Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Duka Natali#


__ADS_3

"Mommy pulang dulu sayang mungkin kita tidak akan berjumpa untuk beberapa waktu kedepan, tapi kamu jangan sedih Mommy akan segera kembali dengan kak Leon."ujar Natali sambil mengecup pipi Agista dengan uraian air mata.


Natalia pun pergi saat Agista terlelap, sementara Rayan yang dibangunkan oleh Daisy. dia langsung bersiap untuk mengantar Natali pergi begitu juga dengan Agam dan Anya.


Mereka akan pergi mengantar Natali, Natali benar-benar terharu saat melihat saudara nya kini sudah bersiap untuk mengantar keberangkatan nya dua koper besar semua barang-barang Natali sudah di masukkan kedalam mobil.


Sementara Agam pun kini menggandeng Natali, yang melangkah gontai menuju mobilnya.


"Bagaimana jika kamu gunakan jet pribadi saja biar lebih nyaman."ujar Agam.


"Terserah kalian saja yang jelas saat ini aku sudah tidak sabar ingin bertemu Mommy aku khawatir dengan keadaan nya."tangis Natali pecah.


Sampai saat Agam menghubungi seseorang lewat pesan singkat setelah melakukan panggilan singkat.


Begitu juga dengan Rayan yang meminta pilot pesawat jet nya untuk segera bersiap untuk penerbangan ke Amerika.


Sampai saat mereka tiba di bandara mereka pun menunggu di ruang tunggu.


Sampai saat seseorang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Ada apa? apa ada keadaan darurat."ujar gadis itu.


"Gini saat ini Natali sedang sangat bersedih karena Aunty masuk rumah sakit dan sudah dua hari belum sadarkan diri kami tidak bisa menemani dia karena dadakan bukanya kamu libur dua hari kami minta tolong, tolong bantu Natali kami akan menyusul nanti jika ada apa-apa?"ujar Agam.


"Heumm baik'lah tapi aku tidak membawa persiapan apapun."ujar pria yang kini tengah berdiri di hadapan mereka.


Sementara Natali masih terisak di samping Anya, dia benar-benar takut ibunya kenapa-napa karena kondisi nya benar-benar sangat serius.


"Kamu tidak perlu membawa apapun, disana ada semua yang kamu butuhkan."ujar Rayan.


"Tapi aku tidak membawa paspor."ujar pria itu.


"Kau tidak perlu menggunakan paspor karena pesawat yang akan kalian tumpangi adalah pesawat milikku."ujar Rayan.


"Baiklah tapi bagaimana janjiku pada Agista untuk pergi ke pantai."ujar Haidar karena dia bingung harus bagaimana sementara Natali saja tidak berkata apa-apa padanya.


Yang, meminta bantuan pun adalah Rayan dan Agam.


"Aku tidak akan memaksa jika kamu tidak bisa tidak apa? aku bisa sendiri dan kalian tidak usah khawatir."ujar Natali.


"Tuan,,, pesawat sudah siap sebentar lagi akan lepas landas."ujar seseorang yang merupakan asisten pribadi Rayan yang bekerja di lapangan.


"Heumm,, terimakasih."ujar Rayan sambil mengajak Natali untuk pergi menuju pesawat.


Rayan membawa koper milik Natalia satu dan satunya lagi Agam yang bawa dan Anya masih berusaha menenangkan Natali padahal dirinya sendiri pun sedang dilanda keresahan karena dia teringat saat kematian Daisy dan vino yang mendadak dulu.


Haidar pun akhirnya mengikuti langkah mereka hingga tiba di pesawat jet tersebut, akhirnya Haidar masuk karena kondisi Natali kini, terlihat sangat menyedihkan.


Agam pun merasa lega ditengah kegundahan hati mereka saat ini ada Haidar yang rela berkorban untuk membantu Natali.


Benar kata pepatah, kebaikan yang kita lakukan secara tulus akan dibalas berkali-kali lipat oleh tuhan bahkan mereka mendapatkan saudara dari hasil kebaikan tersebut.


