
"Mom, jangan pergi karena kita harus pulang, mommy, harus ikut kami jika tidak kak Rayan, akan membuat kami, hidup sebatang kara"ucap Agam.
"Jangan hari ini sayang, mommy benar-benar punya acara, kalian berdua duluan saja, nanti mommy nyusul"ucap Daisy.
"Baiklah, tapi mommy janji nyusul aku"ucap Anya.
"Iya, mommy akan nyusul setelah selesai acara"kata Daisy.
Mereka pun mulai bersiap, Daisy menghidangkan sarapan untuk mereka sambil menyiapkan masakan yang akan mereka bawa pulang, untuk di hangat kan nanti.
Setelah selesai, menyiapkan semuanya, dan mereka pun, sudah siap, Daisy diam-diam memasukkan ponselnya kedalam koper, bersama kartu, dan uang pemberian Rayan yang tidak pernah ia gunakan.
Daisy, pun memasukkan semua barang-barang bawaan yang akan mereka bawa pulang, setelah selesai.
"Hati-hati di jalan ya sayang mommy, semoga selalu sehat dan bahagia"ucap Daisy.
"Mommy juga jangan lupa datang, pas kakak nikah"ucap Agam.
Daisy hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis.
"Mom, jangan lupa pulang, aku tidak mungkin sendirian berada di pesta kakak"ucap Anya.
"Heumm, insyaallah sayang"ucap Daisy.
Dua hari lagi, Rayan, akan menikah, saat ini mungkin mereka akan melakukan sesi pemotretan, untuk prewedding, sementara Daisy, tiga hari kedepan ada acara perlombaan mengaji, bersama dengan anak-anak desa sebelah, dan akan selesai tiga hari kedepan, tepat saat Rayan menikah, Daisy, berada di ketinggian, bersama dengan para santri yang akan mengumandangkan adzan di atas bukit yang tinggi itu, sebagai pengingat dimana pun kita berada, disana kita bisa menyampaikan kebenaran.
Sambil acara berkemah, setelah pengajian, selesai.
Daisy pun berangkat bersama tim, di susul oleh Riki, yang baru selesai bekerja, dia adalah pegawai negeri sipil, Riki, juga yang mengadakan acara itu dan para pengurus desa, meskipun hadiah yang disiapkan tidak seberapa, tapi mereka, begitu antusias karena mereka ingin unjuk bakat.
Daisy, sudah sampai di desa sebelah, dengan menggunakan sepeda motor, mereka berboncengan.
Daisy bersama dengan Yanwar, dan membawa ransel masing-masing.
mereka, beriringan riang gembira, sampai saat acara mulai digelar, Daisy dan teman-teman nya, sudah bersiap dengan busana muslim yang dia kenakan, saat ini Daisy, memakai cadar, wanita itu bahkan masih terlihat sangat cantik dengan balutan hijab dan cadar itu.
peserta pertama hingga nomor kesekian, sudah tampil, tiba giliran Daisy, gadis itu menggenggam Al Qur'an, di tangan nya hingga dia duduk di kursi yang tersedia di atas panggung, Yanwar dan Riki juga Dandi mengabadikan momen tersebut, hingga bait pertama terlontar dari bibir Daisy, suara yang begitu merdu, membuat semua orang terpana , mereka tidak ada yang bergerak, atau pun mengobrol, hingga bacaan ayat suci Al-Quran selesai dikumandangkan, Daisy pun lanjut membaca sholawat.
Jagat Maya, langsung booming, saat Vidio, itu di upload, ribuan komentar saling berdatangan, banyak kaum wanita dan pria mengatakan sangat kagum dengan penampilan dan bakat Daisy.
Sementara Anya dan Agam, yang sudah siap dengan sesi pemotretan karena mereka akan menjadi keluarga, Almira meminta itu, meskipun wanita itu merasa risih.
Anya, yang membuka ponsel nya pun, kini membulatkan matanya.
"Agam! mommy, wow... mommy wow, dia memang sungguh hebat, bidadari cantik kami" ucap Anya, sambil melompat-lompat dia, bahkan bahkan mengelilingi orang-orang yang ada di sana.
