seperti yang Haidar katakan tadi bahwa semua akan makan bersama untuk merayakan pernikahan nya.


Tidak hanya itu Haidar juga akan mengenalkan istrinya secara pribadi kepada seluruh karyawan perusahaan.


Natali tengah berada di dalam perjalanan, wanita itu dijemput oleh sopir yang Haidar tugaskan untuk menjemput istrinya itu.


Sesampainya di lobby kantor, Haidar yang sedari tadi menunggu istri cantiknya itu terlihat tersenyum bahagia menyambut istrinya.


"Sayang, apa? tidak menggangu pekerjaan mu."ujar Haidar.


"Tidak,,, aku juga baru selesai meeting tadi."ujar Natali.


"Heumm,,, benarkah."ujar Haidar.


"Biasa aja kali yang."kata Natali sambil mengelus rahang suaminya itu.


"Rindu tidak Yank,,"bisik Haidar.


"Apa sih bahas itu di sini, sudah ya sekarang aku harus ngapain aja honey."ujar Natali.


"Temani kami makan, seluruh karyawan ku ingin mengenal mu love."jawab Haidar.


"Heumm baik'lah."ujar Natali.


Mereka pun berjalan menuju kantin karyawan yang ada di lantai bawah, mereka semua tersenyum ramah menyambut Natali yang sangat cantik dan elegan meskipun tidak menggunakan makeup berlebih.


"Selamat siang semua, saya perkenalkan istri saya pada kalian dia adalah nyonya Natali istri saya pemilik perusahaan GWN Group."ujar Haidar.


"Siang Bos selamat datang Nyonya Natali senang bertemu dengan anda."ujar seluruh karyawan kompak.


Beberapa orang karyawan penting memberikan buket bunga mawar , Lily dan juga masih banyak yang lainnya.


"Thank you for all, semoga semua sehat selalu dan bisa bekerja dengan baik. untuk kedepannya kita akan segera bekerja sama dan saya harap kita bisa menjadi partner bisnis yang baik."ujar Natali.


Sambutan pun berakhir, kini semuanya berpesta pora bahkan beberapa karyawan ada yang bernyanyi sambil bermain gitar untuk menghibur mereka setelah selesai makan siang bersama hari ini karyawan bebas tidak mengikuti aturan yang berlaku.


Haidar pun masih menikmati makan siang bersama dengan istri tercinta nya.


Rencananya besok mereka akan pergi berbulan madu bersama dengan kedua anak mereka itupun jika Rayan tidak membawa Leon ke Mension karena Rayan bilang saat mereka bulan madu sebaiknya jangan membawa anak mereka karena akan menggangu apalagi Agista yang selalu heboh dan tidak mau kalah dari Natalli.


Dia selalu ingin diperlakukan seperti Mommy nya itu.


Sampai saat Haidar kembali dari kantor bersama dengan Natali kedua pengantin baru itu ingin menikmati waktu di rumah mereka sebelum pergi untuk berbulan madu.


Saat mereka sampai di rumah ternyata Agista tidak pulang ke rumah itu, dia dijemput oleh Agam dari sekolah nya.


Sopir bilang Agam akan pergi ke Italia bersama dengan keluarga kecilnya itu karena mendapat undangan dari Matteo untuk merayakan anniversary Matteo.


Sekaligus bibi dari Sherina ingin menyerahkan rumah peninggalan sang Omah yang memang sudah seharusnya jatuh pada Sherina, sebagai cucu tertua keluarga Dimitri.


Haidar hanya mengangguk saat Agam menghubungi dan meminta izin padanya untuk membawa Agista, karena mereka pergi akan sedikit lebih lama jadi tidak mungkin meninggalkan Agis di Indonesia lebih lama karena gadis kecil itu lebih nyaman tinggal bersama dengan Agam dan Sherina.


Haidar pun menutup panggilan setelah Agam selesai berbicara dengannya.


"Ada apa? heumm, kok lemes gitu kayaknya."ujar Natali.


"Putri kita akan pergi ke Italia."ujar haaidar lesu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mungkin hanya sebentar saja."ujar Natali sambil mengalungkan tangannya di leher Haidar yang kini tengah berdiri sambil bersandar di meja kerjanya.


"Dia putri ku tapi lebih suka tinggal bersama dengan Daddy nya yang lain padahal aku juga sangat menyayangi dia."lirih Haidar.


"Sayang Agis belum mengerti hal itu sepenuhnya jadi biarkan dia bahagia dimana pun dia ingin Tinggal yang jelas saat ini kamu hanya perlu mengawasi nya, dan memastikan apakah dia selalu baik-baik saja."ujar Natali lembut.