Contohnya Haidar yang bukan siapa-siapa keluarga Rayan dan bahkan sedari dulu mereka tidak pernah saling mengenal meskipun pria itu sama-sama pebisnis hebat, namun takdir mempertemukan mereka lewati Novita yang sempat membuat mereka kecewa dan terluka tapi karena ketulusan hati Agam yang selalu ada untuk wanita itu dan putrinya itu akhirnya mereka pun akrab dan saat ini sudah seperti saudara karena adanya Agista putri Novita.


Kini setelah keberangkatan Natali dan Haidar, ketiga bersaudara itu akhirnya pulang ke Mension mereka namun kali ini Agam yang mengendarai mobil mereka karena sopir mereka membawa mobil Haidar pulang ke Mension Rayan.


Sesuai pesan Haidar yang menitipkan mobilnya dan juga Agista, dia bahkan meminta Agam untuk menyampaikan maafnya pada putrinya itu saat ini karena tidak bisa menepati janji nya.


Sesampainya di Mension karena sudah sangat larut mereka pun langsung memasuki kamar mereka masing-masing.


Sementara yang kini tengah berada di pesawat Haidar masih setia mengusap punggung Natali karena wanita itu masih setia dengan tangis pilu nya, seakan itu adalah sebuah firasat jika hal buruk akan terjadi.


"Kak, aku tau ini sulit tapi biar bagaimanapun tidak baik untuk kesehatan jika kakak terus menerus menangis, sebaiknya kita berdoa untuk keselamatan Aunty dan kita disini."ujar Haidar.


"Maaf,,, aku tidak sekuat itu jika berhubungan dengan Mommy, dia satu-satunya orang tua yang aku punya setelah daddy meninggal dunia.dan kini putra ku entah bagaimana? keadaannya."ujar Natali yang masih terisak.


Haidar kembali mencoba menenangkan Natali.


Selama 24 jam mereka berada di atas awan, hingga akhirnya mereka tiba, di rumah Natali.

__ADS_1


Wanita yang bahkan tidak sempat tertidur dengan baik itu saat ini terlihat sangat memperhatikan.


Haidar terus mengikuti dirinya saat ini.


"Itu ruangan untuk mu istirahat disana semua yang kamu butuhkan ada, itu milik almarhum kakak laki-laki ku, kamu bisa menggunakan semua, tenang dan masih banyak barang yang baru."ujar Natali.


Haidar sempat dibuat bingung saat wanita itu bilang bahwa dia memiliki kakak laki-laki sedangkan Agam bilang dia adalah anak tunggal.


"Jangan bingung dia kakak angkat ku."ujar Natali saat melihat Haidar kebingungan.


"Satu lagi jangan mencari ku karena sebentar lagi aku akan pergi ke rumah sakit."ujar Natali.


"Mommy,,!! teriak seorang anak laki-laki yang kini berusia tujuh tahun.


"Leon!"ujar Natali.


Wanita itu langsung memeluk putra semata wayangnya.


Leon begitu tampan seperti mantan suaminya itu yang begitu tampan, namun sayang ternyata pria itu pria pengangguran yang hanya ingin hidup enak meskipun dia tidak terlahir dari keluarga miskin.


Suami Natalie adalah seorang pewaris, namun karena dia suka hidup bebas akhirnya keluarganya menghukum dia dengan mencabut seluruh fasilitas yang ia miliki selama ini.


Hingga saat dia bertemu dengan Natali saat berada di club malam, wanita itu menawarkan kemewahan padanya hingga pria itu pun setuju.


Akhirnya pernikahan itu terjadi dan Natali yang selama ini memiliki segalanya memberikan fasilitas serba mewah pada suaminya itu.


Sampai saat Natali hamil, pria itu mulai bertingkah bahkan dia jarang di rumah dan disaat wanita itu membutuhkan sosok suami disaat dia mengidam.


Sampai suatu hari Natali tengah memergoki suaminya tengah bersama dengan wanita yang bahkan tengah beradegan ranjang dengan wanita itu.


.............................