"Ada, apa? teriak-teriak begitu"ucap Almira.
"Mommy, ku hebat yes, aku mau belajar dari dia"ucap Anya, yang masih melompat-lompat kegirangan.
Rayan membuka ponsel, sambil menunggu giliran pemotretan, dia menatap lekat Handpone milik nya, sambil bergumam lirih"apa?ini acara yang kamu ucapkan kemarin malam Dy"ucap nya lirih, sambil tersenyum, tapi kemudian mengepalkan tangannya, Rayan berniat melakukan prewedding bersama dengan Daisy, tapi itu tidak terwujud, karena gadis itu bahkan tidak datang.
"Dy, jangan sampai kamu datang, saat aku sudah menikah, aku akan menghukum mu"ucap nya, lagi sambil berusaha untuk menghubungi Daisy, tapi tiba-tiba seseorang mengangkat panggilan tersebut.
"Halo, tuan, disini saya, Handpone milik nyonya di ada di koper nona Anya, dan ada kartu, juga amplop yang diperkirakan adalah sejumlah uang puluhan juta"ucap sang pelayan.
"Tolong simpan semua nya"ucap Rayan dingin.
"Apa? yang kamu lakukan Dy, baik'lah jika itu keinginan mu, maka kamu akan tau akibat nya"ucap Rayan.
__ADS_1
Rayan, kini termenung, hingga, acara pemotretan selesai, berkali-kali, Rayan ditegur oleh gadis, dan juga, fotografer, karena Rayan tidak tersenyum sedikit pun.
"Sayang kamu kenapa? sih,sulit sekali hanya untuk tersenyum saja, lihat lah, foto kita, tidak ada manis-manis nya, bahkan patung saja, sering ada yang tersenyum, kamu apa?" ucap Almira.
"Kenapa? tidak foto dengan patung saja"ujar Rayan ketus, dia langsung pergi bersama dengan Anya dan Agam.
"Kalian, harus jelaskan sesuatu"ucap Rayan yang kini masuk kedalam mobilnya, diikuti oleh Anya, dan Agam, mereka tidak perduli dengan panggilan , dari Almira, Anya dan Agam bahkan terlihat sangat puas, melihat wanita itu,kesel setengah mati.
Hingga saat tiba di depan rumah besar tersebut Rayan turun dengan terburu-buru diikuti oleh kedua adiknya, dan Rayan pun, memberikan kunci mobilnya pada sopir.
Pria itu terlihat sangat terburu-buru, dia langsung masuk lift, menuju kamar Anya di lantai dua, sampai di sana dia langsung melihat barang-barang yang, berada di dalam koper, anak nya.
"Anya, jelaskan ini apa? jelaskan semua ini apa?" ujar Rayan
Pria itu, wajah nya, begitu merah padam, karena sangat murka, bagaimana cara nya untuk menghubungi Daisy, jika Handphone yang Rayan berikan secara diam-diam pun sudah ada di sana, dan uang itu masih utuh, dan juga saldo, yang Rayan, kirimkan itu benar-benar utuh, lalu selama ini, uang siapa? yang dia gunakan.
"Dy, kamu benar-benar menguji kebenaran ku"ucap Rayan, pria itu langsung memerintahkan anak buahnya, untuk membawa Daisy, tapi Agam dan Anya bilang Daisy akan datang besok, hingga Rayan, membatalkan rencana tersebut.
"Berikan nomer pria itu"ucap Rayan.
"Tidak ada kak"ucap Anya.
"Dy, kamu bahkan tidak meninggalkan jejak panggilan itu sama sekali, mau mu apa? di"teriak Rayan.
Anya, yang melihat kakaknya frustasi, akhirnya, dia pun menelepon seseorang yang ada di kampung halaman Daisy, dia adalah ibu RT.
Anya, meminta ibu RT, menghubungkan pada nomor ponsel Riki, tapi sayang Bu RT, bilang, Riki dan Daisy, tidak bisa dihubungi karena di desa tersebut tidak ada jaringan telepon.
