Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Sulit#


__ADS_3

Agista tetap ngotot ingin pergi, hingga dia menelpon Agam untuk membuatkan paspor untuk dirinya.


Sementara Leon berusaha meyakinkan Agam bahwa Agis baik-baik saja di sana.


Agista pun langsung bergegas pergi menuju kamarnya dia mengunci diri disana.


Leon tau Agista sedang merajuk karena sejak kecil Agista akan melakukan hal itu jika dia sedang marah.


"Agis buka pintu sayang jangan seperti ini kakak ingin bicara."ujar Leonardo.


"Agista."ujarnya lagi.


Agista tidak kunjung menjawab saat ini, karena dia sedang berada di dalam kamar mandi dan tengah mengisi bathtub-e.


Agista pun lanjut berendam setelah bathtub-e terisi dengan air hangat dan sabun aroma terapi.


Gadis itu memejamkan mata dan saat ini dia teringat dengan kejadian tadi, dimana dia sangat merasa kesal karena wanita itu merasa diabaikan. Agis berpikir bahwa Leon sengaja ingin membalas dendam atas perlakuannya dulu saat ia menjauh dari seluruh keluarga gara-gara perbuatan Raya.


Namun setelah selesai berendam, gadis itu pun melupakan semua kekesalan itu. mungkin karena sudah merasa nyaman.


Agista pun memakai pakaian nya, dia pun mengeringkan rambut dan menggunakan makeup.


Setelah selesai berdandan gadis itu mengemas semua pakaiannya kedalam koper.


Gadis itu pun keluar dengan membawa kopernya.


Agista berencana untuk pergi ke luar dan berlibur di hotel berbintang yang ada di negara itu.


"Sayang kamu mau kemana! Agis kakak tidak akan biarkan kamu pergi."ujar pria itu.


"Apa? sih kak Agis hanya ingin menikmati pemandangan kota New York saja dari hotel yang terkenal itu, daripada disini ganggu kesenangan kakak."ujar Agis.


"Agista kamu bicara apa? heumm."ujar Leonardo dengan nada tinggi.


"Aku hanya sadar diri kak aku tidak punya tempat disini oleh karena itu taman dan jalan adalah tempat yang pas untukku."ujar Agista yang langsung pergi.


Leon mengikuti Agista sambil terus berbicara. Agista tidak perduli dengan kata-kata Leon saat ini yang dia pedulikan saat ini adalah dia ingin segera pergi dari rumah itu.


"Agista stop!!."ujar Leon.


"Kakak yang Stop ngikutin aku."ujar Agista yang langsung berlalu sambil menarik kopernya.


Namun Leon tidak tinggal diam dia langsung meraih kunci mobilnya dan berlari ke arah mobil tersebut untuk segera pergi menyusul Agista.

__ADS_1


Agista pun sudah hampir sampai di depan gerbang, namun tidak sempat keluar gerbang karena Leon langsung meraih tangan nya membawa dia masuk kedalam mobil.


Leon berniat untuk mengajak Agista untuk pergi jalan-jalan agar Agista tidak marah lagi dan mau memaafkan dirinya.


Dinegara itu Agis tidak mengenal siapapun.


"Aku mau menginap di hotel yang super mewah."ujar Agista.


"Untuk apa? Agis cantik, Mension mu masih punya banyak kamar jika kamu ingin yang seperti itu aku bisa mengganti barang-barang itu untuk mu."ujar Leon.


"Tidak mau aku hanya ingin menginap di sana."ujar Agista tetap kekeuh.


"Iya-iya baiklah-baiklah terserah kamu saja."ujar Leonardo.


Leon pun melajukan mobilnya menuju hotel yang Agista inginkan.


Sampai saat tiba di sana Leon langsung memesan dua kamar untuk mereka.


Setelah itu ia pun mengajak Agista bersiap siap-siap.


Sementara itu secara kebetulan hotel yang David booking pun adalah hotel yang sama dengan Agista.


