
"Stop Sherina semua aset mu sudah kembali resmi menjadi milik mu, dan saat ini kita tengah menunggu notaris untuk menandatangani surat wasiat dan semua berkas kepemilikan harta kekayaan yang Daddy mu miliki setelah itu kamu bisa menyingkirkan para benalu yang selama ini menjadi sumber penyakit dalam keluarga mu"ucap Agam tegas.
Sherina sempat mematung di tempatnya, saat ini hingga Agam berada di hadapan nya.
"Kamu tidak perlu melahirkan anak untuk ku jika kamu tidak ingin, aku tidak akan memaksa lagi, sekarang kamu bebas menentukan pilihan tunggu setelah notaris itu datang"ucap Agam.
"Kau hanya ingin anak bukan?"kata Sherina.
"Aku menginginkan mu dan anak tapi jangan jika kamu tidak mau hidup bersama ku, cukup lahir kan seorang anak untuk ku, tapi jika itupun tidak bisa aku tidak akan pernah memaksakan kehendak ku, kamu bebas mengambil keputusan"ucap Agam.
Sherina terdiam dia sebenarnya tidak tega dengan semua itu tapi dia juga dalam dilema.
"Aku akan memikirkan nya nanti tolong berikan aku waktu, aku juga tidak mungkin tidak membalasbudi baik mu itu"ucap Sherina.
"Aku tidak perlu balasan untuk itu, aku hanya ingin kamu menerima ku disisi mu"ucap Agam.
"Heumm"lirih Sherina.
"Sekarang aku ada sedikit pekerjaan, kamu bisa istirahat, aku akan pergi mungkin larut malam nanti baru kembali"ucap Agam.
"Ya baiklah hati-hati di jalan"ucap Sherina.
"Tentu, jangan lewatkan makan siang mu"ucap Agam.
"Ya jangan khawatir"ucap Sherina.
Sementara itu Sherina pun kembali membereskan barang-barang nya, dan Agam bersiap dengan baju formal nya untuk bekerja, setelah menggunakan kemeja dia pun memasang dasi di hadapan Sherina, yang refleks membantu Agam, memasang dasi tersebut dengan sangat rapi.
Dan cuph... sebuah kecupan mendarat di kening gadis itu hingga membuat Sherina mematung di tempatnya.
"Terimakasih atas bantuannya"ucap Agam.
__ADS_1
"Sama-sama lain kali jangan lakukan itu lagi"ucap Sherina.
"Aku hanya sedang latihan"ucap Agam tanpa peduli dengan Sherina yang kini terlihat tidak nyaman.
"Jangan sakiti hatinya, karena kamu telah memilih dia untuk jadi teman hidup mu bukan hanya dalam satu atau dua tahun tapi seumur hidup nya, hargai dia sebagai mana kakak menghargai ibu kandung kakak, yang sama-sama wanita seperti diriku"ucap Sherina yang memberikan nasihat secara tidak langsung.
"Aku sangat mencintai nya, dan aku akui itu meskipun dia pernah berkhianat padaku, tapi hidup ini harus terus berjalan dan aku butuh penerus keluarga ku, dan aku juga mencintaimu aku berharap suatu saat nanti hatimu akan luluh dan kita bisa bersama"ucap Agam.
"Aku tidak mungkin merebut kebahagiaan orang lain, tapi jika kamu butuh ibu pengganti untuk anak mu kita bisa melakukan beberapa tahapan meskipun tidak harus menikah atau berhubungan"ucap Sherina.
"Akan aku pikirkan nanti aku pergi dulu berhati-hati lah di sini"ucap Agam.
Sherina mengangguk pelan lalu. Agam pun pergi meninggalkan villa tersebut dengan mobilnya.
Sepanjang perjalanan pria itu terus memikirkan ucapan Sherina, untuk melakukan proses bayi tabung dengan ibu pengganti , Agam hanya berharap kelak semua akan terwujud.