Anya, hanya tersenyum kecut, saat Rayan menatap tajam kearah nya.
.............................
Hari pernikahan pun tiba, mereka kini tengah berada di hotel, Rayan, yang seharusnya paling semangat, justru keadaan terbalik, Amira, begitu bersemangat, sementara Rayan, saat ini mengunci pintu kamar hotel nya, dia tidak ingin keluar, hingga seseorang yang berpostur tubuh yang sama, dan menggunakan masker dan kacamata, datang ke tempat ijab qobul, dia beralasan tengah terkena flu, jadi memakai masker dan kacamata, semua orang mengerti, saat pria itu sulit untuk diarahkan, dan tidak hanya itu, saat ijab qobul, pria itu bahkan bersuara layaknya orang yang terkena flu, hingga kata sah, menggema di ruangan tersebut, pria itu pun langsung membopong Almira kedalam kamar pengantin yang sudah disediakan, hingga saat pria itu membuka masker Almira, berteriak histeris, karena, yang menikah dengan nya, bukan lah Rayan, melainkan, selingkuhan dirinya, sekaligus selingkuhan ibu nya.
Daisy, pun menitikkan air mata, yang tidak seharusnya terjadi, karena biar bagaimanapun wanita itu tidak pernah punya hubungan serius dengan Rayan, mereka bahkan tidak bisa di sebut sebagai seorang kekasih, karena Rayan, pun tidak pernah berkata bahwa Daisy, adalah kekasih nya, meskipun pria itu, mengatakan bahwa ia mencintai Daisy, dan tidak boleh ada siapapun, yang ada di hati Daisy.
Daisy pun berbaring, di tempat tersebut dan memejamkan mata nya, hingga terlelap, tapi tapi genangan air mata di sudut, mata Daisy, tidak bisa membohongi pria, yang entah kapan tiba, dan bisa masuk begitu saja.
"Begini cara mu, untuk menghukum ku Dy, kamu bahkan dengan sengaja memanipulasi waktu, dan aku akan tunjukkan hukuman yang sesungguhnya nanti"ucap Rayan.
Pria itu, berbaring di samping Daisy memeluk erat tubuh, gadis cantik yang sudah membuat hari nya, didera rasa rindu.
"Sayang kamu begitu keras kepala, jika saja tadi kamu hadir di sana, sebelum ijab Kabul, mungkin, saat ini orang yang paling berbahagia adalah kita, tapi kamu selalu bersikap semau mu, kamu pikir, aku akan, menikah dengan wanita lain heeuh, tidak, semua itu tidak akan pernah terjadi, aku tidak ingin mengulang kesalahan yang pernah mommy lewati bersama dengan Daddy, hingga di akhir hayat nya, mereka harus terpisah, karena kehadiran orang ketiga"ujar Rayan.
Sementara itu di tengah pesta pernikahan, terjadi kegaduhan, sebab video syur, Almira, dan laki-laki yang kini mendampingi nya, dan Rayendra, murka, dia bahkan membubarkan pesta tersebut dan laki-laki yang menyamar itu, pergi begitu saja.
Rayendra pun mengira, bahwa Rayendra sudah pulang ke rumah nya, karena ras kecewa, yang teramat sangat.
Padahal pria itu tengah tertidur pulas sambil memeluk pujaan hati nya.
Sampai saat, Daisy, terjaga, karena tidurnya terusik, oleh seseorang yang ada di sampingnya, beruntung Daisy, tidak berteriak karena dia tau, aroma tubuh Rayan.
"Ray, apa? kamu sudah tidak waras, kenapa? kamu ada di sini"ujar Daisy.
"Ya aku gila karena dirimu di, karena dirimu yang tidak kunjung datang di hari pernikahan kita, kamu sengaja menjauh"ucap Rayan.
"Apa? kita"tanya Daisy.
"Iya Dy, kita yang seharusnya tadi menikah, tapi kamu bahkan tidak pernah mau mendengar kan suaraku, lagi bahkan, handphone, yang aku berikan padamu kamu diam-diam telah kamu , masukkan kedalam koper"ucap Rayan.