"Mommy mau kerumah sakit kamu tunggu di rumah."ujar Mikaila.


"Baik Mom."ujar gadis itu.


Haidar menatap cara berinteraksi Natali dengan putranya dia begitu mencintai putranya.


"Heumm."jawab Natali.


Natalia langsung berjalan menuju kamar nya membawa putranya ke kamarnya.


Satu jam kemudian, Natali sudah turun kebawah dengan menggunakan dress selutut berwarna merah.


Sampai membuat Haidar menatap tak berkedip.


"Ayo, bukanya ingin ikut dengan ku."ujar Natali.


"Heumm,,"ujar gadis itu.


Pria itu pun berjalan mengikuti langkah Natali menuju garasi mobil milik Natalia dimana disana mobil super mewah itu berada di sana. dan bukan hanya satu tapi ada belasan mobil.


"Jangan berpikir macam-macam ini semu hanya titipan."ujar Natali yang menjawab rasa penasaran Haidar.


"Heumm..."ujar Haidar.


Natali pun langsung bergegas masuk kedalam mobil nya dan kini berjalan menuju rumah sakit bersama dengan Haidar.


Sampai saat mereka tiba di rumah sakit yang ia tuju, dia langsung disambut oleh asisten pribadi nya, tidak tanggung-tanggung ada tiga asisten pribadi yang kini sangat tampan dan gagah, Haidar bukannya tidak percaya diri tapi dia tidak ingin membanggakan diri karena diatas langit masih ada langit.


Natali langsung dibawa ke ruang rawat ibunya ruang ICU yang kini dihuni oleh sang ibu yang terlihat sangat memprihatikan, bahkan sampai saat ini wanita cantik yang sudah berusia lanjut itu terlihat sangat menyedihkan.


Natalia langsung menangis, memeluk ibunya yang dipasang alat-alat medis di tubuhnya.


Haidar yang melihat itu dia langsung masuk dan membawa Natali kedalam dekapannya.


"Mommy,,,, mommy bangun jangan tinggalin aku, Mom, daddy sudah pergi aku dengan siapa? jika Mommy seperti ini."ujar Natali yang meronta-ronta ingin meraih sang Mommy.


"Jangan begini kak, sekarang kita keluar dulu kakak harus tenang."ujar Haidar yang kini membawa Natali keluar.

__ADS_1


Tiba-tiba saja baru saja Natali tiba-tiba di luar beberapa petugas medis berlarian masuk kedalam ruangan tersebut Natali langsung menjerit histeris.


"Mommy!!"teriak Natali karena ternyata kondisi ibunya semakin kritis.


Sebenarnya bukan baru kali ini ibunya mengalami kejang dan kritis.


"Mommy!!"


Natalia pun pingsan, di dalam dekapan Haidar.


Ketiga asistennya pun mendekat mengurus Natali membantu Haidar sementara yang lain nya mengurus jenazah nyonya Gibran.


Wanita yang sampai akhir hayatnya tidak pernah tau siapa? kedua orang tua nya itu, kini telah menghembuskan nafas terakhirnya.


Wanita itu, bertemu dengan Gibran. saat Gibran mengalami masalah dengan mobilnya dan saat dia menumpang ke kamar kecil yang merupakan bagian dari warung Gadis yatim Piatu itu.


Dan insiden saat Gibran hampir ditusuk oleh kakak angkat nya wanita itu melindungi Gibran, hingga dia dilahirkan ke rumah sakit.


Wina yang menjadi pelabuhan terakhir cinta Gibran kini sudah menyusul sang suami yang sudah pergi lebih dulu.


Natali terus menjerit dan berkali-kali pingsan, dia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan jika kini dia sudah menjadi seorang yatim piatu.


Haidar masih memeluk Natali yang kini meronta ingin masuk kedalam namun dokter masih mengurus jenazah, menurut prosedur yang berlaku di sana.


Sampai saat semua proses selesai dilakukan akhirnya Natali diperbolehkan masuk jenazah sang Mommy kini sudah ditutup kain berwarna putih, Natali kembali menjerit dan menghambur memeluk ibunya meminta Wina untuk bangun dia berteriak jika dia belum siap untuk ditinggal .