Haidar merangkul pinggang istri nya yang kini berada di hadapan tubuh mereka benar-benar rapat perlahan tapi pasti wajah keduanya mendekat dan kemudian mereka berciuman.


Ciuman itu terus terjadi berulang kali hingga keduanya hampir kehabisan oksigen.


Haidar langsung membawa istrinya itu masuk kedalam kamar utama.


Di sore hari yang cerah itu keduanya melakukan ritual pengantin baru.


Mereka benar-benar hanyut dalam buayan cinta yang begitu memabukkan itu, hingga percintaan itu terus berlanjut sampai saat waktu makan malam tiba.


Sementara Leon, sudah menunggu kedua orang tuanya yang kini tengah membersihkan diri bersama di dalam kamar mandi yang ada di kamar utama itu.


"Aku tidak ingin pergi berbulan madu Yank, jika anak-anak kita tidak ikut, aku sedih saat kita bersenang-senang berdua mereka malah sedang menunggu kita di rumah."ujar Natali.


"Ya sayang sebaiknya kita batalkan saja."ujar Haidar.


"Tiket itu berikan saja pada si brondong untuk liburan sendiri siapa? tau dia sudah punya pacar."ujar Natali.


"Tidak, setau aku tidak ada jangan lah yang kasihan dia akan sendirian di sana."ujar Haidar.


Natali sudah menganggap si brondong seperti saudaranya sendiri jadi dia tidak pernah pelit pada pria tampan itu.


Dia adalah asisten pribadi Rayan di rumah pria tampan dan baik hati itu sebenarnya lulusan sarjana hukum namun karena satu dan lainnya dia enggan untuk melamar pekerjaan di prima hukum. karena dia sendiri meragukan kinerja nya setelah sekian banyak persaingan yang ketat dan jauh lebih baik dari dirinya.


Sementara gaji yang Rayan berikan pun sudah bisa menghidupi kedua orang tuanya bahkan sudah bergelar haji.


Pria yang bernama lengkap Irawan Hadi itu lebih memilih untuk menanggalkan cita-citanya.


"Aku sudah berjanji jika dia menikah nanti akan aku adakan pesta pernikahan yang meriah untuknya."ujar Natali.


"Heumm kalian dekat sekali."ujar Haidar sedikit merasa iri.


"Ahh,,, aku lupa putra ku menunggu ku dibawah"ujar Natali.


Wanita itu langsung mengalihkan pembicaraan.


"Putra kita Yank."ujar Haidar yang kini merangkul dan mengecup tengkuk istrinya.


"Yang kamu itu iseng banget sih."ujar Natali sambil mencubit perut Haidar yang keras itu.


"Ah,,, sakit Yank."ujar Haidar.


"Heumm,, lebai banget."ujar Natali sambil berjalan meninggalkan Haidar yang kini tersenyum manis.


"Tunggu jangan buru-buru bukanya pengantin baru itu selalu jalan berdempetan."goda Haidar.


"Tentu saja tidak."ujar Natali.


"Masa sih Yank, ujar Haidar yang kembali merangkul istrinya itu.


"Yank,,, kamu berlebihan ih mana ada yang kaia gitu. kalau setiap pengantin baru jalannya berdempetan bisa mati kelaparan dong ah gak bener tuh sedang kita harus bekerja untuk mencari sesuap nasi,,, cih ela sesuap nasi mirisnya."ujar Natali sambil terkekeh geli.


"Gak gitu juga sayang ku, mungkin hanya perumpamaan."ujar Haidar.


Haidar pun merasakan sesuatu yang berada dari kedua pernikahan nya. jika Novita suka kelembutan dan perlakuan romantis, berbeda dengan Novita.


Wanita itu terlalu simpel dan tidak suka hal yang dibilang anak muda lebai.


Sampai saat mereka makan malam bersama hanya bertiga kali ini karena Agista sudah tidak di rumah itu lagi.


Haidar dengan sengaja menyuapi Natalia. wanita itu sempat ragu tapi kemudian dia mau menerimanya bahkan sempat minta persetujuan pada lain dan Leon yang mengangguk mengerti apa yang dimaksud dengan ibunya itu.


Haidar sendiri tersenyum karena dia berhasil mengerjai istrinya di depan anaknya yang saat ini sedang tersenyum kearah mereka berdua.

__ADS_1


Natali sebenarnya adalah seorang pemalu jika di hadapan dengan Leon. karena dia adalah putranya yang mandiri dan begitu pengertian selama ini bahkan Leon sering memberikan nasehat kepada ibunya sendiri meskipun nasehat kecil yang dia pahami.


__ADS_2