
"Aku pergi dulu yang,,, mungkin besok kita akan pergi ke pantai bersama-sama seperti janjiku dulu."ujar Haidar.
"Baiklah hati-hati di jalan ."ujar Natali.
Haidar langsung mengecup bibir Natali sekilas, agar Agista tidak melihat itu.
Natali pun mematung di tempatnya, saat ini dia benar-benar merasa lucu karena setelah menikah dan memiliki anak kini dia kembali berpacaran layaknya remaja.
Setelah itu kini pria itu pergi bersama dengan Agista, menuju kediaman Agam yang sudah di telpon sedari tadi bahwa Agis tidak jadi menginap di apartemen miliknya.
Agam pun sudah bisa menebak hal itu karena biar bagaimanapun Agis sejak dalam kandungan Novita lebih dekat padanya.
Sesampainya di rumah Agam Agista langsung disambut oleh Agam. dia dibawa masuk ke dalam sementara Haidar langsung pergi menuju apartemennya karena sudah malam.
Sepanjang perjalanan Haidar terus memikirkan hal yang terjadi tadi dimana wajah Natali bersemu merah. karena kecupan yang dia berikan tadi membuat wanita itu seakan baru pertama kali mengalami hal itu. mungkin karena masa puber kedua yang dialaminya saat ini.
Begitu juga dengan Haidar Dia mungkin pernah menikah dengan Novita. namun pernikahan yang berlangsung dengan cepat itu tidak meninggalkan kesan yang indah seperti saat ini.
Keindahan tentang kebersamaan mereka hanyalah saat mereka berumah tangga. tapi itu hancur gara-gara kebohongannya terhadap istrinya.
Haidar, mungkin tidak pernah merasakan indahnya berpacaran tapi kini bersama dengan Natali. pria itu bahkan tidak pernah ragu untuk berinteraksi seperti pacaran remaja pada umumnya.
Haidar sudah tiba di apartemennya dia mengirimkan pesan singkat pada Natali. mengabarkan bahwa dirinya kini tengah berada di huniannya.
Sementara Natali yang sedari tadi menunggu pun kini dia tersenyum sambil menyimpan ponselnya di atas nakas.
Wanita itu pun langsung berbaring kembali di balik selimut nya.
Sampai keesokan harinya pagi-pagi sekali Haidar sudah bersiap untuk pergi ke pantai bersama Natali Agis dan juga Leon.
Dia sudah menyiapkan dompet dan juga sebuah kamera yang sengaja ia beli dulu saat mereka janjian akan pergi ke pantai.
Haidar juga sudah membawa baju gantinya didalam koper kecil yang selalu dia bawa disaat akan berpergian.
Setelah semua dirasa sudah siap dia pun bergegas pergi menuju kediaman Natali.
Sepanjang perjalanan dia pun mengobrol dengan Natali menggunakan earphone yang ada di kupingnya saat ini sambil terus fokus mengemudi terdengar suara kesibukan Natali yang sedang menyiapkan semua keperluan dirinya dengan Leon.
Seperti Haidar, Natali pun membawa baju ganti untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu bajunya kotor.
Haidar pun sudah tiba di tempat Natali. dia buru-buru turun untuk mengambil barang-barang milik Natali yang ternyata sudah menunggu di teras rumah besar itu.
"Yang sudah siap?"ujar Haidar.
"Sudah, yu nanti keburu panas saat tiba di pantai, lagipula belum jemput Agis, apa? dia sudah siap atau belum."ujar Haidar.
Natalia duduk di depan bersama dengan Haidar yang kini tengah mengemudi sedang Leon duduk di belakang dia sibuk bermain gadget.
"Yank,,, apa? bang Rayan tau jika kita akan segera menikah."tanya Haidar.
"Nanti setelah kita pulang dari pantai besok nya kita bicara langsung."ujar Natali.
"Heumm,,, baik'lah sayang." ujar Haidar.
Mereka pun pergi menuju kediaman Agam, sesampainya di sana Natali yang turun agar tidak memperlambat waktu karena wanita lebih tau mana yang harus dikerjakan untuk urusan anak.