Entah apa? jadinya jika mereka bertemu nanti.


Agis kini bisa merasakan semua itu sendiri. sampai dia merasa malas untuk pergi dari atas ranjang itu.


Bukan karena kemewahannya tapi dia memang sudah mengantuk berat.


Saat Leon datang ke kamar Agista bahkan gadis itu begitu teledor karena tidak mengunci pintu lebih dulu.


Leon pun duduk di sana sambil mengerjakan sesuatu di ponselnya itu.


Agista masih tetap tidak terganggu dengan panggilan dari Leon hingga keesokan paginya Leonardo pun kembali untuk mengajak dia untuk sarapan pagi tapi ternyata gadis itu sudah tidak berada di dalam kamar itu.


Leonardo langsung melakukan panggilan video saat itu juga dan saat Agista mengangkat panggilan tersebut tampaklah gadis itu tengah menikmati sarapan pagi di lantai bawah.


"Kenapa? tidak beritahu aku dulu jika ingin turun."ujar Leon yang terlihat khawatir.


"Aku sudah tidak tahan perutku keroncongan."ujar gadis itu.


"Heumm tunggu aku disana."ucap Leon.


"Ya."balas Agista.

__ADS_1


Gadis itu kembali menikmati breakfast nya, dia tidak peduli dengan Leon yang akan marah. yang penting saat ini adalah perutnya.


Gadis itu bahkan sudah menghabiskan satu porsi steak Wagyu dan juga salad wanita itu ingin makan banyak saat ini sekaligus dessert yang ada di sana, diatas meja Agista.


Tidak sampai berapa lama gadis itu pun selesai dengan sarapan paginya.


Sementara Leon baru datang seakan jarak lantai itu berkilo-kilo meter, padahal cukup tiga menit sudah sampai dengan menggunakan lift.


"Sudah selesai sarapan pagi nya sayang, kakak semalam datang ke kamar mu untuk mengajak mu makan malam, tapi kamu seakan tengah pingsan dan tidak mendengarkan kata-kata ku."ujar Leon.


"Yank... kamu disini."ujar David yang ternyata baru turun setelah tiba tadi subuh.


Agis hanya terdiam, bagaimana bisa mereka bertemu di negara itu.


Mungkinkah Amerika adalah negara tempat mereka melangsungkan bulan madu.


Agista bangkit.


"Kakak sarapan pagi di kamar kita saja aku temani."ujar Agista pada Leon.


"Agista, sekali ini saja dengarkan aku."ujar David.


David kini menahan Agista untuk tetap duduk di sana.


"Juan muda kita tidak ada yang perlu dibicarakan karena kita tidak lagi memiliki kerjasama apapun, dan istri anda sendiri yang membatalkan itu."ujar Agis.


"Aku tidak akan membahas tentang itu."kata David.


"Selain itu tidak ada pembahasan lain lagi."ujar Agis yang kini langsung bergegas pergi.


"Kenapa? begitu sulit untuk menggapai mu Agista,,,"ujar David.


"Kamu sudah membuat dia terluka, jadi rasa itu tidak akan pernah bisa hilang semudah itu."ujar Leon.


"Agis akan sulit untuk memaafkan orang yang sudah membuat dia terluka kecuali kamu benar-benar membuktikan keseriusan itu untuk memperbaiki semuanya."ucap Leon lagi.


"Apa? dia tau bahwa aku batal menikah, karena aku memang tidak pernah menginginkan wanita itu."ujar David.


"Dia datang disaat kamu tengah mempersiapkan semuanya hingga kini aku tidak pernah membicarakan tentang mu."ucap Leonardo.


"Leon apa? kau juga mencintai adikmu sendiri."ujar David.


"Dia adalah adik kita semua. bukan hanya aku laki-laki manapun pasti menyukai dan mencintai dirinya ."

__ADS_1


__ADS_2