__ADS_1
"Bisa tidak bersikap dewasa, aku mau, tidur biar bagaimanapun, aku tidak peduli, aku ngantuk"ucap Daisy yang kembali berbaring dan tidur.
Sementara Rayan, tersenyum manis dan kembali memeluk Daisy.
Hingga pagi tiba, Daisy, sudah bangun dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua setelah membersihkan rumah.
"Dy, sayang aku harus pulang dan aku tidak mau tau kita harus kembali bersama-sama hari ini juga"ucap nya, yang seakan sebuah perintah.
"Pria itu pun, menyentuh makanan yang Daisy, sediakan untuk dirinya, hingga akhirnya selesai, Rayan pun, bersiap, tapi sebelum itu, dia memaksa, Daisy, untuk pergi bersama dengan nya.
"Sayang, cepat bersiap, setelah itu aku juga akan bersiap"ucap Rayan.
"Baiklah Sayang, aku akan bersiap, untuk tuan Rayan"ujar Daisy.
"Heumm, sudah pandai menggoda rupanya"ucap Rayan, sambil mencubit hidung mancung daisy, pria itu bahkan langsung mengecup nya, sekilas.
"Rayan!" jangan begitu, aku, tidak akan ikut jika kamu terus begitu"ucap Daisy.
"Sayang, semua karena aku sangat mencintaimu"ucap Rayan.
"Aku tau, tapi kita belum menikah"ucap Daisy lagi.
"Sesampainya di sana, kita akan segera menikah, jadi bersiaplah, dan bawa surat-surat lengkap data diri mu honey"ucap Rayan.
"Semua, ada di tempat kost, ku yang dulu"ucap Daisy.
"Aku akan meminta, orang ku untuk mengambil barang mu, seluruh nya"ucap Rayan.
Daisy, pun sudah siap, wanita itu tidak ingin Rayan, menunggu, setelah memastikan semua aman untuk ditinggal pergi akhirnya, Daisy, pun menitipkan rumah nya, pada Bu RT, Rayan pun merangkul pinggang Daisy hingga tiba di samping mobil, Rayan.
Pria itu, akhirnya membukakan pintu dengan sangat lembut dia, membantu gadis itu untuk masuk kedalam mobil nya.
Sementara di rumah besar Anya, dan Agam tengah harap-harap cemas, karena, Rayan tidak mengabari mereka sama sekali,kini mereka tengah sibuk mondar-mandir, termasuk para pelayan yang sedari tadi berada di luar, menantikan kehadiran tuan dan nyonya mereka.
Daisy pun, tertidur pulas di mobil, meskipun Rayan, sudah memintanya untuk, mengobrol santai bersama dengan nya, agar Rayan,. bisa sangat berkonsentrasi dalam menyetir.
Sampai satu jam kemudian, Rayan, memarkirkan mobilnya. di halaman Mension, tersebut.
Daisy, dibawa pulang oleh Rayan, Mension, milik Rayan, yang selama ini, hanya dibersihkan, rumah besar itu.
"Sayang bangun, sudah sampai"ucap Rayan.
Rayan, mengusap puncak kepala Daisy, dan beri kecupan hangat di bibir manis nya itu.
Daisy, yang terbangun pun, wanita itu melihat, Rayan, tengah tersenyum pada nya, senyum yang sangat bahagia.
Daisy pun turun, dari mobil dia tidak tahu bahwa, itu adalah rumah Rayan.
"Ray, ini rumah siapa?"tanya Daisy,.
"Rumah kita sayang, rumah ini milik mommy, yang diberikan padaku, untuk ku, setelah kita, menikah dan punya anak, dan menua bersama disini"Ucay Rayan.
"Terus, Anya dan Agam bagaimana?"tanya Daisy.
"Mereka akan ikut, kemana pun kita berdua pergi"ucap Rayan.
"Aku setuju' karena mereka hanya punya kita"ucap Daisy.
"Tentu"ujar Rayan.
__ADS_1
"Ayo, aku tunjukkan dimana kamar kita "ujar Rayan.
"Rayan, kita belum menikah"