Tapi yang namanya takdir tak bisa di hadang, apapun yang terjadi sudah menjadi kehendak yang maha kuasa, sementara manusia tidak akan pernah bisa menolak itu semua.


Natalia mungkin mencintai ibunya, tapi tuhan lebih mencintai Wina, maka Wina pun dipanggil kembali untuk menghadap padanya.


"Kak,,, semua sudah takdir yang maha kuasa, kita hanya bisa pasrah dan berdoa."ujar Haidar.


Pria itu pun menghubungi Rayan, dan rencananya Rayan dan kedua saudaranya akan segera datang ke sana.


Sementara itu di kediaman Rayan saat ini semua orang tengah berkumpul setelah menghabiskan makan malam tanpa semangat, sambil sibuk mengurus persiapan keberangkatan mereka, saat ini Agam dilema karena harus meninggalkan istrinya yang baru saja melahirkan meskipun Rayan mengatakan tidak usah khawatir karena mereka aman di Mension ada banyak pelayan dan baby sitter yang akan membantu Sherina mengurus kedua putranya dan juga Agista.


Sementara Anya, ada Ricky dan kedua orang tuanya yang kini tinggal bersama di Mension itu, hanya Rayan yang tidak terlalu mencemaskan istri dan kedua anaknya, karena istrinya adalah tipe wanita yang gesit dan sangat mandiri, dia tidak hanya mampu mengurus keluarga kecilnya tapi juga mampu mengurus kebutuhan banyak orang yang ada di sana.


Sampai saat Agam berpamitan pada Sherina yang kini tengah menemani Agista menonton.


"Honey,,, aku sudah bersiap, malam ini juga aku harus segera terbang ke Amerika karena Aunty Wina meninggal dunia."ujar Agam yang terlihat sendu.


"Inalilahi wainailaihi rojiun."ujar Sherina yang kini langsung memeluk suaminya itu.


"Daddy apa? Mommy juga ditinggal Mommy nya ke surga seperti Agis."ujar gadis itu yang kini meminta jawaban.


Agam pun beralih memeluk Agista.


"Daddy boleh Agis ikut, Agis ingin menemani mommy,,, dia pasti sangat sedih saat ini seperti Agis, Agis akan berikan bingkai foto itu. agar Mommy tidak bersedih lagi."ujar Agista.


"Agista, sayang Amerika itu sangat jauh butuh waktu satu hari satu malam untuk tiba disana, lagipula siapa? yang akan menjaga adik dan Mommy jika Agis ikut."ujar Agam.


"Heumm,,, Daddy benar, baiklah-baiklah Agis disini tapi tolong bilang sama Mommy agar tidak menangis lagi, ada Agis di sini."ujar gadis kecil itu.


"Tentu saja Sayang, ya sudah Daddy pamit pergi dulu ya sayang ku, Mommy bilang pada kedua jagoan kita jika Daddy pergi


hanya sebentar saja."ujar Agam.


"Tentu saja Daddy hati-hati di jalan, salam buat kak Natali aku turut berdukacita yang sedalam-dalamnya, semoga dia berikan kekuatan dan ketabahan."ujar Sherina.


"Amiinn yrbl alamin 🤲🏽"ujar Agam.


Sampai akhirnya tiga bersaudara itu pergi meninggalkan Mension.


Sampai saat tiba di bandara, ketiganya langsung menuju jet pribadi milik Agam.


Sampai mereka lepas landas pun, mereka masih tidak bisa tidur, hingga saat ini mereka begitu kelelahan. dan pada akhirnya mereka pun tertidur pulas. di dalam pesawat jet tersebut.


Sampai saat mereka tiba di negara tersebut, Rayan langsung bergegas menuju kediaman Wina.

__ADS_1


Sesampainya di sana, semua orang sudah berkumpul terutama para staf perusahaan Natali.


Mereka pun sudah mengucapkan turut berdukacita


__ADS_2