Dia akan menikah dengan Sherina, meskipun tidak harus berhubungan setelah Sherina melahirkan nanti dia akan kembali bertanya apa? Sherina akan melanjutkan hubungan itu atau tidaknya.
Sampai, Agam tiba di tempat meeting pria itu masih tetap memikirkan keputusan Sherina Apa? benar Sherina bersedia mengandung anak nya meskipun iya memaksa Sherina, untuk tetap bersamanya dalam ikatan pernikahan. karena agan tidak ingin anaknya dicap sebagai anak haram jika kelak anak itu lahir, meskipun mereka tidak akan pernah berhubungan badan.
Tapi, saat memikirkan perpisahan dengan agama kelak, dia juga tidak ingin anaknya terlantar dan kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya.
Sherina, benar-benar dilema tapi dia sudah menyanggupi perjanjian itu entah bagaimana caranya yang jelas Sherina akan menepatinya meskipun kelak dia akan menemukan kesulitan.
Karena, dia tidak ingin lagi terbebani hutangbudi karena Agam, adalah pria baik meskipun keinginannya sungguh sangat di luar batas kewajaran.
Tapi, Agam tetap pria baik hati, terbukti saat dia menolong Sherina, waktu dia akan diperkosa oleh berandalan itu.
"Kak Agam aku sangat berterima kasih untuk semua ini, mungkin apa yang aku lakukan tidak akan pernah cukup, tapi setidaknya aku sedikit bisa membalasbudi baikmu meskipun jalannya harus seperti ini.
Sherina terus barmonolog sendiri sampai saat mang Ujang memberitahu bahwa makan siang untuk nya sudah siap.
__ADS_1
"Nona muda makan siang anda sudah siap"ucap mang Ujang.
"Ya sebentar"ujar Sherina.
Sampai dia turun Sherina duduk sendirian di depan meja makan tersebut, gadis itu jadi teringat dengan Agam apa? pria itu sudah makan siang atau belum. tapi kemudian Sherina menepis semua pertanyaan itu.
Hingga, Agam kembali pada waktu malam hari pria itu melihat ke dalam kamar yang Sherina tempati.
Ternyata Sherina sudah tertidur pulas di atas ranjang nya sambil memeluk erat bantal guling tapi dia tidak menggunakan selimut.
Entah karena lupa atau karena memang mengantuk gadis itu bahkan tidak sadar jika Agam kini tengah berdiri di samping ranjang memperhatikan dirinya sebelum menyelimuti tubuh nya.
Agam mengecup puncak kepala Sherina, setelah itu diapun langsung berbalik dan pergi meninggalkan kamar tersebut.
"Ya sayang aku baru pulang semalam"ucap Agam yang kini tengah duduk selonjoran di kursi kayu samping tangga.
"Kamu sudah sarapan pagi Yank..."tanya Agam pada Novita.
"Owh baiklah bilang pada Agista bahwa Daddy akan segera kembali setelah urusan hari ini selesai"ucap Agam.
"Ya dah sayang sampai jumpa lagi love you"ucap Agam yang memberikan kecupan jarak jauh pada Novita, sang istri
"Sementara itu seseorang yang kini baru saja turun hendak sarapan dia tidak jadi sarapan pagi di sana karena takut mengganggu orang yang tengah bermesraan.
Hingga Agam sadar jika saat ini Sherina tidak turun untuk sarapan pagi.
"Mang Ujang dimana nona muda"ucap Agam.
..."Sepertinya Nona, muda sedang kurang sehat, karena dia meminta saya untuk memgbawa sarapan pagi ke kamar nya"ucap mang Ujang....
"Owh biar saya yang bawakan"ucap Agam.
__ADS_1
Pria itu pun, berjalan menuju kamar Sherina dan dengan nya.
...Sesampainya di dalam kamar tersebut Sherina, tengah duduk di kursi yang,, kini ngajaj Dito !!gu...