Sampai saat Natali tiba di dalam ternyata Agam sudah duduk bersama dengan Agista yang juga sudah bersiap untuk pergi.
"Agista sayang kamu juga sudah siap ah syukur."ujar Natali.
"Sudah tadi siap-siap nya dibantu sama daddy."ujar Agis.
__ADS_1
"Memangnya sitter nya kemana?."tanya Natali.
"Ada hanya sedang sakit."ujar Agam.
"Daddy Agis pergi dulu ya, sebentar mommy Agis pamit sama adik twins A dulu."ujar Agista.
"Ya sayang hati-hati."ujar Agam dan Natali bersamaan saat melihat Agista meniti anak tangga menuju lantai dua.
Agis langsung pamit pada kedua adiknya itu, yang kini terlihat tersenyum bahagia saat Agis mengajak main mereka sambil bilang pamit pergi dulu Sherina pun mencium pipi Agis kanan dan kiri.
"Hati-hati sayang ingat jangan gegabah saat main air nanti jika Agi main jangan jauh-jauh dari Mommy dan Daddy."ujar Sherina.
"Iya Mommy cantik."ujar Agis yang kini memanggil Sherina dengan sebutan Mommy cantik untuk memberikan contoh kepada kedua adiknya.
Sherina mengantar Agis ke bawah setelah ia menitipkan kedua putranya itu.
Agis yang kini dituntun oleh Sherina saat turun tangga ia terus berceloteh menitipkan kedua adiknya itu pada Sherina dan semuanya, padahal tanpa di titip pun sudah pasti akan dijaganya karena mereka berdua adalah putranya.
Namun Sherina tidak pernah mempermasalahkan hal itu, dia selalu mengiyakan kata-kata Agista, karena Sherina tahu jika Agista teramat menyayangi keduanya.
"Nah sudah sampai Agis ingat kata Mommy jangan gegabah."ujar Sherina.
Sherina pun mencium bibir Agis lalu mengusap puncak kepalanya dengan penuh sayang.
Akhirnya Natali membawa Agis pergi ke luar rumah karena Haidar sudah menunggu.
"Sayang sudah pamit sama adik."tanya Haidar.
"Sudah daddy."ujar Agis.
"Ayo liburan."ujar Haidar.
"Hore kita liburan."ujar Agis.
"Oke, kak pasti seru."ujar Agis.
Mereka berdua pun begitu terlihat riang gembira.
Sampai tiba di pantai, Natali tidak buru-buru turun dia memakai kan Agis sunblok agar kulit putri nya itu tidak terbakar.
Begitu juga Leon, setelah selesai menggunakan itu pada keduanya Natali kini sudah menggunakan dress pantai yang terlihat sangat indah dengan topi pantai dan kacamata hitam.
Begitu juga dengan Haidar yang menggunakan celana pendek dan juga T-shirt berwarna putih dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung dengan membawa kamera yang ia kalungkan di lehernya.
"Yank,, smile."ujar Haidar yang langsung membidik Natali dengan jepretan kamera.
"Heumm,,, kurang kerjaan."ujar Natali.
"Aku beralih profesi menjadi foto geraper ."ujar Haidar.
"Aku jadi modelnya."ujar Natali yang kini berpose seperti model profesional, karena dia adalah seorang peragawati.
"Wow,,, istriku memang sungguh multi talenta."ujar Haidar.
"Kamu tau bakat ku bukan cuma itu."ujar Natali sambil mendekat ke arah anak-anak yang sudah bersiap akan membuat istana pasir.
Suasana pantai yang sangat indah membuat mereka hanyut dalam kemesraan. meskipun mereka bukan sebuah keluarga seperti yang orang lain lihat, tapi mereka terus menjadi pusat perhatian karena kekompakan mereka dan juga kasih sayang yang mereka tunjukkan.
.........................
Tiga jam sudah mereka berada di bibir pantai bermain air kejar-kejaran dan bermain istana pasir bersama. membuat mereka berempat bahagia bahkan tawa mereka begitu lepas saat ini.
__ADS_1
"Yank, mau menginap atau pulang? ."tanya Haidar.
"Pulang saja, jika kamu lelah kita bisa gantian bawa mobilnya."ujar Natali.
"Heumm terserah sayang saja bagaimana baiknya, aku tidak akan pernah lelah jika terus ditemani oleh bidadari cantik seperti dirimu."ujar Haidar.
"Heumm,,, gombal tapi makasih atas pujiannya."ucap Natali.
"Sayang,,, aku sudah tidak sabar ingin segera menghalalkan dirimu agar kita bisa bersama."ujar Haidar.
"Itu adalah hal yang mudah, namun aku takut jika kamu kecewa, mungkin aku tidak seperti wanita lain yang bisa memenuhi kebutuhan mu."ujar Natali.
"Heumm,,, jangan pesimis begitu, kita sama-sama akan belajar dari sebuah kegagalan, dan aku yakin kamu adalah yang terbaik untukku."ujar Haidar.
"Semoga seperti yang kita harapkan."balas Natali.
Keduanya kini tengah duduk di atas tikar yang mereka sewa.
Tepat di samping mereka kedua anaknya itu tengah sibuk bermain pasir.
Haidar merangkul pinggang Natali dengan sebelah tangannya.
Natali pun melirik ke arah Haidar dan.
Cuph,,, satu kecupan mendarat di bibir indah dan manis itu.
"Yank,,, kamu nakal ih lihat tuh banyak orang disini."ujar Natali sambil menunduk karena malu.
"Heumm,,, biar saja mereka juga pernah muda dan yang belum pernah akan mengalami itu, jadi sudah biasa."ujar Haidar lembut.
"Apa? dulu kamu juga seperti ini."ujar Natali.
"Tidak,,, kami bahkan langsung menikah setelah mendiang Mommy Agista sembuh dari insiden kecelakaan. jadi kami benar-benar saling mengenal setelah menikah."ucap Haidar jujur.
Entah kenapa? rasanya seperti ada sesuatu yang menyesakkan dada Natali. saat dia mendengar bahwa ia dan Novita berpacaran setelah menikah.
Semua terjadi pada dirinya, sebelum akhirnya pria itu berkhianat tepat saat Natali hamil tua.
"Sayang kamu kenapa? kok jadi melamun begitu. apa? ada kata-kata ku yang menyingung perasaan mu."tanya Haidar.
"Tidak Yank,, aku hanya merasa masa lalu ku dan masalalu almarhum sama, hanya bedanya saat itu aku dikhianati saat aku hamil tua, dan itu yang menjadi alasan dia berselingkuh. tapi kamu justru melakukan itu demi anak."ujar Natali yang kini menatap sendu.
"Aku memang bersalah waktu itu Yank,,, tanpa berpikir panjang aku sudah melukai istriku tanpa sadar."ucap Haidar yang terlihat begitu merasa menyesal.
"Ah sudahlah, semua itu hanya masalalu karena tidak mungkin semua orang tidak pernah mendapatkan kelulusan tanpa ujian terlebih dahulu. mungkin kita bisa mengambil contoh dari itu semua untuk menghadapi ujian pernikahan nanti."ujar Natali.
"Semoga saja tidak akan ada ujian yang berakhir menyakitkan."kata Haidar.
Natali hanya mengangguk pelan. lalu kemudian dia tersenyum manis.
"Anak-anak apa? masih belum selesai kita harus cari makan siang dulu."ujar Haidar.
"Ya,,, Daddy kita juga sudah laper ujar keduanya.
"Ayo kita cari restaurant yang kalian suka."ucap Natali.
Tidak jauh dari pantai di sana banyak berjejeran restaurant. jadi mereka hanya tinggal memilih restaurant mana yang mereka sukai.
"Aku pilih restaurant seafood saja."ujar Natali.
"Hore bisa makan ikan bakar" ujar Agista.
__ADS_1
"Tentu saja sayangku."kata Haidar kompak.